Kopi TIMES

Ilusi Harapan Sosial

Jumat, 17 Januari 2020 - 04:22 | 53.56k
Ilusi Harapan Sosial
Lilik Agus Purwanto, Intelektual muda NU
Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, PALEMBANGPERJALANAN ke Surabaya beberapa bulan yang lalu menyisakan cerita, tepatnya tiga bulan jelang Pilpres kala itu. Kebetulan duduk bersebelahan dengan seorang bapak paruh baya yang masih energik dan bersemangat dalam bertutur perihal apa saja mengenai dirinya.

Perjalanan yang singkat kurang lebih satu jam, kami ngobrol tentang banyak hal. Terkait urusan perjalanan hingga situasi politik kekinian (jelang Pilpres). Satu hal yang membuat saya mengernyitkan dahi, beliau mengaku sebagai orang dekat (teman kecil) salah satu Paslon.

Satu hal yang mengelitik rasa keingin tahuan saat itu adalah dari sekian informasi adalah cerita beliau tentang keberadaan “harta karun” yang tersimpan di suatu daerah di Jawa Timur, dan tentu saja salah satu misi dalam perjalanan itu adalah untuk menemui seorang kolega yang rencananya bersama-sama akan mengambil “harta karun” yang tersimpan dalam tanah tersebut untuk yang nantinya diperuntukkan mendanai kepentingan Pilpres dan untuk kegiatan sosial lainnya.

Kala itu selintas ingatan saya melayang pada fenomena “Kanjeng Dimas” tempo lalu, dimana tidak hanya masyarakat biasa yang terperdaya oleh tipu muslihatnya, bahkan sampai seorang tokoh dan intelektual kaliber doctor pun mempercayai hal itu, meskipun pada akhirnya figur sentral itu telah diganjar hukuman atas pidana tindak penipuan massal yang ia lakukan.

Kini berita dan media sosial digemparkan dengan kemunculan fenomena baru “Kerajaan Agung Sejagat (KAS)” yang berada di Purworejo, Jawa Tengah. Dalam sebuah keterangan pers yang ia gelar pada Minggu (12/1/2020). Totok Santoso Hadiningrat selain mengklaim dirinya sebagai penerus kerajaan Majapahit, juga mengklaim telah memiliki pengikut sebanyak 426 orang.

Perilaku Totok, yang mengklaim dirinya sebagai Sinuhun/Raja KAS, ternyata pernah menghebohkan Jogjakarta, dengan lembaga Jogjakarta Development Comitte (Jogja-Dec) yang ia inisiasi, bersangkutan menjanjikan uang ratusan Dollar, kepada orang-orang yang bersedia mendaftarkan dirinya menjadi member Jogja-Dec. Konon katanya uang itu diperoleh dari dana milik bangsa Indonesia yang tersimpan di Bank Swiss.

Fenomena serupa kerap bermunculan di tengah-tengah masyarakat. Dari mulai klaim bisa mengandakan uang seperti Kanjeng Dimas, mengklaim diri sebagai nabi, seperti Ahmad Musadek, bahkan telah lama menjamur berbagai aliran-aliran kepercayaan baru, yang kesemuannya menawarkan sebuah perubahan status sosial, ekonomi, bahkan juga politik, saya menyebutnya sebagai ilusi harapan sosial.

Boleh saja hal ini kita anggap sebagai kelucuan bahkan guyonan, dan memang bagi orang yang berpikir secara logis hal ini memang kelucuan ditengah kehidupan modern saat ini.

Namun bagaimana dengan kelompok-kelompok masyarakat lainnya yang sedang dirundung persoalan status sosial dan ekonomi? Bisa saja hal ini dianggap sebagai solusi di tengah sulitnya beban kehidupan.

Himpitan persoalan ekonomi, dan ketamakan yang menjangkiti masyarakat mapan menjadi penyebab. Rentetan berbagai persoalan membuat nalar berfikir menjadi tidak logis, maka jalur instan kerap ditempuh untuk memecahkan berbagai problem sosial. Bukan persoalan kapasitas intelektual, karena nyatanya pengikut sekaligus pengagum setia Kanjeng Dimas ternyata ada juga yang bergelar Doktor.

Bahkan menarik, dalam sebuah jurnal riset yang dilakukan oleh Nurul Rodiyah dan rekan dari Prodi Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (2017) yang secara khusus meneliti fenomena peran Kanjeng Dimas dari sudut pandang ilmu antropologi, penelitian tersebut mendeskripsikan hubungan antara tingkat kesetiaan pengikut Kanjeng Dimas terhadap kemampuan berpikir kritis dan logis.

Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa tingkat kesetiaan para pengikut Kanjeng Dimas dipengaruhi oleh sosok figur sentral tersebut yang mampu menghadirkan rasa nyaman. Dalam kondisi kenyamanan itulah audiens menjadi mudah dikondisikan, ketika berhadapan dengan figur sentral tersebut ada peluang si pelaku mengiring pengikutnya untuk mengesampingkan logika, karena mereka menganggap bahwa ada ruang akal yang tidak mampu menjangkau hal-hal mistis (diluar nalar) yang dihadirkan ketika berhadapan dengan kanjeng Dimas.

Modus-modus yang dimainkan oleh “aktor-aktor” hampir sama, terdapat unsur doktrin, pengesampingan akal sehat, dan kemudian mengarah pada tingkat loyalitas. Jika sudah terjadi demikian, maka apapun akan dikorbankan, bahkan latar belakang intelektual yang dianggap mampu menalar setiap persoalan menjadi blank, dan beruba menjadi loyalitas buta.

Pekerjaan rumah kita saat ini masih berjubel untuk satu persatu dicarikan jalan penyelesaiannya. Sebagaimana fenomena diataspun butuh perhatian yang serius. Tantangan menghadapi pesatnya perkembangan dunia yang sering kita sebut Industri 4.0, berikut persiapan menghadapi bonus demografi yang kemungkinan akan kita alami pada kurun waktu 2025 – 2030, tentu akan tidak berarti apa-apa jika kultur sosial masyarakat kita masih demikian. Kultur yang dimaksud adalah latar belakang yang mendasari pola pikir masyarakat kita yang masih mengedepankan hal-hal diluar nalar untuk memperoleh kenyamanan.

Namun demikian, berbagai fenomena yang bermunculan belakangan ini harus ditinjau dari berbagai aspek baik itu sosial, ekonomi, budaya, bahkan ditinjau dari perspektif peranan agama. Pola pembangunan kultur dan kebudayaan sekaligus menanaman nilai-nilai keagamaan dalam keseharian masyarakat penting diterapkan.

Konsep revolusi mental yang diunggul-unggulkan pemerintah, semestinya mampu menjawab persoalan ini. Konsep revolusi mental dan mendorong manusia unggul tidak hanya berkutat pada peningkatan kemampuan nalar dan skill semata, namun yang lebih mendasar adalah pembangunan karakter kepribadian yang mampu membangun fondasi kecerdasar emosional dan spiritual, bukan hanya intelektual semata. Pemangku kepentingan meski bisa melibatkan berbagai unsur masyarakat untuk mengawal proses ini, tidak terkecuali para intelektual di bidang pendidikan formal, keagamaan, bahkan para praktisi yang terjun di masyarakat. Tapi itu kapan?.(*)

* Penulis: Lilik Agus Purwanto, Intelektual Muda NU

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id


lilik agus purwanto ilusi harapan sosial palembang
Publisher : Sholihin Nur
KOMENTAR

EKORAN

Kawal Informasi Seputar COVID-19 Secara Tepat dan Akurat

Ini merupakan sumber informasi inisiatif sukarela warganet Indonesia pro-data, terdiri dari praktisi kesehatan, akademisi, profesional & pemerintah.

Jumlah Kasus di Indonesia Saat Ini

1,790

+113 Positif

112

+9 Sembuh

170

+13 Meninggal
Statistik Kasus COVID-19 di Indonesia
Last update: Kamis, 02 April 2020 - 15:50 Sumber: kawalcorona.com
Honda HRV

TIMES TV

Ketua DPRD Kota Malang Sumbang dan Apresiasi MBLC

Ketua DPRD Kota Malang Sumbang dan Apresiasi MBLC

23/03/2020 - 20:12

Pembuatan Sarcovid, Karya Anak Bangsa Untuk Negeri Pertiwi

Pembuatan Sarcovid, Karya Anak Bangsa Untuk Negeri Pertiwi
Wisma Atlet di Kemayoran Sudah Bisa Dioperasian sebagai RS Darurat Penanganan Covid-19

Wisma Atlet di Kemayoran Sudah Bisa Dioperasian sebagai RS Darurat Penanganan Covid-19
Satu Jam Mengenal Pemikiran Didik Gatot Subroto

Satu Jam Mengenal Pemikiran Didik Gatot Subroto
Jokowi Bagi Tips Cegah Virus Corona

Jokowi Bagi Tips Cegah Virus Corona

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Bukan Lockdown, Indonesia Punya Dasa Wisma untuk Tuntaskan Corona
    Bukan Lockdown, Indonesia Punya Dasa Wisma untuk Tuntaskan Corona
    02/04/2020 - 22:40
  • Pembelajaran Online di Tengah Pandemi Covid-19, Tantangan yang Mendewasakan
    Pembelajaran Online di Tengah Pandemi Covid-19, Tantangan yang Mendewasakan
    02/04/2020 - 22:28
  • Covid-19 dan Investasi Saham
    Covid-19 dan Investasi Saham
    02/04/2020 - 15:13
  • Di Era Wabah, Jangan Ada Pelanggaran HAM
    Di Era Wabah, Jangan Ada Pelanggaran HAM
    02/04/2020 - 14:19
  • Sputnik dan Kita
    Sputnik dan Kita
    02/04/2020 - 13:43
  • Politik Hukum Berbasis Keadilan Gender
    Politik Hukum Berbasis Keadilan Gender
    02/04/2020 - 13:10
  • Menakar Kampus Merdeka ala Nadiem
    Menakar Kampus Merdeka ala Nadiem
    02/04/2020 - 12:28
  • Corona oh Corona!
    Corona oh Corona!
    02/04/2020 - 09:02
  • Evi Novida Minta Jokowi Cabut Kepres Pemecatannya dari Anggota KPU
    Evi Novida Minta Jokowi Cabut Kepres Pemecatannya dari Anggota KPU
    03/04/2020 - 03:10
  • Bhayangkara FC Pastikan Kontrak dengan Sponsor Masih Aman
    Bhayangkara FC Pastikan Kontrak dengan Sponsor Masih Aman
    03/04/2020 - 02:45
  • Wamendes: Desa Harus Terlindungi dari Pemudik
    Wamendes: Desa Harus Terlindungi dari Pemudik
    03/04/2020 - 02:05
  • 2 Perwira TNI AL Berstatus PDB Virus Corona Meninggal di Jakarta
    2 Perwira TNI AL Berstatus PDB Virus Corona Meninggal di Jakarta
    03/04/2020 - 01:05
  • Pakar Sebut Sistem Kekebalan Tubuh Manusia Tidak Bekerja On dan Off
    Pakar Sebut Sistem Kekebalan Tubuh Manusia Tidak Bekerja On dan Off
    03/04/2020 - 00:51
  • Begini Cara Dapat Token Listrik Gratis dan Diskon Tagihan PLN
    Begini Cara Dapat Token Listrik Gratis dan Diskon Tagihan PLN
    03/04/2020 - 00:34
  • Manantang Maut Lewat Mike Tyson, Aktor Nekat Ini Bernasib Tragis
    Manantang Maut Lewat Mike Tyson, Aktor Nekat Ini Bernasib Tragis
    03/04/2020 - 00:44
  • Pandemi Corona Bikin Juventus Sulit Bayar Gaji, Ronaldo Pulang ke MU
    Pandemi Corona Bikin Juventus Sulit Bayar Gaji, Ronaldo Pulang ke MU
    03/04/2020 - 01:34
  • Gawat, Bek Norwich Ketahuan Buka Situs Dewasa
    Gawat, Bek Norwich Ketahuan Buka Situs Dewasa
    03/04/2020 - 00:10
  • Mengenang Tragedi Memalukan Newcastle United 15 Tahun Silam
    Mengenang Tragedi Memalukan Newcastle United 15 Tahun Silam
    03/04/2020 - 02:29