Kopi TIMES

Pers Tionghoa dalam Balutan Sejarah Indonesia

Kamis, 13 Februari 2020 - 22:30 | 26.46k
Pers Tionghoa dalam Balutan Sejarah Indonesia
Fariz Ilham Rosyidi, Mahasiswa Ilmu Sejarah Universitas Airlangga.
Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Hari Pers Nasional jatuh pada 9 Februari lalu. Namun, aroma peringatannya masih tercium hingga sekarang. Ragam informasi yang diejahwantahkan pers sejak dulu, rupanya telah membersamai kita sepanjang perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Lika-liku pers yang selama ini begitu dekat informasinya dengan kita, seakan menjadi agenda yang “spesial” untuk diperingati setiap tahunnya.

Disadari atau tidak, berkat kehadiran pers, kita dapat mengetahui suatu sistem informasi yang terbuka, dan turut memperluas cakrawala kita, lewat berita yang setiap harinya dihimpun oleh media massa alias pers. Dari situlah, kita dapat mengetahui kejadian dan perkembangan dunia, serta kejadian-kejadian apa saja yang terjadi di sekitar kita.

Berbicara tentang pers, ada banyak kondimen yang bisa disajikan dalam sebuah meja sejarah. Salah satu yang patut untuk disajikan adalah penggalian peranan orang-orang Tionghoa dalam sejarah pers Indonesia.

Ya, benar sekali, Tionghoa. Mereka adalah aktor-aktor dibalik layar yang ikut memperjuangkan pergerakan nasional Indonesia lewat tulisan bersama orang-orang Indo-Eropa, Melayu, Arab, dan tentunya Bumiputra yang terpelajar.

Sebermula pers Tionghoa

Ahmad Kosasih, dalam bukunya “Pers Tionghoa dan Dinamika Pergerakan Nasional di Indonesia” mengungkap, sejak abad ke-18, pers telah berkembang di Hindia Belanda. Ketika itu, dunia pers didominasi oleh orang Eropa dan berbagai pengaruh di dalamnya. Baru sekitar abad ke-19 sampai 20-an, pers mulai dimasuki oleh orang-orang non Eropa seperti Tionghoa dan Bumiputra. 

Ketika itu, pers hanya digunakan untuk pemberitaan dan kepentingan etnis masing-masing. Namun, ketika sistem politik etis yang digagas Van de Venter dkk dijalankan, mulai muncul ide-ide baru sebagai awal pemikiran gerakan nasionalisme, yang salah satu wadah terbesarnya adalah lewat media masa atau pers. 

Kemenangan Jepang atas Rusia pada tahun 1905, dan Revolusi Tiongkok pada tahun 1911, merupakan sumber inspirasi yang masif bagi pergerakan nasionalisme Tionghoa di Hindia Belanda. Namun, sebelum peristiwa besar itu terjadi, dengan mengikuti jejak orang-orang Indo-Eropa, komunitas Tionghoa telah menerbitkan beberapa surat kabar sebagai suara perlawanan atas Kolonial Belanda, meskipun jangkauannya masih terbilang kecil.

Ragam pers Tionghoa pun bermunculan, diawali dengan diterbitkannya surat kabar Li Po di Sukabumi, pada tahun 1901. Tak lama kemudian, disusul sejumlah surat kabar lain, seperti; Pewarta Soerabaia di Surabaya tahun 1902, Warna Warta di Semarang tahun 1902, Chabar Perniagaan di Jakarta tahun 1903, Djawa Tengah di Semarang tahun 1909, dan yang paling fenomenal di antaranya adalah Sin Po yang ada Jakarta tahun 1910.

Pada tahun 1920-an, kalangan Tionghoa rupanya tidak lelah berjuang, mereka kembali menerbitkan beberapa surat kabar lagi, antara lain; Bing Seng di Jakarta tahun 1922, Keng Po di Jakarta tahun 1923, Sin Jit Po di Surabaya tahun 1924, Soeara Poebliek di Soerabaya tahun 1925, Sin Bin di Bandung  1925, dan terus bertambah semakin banyak di tahun 1930-an, akibat pengaruh semangat “Anti-Jepang” yang digelorakan orang-orang Tionghoa.

Sin Po, pers yang berjasa besar

Sin Po adalah surat kabar yang jasanya cukup besar dalam memberikan warna sejarah Indonesia. Sejak pertama kali terbit pada 1 Oktober 1910, Yoe Sin Gie sang pencetus, ingin memberikan pembaharuan dalam perkembangan pers Tionghoa di Hindia Belanda.  Meskipun Sin Po awalnya secara terbuka mendukung nasionalisme China, dalam perkembangannya, ulasan pers itu juga menaruh perhatian khusus terhadap pergerakan kemerdekaan bagi Bumiputra.

Hal itu terbukti dengan dukungan Sin Po yang tercermin dalam pemilihan kata untuk urusan redaksional surat kabarnya. Seperti yang diberitakan Tirto.id, Sejak Mei 1926, Sin Po telah memelopori penggunaan sebutan “Indonesia” menggantikan “Hindia Belanda”, dan “Warga Indonesia” atau “Bangsa Indonesia” menggantikan “inlander”. Sebagai balas budi, pers Bumiputra juga mulai menggunakan kata “Tionghoa” untuk menggantikan China, dan menamakan “Tiongkok” dalam menyebut negara asal. Puncaknya, setelah Sumpah Pemuda kedua tanggal 28 Oktober 1928, Sin Po mulai menyebut “Bahasa Indonesia” yang menggantikan sebutan “Bahasa Melayu”. Penamaan istilah tersebut merupakan bentuk dukungan pers Tionghoa bagi Bangsa Indonesia.     

Akhir kisah pers Tionghoa

Melihat kenyataan semakin maraknya gerakan nasionalisme, ditambah semakin menggeliatnya pers di Hindia Belanda yang tidak sepaham dengan kolonial. Maka, Pemerintah Hindia Belanda tidak tinggal diam, dengan segala cara ditempuh untuk menghambat perkembangan pers nasional, antara lain tidak hanya dengan mengancam akan menggunakan undang-undang yang berlaku, ditambah dengan Pers Breidel Ordonantie, yaitu kebijakan yang memberi hak kepada pemerintah kolonial Belanda untuk menghentikan penerbitan yang dianggap berpandangan progresif mendukung gerakan nasionalisme pribumi dan dapat membahayakan kedudukan pemerintah kolonial Belanda.

Sejak kebijakan itu dilaksanakan, pers di Indonesia mulai meredup. Banyak dari pemilik perusahaan surat kabar yang ditangkap dan gulung tikar. Faktor tersebut merupakan salah satu faktor yang melandasi mundurnya atau berkurangnya media masa Tionghoa di Indonesia pada saat itu. Khusus untuk Sin Po, media itu masih terus melakukan aktivitas penerbitan sampai masa Indonesia merdeka, dan baru benar-benar berakhir pasca peristiwa G 30S tahun 1965. 

Surat kabar yang punya andil cukup besar bagi pergerakan nasional Indonesia itu bisa dinikmati arsip digitalnya sekarang di Monash University, Australia, sebagai “tambahan” catatan sejarah Indonesia. Adalah jasa dari Profesor Charles Coppel, Indonesianis asal Australia bersama kawan-kawannya, yang telah menghimpun dan mendigitalisasi berbagai arsip weekblad (mingguan) dan harian itu selama satu tahun di kampus yang terletak di Melbourne tersebut.  

Dan yang terakhir, saat ini, atau menginjak seperempat bulan di tahun 2020, negara Tiongkok sedang menghadapi wabah virus mematikan, Covid-19, atau kita lebih mengakrabinya dengan sebutan Virus Corona. Wabah mematikan ini tentu menjadi urusan internasional, tak terkecuali kita, Bangsa Indonesia. Jika dulu nasionalisme adalah pemersatu dalam melawan penjajahan, sekarang ini bentuk berbagai dukungan dapat kita lakukan. semoga virus yang mematikan ini dapat segera ditangani dan dimusnahkan sebagaimana penjajahan di masa lalu. Jiayou!

***

*) Penulis: Fariz Ilham Rosyidi, Mahasiswa Ilmu Sejarah Universitas Airlangga.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

 

____________
**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id


Pers Tionghoa
Publisher : Sholihin Nur
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

TIMES TV

Pasar Rakyat UMKM Herbangin Hadir di Kota Kediri

Pasar Rakyat UMKM Herbangin Hadir di Kota Kediri

22/02/2020 - 20:01

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna
Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo

Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo
Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai

Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai
Bacalon Bupati Malang Merebut Rekom Partai

Bacalon Bupati Malang Merebut Rekom Partai
Follow TIMES Indonesia di Google News

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Kenapa Amerika Serikat Cabut Indonesia dari Daftar Negara Berkembang?
    Kenapa Amerika Serikat Cabut Indonesia dari Daftar Negara Berkembang?
    25/02/2020 - 15:04
  • Hujan Ekstrim dan Mitigasi Iklim di Pekalongan
    Hujan Ekstrim dan Mitigasi Iklim di Pekalongan
    25/02/2020 - 14:57
  • Belajar Menulis Dari Para Kiai
    Belajar Menulis Dari Para Kiai
    25/02/2020 - 14:22
  • Pembangunan Daerah Butuh Perempuan Terdidik
    Pembangunan Daerah Butuh Perempuan Terdidik
    25/02/2020 - 13:38
  • Polemik RUU Omnibus Law, Gaya Bercinta Urusan Negara?
    Polemik RUU Omnibus Law, Gaya Bercinta Urusan Negara?
    25/02/2020 - 13:11
  • Pesan Mao Tze Tung
    Pesan Mao Tze Tung
    25/02/2020 - 12:10
  • Atasi Mental Inlander Dengan Budaya Literasi
    Atasi Mental Inlander Dengan Budaya Literasi
    25/02/2020 - 11:20
  • Siapkah Brebes Menghadapi Revolusi Industri 4.0?
    Siapkah Brebes Menghadapi Revolusi Industri 4.0?
    25/02/2020 - 08:40
  • Emas 2 Kilo Dirampas, Suhaimi Masih Sulit Bicara Akibat Dibacok Perampok
    Emas 2 Kilo Dirampas, Suhaimi Masih Sulit Bicara Akibat Dibacok Perampok
    26/02/2020 - 02:05
  • Link Live Streaming Napoli Vs Barcelona
    Link Live Streaming Napoli Vs Barcelona
    26/02/2020 - 02:00
  • Link Live Streaming Chelsea Vs Bayern Munich
    Link Live Streaming Chelsea Vs Bayern Munich
    26/02/2020 - 01:30
  • Selamatkan Teman yang Terseret Arus, Remaja Tenggelam di Kali Ciliwung
    Selamatkan Teman yang Terseret Arus, Remaja Tenggelam di Kali Ciliwung
    26/02/2020 - 01:05
  • Bawaslu Beberkan Indeks Kerawanan Pemilu: Manokwari dan Sulut Paling Tinggi
    Bawaslu Beberkan Indeks Kerawanan Pemilu: Manokwari dan Sulut Paling Tinggi
    26/02/2020 - 00:35
  • Kolonel TNI Ungkap Sosok Al-Issa, Tokoh Islam Dunia yang Tiba di UIN
    Kolonel TNI Ungkap Sosok Al-Issa, Tokoh Islam Dunia yang Tiba di UIN
    26/02/2020 - 00:03
  • Mulan Jameela Unggah Video Kebersamaan Ahmad Dhani dan Maia Estianty
    Mulan Jameela Unggah Video Kebersamaan Ahmad Dhani dan Maia Estianty
    26/02/2020 - 00:45
  • Kaesang Unggah Video Karyawannya Main Banjir, Warganet Ngadu ke Jokowi
    Kaesang Unggah Video Karyawannya Main Banjir, Warganet Ngadu ke Jokowi
    26/02/2020 - 00:44
  • Gara-gara Lakukan Hal Konyol, Bintang Muda Madrid Absen di El Clasico
    Gara-gara Lakukan Hal Konyol, Bintang Muda Madrid Absen di El Clasico
    26/02/2020 - 00:02
  • Pilu, Kisah Remaja Tewas Selamatkan 2 Bocah Saat Banjir Jakarta
    Pilu, Kisah Remaja Tewas Selamatkan 2 Bocah Saat Banjir Jakarta
    26/02/2020 - 00:42