Advertisement
Ekonomi

Manfaatkan Lahan Ponpes, Santri di Gresik Diajak Budidaya Melon

Memanfaatkan lahan konsong yang berada di samping pondok pesantren, santri Ponpes Nurul Ihsan, Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mengembangkan budidaya tanaman melon. 

TIMES Indonesia,
Manfaatkan Lahan Ponpes, Santri di Gresik Diajak Budidaya Melon
Pengasuh ponpes Nafisul Atok saat meninjau tanaman melon siap panen. (FOTO: Akmal/TIMES Indonesia)
A-AA+

GRESIK Memanfaatkan lahan konsong yang berada di samping pondok pesantren, santri Ponpes Nurul Ihsan, Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mengembangkan budidaya tanaman melon

Meski baru pertama kali mencoba, hasilnya diprediksi sangat memuaskan, sebab dalam satu pohon, berisi dua hingga tiga buah melon, padahal lazimnya satu tanaman hanya berisi satu buah.

Advertisement

Di lahan setengah hektare itu, para santri berhasil mengembangkan berbagai macam jenis melon dengan teknik budidaya modern sehingga hasilnya memuaskan.

Nafisul-Atok-2.jpg

Pengasuh Ponpes Nurul Ihsan Jazilus Sahok melalui Nafisul Atok yang juga pengasuh Ponpes Mambaul Ihsan mengatakan jika, budidaya yang dilakukan para santri ini dalam rangka memberikan ilmu budidaya tanaman, sehingga ketika sudah lulus dari pondok, santri sudah bisa mengaplikasikan.

"Jadi daripada ada lahan kosong sebelah pondok yang diasuh adik saya (Gus Sahok), santri membudidayakan tanaman melon. Hasilnya memuaskan, satu tanaman bisa ada dua hingga tiga buah. Hal ini karena teknik stek yang bagus," kata Gus Atok, panggilan akrabnya, Senin (20/1/2020).

Gus Atok menambahkan, budidaya melon ini awalnya hanya mencoba karena ada lahan pondok yang kosong, kemudian ia berinisiatif untuk mengembangkan usaha pondok pesantren bidang perkebunan.

Advertisement

Dengan didampingi oleh pembudidaya melon profesional, sejak tiga bulan lalu, Gus Atok bersama santrinya memulai untuk menanam bibit melon. Dengan model perkebunan modern akhirnya membuahkan hasil maksimal.

Nafisul-Atok-3.jpg

"Ini yang digunakan teknik pertanian modern. Selain penyiraman dan pemumukan ekstra, juga dilakukan teknis stek dan pemotongan, sehingga satu tanaman bisa berbuah dua hingga tiga bahkan bisa lebih, ini yang membuat beda, awal bulan depan mulai bisa dipanen," ungkapnya.

Budidaya melon dengan teknik seperti ini, ungkap Gus Atok belum banyak dilakukan oleh petani, padahal jika dilakukan secara serius bisa sangat menguntungkan.

Dalam setengah hektare lahan yang dikelola, dibutuhkan modal Rp 40 Juta, hal itu untuk biaya pembibitan, penyiraman, perawatan mulai dari masa tanam hingga pasca panen tiba.

"Keuntungannya bisa hingga tiga kali lipat, jadi sangat cocok apalagi untuk bisnis bidang pertanian sangat menjanjikan, tentunya dengan teknik pertanian melon modern," ujarnya, saat mendampingi santri di Ponpes Nurul Ihsan Gresik saat melihat budidaya melon. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Akmalul Azmi
PenulisAkmalul AzmiSarjana Ilmu Komunikasi Universitas Trunojoyo Madura (2017). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia