Peristiwa - Daerah

Analis Intelijen: Jangan Sampai WNI Eks ISIS Pulang Bawa Misi Balas Dendam 

Kamis, 13 Februari 2020 - 12:34 | 18.26k
Analis Intelijen: Jangan Sampai WNI Eks ISIS Pulang Bawa Misi Balas Dendam 
Analis Intelijen dan terorisme Stanislaus Riyanta (FOTO: Dokumen TI)
Pewarta: Edy Junaedi Ds | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Analis Intelijen dan terorisme Stanislaus Riyanta menilai, meskipun pemerintah sudah memutuskan bahwa anggota ISIS eks WNI tidak akan dipulangkan dengan pertimbangan keamanan, namun demikian data detail dari 689 orang tersebut harus dimiliki oleh pemerintah.

Karena menurut Stanislaus, Implikasi dari menolak anggota ISIS eks WNI tersebut pulang ke Indonesia salah satunya adalah mereka akan menjadi urusan pihak lain termasuk pihak internasional. Jika sudah menjadi urusan internasional maka asal negara dari anggota ISIS eks WNI tersebut pasti akan dilibatkan dalam penanganan dan pengawasan.

Menurutnya, ika mereka tidak bisa kembali menjadi WNI, maka anggota ISIS eks WNI ini tidak mempuyai kewarganegaraan. Maka status itu sangat rentan, walaupun itu merupakan konsekuensi pilihan mereka karena telah meninggalkan tanah air dan bergabung dengan ISIS. Dia menyarankn bahwa WNI eks isis ini tetap harus diwaspadai karena bisa saja secara ilegal masuk ke Indonesia.

"Untuk menghindari ancaman tersebut pemerintah tetap harus memantau anggota ISIS eks WNI tersebut. Jangan sampai ada pihak-pihak lain yang memanfaatkan situasi ini untuk mengganggu stabilitas keamanan dengan mengirim anggota ISIS eks WNI ke Indonesia, dengan tujuan tertentu namun berujung pada mengirim sumber ancaman ke Indonesia," ujar Stanislaus kepada TIMES Indonesia di Jakarta, Kamis (13/2/2020).

 

Selain itu, kata Stanislaus, potensi adanya aksi balas dendam yang dilakukan oleh kelompok radikal sangat mungkin terjadi. Kelompok radikal tersebut kemungkinan akan sakit hati dan kecewa kepada pemerintah karena teman, keluarga atau bagian dari kelompoknya yang Timur Tengah tidak difasilitasi untuk kembali ke Indonesia. 

 

Menurutnya, apapun risiko yang terjadi, keputusan pemerintah untuk mengutamakan keselamatan 260 juta lebih warganya dari aksi radikalisme dan terorisme harus dihormati dan didukung.

Namun implikasi dan risiko dari keputusan tersebut juga harus diwaspadai, terutama adanya masuknya ISIS eks WNI secara ilegal ke Indonesia dan adanya potensi aksi balas dendam dari kelompok tertentu sebagai sikap solidaritas sesama ISIS.

"Ketegasan pemerintah untuk menolak kembalinya anggota ISIS eks WNI diharapkan menjadi peringatan bagi kelompok radikal, bahwa pemerintah Indonesia punya sikap tegas. Tentu saja pertentangan akan terjadi termasuk jika dihadapkan perspektif kemanusiaan dan HAM," kata Stanislaus Riyanta, analis intelijen dan terorisme. (*)


Stanislaus Riyanta wni eks isis indonesia jakarta
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Jakarta
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

TIMES TV

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna

15/02/2020 - 17:38

Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo

Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo
Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai

Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai
Bacalon Bupati Malang Merebut Rekom Partai

Bacalon Bupati Malang Merebut Rekom Partai
Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pantau Banjir dari Udara

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pantau Banjir dari Udara
Follow TIMES Indonesia di Google News

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Sanusi Hijrah, PKB Harus Siap Melawan Sang Mantan
    Sanusi Hijrah, PKB Harus Siap Melawan Sang Mantan
    21/02/2020 - 16:17
  • Hukum Yang Memprevensi Darah Tumpah
    Hukum Yang Memprevensi Darah Tumpah
    21/02/2020 - 16:00
  • Membedah Pilkada Kabupaten Malang Pasca Rekom PDI-P
    Membedah Pilkada Kabupaten Malang Pasca Rekom PDI-P
    21/02/2020 - 13:22
  • Pancasila Yang Kian Terluka
    Pancasila Yang Kian Terluka
    21/02/2020 - 10:48
  • Sanusi Refleksi Perilaku Politik kekinian
    Sanusi Refleksi Perilaku Politik kekinian
    21/02/2020 - 09:35
  • Mahasiswa: Antara Buku, Kelas, dan Cafe
    Mahasiswa: Antara Buku, Kelas, dan Cafe
    21/02/2020 - 09:07
  • Kartu Prakerja Milenial
    Kartu Prakerja Milenial
    21/02/2020 - 00:20
  • Mengenal Sentra Gakkumdu, Bersama Mengawal Tindak Pidana Pemilu
    Mengenal Sentra Gakkumdu, Bersama Mengawal Tindak Pidana Pemilu
    20/02/2020 - 22:22
  • Ganjar Ekspor 10 Bus Tingkat ke Bangladesh Karya Anak Bangsa
    Ganjar Ekspor 10 Bus Tingkat ke Bangladesh Karya Anak Bangsa
    21/02/2020 - 19:16
  • Sidang Kasus Penganiayaan Nikita Mirzani Digelar 24 Februari
    Sidang Kasus Penganiayaan Nikita Mirzani Digelar 24 Februari
    21/02/2020 - 19:16
  • Ini Komitmen Accor Menghapus Barang Plastik Sekali Pakai di Hotelnya
    Ini Komitmen Accor Menghapus Barang Plastik Sekali Pakai di Hotelnya
    21/02/2020 - 19:15
  • Geng AKRAM di Bekasi Incar Remaja Nongkrong, Gak Dikasih HP Bakal Dibacok
    Geng AKRAM di Bekasi Incar Remaja Nongkrong, Gak Dikasih HP Bakal Dibacok
    21/02/2020 - 19:14
  • Menunda Pernikahan Demi Tangani Corona Covid-19, Dokter Muda Ini Meninggal
    Menunda Pernikahan Demi Tangani Corona Covid-19, Dokter Muda Ini Meninggal
    21/02/2020 - 19:10
  • Ingin Salam Pancasila Gantikan Assalamualaikum, Kepala BPIP Dikecam
    Ingin Salam Pancasila Gantikan Assalamualaikum, Kepala BPIP Dikecam
    21/02/2020 - 12:11
  • Muazin di London Ditikam Saat Kumandangkan Azan Salat Asar
    Muazin di London Ditikam Saat Kumandangkan Azan Salat Asar
    21/02/2020 - 07:59
  • Vatikan Mau Bongkar Arsip Rahasia, Dunia Siap-siap Gempar
    Vatikan Mau Bongkar Arsip Rahasia, Dunia Siap-siap Gempar
    21/02/2020 - 10:45
  • 22 Gempa Bumi Telah Guncang Indonesia Secara Beruntun
    22 Gempa Bumi Telah Guncang Indonesia Secara Beruntun
    21/02/2020 - 01:23
  • Ashraf Meninggal, Gak Disangka Postingan Sekjen PDIP Bikin Ngakak
    Ashraf Meninggal, Gak Disangka Postingan Sekjen PDIP Bikin Ngakak
    21/02/2020 - 08:12