Kopi TIMES

Mengukur Semangat Milenial di Era Teknologi dalam Menjiwai Nilai-Nilai Pancasila

Kamis, 16 Januari 2020 - 22:32 | 84.41k
Mengukur Semangat Milenial di Era Teknologi dalam Menjiwai Nilai-Nilai Pancasila
Asra Bulla Junga Jara Mahasiswa di Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang

TIMESINDONESIA, MALANGSETIAP gelombang peradaban akan berpengaruh besar pada struktur maupun tatanan masyarakat, termasuk tatanan politik semakin global. Hari ini kita menyaksikan dunia semakin mengglobal bahkan dunia dan informasi di dalamnya dapat kita akses melalui gadget di tangan kita. Teknologi juga telah menyeimbangkan informasi antarkomunal dalam masyarakat. Era sebelumnya dikenal dengan asymmetric information karena informasi hanya bisa diakses kalangan tertentu.

Namun, di era borderless media dengan teknologi seperti sekarang, semua info dapat dengan mudah tersebar. Semua orang bisa mengakses informasi dan media informasi (termasuk media sosial) saat ini berperan penting sebagai to lead public perception. Demikian pula dengan apa yang kita lihat pada fenomena kepemimpinan politik global. Sebagian menemukan penjelasannya juga pada kemampuan mereka mengkapitalisasi keterbukaan informasi demi mendukung posisi politik mereka. 

Globalisasi merupakan perkembangan zaman. Revolusi dari zaman ke zaman hingga ke peradaban manusia seperti sekarang ini adalah salah satu yang berhasil mengembangkan ilmu yang mengubah dunia. Tahapan demi tahapan teknologi terlewati menuju teknologi modern atau yang sering kita kenal dengan teknologi digital. Thomas L. Friedmen membagikan globalisasi ke dalam tiga tahapan, yaitu globalisasi yang menggunakan teknologi tenaga kuda, tenaga uap, tenaga angin, dan tenaga udara. Tahapan ini disebut tahapan Globalisasi 1.0. 

Selanjutnya tahapan kedua menggunakan teknologi mesin. Karena pada masa ini atau menang pada abad ke-18 lahir Revolusi Industri dan dinamakan dengan Revolusi 2.0. Pada masa itu perusahaan menjadi penggerak utama untuk mengubah yang manual menjadi mekanik.

Kemudian masuklah ke tahap awal atau Globalisasi 3.0 yang mana kehidupan manusia diwarnai dengan menggunakan teknologi digital. Pada masa ini dunia terasa menjadi kecil. Yang jauh menjadi dekat, yang tersembunyi menjadi nampak. Bisa berkomunikasi dari berbagai arah tanpa penghalang ruang dan waktu. Sudah ada globalisasi sekarang sudah ke era 4.0 yang mana semua peradaban manusia sudah dikuasai oleh dunia maya atau dikenal dengan nama internet hal.

Steve Jobs pernah mengatakan bahwa akan terjadi masa depan di mana komputer akan menjadi alat komunikasi yang baru, dan komputer menjadi stasiun di mana pengguna mencurahkan semua isi pikiran dan perasaannya. Maka kita dapat menemukan orang yang dapat melakukan apa saja dengan menanyai komputer yang ia menggunakan semasa menghabiskan waktunya.

Zaman akan berubah seiring berkembangnya ilmu pengetahuan. Perkembangan ilmu pengetahuan menciptakan evolusi manusia menciptakan sesuatu di luar nalar yang mematahkan teori-teori klasik. Tidak ada lagi batasan di Bumi ini untuk berkomunikasi, berjumpa, mencari informasi bahkan berbisnis pun sudah dijembatani oleh media yang kita sebut digital. Zaman digital adalah zaman yang memberi kemudahan bagi manusia. Seolah tidak ada lagi hubungan bagi manusia dalam melakukan setiap aktivitas. Media digital dapat diperoleh di dalam komputer, ponsel pintar, dan teknologi lainnya yang dibuat oleh manusia untuk memuaskan keinginannnya. Setiap sendi kehidupannya selalu ditemani oleh benda tak bernyawa dari yang dibutuhkan tangan sampai biji-biji bayam.

Lalu, apa pengaruhnya bagi generasi milenial dalam menjiwai nilai-nilai Pancasila?

Secara sosial budaya digital telah menghilangkan budaya jabat tangan, telah mengikis budaya sapaan. Dengan demikian, lambat laun sosialisasi fisik akan hilang dan manusia lebih bersifat individualisme. Hal yang demikian sering kita jumpai di sekeliling kita. Banyak kita temui orang yang hanya menyibukkan jari-jemarinya dengan gadget tanpa menghiraukan keadaan sekitar.

Pengaruh selanjutnya yang sering kita dapati adalah media penyebar konten negatif dan fitnah. Media digital yang serba instan dan cepat dapat membawa informasi yang dikirim hitungan detik berlalu begitu saja di mata publik.

Di era globalisasi ini peran Pancasila tentulah sangat penting untuk tetap mempertahankan eksistensi kepercayaan bangsa Indonesia. Karena dengan adanya globalisasi, maka perbedaan antara negara seakan tak terlihat sehingga memudahkan semua masyarakat.

Hal ini dapat memberikan dampak positif dan negatif bagi bangsa Indonesia. Jika kita dapat memfokuskan dengan baik berbagai hal yang timbul dari globalisasi, maka globalisasi akan menjadi hal yang positif karena dapat menambah wawasan dan mempererat hubungan antarbangsa dan negara di dunia. Demikian hal negatif dari pengaruh globalisasi dapat merusak moral bangsa dan eksistensi budaya Indonesia. 

Pancasila sebagai dasar dan falsafah hidup berbangsa dan bernegara merupakan kekuatan yang menyatukan seluruh elemen masyarakat Indonesia dari Sabang hingga Merauke dengan berbagai latar belakang suku dan budaya, ras, dan agama yang berbeda-beda. Pancasila digali atas dasar kekayaan budaya, religius, dan moral masyarakat bangsa Indonesia sendiri. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tentu saja disetujui dan memiliki keutamaan untuk diberikan seluruh aspek kehidupan bangsa dan negara Indonesia. Masyarakat bangsa Indonesia harus berbangga dan bersyukur dengan Pancasila yang dapat mempersatukan kita.

Pancasila menjadi modal dasar dan sumber kecerdasan dalam membangun peradaban pembangunan Indonesia yang adil dan beradab. Pancasila harus direfleksikan dan diterapkan oleh semua masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Pancasila dapat dimodernisasi tentu saja dapat membawa Indonesia menuju cita-cita kemerdekaan yang telah ditanamkan di setiap benak anak bangsa.

Seluruh masyarakat Indonesia bertanggung jawab penuh dalam melestarikan Pancasila serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dari kecenderungan pengaruh radikalisme dan sikap intoleran yang memecah belakan persatuan dan hubungan bangsa Indonesia.

Semua elemen bangsa apapun itu suku, agama, etnis wajib mendukung dan berjuang bersuara menegakan Pancasila. Sekarang ini generasi muda Indonesia telah meninggalkan nilai-nilai kebangsaan. Hal itu dapat dibuktikan dengan julah genersai muda yang saat ini telah berperilaku tidak sesuai dengan butir-butir Pancasila. Sekarang ini banyak genersi muda yang tidak bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, ada juga perilaku generasi muda yang tidak sesuai dengan sila kedua sebagai jati diri bangsa Indonesia. Dengan berlandaskan Pancasila diharapkan bisa menjadi budaya yang berbeda, bisa menjadi generasi yang benar-benar mencintai tanah airnya.

Masa muda yang diperlukan dalam pencarian jati diri di samping masa depan yang penuh problematika juga masa-masa remaja yang paling indah dan penuh kenang-kenangan yang tak terlupakan. Masa yang akan datang perlu bantuan dari masa lalu, baik dari orang tua atau orang yang lebih dewasa dari kita. Pada masa ini memang tergantung dalam kondisi yang tidak stabil, senantiasa berubah.

Mengukur segala sesuatu dengan ukurannya sendiri, kadang-kadang dalam mengambil keputusan tidak logis dan pada umumnya memiliki ego untuk berontak. Menurut seorang tokoh psikologi remaja yaitu James E.Gardner, masa remaja adalah masa yang penting, mereka merupakan masa depan yang sangat mendadak dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, mereka harus dipertimbangkan sebagai tahun-tahun yang kritis. (*)

* Penulis Asra Bulla Junga Jara adalah Mahasiswa Semester Delapan (8), di Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, Jurusan Ilmu Komunikasi, Konsentrasi Jurnalistik.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id



Publisher : Sholihin Nur
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Mengenal Kupikouw, Citarasa Kopi Asli Tradisional Dataran Semendo
    Mengenal Kupikouw, Citarasa Kopi Asli Tradisional Dataran Semendo
    09/08/2020 - 00:12
  • Kementerian PUPR RI: Konstruksi Bendungan Tiu Suntuk di Sumbawa Barat Dimulai
    Kementerian PUPR RI: Konstruksi Bendungan Tiu Suntuk di Sumbawa Barat Dimulai
    08/08/2020 - 23:54
  • Cerpen Perdana Hamid Nabhan Sang Badut dan Penyair Sarat Pesan Sosial 
    Cerpen Perdana Hamid Nabhan Sang Badut dan Penyair Sarat Pesan Sosial 
    08/08/2020 - 23:46
  • Ratusan Mahasiswa Audisi untuk Dapatkan Beasiswa dari Wali Kota Kediri dan Udinus
    Ratusan Mahasiswa Audisi untuk Dapatkan Beasiswa dari Wali Kota Kediri dan Udinus
    08/08/2020 - 23:37
  • PT Basyiroh Mulya Propertindo Bekali Agen Properti Teknik Marketing Terbaik
    PT Basyiroh Mulya Propertindo Bekali Agen Properti Teknik Marketing Terbaik
    08/08/2020 - 23:32
  • Wisata Religi Makam Gus Dur Tutup, Program LSPT Tetap Berjalan
    Wisata Religi Makam Gus Dur Tutup, Program LSPT Tetap Berjalan
    08/08/2020 - 23:26
  • Bertemu Relawannya di Pilbup, Bupati Bondowoso Ajak Bangun Daerah Bersama
    Bertemu Relawannya di Pilbup, Bupati Bondowoso Ajak Bangun Daerah Bersama
    08/08/2020 - 23:21
  • Webinar Series SBM ITB: Transformasi dan Strategi BUMN Atasi Krisis
    Webinar Series SBM ITB: Transformasi dan Strategi BUMN Atasi Krisis
    08/08/2020 - 23:14
  • Kemenko Kemaritiman dan Investasi RI Gelar Rakor di Malut, Ini 6 Hasil Kesepakatannya
    Kemenko Kemaritiman dan Investasi RI Gelar Rakor di Malut, Ini 6 Hasil Kesepakatannya
    08/08/2020 - 23:07
  • Pengenalan Program Kampus, UNMERPO Gelar Open House
    Pengenalan Program Kampus, UNMERPO Gelar Open House
    08/08/2020 - 23:01

TIMES TV

Bedah Buku: Bincang-bincang Perempuan

Bedah Buku: Bincang-bincang Perempuan

28/07/2020 - 12:12

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan
Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?
Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil

Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil
Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang

Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Integrasi Komunal Desa, Antisipasi Krisis Pascapandemi
    Integrasi Komunal Desa, Antisipasi Krisis Pascapandemi
    08/08/2020 - 15:01
  • Gak Usah Eman-Eman, Dana dan Aset Desa Itu Milik Seluruh Masyarakat Desa
    Gak Usah Eman-Eman, Dana dan Aset Desa Itu Milik Seluruh Masyarakat Desa
    08/08/2020 - 14:06
  • Solusi Masalah Daftar Pemilih Jelang Pilkada
    Solusi Masalah Daftar Pemilih Jelang Pilkada
    07/08/2020 - 13:00
  • Jumat Berkah: Kesabaran Kaum Awam dan Khas
    Jumat Berkah: Kesabaran Kaum Awam dan Khas
    07/08/2020 - 10:06
  • Masa Pandemi: Guru pun harus di Zonasi
    Masa Pandemi: Guru pun harus di Zonasi
    07/08/2020 - 09:33
  • Etika, Kebebasan dan Pemuliaan Perempuan
    Etika, Kebebasan dan Pemuliaan Perempuan
    07/08/2020 - 05:10
  • Menghitung Peluang Kandidat di Pilkada Tangsel 2020
    Menghitung Peluang Kandidat di Pilkada Tangsel 2020
    07/08/2020 - 03:22
  • Dilema Pilkada Serentak 2020
    Dilema Pilkada Serentak 2020
    07/08/2020 - 01:21
  • Raih Pole GP Ceko, Johann Zarco: Saya Masih Tak Percaya
    Raih Pole GP Ceko, Johann Zarco: Saya Masih Tak Percaya
    09/08/2020 - 00:24
  • PUBG Mobile Gelar Color Chasing untuk Pemain di Indonesia
    PUBG Mobile Gelar Color Chasing untuk Pemain di Indonesia
    08/08/2020 - 23:54
  • Hati-hati, Cegukan Bisa Jadi Gejala Terinfeksi Covid-19
    Hati-hati, Cegukan Bisa Jadi Gejala Terinfeksi Covid-19
    08/08/2020 - 23:45
  • Penularan Corona Tertinggi di Indonesia, Pemprov Jawa Timur: Itu Hal Biasa
    Penularan Corona Tertinggi di Indonesia, Pemprov Jawa Timur: Itu Hal Biasa
    08/08/2020 - 23:29
  • Film The Iron Mask Juga Kini Bisa Ditonton Streaming
    Film The Iron Mask Juga Kini Bisa Ditonton Streaming
    08/08/2020 - 23:25
  • Ahok Cerita Blak-blakan Anaknya Sempat Ingin Pindah Warga Negara
    Ahok Cerita Blak-blakan Anaknya Sempat Ingin Pindah Warga Negara
    09/08/2020 - 00:13
  • Gerindra Setuju, Jangan Pilih Petahana Tak Becus Urus COVID-19
    Gerindra Setuju, Jangan Pilih Petahana Tak Becus Urus COVID-19
    09/08/2020 - 00:02
  • Mencekam, Detik-detik Monster Laut Nyaris Menjemput Nyawa Mike Tyson
    Mencekam, Detik-detik Monster Laut Nyaris Menjemput Nyawa Mike Tyson
    09/08/2020 - 00:00
  • Juventus Pilih Pochettino Gantikan Sarri?
    Juventus Pilih Pochettino Gantikan Sarri?
    09/08/2020 - 00:18
  • Riset Pakar: Waktu Terbaik Aktivitas Seks Pukul 07.30 Pagi
    Riset Pakar: Waktu Terbaik Aktivitas Seks Pukul 07.30 Pagi
    09/08/2020 - 00:30