Ekonomi

Prof Bambang Rudyanto: Tergeser Tiongkok, Jepang Tidak Mau Investasi Berisiko 

Jumat, 14 Februari 2020 - 13:15 | 48.53k
Prof Bambang Rudyanto: Tergeser Tiongkok, Jepang Tidak Mau Investasi Berisiko 
Pakar Bisnis dan Kerjasama Internasional Universitas Wako Jepang Prof Bambang Rudyanto saat mengisi kuliah umum Public Private Partnership di Unitomo, Jumat (14/2/2020). (Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)
Pewarta: Lely Yuana | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, SURABAYAJepang memang menerapkan standar dan aturan ketat soal investasi. Kendati demikian, Jepang sempat menjadi runner up investor di Indonesia sebelum tergeser oleh Tiongkok. Hal tersebut disampaikan Dosen Universitas Wako Jepang Prof Bambang Rudyanto saat mengisi Kuliah Umum Public Private Partnership (PPP) di Auditorium RM Soemantri, Universitas Dr Soetomo (Unitomo), Surabaya, Jumat (14/2/2020).

Pemerintah Indonesia dinilai memiliki beberapa pertimbangan tersendiri kenapa menggantungkan investasi dari Tiongkok ketimbang Jepang.  Alasannya, menurut Prof Bambang, pemerintah masih membutuhkan bantuan pinjaman cepat namun dengan tenggang waktu pengembalian yang cukup lama. 

Sedangkan Jepang cukup alot soal investasi. Selain menerapkan soft loan dengan bunga 3 persen banyak aspek yang harus diperhatikan salah satunya dari sisi manajemen resiko lingkungan atau EAI.

Prof-Bambang-Rudyanto.jpg

PPP sendiri merupakan strategi kerjasama antara Jepang dengan pemerintah Indonesia dalam bidang pembangunan infrastruktur sejak 2005 silam. Sebab investasi asing bukan sekedar industri. 

Menurut keterangan Prof Bambang, sumber investasi di Jepang lebih banyak dari pihak swasta dibandingkan pemerintah. Karena Jepang tidak memiliki BUMN. 

"Untuk investasi peran pemerintah di Jepang tidak terlalu berpengaruh," kata pakar bisnis dan kerjasama internasional Universitas Wako Jepang tersebut. 

Profesor asli Probolinggo, Jawa Timur ini sempat bergelut dengan proyek Japan International Cooperation Agency (JICA) di Jepang. JICA adalah skema pinjaman di bawah Japanese Official Development Assistance (ODA) Loan. Pendanaan berupa bantuan (hibah) dan pinjaman (loan).

Prof-Bambang-Rudyanto-a.jpg

Salah satu kerjasama yang pernah terjalin yaitu proyek kereta api cepat antara Bandung dan Jakarta yang kini diteruskan oleh Tiongkok. 

Padahal Negeri Tirai Bambu tesebut tidak bisa menerapkan PPP karena menggantungkan jaminan dari pemerintah. Tiongkok sendiri memiliki struktur pendanaan dari sektor BUMN sama seperti Indonesia. 

"Jepang tidak mau investasi terlalu beresiko. Waktu itu pemerintah Indonesia tidak bisa menjamin," terang Prof Bambang. 

Menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi penanaman modal asing (PMA) dari Tiongkok tumbuh pesat bahkan menempati posisi kedua dengan nilai investasi US$ 4,7 miliar, lebih tinggi dibandingkan posisi tahun lalu hanya US$ 2,4 miliar. Bahkan posisi Tiongkok tahun ini mengungguli nilai investasi Jepang ke Indonesia. 

"Karena periode pengembalian dalam tenggang waktu 40 tahun. Pengembalian mulai tahun ke-11. Keuntungan bagi pemerintah saat ini karena yang mengembalikan adalah presiden berikutnya," urainya. 

Edisi-Jumat-14-Februari-2020-bambang.jpg

Dr Hendro Wardhono, Ketua Pusat Studi Bencana Unitomo dan pengampu mata kuliah PPP Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Unitomo selaku moderator menambahkan, berkurangnya jumlah investor Jepang merupakan efek dari Tiongkok yang lebih aktif menggelontorkan pendanaan. 

Dengan alasan bunga lebih rendah dan tidak ada faktor yang memberatkan misal seperti evaluasi lingkungan. Pengembalian dalam bentuk mata uang yen dan mata uang China juga berbeda. 

"Biasanya dari China tidak memberatkan masalah lingkungan, kalau Jepang pasti menekankan masalah tadi," katanya. 

Dengan kata lain Tiongkok lebih agresif berinvestasi dan lebih cepat mengucurkan dana di Indonesia.  "Kalau Jepang perlu waktu," tandasnya.

Dr Hendro Wardhono menambahkan, PPP di Jepang memiliki karakter berbeda dengan Indonesia. Namun memiliki tujuan sama membangun infrastruktur. Jika budget goverment tidak mencukupi maka akan disupport oleh swasta.  "Di Indonesia sendiri sangat memerlukan kerjasama dengan pemerintah swasta atau PPP. Kalau di Jepang luar biasa, swasta yang berperan aktif," jelasnya dalam kuliah umum di Unitomo yang turut mendatangkan Mr Saito Hirohisa President Director Eight Global HR.Co.Ltd dan Manager Eight Global Mr Aso Daisuke selaku penyedia pekerjaan penempatan di Jepang.(*)


Unitomo Dosen Universitas Wako Jepang Prof Bambang Rudyanto Jepang surabaya
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Surabaya
KOMENTAR

EKORAN

Kawal Informasi Seputar COVID-19 Secara Tepat dan Akurat

Ini merupakan sumber informasi inisiatif sukarela warganet Indonesia pro-data, terdiri dari praktisi kesehatan, akademisi, profesional & pemerintah.

Jumlah Kasus di Indonesia Saat Ini

2,092

+106 Positif

150

+16 Sembuh

191

+10 Meninggal
Statistik Kasus COVID-19 di Indonesia
Last update: Sabtu, 04 April 2020 - 16:05 Sumber: kawalcorona.com
Honda HRV

TIMES TV

Cerita Gluver Magelang Sembuh dari Covid-19 

Cerita Gluver Magelang Sembuh dari Covid-19 

04/04/2020 - 19:49

Ketua DPRD Kota Malang Sumbang dan Apresiasi MBLC

Ketua DPRD Kota Malang Sumbang dan Apresiasi MBLC
Pembuatan Sarcovid, Karya Anak Bangsa Untuk Negeri Pertiwi

Pembuatan Sarcovid, Karya Anak Bangsa Untuk Negeri Pertiwi
Wisma Atlet di Kemayoran Sudah Bisa Dioperasian sebagai RS Darurat Penanganan Covid-19

Wisma Atlet di Kemayoran Sudah Bisa Dioperasian sebagai RS Darurat Penanganan Covid-19
Satu Jam Mengenal Pemikiran Didik Gatot Subroto

Satu Jam Mengenal Pemikiran Didik Gatot Subroto

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Kita (Tidak) Sedang Libur
    Kita (Tidak) Sedang Libur
    04/04/2020 - 20:28
  • Balai Batu Melawan Pandemi Covid-19
    Balai Batu Melawan Pandemi Covid-19
    04/04/2020 - 18:35
  • Nalar Kritis di Tengah Banjir Hoaks Korona
    Nalar Kritis di Tengah Banjir Hoaks Korona
    04/04/2020 - 18:10
  • Covid-19 Effects: Refleksi Marginalisasi dalam Social Defense
    Covid-19 Effects: Refleksi Marginalisasi dalam Social Defense
    04/04/2020 - 17:45
  • Tips Anti Bosan Saat Social Distancing
    Tips Anti Bosan Saat Social Distancing
    04/04/2020 - 14:12
  • Mau Menaikkan Imun Tubuh, Ayo Berpikir Positif dan Hidup Bahagia
    Mau Menaikkan Imun Tubuh, Ayo Berpikir Positif dan Hidup Bahagia
    04/04/2020 - 12:54
  • Kemudahan di Balik Kesulitan
    Kemudahan di Balik Kesulitan
    03/04/2020 - 09:30
  • Gaya Kepemimpinan Jokowi Tangani Pandemi Covid-19
    Gaya Kepemimpinan Jokowi Tangani Pandemi Covid-19
    03/04/2020 - 08:36
  • Ramalan Zodiak 5 April 2020, Leo Dapat Pelajaran Berharga saat Krisis
    Ramalan Zodiak 5 April 2020, Leo Dapat Pelajaran Berharga saat Krisis
    05/04/2020 - 06:45
  • Anak Mulai Bosan di Rumah Aja? Kak Seto Beri Tips Mujarab, Intip Yuk!
    Anak Mulai Bosan di Rumah Aja? Kak Seto Beri Tips Mujarab, Intip Yuk!
    05/04/2020 - 06:30
  • Wakajagung Arminsyah Dimakamkan Minggu Pagi, Kerabat Diimbau Tak Bertakziah
    Wakajagung Arminsyah Dimakamkan Minggu Pagi, Kerabat Diimbau Tak Bertakziah
    05/04/2020 - 06:29
  • Jadwal Sholat Depok Minggu 5 April 2020
    Jadwal Sholat Depok Minggu 5 April 2020
    05/04/2020 - 06:25
  • Jadwal Sholat Jakarta Minggu 5 April 2020
    Jadwal Sholat Jakarta Minggu 5 April 2020
    05/04/2020 - 06:10
  • Rapat COVID-19 TNI AD Tegang, Dua Jenderal Bintang 2 Disuruh Keluar
    Rapat COVID-19 TNI AD Tegang, Dua Jenderal Bintang 2 Disuruh Keluar
    05/04/2020 - 05:32
  • Video Detik-detik Dua Jenderal Bintang 2 TNI AD Disuruh Keluar
    Video Detik-detik Dua Jenderal Bintang 2 TNI AD Disuruh Keluar
    05/04/2020 - 06:02
  • Jokowi, Dalam Bayang-bayang Luhut Ternyata Hoax, Tapi Lucu Juga
    Jokowi, Dalam Bayang-bayang Luhut Ternyata Hoax, Tapi Lucu Juga
    05/04/2020 - 06:05
  • Konyol, McGregor Gantikan Khabib Cuma Lelucon April Mop
    Konyol, McGregor Gantikan Khabib Cuma Lelucon April Mop
    05/04/2020 - 01:50
  • Keputusan Kontroversial Liverpool, Terima Subsidi Inggris Demi Staf
    Keputusan Kontroversial Liverpool, Terima Subsidi Inggris Demi Staf
    05/04/2020 - 02:50