Kopi TIMES Universitas Islam Malang

Sapaan 'Guys' dan 'Gayus' Generasi Y dan Z

Selasa, 21 Januari 2020 - 08:55 | 59.57k
Sapaan 'Guys' dan 'Gayus' Generasi Y dan Z
Moh. Badrih, S.Pd., M.Pd, Dosen dan Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP UNISMA.
FOKUS

Universitas Islam Malang

Pewarta: | Editor: AJP-5 Editor Team

TIMESINDONESIA, MALANG – Setiap bahasa memiiki karakteristik sendiri dan selalu dinamis mewakili zamannya. Karakteristik tersebut dapat dilihat dalam pola struktur gramatik antara bahasa Indonesia dengan bahasa asing ataupun struktur gramatik bahasa antar bahasa daerah yang ada di Negara kita. Karakteristik inilah yang menjadi penanda khas pola suatu bahasa sehingga bahasa tersebut akan menjadi identitas suatu bangsa.

Masing-masing bahasa daerah yang ada di Indonesia memiliki pola yang berbeda. Secara umum pola tersebut dapat berupa pola diterangkan—menerangkan atau pola menerangkan—diterangkan. Bahasa daerah Indonesia bagian timur lebih cenderung menggunakan pola kedua sedangkan pola bahasa daerah Indonesia bagian barat memiliki pola yang pertama. Bahasa Indonesia dan bahasa daerah, masing-masing akan dinamis mengikuti perkembangan IPTEK, budaya, sosial, dan politik.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Di tangan generasi milenial bahasa bukan hanya sebuah sistem untuk menyampaikan gagasan melainkan sebagai alat ekspresi diri yang unik. Kaum milenial memiliki cara sendiri untuk menyampaikan dan memperlakukan bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Keunikan dalam berbahasa tersebut sebenarnya bukanlah soal yang baru dalam sudut pandang pragmatika bahasa. Hal ini karena bahasa selalu bergantung pada penggunanya termasuk kaum milenial.

Dalam mengekpresikan dirinya dalam bentuk bahasa, kaum milenial selalu mencoba untuk membuat hal yang tidak biasa menjadi biasa dengan tujuan eksistensi diri. Pada umumnya bahasa-bahasa yang digunakan ialah bahasa campur kode, bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Sebagian pengamat bahasa mengnganggap bahwa bahasa yang digunakan oleh kaum milenial ini adalah bahasa gaul yang merupakan akronim dari bahasa pergaulan.

Sebenarnya bahasa tersebut bukan hanya ‘bahasa gaul‘ melainkan bahasa jati diri sebagai kaum milenial. Apabila bahasa yang digunakan mereka adalah bahasa gaul maka itu tidak hanya berlaku untuk kaum milenial saja melainkan juga berlaku untuk orang dewasa. Kenyataannya ialah terdapat bahasa-bahasa khas yang tidak mudah digunakan oleh kaum dewasa dan bahasa ini hanya berlaku untuk kaum mereka sendiri.

Sebutan akrab yang mereka gunakan untuk menyapa orang lain, misalnya ‘guys‘. Kata sebutan secara umum digunan untuk menyapa teman-temannya secara umum baik laki-laki ataupun perempuan. Namun sebagian pengamat seperti Joe Pinsker (Republika 25/8/2018) memiliki pandangna lain terhadap bahasa sebutan terebut. Secara leksikal bahasa ini diambil dari bahasa Inggris ‘guy‘ yang mengarah pada sebutan laki-laki saja yang tidak berimplikasi pada perempuan. Oleh karena itu, sebutan bahasa tesebut dianggap sebagai bahasa yang tidak netral dan sering kali dianggap sebagai bahasa yang menimbulkan ketidakadilah gender.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Dalam penelusuran Pinsker, sebutan kata ‘guys‘ pertama digunakan oleh Guy Fawkes seorang ekstrimis Inggris yang dihukum mati karena henda meledakkan gedung parlemen. Apapun sejarah dari kata tersebut saat ini telah memunculkan zonasi baru dalam sebutan milenial. Zona ini adalah zona keterpaduan selera di mana masing-masing individu kaum milenial memiliki sudut pandang yang sama terhadap kata sebutan tersebut.

Kata sebutan yang seolah-olah membentuk budaya baru ini membuka batas-batas keindividu dalam berinteraksi. Nuansa keakraban dengan pola pikir yang hampir sama, telah menjadikan kata tersebut sebagai kata jati diri kaum milenial yang sangat terbuka dan peduli kepada siapapun. Hal ini bertolak belakang dari histogiografi bahasa tersebut. Kaum milenial seakan-akan ingin menghapus sejarah negatif kata tersebut menjadi sapaan yang sangat positif sehingga mengubah stigma terhadap pengguna awalnya yang dianggap negatif.

Sapaan lain yang hampir mirip dengna ‘guys‘ ialah ialah ‘gayus‘. Istilah sapaan kedua ini cenderung konotatif jika dibanding dengan sebutan petama. Sebutan kedua memang diarahkan kepada semua jenis kelamin gender baik laki-laki ataupun perempuan yang memiliki kecenderungan menguleksi uang dengan berbagai cara sehingga lupa pada kepentingan orang lain.

Dalam pandangan gerasi Y dan Z istilah ‘gayus‘ mengalami peyorasi makna yakni pada pasangan masing-masing yang hanya beroreintasi pada uang. Meskipun dalam pandangan penulis stigma istilah ‘gayus‘ ini tidak terlalu negatif jika dibanding dengan ‘mata duitan‘ dan sebagainya. Namun klaim makna leksikal dari kata tersebut cenderung memiliki makna negatif yakni ‘orang yang dalam hidupnya hanya beroreintasi pada uang‘.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Ditinjau dari serapan kata, kedua kata ‘guys‘ dan ‘gayus‘ tersebut berasal dari bahasa yang berbeda yakni bahasa Inggris dan bahasa Jawa. Secara filosofi kedua istilah tersebut hampir memiliki latar belakang yang sama yakni sama-sama digunakan oleh orang sudah memiliki stigma negatif di masyarakat pada zamannya. Namun dalam penggunaannya oleh generasi Y dan Z, kedua kata tersebut didinamisasi menjadi positif meskipun pada jenis kata yang kedua masih dalam kategori makna negatif. Maka sapaan kepada orang lain bukan hanya pada sisi sejarah melainkan digunakan dalam konteks apa sehingga bisa menjadi bagian dari salah satu sejarah.

*)Penulis: Moh. Badrih, S.Pd., M.Pd, Dosen dan Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP UNISMA.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id



Publisher : Rochmat Shobirin
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Mengenal Kupikouw, Citarasa Kopi Asli Tradisional Dataran Semendo
    Mengenal Kupikouw, Citarasa Kopi Asli Tradisional Dataran Semendo
    09/08/2020 - 00:12
  • Kementerian PUPR RI: Konstruksi Bendungan Tiu Suntuk di Sumbawa Barat Dimulai
    Kementerian PUPR RI: Konstruksi Bendungan Tiu Suntuk di Sumbawa Barat Dimulai
    08/08/2020 - 23:54
  • Cerpen Perdana Hamid Nabhan Sang Badut dan Penyair Sarat Pesan Sosial 
    Cerpen Perdana Hamid Nabhan Sang Badut dan Penyair Sarat Pesan Sosial 
    08/08/2020 - 23:46
  • Ratusan Mahasiswa Audisi untuk Dapatkan Beasiswa dari Wali Kota Kediri dan Udinus
    Ratusan Mahasiswa Audisi untuk Dapatkan Beasiswa dari Wali Kota Kediri dan Udinus
    08/08/2020 - 23:37
  • PT Basyiroh Mulya Propertindo Bekali Agen Properti Teknik Marketing Terbaik
    PT Basyiroh Mulya Propertindo Bekali Agen Properti Teknik Marketing Terbaik
    08/08/2020 - 23:32
  • Wisata Religi Makam Gus Dur Tutup, Program LSPT Tetap Berjalan
    Wisata Religi Makam Gus Dur Tutup, Program LSPT Tetap Berjalan
    08/08/2020 - 23:26
  • Bertemu Relawannya di Pilbup, Bupati Bondowoso Ajak Bangun Daerah Bersama
    Bertemu Relawannya di Pilbup, Bupati Bondowoso Ajak Bangun Daerah Bersama
    08/08/2020 - 23:21
  • Webinar Series SBM ITB: Transformasi dan Strategi BUMN Atasi Krisis
    Webinar Series SBM ITB: Transformasi dan Strategi BUMN Atasi Krisis
    08/08/2020 - 23:14
  • Kemenko Kemaritiman dan Investasi RI Gelar Rakor di Malut, Ini 6 Hasil Kesepakatannya
    Kemenko Kemaritiman dan Investasi RI Gelar Rakor di Malut, Ini 6 Hasil Kesepakatannya
    08/08/2020 - 23:07
  • Pengenalan Program Kampus, UNMERPO Gelar Open House
    Pengenalan Program Kampus, UNMERPO Gelar Open House
    08/08/2020 - 23:01

TIMES TV

Bedah Buku: Bincang-bincang Perempuan

Bedah Buku: Bincang-bincang Perempuan

28/07/2020 - 12:12

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan
Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?
Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil

Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil
Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang

Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Integrasi Komunal Desa, Antisipasi Krisis Pascapandemi
    Integrasi Komunal Desa, Antisipasi Krisis Pascapandemi
    08/08/2020 - 15:01
  • Gak Usah Eman-Eman, Dana dan Aset Desa Itu Milik Seluruh Masyarakat Desa
    Gak Usah Eman-Eman, Dana dan Aset Desa Itu Milik Seluruh Masyarakat Desa
    08/08/2020 - 14:06
  • Solusi Masalah Daftar Pemilih Jelang Pilkada
    Solusi Masalah Daftar Pemilih Jelang Pilkada
    07/08/2020 - 13:00
  • Jumat Berkah: Kesabaran Kaum Awam dan Khas
    Jumat Berkah: Kesabaran Kaum Awam dan Khas
    07/08/2020 - 10:06
  • Masa Pandemi: Guru pun harus di Zonasi
    Masa Pandemi: Guru pun harus di Zonasi
    07/08/2020 - 09:33
  • Etika, Kebebasan dan Pemuliaan Perempuan
    Etika, Kebebasan dan Pemuliaan Perempuan
    07/08/2020 - 05:10
  • Menghitung Peluang Kandidat di Pilkada Tangsel 2020
    Menghitung Peluang Kandidat di Pilkada Tangsel 2020
    07/08/2020 - 03:22
  • Dilema Pilkada Serentak 2020
    Dilema Pilkada Serentak 2020
    07/08/2020 - 01:21
  • Raih Pole GP Ceko, Johann Zarco: Saya Masih Tak Percaya
    Raih Pole GP Ceko, Johann Zarco: Saya Masih Tak Percaya
    09/08/2020 - 00:24
  • PUBG Mobile Gelar Color Chasing untuk Pemain di Indonesia
    PUBG Mobile Gelar Color Chasing untuk Pemain di Indonesia
    08/08/2020 - 23:54
  • Hati-hati, Cegukan Bisa Jadi Gejala Terinfeksi Covid-19
    Hati-hati, Cegukan Bisa Jadi Gejala Terinfeksi Covid-19
    08/08/2020 - 23:45
  • Penularan Corona Tertinggi di Indonesia, Pemprov Jawa Timur: Itu Hal Biasa
    Penularan Corona Tertinggi di Indonesia, Pemprov Jawa Timur: Itu Hal Biasa
    08/08/2020 - 23:29
  • Film The Iron Mask Juga Kini Bisa Ditonton Streaming
    Film The Iron Mask Juga Kini Bisa Ditonton Streaming
    08/08/2020 - 23:25
  • Ahok Cerita Blak-blakan Anaknya Sempat Ingin Pindah Warga Negara
    Ahok Cerita Blak-blakan Anaknya Sempat Ingin Pindah Warga Negara
    09/08/2020 - 00:13
  • Gerindra Setuju, Jangan Pilih Petahana Tak Becus Urus COVID-19
    Gerindra Setuju, Jangan Pilih Petahana Tak Becus Urus COVID-19
    09/08/2020 - 00:02
  • Mencekam, Detik-detik Monster Laut Nyaris Menjemput Nyawa Mike Tyson
    Mencekam, Detik-detik Monster Laut Nyaris Menjemput Nyawa Mike Tyson
    09/08/2020 - 00:00
  • Juventus Pilih Pochettino Gantikan Sarri?
    Juventus Pilih Pochettino Gantikan Sarri?
    09/08/2020 - 00:18
  • Riset Pakar: Waktu Terbaik Aktivitas Seks Pukul 07.30 Pagi
    Riset Pakar: Waktu Terbaik Aktivitas Seks Pukul 07.30 Pagi
    09/08/2020 - 00:30