Pemerintahan

Ahmad Basarah: Pancasila Didesain Bukan untuk Bermusuhan dengan Agama

Rabu, 12 Februari 2020 - 19:56 | 13.65k
Ahmad Basarah: Pancasila Didesain Bukan untuk Bermusuhan dengan Agama
Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah. (dok/TI)
Pewarta: Hasbullah | Editor: Ferry Agusta Satrio

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah menegaskan, Pancasila sejak lahir tidak pernah bermusuhan dengan agama-agama yang hidup dan berkembang di Indonesia. Bahkan sebagai dasar dan ideologi negara, Pancasila merupakan sinergi dan sintesis antara agama dan nasionalisme.

"Karena itu, saya tidak sependapat dengan pernyataan baik per orangan maupun kelembagaan bahwa musuh terbesar Pancasila adalah agama," ujar Basarah menanggapi pernyataan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Yudian Wahyudi, yang menyatakan bahwa musuh terbesar Pancasila adalah agama.

Basarah menduga kuat bahwa pernyataan Prof. Yudian kepada media itu tidaklah dimaksudkan dalam arti agama-agama apapun yang diakui di Indonesia. Jika berita soal ini dibaca secara utuh, kata Ketua DPP PDI Perjuangan ini, yang dimaksud ‘’agama’’ dalam pernyataan Prof. Yudian menunjuk pada “kelompok agama” yang dalam semangat perjuangan politiknya ingin mereduksi Pancasila. 

"Namun, karena pernyataan tersebut sudah beredar luas di masyarakat dan dikhawatirkan menimbulkan salah paham bahwa Pancasila bertentangan dengan agama, maka menjadi tugas kita bersama menjernihkan kesalahpahaman bahwa Pancasila bertentangan dengan agama. Dalam Pancasila justru terkandung nilai-nilai agama-agama dan Ketuhanan yang hidup di Indonesia," jelasya.

Waki Ketua MPR Bidang Sosialisasi 4 Pilar MPR RI ini, menekankan bahwa kelima sila yang terkandung dalam Pancasila sama sekali tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama apapun agamanya, bahkan dalam batas-batas tertentu kelima sila itu justru menjadi peneguh dari ajaran agama-agama dan nilai-nilai Ketuhanan yang diakui di Indonesia.

"Mari kita rujuk pada sejarah pembentukan Pancasila oleh para pendiri bangsa. Bung Karno sebagai anggota sidang BPUPK, dalam pidato 1 Juni 1945 tentang Pancasila senantiasa mengikutsertakan nilai-nilai Ketuhanan, termasuk saat menggali sila-sila Pancasila itu sejak awal?" imbuh Basarah.

Doktor bidang hukum dari Universitas Diponegoro Semarang ini mengajak semua pihak untuk merujuk kembali literatur pemikiran Bung Karno dan pendiri bangsa lainnya dalam berbagai dimensi, mulai dari ideologi, sosial, politik, ekonomi, hingga kebudayaan yang kesemuanya membuktikan tidak pernah melepaskan dimensi pemikirannya dari unsur-unsur Ketuhanan. 

"Karena itu, tak mungkin Pancasila jauh dari dimensi nilai-nilai Ketuhanan, apalagi dipersepsikan bahwa musuh terbesar Pancasila adalah agama," tambah Basarah.

Dijelaskan, jejak sejarah bahwa Bung Karno juga menyintesakan Islam dan nasionalisme bisa ditemukan dalam sejarah pembentukan Pancasila. Menurut Basarah, Presiden Pertama RI itu mengubah Panitia Delapan menjadi Panitia Sembilan yang kemudian melahirkan naskah Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945. 

Dari peristiwa pembentukan Panitia Sembilan tersebut terlihat jelas penghormatan Bung Karno terhadap kepentingan golongan Islam dan selalu ingin menjadi jembatan serta menjaga harmoni dan persatuan antara Golongan Islam dan Golongan Kebangsaan. "Piagam Jakarta itu justru pada awalnya lahir atas inisiatif pribadi Bung Karno membentuk Panitia Sembilan," ungkap dia.

Saat hendak disahkan pada 18 Agustus 1945, lanjut Basarah, perubahan rumusan sila “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan Syariat Islam bagi para pemeluk-pemeluknya” di dalam Piagam Jakarta menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa” justru terjadi akibat hasil ijitihad dan persetujuan para alim ulama bersama para tokoh pendiri negara lainnya waktu itu.

Tujuannya, demi mempertahankan kemerdekaan dan keutuhan persatuan Indonesia. Akhirnya, dengan disepakatinya sila ‘’Ketuhanan Yang Maha Esa’’ sebagai dasar pertama negara Indonesia merdeka, jadilah di satu sisi Indonesia sebuah negara yang bukan negara agama (atau negara satu agama), tapi di sisi lain juga bukan negara sekuler yang menyingkirkan sama sekali nilai-nilai agama dan Ketuhanan dalam sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Saya berharap, dengan penjelasan historis ini menjadi semakin jelas bahwa Pancasila dan agama tidaklah bertentangan. Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara merupakan konsensus final yang disepakati para pendiri bangsa bersama para alim ulama dan tokoh-tokoh agama lainnya serta tokoh-tokoh kebangsaan yang telah bersepakat Pancasila sebagai kalimatunsawa atau titik temu di antara berbagai macam kemajemukan bangsa Indonesia," ucapnya. 

Dengan demikian, Basarah melanjutkan, jika usai sidang BPUPK sejumlah tokoh Islam baik dari unsur Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah serta tokoh-tokoh nasional lainnya sudah menerima Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, mestinya polemik yang membenturkan Pancasila dengan agama tak boleh lagi terjadi.

"Dalam konteks inilah mengapa organisasi Islam Nahdlatul Ulama pada Muktamarnya di Situbondo tahun 1984 menerima dan menegaskan Pancasila sebagai dasar negara yang bersifat final, sedang Muhammadiyah menyebut Negara Pancasila sebagai Darul Ahdi Wa Syahadah dalam Muktamar ke-47 di Makassar, Sulawesi Selatan tahun 2015 lalu sebagai penegasan kembali komitmen kebangsaannya," demikian tandas Ahmad Basarah, Wakil Ketua MPR RI. (*)


Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah
Publisher : Rizal Dani
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

TIMES TV

Pasar Rakyat UMKM Herbangin Hadir di Kota Kediri

Pasar Rakyat UMKM Herbangin Hadir di Kota Kediri

22/02/2020 - 20:01

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna
Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo

Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo
Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai

Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai
Bacalon Bupati Malang Merebut Rekom Partai

Bacalon Bupati Malang Merebut Rekom Partai
Follow TIMES Indonesia di Google News

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Kenapa Amerika Serikat Cabut Indonesia dari Daftar Negara Berkembang?
    Kenapa Amerika Serikat Cabut Indonesia dari Daftar Negara Berkembang?
    25/02/2020 - 15:04
  • Hujan Ekstrim dan Mitigasi Iklim di Pekalongan
    Hujan Ekstrim dan Mitigasi Iklim di Pekalongan
    25/02/2020 - 14:57
  • Belajar Menulis Dari Para Kiai
    Belajar Menulis Dari Para Kiai
    25/02/2020 - 14:22
  • Pembangunan Daerah Butuh Perempuan Terdidik
    Pembangunan Daerah Butuh Perempuan Terdidik
    25/02/2020 - 13:38
  • Polemik RUU Omnibus Law, Gaya Bercinta Urusan Negara?
    Polemik RUU Omnibus Law, Gaya Bercinta Urusan Negara?
    25/02/2020 - 13:11
  • Pesan Mao Tze Tung
    Pesan Mao Tze Tung
    25/02/2020 - 12:10
  • Atasi Mental Inlander Dengan Budaya Literasi
    Atasi Mental Inlander Dengan Budaya Literasi
    25/02/2020 - 11:20
  • Siapkah Brebes Menghadapi Revolusi Industri 4.0?
    Siapkah Brebes Menghadapi Revolusi Industri 4.0?
    25/02/2020 - 08:40
  • Bawaslu Beberkan Indeks Kerawanan Pemilu: Manokwari dan Sulut Paling Tinggi
    Bawaslu Beberkan Indeks Kerawanan Pemilu: Manokwari dan Sulut Paling Tinggi
    26/02/2020 - 00:35
  • Zidane: Ini Laga Madrid Vs Man City, Bukan Zidane Vs Guardiola!
    Zidane: Ini Laga Madrid Vs Man City, Bukan Zidane Vs Guardiola!
    26/02/2020 - 00:15
  • Banjir Jakarta Tengah Malam: Air di 42 RW Capai 71 Cm, Jaktim Terbanyak
    Banjir Jakarta Tengah Malam: Air di 42 RW Capai 71 Cm, Jaktim Terbanyak
    26/02/2020 - 00:00
  • Ayah Jessica Iskandar Jadi Korban Tabrak Lari
    Ayah Jessica Iskandar Jadi Korban Tabrak Lari
    25/02/2020 - 23:21
  • Hadapi PSM Makassar di Jakarta, Pelatih: Shan United Tidak Gentar
    Hadapi PSM Makassar di Jakarta, Pelatih: Shan United Tidak Gentar
    25/02/2020 - 23:13
  • Kolonel TNI Ungkap Sosok Al-Issa, Tokoh Islam Dunia yang Tiba di UIN
    Kolonel TNI Ungkap Sosok Al-Issa, Tokoh Islam Dunia yang Tiba di UIN
    26/02/2020 - 00:03
  • Banjir Bekasi, Video Penampakan Biawak atau Buaya Ini Viral di Twitter
    Banjir Bekasi, Video Penampakan Biawak atau Buaya Ini Viral di Twitter
    26/02/2020 - 00:02
  • Gara-gara Lakukan Hal Konyol, Bintang Muda Madrid Absen di El Clasico
    Gara-gara Lakukan Hal Konyol, Bintang Muda Madrid Absen di El Clasico
    26/02/2020 - 00:02
  • Bikin Heboh, Ronaldo Unggah Foto Mandi Rame-rame
    Bikin Heboh, Ronaldo Unggah Foto Mandi Rame-rame
    26/02/2020 - 00:04
  • Van Dijk Bocorkan 'Rahasia' Laju Kencang Liverpool Musim Ini
    Van Dijk Bocorkan 'Rahasia' Laju Kencang Liverpool Musim Ini
    26/02/2020 - 00:16