Kopi TIMES

TGB di Kancah Nasional: Meredupkah?

Minggu, 19 Januari 2020 - 16:57 | 61.49k
TGB di Kancah Nasional: Meredupkah?
Suaeb Qury, Ketua LTN NU NTB.(Grafis: TIMES Indonesia)
Pewarta: Anugrah Dany Septono | Editor: Yatimul Ainun

TIMESINDONESIA, MATARAMTGB Zainul Majdi Hadir sebagai tokoh muda dan punya karisma keulamaan dan cucu dari pahlwan Nasional dari NTB.

Berkiprah di panggung Nasional dan bukan perkara gampang dan sebagai pemain baru dikancah nasional yang berasal dari luar Pulau Jawa, TGB cukup dibilang hebat. 

Popularitasnya meningkat pesat seperti disulap, hingga menembus ke seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Di kancah nasional, TGB awalanya menjadi harapan sebagian besar masyarakat NTB, tapi ia belakangan tampak tenggelam di dalam kapal besar partai beringin. 

Mengapa demikian? Mungkin banyak yang bertanya, setelah TGB purna sebagai Gubernur NTB, ia masuk Golkar dan tenggelam dalam aktivitasnya. Nyaris namanya kini tenggelam di kancah nsional. Padahal sebelumnya TGB sebagai salah satu tokoh muda yang cukup cemerlang.  Sebuah parasit yang menyertainya kembali dengan pelbagai asumsi bahwa, TGB yang muncul dri NTB bisa bertrung di kancah politik nasional. 

Tapi apa daya, seperti kapal yang hampir karam, kiprah TGB terganjal keputusannya memilih salah satu partai. Golkar sebaagai partai para pengusaha menarik TGB mungkin dengan pertimbangan bahwa TGB sebagai ikon yang mewakili Islam di tubuh partai beringin tersebut.

TGB akhirnya menjatuhkan pilihannya ke Golkar setelah menolak godaan Nasdem. Sebagai imbasnya partai golkar yang dijajaki TGB tampak tak menempatkan TGB sebagai figur istimewa meski ia ditempatkan mengomandai salah satu bidang di tubuh partai tersebut. Namun mekanisme dalam partai tak mengizinkan TGB cukup lenggang bermain di dalam partai. 

Di NTB, TGB sebagai pemimpin daerah yang dianggap berprestasi, namun di kancah nasional ia kehilangan panggung dan kehilangan momentum. Kini TGB ak berkutik setelah masuk dalam partai beringin tersebut.   Setelah pilpres, namanya bak kapal karam. Mimpnya sebagai menteri akhirnya kandas di tengah jalan. 

Pengaruh pilihan  TGB,  berlabu di partai Golkar bisa jadi menjadi faktor penting yang mempengaruhi meredupnya nama TGB di kancah politik nasional. Selain memang terdapat faktor-faktor penting seperti dugaan kasus-kasus yang menjerat TGB selama ini mengiri kabar angin tentang figur TGB. Meski memang patut dilihat jugab kegagalan TGB dalam memenangkan partai golkar dan Presiden  Jokiwi pada pemilu serentak beberap waktu lalu di NTB. 

Tentu bukanlah sebuah kegagalan  menjadi salah satu indikator kenapa TGB tak terlalu dipandang dan diberikan panggung utama di tubuh partai Golkar dan bahkan diusulkan menjadi menteri-pun oleh golkar tidak. Wajar kemudian TGB hadir sebagai semacam figur yang mewakili Islam tapi tak begitu efektif mempengaruhi elektabilitas partai.

Masa Depan TGB di Kancah Nasional

Masih ingat di ingatan kita, nama TGB begitu kerap diberitakan setelah ia memberikan pernyataan sikap untuk mendukung Jokowi, namanya melambung tinggi. Hampir semua stasiun televisi mengundang secara spesial Tuan Guru Bajang untuk memberikan keterangan terkait pernyataannya itu.

Namun, TGB harus mendapat beragam komentar dan tanggapan hingga dalam bentuk hinaan dan cacian. Berbanding terbalik dengan persespsi awal publik yang menganggap dia adalah tokoh yang berpendidikan dan seorang ulama Hafidz Quran, sehingga dia dikatakan sebagai figur yang sangat ideal untuk memimpin Indonesia.

Setelah itu, bagaiaman karir politik TGB ke depan? Panggung politik ditentukan dari selihai apa TGB bermain di kancah naisonal bersama rival-rival kuat bersama tokoh-tokoh muda lainnya. Haruskah TGB hijrah kembali dari partai beringin ke partai yang lain? Kalkulai politik ke depan memang harus dipertimbangkan secara matang, terutama bagaimana peluangnya turut mengendalikan arah partai secara nasional. 

Kalau tak demikian TGB sebagai tokoh muda Islam akan hantu bersama gelombang modal yang memegang puncak kendali partai beringin terssebut. Namun kalau tak mampu membaca kontselasi politik ke e pan maka apa yang telah dibangun TGB semenjak lama hanya akan berakhir percuma.

Masa depan TGB akan benderang bergantung pada kendaraan yang ditumpanginya ke depan. Apa yang dihadapi saat ini sebagai tantangan ke depan tak sepenuhnya mampu moncer di kancah nasional tanpa ada kalkulasi politik yang tepat. Membaca gerak politik hari ini tentu saja  membutuhkan kalkulasi yang matang.

Sepertinya setelah pilpres usai, TGB kehilangan panggung untuk promosi diri, walaupun ia intens promosi lewat media sosial. Rasanya belum sempurna jika Media Mainstream belakangan tak menyorotinya. Sebelumnya ia pernah ditayang karena prestasinya memimpin NTB.

Entah dia sengaja dibuat tenggelam oleh lawannya ataukah memang TGB sengaja menyepi dari kerumun media? Satu hal yang pasti, ia tengah menghadapi dilema dan tantangan besar dalam kancah politik nasional. 

Ruang politik yang terbuka saat ini bisa jadi menjadi semacam peluang sekaligus tantangan dalam menghadapi dan arus politik saat ini. 

Latar belakangnya sebagai ulama sebetulnya menjadi modal kuat untuk bergerak di tingkat akar rumput, masuk dari pesantren ke pesantren, masjid ke masjid seperti yang telah dilakukan TGB pada saat menjelang pilpres lalu.

Sebagai politisi sekaligus ulama yang berumur  masih muda, tugas ke-ulama-an yang pastinya masih banyak rintangan yang akan ditemuinya, dan Islam yang diperlihatkan di bumi Indonesia sebagai Islam yang begitu ramah serta rasional, sehingga tidak terjebak dalam kontestasi politik kotor. Inilah mungkin yang wajib diperjuangkan. 

Bukan sekadar menyiapkan dirinya dalam kancah politik praktis.Jika apa yang dilakukan TGB adalah upaya perbaikan mindset umat, atau usaha mengeluarkan umat dari kotornya cara-cara dari praktik politik yang terjadi selama ini, maka inilah jalan yang tepat.  

TGB tetap TGB

Apa yang sudah dilakukan oleh TGB sebagai seorang ulama selama ini, tiada lain adalah melurus cara berfikir umat bukan untuk diarahkan pada kepentingan sesaat. Namun umat perlu diberdayakan agar kualitas berpikirnya serta pengaruh dalam kehidupan beragama memperlihatkan terapan Islam yang sesungguhnya yakni Islam yang rahmatan lil alamin dan washotiyah. 

Sebagai ulama atau politisi dalam mencerdaskan umat, karena dunia ini hanya sementara, manusia disebut mulia jika bisa memberikan pemahaman kepada umat sehingga umat berlomba-lomba berbuat kebaikan saling bahu membahu, bukan untuk kepentingan segelintir orang atau partai ataupun yang ingin berkuasa.

Apa yang sudah dilakukan oleh TGB sebagai ulama dan menyebarkan pesan islam yang damai se penjuru entero nusantara, bahkan sampai keluar negeri. Tentu tidak banyak orang dan ulama bisa melakuka, begitu juga kesedeehanaan yang selalu ditampilkan oleh TGB sebagai Ulama yang  tidak menjaga jarak dengan umatnya. 

Semoga  pengabdian terbaik yang dipersembahkan oleh TGB tetap tersirami bagi bangsa dan negara. Dan panggung yang sudah disiapkan oleh umat Islam buat TGB adalah kewajiban untuk tetap mengajarkan dan menyebarkan pesan-pesan agama yang washotiyah dan Rahmamatan lil alamin. (*)

*) Penulis adalah Suaeb Qury, Ketua LTN NU NTB.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id


Opini kopi times tgb suaeb qury mataram
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Mataram
KOMENTAR

EKORAN

Kawal Informasi Seputar COVID-19 Secara Tepat dan Akurat

Ini merupakan sumber informasi inisiatif sukarela warganet Indonesia pro-data, terdiri dari praktisi kesehatan, akademisi, profesional & pemerintah.

Jumlah Kasus di Indonesia Saat Ini

1,790

+113 Positif

112

+9 Sembuh

170

+13 Meninggal
Statistik Kasus COVID-19 di Indonesia
Last update: Kamis, 02 April 2020 - 15:50 Sumber: kawalcorona.com
Honda HRV

TIMES TV

Ketua DPRD Kota Malang Sumbang dan Apresiasi MBLC

Ketua DPRD Kota Malang Sumbang dan Apresiasi MBLC

23/03/2020 - 20:12

Pembuatan Sarcovid, Karya Anak Bangsa Untuk Negeri Pertiwi

Pembuatan Sarcovid, Karya Anak Bangsa Untuk Negeri Pertiwi
Wisma Atlet di Kemayoran Sudah Bisa Dioperasian sebagai RS Darurat Penanganan Covid-19

Wisma Atlet di Kemayoran Sudah Bisa Dioperasian sebagai RS Darurat Penanganan Covid-19
Satu Jam Mengenal Pemikiran Didik Gatot Subroto

Satu Jam Mengenal Pemikiran Didik Gatot Subroto
Jokowi Bagi Tips Cegah Virus Corona

Jokowi Bagi Tips Cegah Virus Corona

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Bukan Lockdown, Indonesia Punya Dasa Wisma untuk Tuntaskan Corona
    Bukan Lockdown, Indonesia Punya Dasa Wisma untuk Tuntaskan Corona
    02/04/2020 - 22:40
  • Pembelajaran Online di Tengah Pandemi Covid-19, Tantangan yang Mendewasakan
    Pembelajaran Online di Tengah Pandemi Covid-19, Tantangan yang Mendewasakan
    02/04/2020 - 22:28
  • Covid-19 dan Investasi Saham
    Covid-19 dan Investasi Saham
    02/04/2020 - 15:13
  • Di Era Wabah, Jangan Ada Pelanggaran HAM
    Di Era Wabah, Jangan Ada Pelanggaran HAM
    02/04/2020 - 14:19
  • Sputnik dan Kita
    Sputnik dan Kita
    02/04/2020 - 13:43
  • Politik Hukum Berbasis Keadilan Gender
    Politik Hukum Berbasis Keadilan Gender
    02/04/2020 - 13:10
  • Menakar Kampus Merdeka ala Nadiem
    Menakar Kampus Merdeka ala Nadiem
    02/04/2020 - 12:28
  • Corona oh Corona!
    Corona oh Corona!
    02/04/2020 - 09:02
  • Boca Juniors Tutup Peluang Datangkan Edinson Cavani
    Boca Juniors Tutup Peluang Datangkan Edinson Cavani
    03/04/2020 - 00:20
  • Kabar Terkini Bupati Karawang Cellica Positif Corona
    Kabar Terkini Bupati Karawang Cellica Positif Corona
    03/04/2020 - 00:05
  • Program Latihan Timnas Indonesia Berantakan karena Pandemi Covid-19
    Program Latihan Timnas Indonesia Berantakan karena Pandemi Covid-19
    02/04/2020 - 23:57
  • Liga Inggris Ditangguhkan, Son Heung-Min Bakal Jalani Wamil di Korsel
    Liga Inggris Ditangguhkan, Son Heung-Min Bakal Jalani Wamil di Korsel
    02/04/2020 - 22:56
  • Pasien Positif Corona di RSUD Cianjur Dipaksa Dibawa Pulang Keluarga
    Pasien Positif Corona di RSUD Cianjur Dipaksa Dibawa Pulang Keluarga
    02/04/2020 - 22:47
  • Gawat, Bek Norwich Ketahuan Buka Situs Dewasa
    Gawat, Bek Norwich Ketahuan Buka Situs Dewasa
    03/04/2020 - 00:10
  • Salam Hormat dari Ustaz Yusuf Mansur, Ini Doa Corona untuk Ojol dan Dokter
    Salam Hormat dari Ustaz Yusuf Mansur, Ini Doa Corona untuk Ojol dan Dokter
    03/04/2020 - 00:02
  • Begini Cara Dapat Token Listrik Gratis dan Diskon Tagihan PLN
    Begini Cara Dapat Token Listrik Gratis dan Diskon Tagihan PLN
    03/04/2020 - 00:34
  • Karena Corona, Pimpinan KPK Sepakat Napi Koruptor Dibebaskan
    Karena Corona, Pimpinan KPK Sepakat Napi Koruptor Dibebaskan
    02/04/2020 - 11:34
  • Tragis, Bocah 13 Tahun Pasien Corona Meninggal Tanpa Keluarga
    Tragis, Bocah 13 Tahun Pasien Corona Meninggal Tanpa Keluarga
    02/04/2020 - 05:00