Kopi TIMES

Korupsi Jiwasraya Terkuak, Pemegang Polis Teriak 

Selasa, 04 Februari 2020 - 20:08 | 86.95k
Korupsi Jiwasraya Terkuak, Pemegang Polis Teriak 
Agus Triyono, Pegiat anti korupsi, Dosen di Fakultas Ilmu Komputer UDINUS Semarang

TIMESINDONESIA, SEMARANG – Satu persatu kasus korupsi mulai terkuak. Kini lembaga plat merah itu sedang diproses secara hukum oleh aparat penegak hukum. Masalah gagal bayar sebuah perusahaan asuransi tidak hanya terjadi kali ini saja. Beberapa tahun lalu ada juga perusahaan asuransi serupa mengalami nasib yang sama seperti PT Asuransi Jiwa Bakrie tahun 2010, PT Asuransi Jiwa Bumi Asih tahun 2013, dan belum lama ini PT Asuransi Jiwa Bumiputera 1912 juga mengalami gagal bayar. Terakhir ini Jiwasraya juga mengalami tragis yang luar biasa.

Tercatat kerugian negara menurut Jaksa Agung ST Burhanuddin mencapai angka fantastis yakni Rp 13,7 triliun. Peristiwa yang luar biasa ini betul-betul mencoreng wajah industri keuangan nasional kita. Akibat jatuhnya perusahaan asuransi itu membuat banyak orang merana. Hal itu juga membuat pemilik polis gigit jari serta mengalami nasib tragis. Bisa jadi dana milik ribuan orang itu raib bak ditelan waktu, jika tidak ada kepastian pembayaran klaim. Ada 17 ribu nasabah asuransi Jiwasraya sampai kini tak jelasnya posisinya.

Dalam arti belum memiliki kepastian pembayaran klaim jatuh tempo untuk waktu yang tidak ditentukan. Kegagalan Jiwasraya belum bisa membayar klaim nasabah ini berarti jelas berkontribusi merugikan negara. Bagaimana tidak, status Jiwasraya adalah sebuah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada dalam naungan pemerintah. Tidak tanggung-tanggung, menurut Jaksa Agung ST Burhanuddin, potensi kerugian negara dari kegiatan bisnis Jiwasraya mencapai Rp13,7 triliun.(media indonesia,2019). Data itu diperoleh per Agustus 2019 dan diperkirakan nilai itu melibatkan 5,5 juta pemegang polis sebagai korban dari nasabah lama dan juga pegawai negeri. Praktik-praktik yang merugikan negara ini diprediksi sudah dilakukan cukup lama. Indikasi perbuatan seperti lancung oleh sekelompok orang dengan sengaja. Hal itu dilakukannya  untuk menggerogoti uang negara demi memperkaya diri sendiri dan kelompok tertentu.

Investasi Abal-abal

Masih ingat banyak peristiwa investasi bodong? Setidaknya ada empat kasus investasi bodong yang cukup besar di Indonesia dalam kurun waktu satu dekade belakangan. Pertama, Pandawa Group yang telah menipu 549 ribu korban dan menyebabkan kerugian Rp 3,8 triliun. Kedua, empat travel umrah dengan 164.757 ribu korban dan kerugian sebesar Rp 3,04 triliun.  Ketiga, kasus PT Cakra Buana Sukses Indonesia yang telah menipu 170 ribu korban dan kerugian sebesar Rp 1, 6 triliun. Keempat, kasus Dream Freedom dengan 700 ribu korban dengan kerugian Rp 3,5 triliun (katadata.com,2019). Beberapa kasus tersebut tentu sangat bertolakbelakang dengan regulasi tentang korupsi seperti UU No 24 Tahun 1960, UU No 31 Tahun 1999, UU No 20 Tahun 2001 dan beberapa regulasi yang mengatur tentang itu.

Menteri Keuangan Sri Mulyani di beberapa media mengungkapkan Jiwasraya sudah mengalami kesulitan likuiditas pada 2008-2009. Perusahaan itu kemudian mengambil posisi untuk melakukan upaya-upaya dalam penyehatan. Namun demikian,  upaya tersebut tidak menunjukkan progres yang berarti pada arah perbaikan. Salah satu hal yang indikatornya adalah manajemen investasi yang buruk diduga memorakporandakan performa yang positif.

Dalam pandangan penulis, ada yang salah dalam manajemen Jiwasraya. Manajemen seolah  berperilaku tidak ubahnya pengelola perusahaan investasi bodong. Nasabah diiming-imingi atau dijanjikan hasil tinggi tetapi pada kenyataannya tidak dapat dipenuhi. Apalagi manajemen dalam implementasinya menginvestasikan premi pada saham-saham dengan risiko yang sangat tinggi.

Bagi nasabah, peristiwa ini mungkin tidak terbersit akan terjadi permasalahan ini. Nasabah begitu percaya kepada Jiwasraya yang notabene perusahaan milik negara ini. Hal itu bukan berarti tanpa alasan, karena dinilai dana polis mereka pasti akan aman karena pemerintah tidak akan membiarkan begitu saja jika mengalami masalah. 

Kita berharap upaya-upaya pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan keuangan Jiwasraya segera terselesaikan. Publik juga mendorong aparat penegak hukum bekerja cepat, terutama kejaksaan menindak pelaku penyelewengan ini.

Pemerintah melalui Kementerian BUMN beberapa waktu ini menggelar rapat koordinasi dengan Komisi VI DPR RI dengan menjanjikan akan memberi solusi pembayaran nasabah paling lambat akhir Maret 2020. Tentu ini menjadi angin segar bagi nasabah karena ada kepastian dan jaminan pembayaran dari pemerintah. Harapannya janji ini bukan hanya isapan jempol belaka, tetapi menjadi kenyataan dalam memberi solusi atas peliknya kasus Jiwasraya ini. Kita tunggu saja... (*)

*) Penulis: Agus Triyono, Pegiat anti korupsi, Dosen di Fakultas Ilmu Komputer UDINUS Semarang

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Instruksi Bupati Probolinggo: Vaksinasi Covid 19 Jadi Syarat Pencairan Bansos
    Instruksi Bupati Probolinggo: Vaksinasi Covid 19 Jadi Syarat Pencairan Bansos
    02/08/2021 - 19:01
  • Pemantauan PPKM Level 3 di Ciamis, Masih Ada Pelanggar Prokes
    Pemantauan PPKM Level 3 di Ciamis, Masih Ada Pelanggar Prokes
    02/08/2021 - 18:47
  • Sprinter Belarusia Peserta Olimpiade Tokyo 2020 Ogah Pulang, Apa Sebabnya?
    Sprinter Belarusia Peserta Olimpiade Tokyo 2020 Ogah Pulang, Apa Sebabnya?
    02/08/2021 - 18:40
  • Dandim 0808 Blitar Bersama Forkopimda Kota Blitar Resmikan Tempat Isolasi Terpusat
    Dandim 0808 Blitar Bersama Forkopimda Kota Blitar Resmikan Tempat Isolasi Terpusat
    02/08/2021 - 18:33
  • Jerman Sumbangkan Vaksin Covid-19 untuk Negara Berkembang
    Jerman Sumbangkan Vaksin Covid-19 untuk Negara Berkembang
    02/08/2021 - 18:26

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Spiritualisme Kemanusiaan di Tengah Covid-19
    Spiritualisme Kemanusiaan di Tengah Covid-19
    02/08/2021 - 11:22
  • Melegalkan Korban Massal dengan Gerakan Menolak Berita Pandemi
    Melegalkan Korban Massal dengan Gerakan Menolak Berita Pandemi
    02/08/2021 - 10:46
  • Catatan Ketua MPR RI: Antisipasi Bencana di Tengah Pandemi
    Catatan Ketua MPR RI: Antisipasi Bencana di Tengah Pandemi
    02/08/2021 - 09:45
  • Kembangkan Teknologi Ikan Rucah Pantura Lamongan sebagai Bahan Makanan
    Kembangkan Teknologi Ikan Rucah Pantura Lamongan sebagai Bahan Makanan
    02/08/2021 - 06:57
  • Respon IHSG Terhadap Penurunan Indonesia Menjadi Negara Menengah Bawah
    Respon IHSG Terhadap Penurunan Indonesia Menjadi Negara Menengah Bawah
    31/07/2021 - 16:38
  • Menghidupkan Nalar Beragama Di Indonesia
    Menghidupkan Nalar Beragama Di Indonesia
    31/07/2021 - 14:55
  • Literasi  Kesehatan Tentang Pencegahan Penularan Covid 19 Pada Pemuda Milenial
    Literasi Kesehatan Tentang Pencegahan Penularan Covid 19 Pada Pemuda Milenial
    31/07/2021 - 12:26
  • Menyebarluaskan Bantuan Hukum Struktural Melalui LPBH NU Tangerang
    Menyebarluaskan Bantuan Hukum Struktural Melalui LPBH NU Tangerang
    31/07/2021 - 08:06

KULINER

  • Baru Tahu, Ternyata Makanan Ini Bisa Bantu Redakan Gejala Anemia
    Baru Tahu, Ternyata Makanan Ini Bisa Bantu Redakan Gejala Anemia
    01/08/2021 - 13:26
  • Bumbu Wijen Tabur Saus Pedas Ayam Jeletot Bikin Mata Melotot
    Bumbu Wijen Tabur Saus Pedas Ayam Jeletot Bikin Mata Melotot
    01/08/2021 - 01:34
  • Hotel di Gresik Sajikan Kudapan Peningkat Imun, Sup Daun Kelor
    Hotel di Gresik Sajikan Kudapan Peningkat Imun, Sup Daun Kelor
    31/07/2021 - 00:22
  • JW Marriott Rayakan Festival Pertengahan Musim Gugur dengan Bingkisan Kue Bulan Mewah
    JW Marriott Rayakan Festival Pertengahan Musim Gugur dengan Bingkisan Kue Bulan Mewah
    29/07/2021 - 10:04
  • Dorong Ekonomi Saat Pandemi, Mahasiswa Untag Banyuwangi Buat Produk Jajanan
    Dorong Ekonomi Saat Pandemi, Mahasiswa Untag Banyuwangi Buat Produk Jajanan
    27/07/2021 - 08:56