Kopi TIMES

Situbondo Sebagai Ruh dan Jasad Shalawat Nariyah

Rabu, 15 Januari 2020 - 18:36 | 45.27k
Situbondo Sebagai Ruh dan Jasad Shalawat Nariyah
Fathullah Uday, Alumni Pondok Pesantren Sumber Bunga, Seletreng, Kapongan Situbondo
Editor: Yatimul Ainun

TIMESINDONESIA, JAKARTADALAM sepuluh tahun terakhir, tidak asing lagi bahwa Kabupaten Situbondo sudah berjuluk, selain Kota Santri, juga disebut Kota Bumi Shalawat Nariyah. Julukan ini bermula dari salah satu cita-cita kiai Penggerak Nahdlatul Ulama (NU) yang juga mursyid Tariqah Naqsyabandiyah, di Kabupaten Situbondo yakni, Hadratus Syekh KH Ahmad Sufyan Miftahul Arifin.

Kiai yang pernah menjabat Rais Syuriah PCNU Kabupaten Situbondo ini termasuk sosok ulama yang selalu terlibat langsung mendinamisasi pemikiran intelektual umat seperti melalui Lailiya’an setiap malam Selasa, pengajian Kitab Ihya Ulumuddin dan Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama. Majelis tersebut menjadi ruang untuk memecahkan masalah-masalah sosial dalam prespektif keagamaan dan menghasilkan produk-produk pemikiran teraktual.

Sebelum wafat di Makkah, Kiai Sufyan telah mewariskan amalan shalawat Nariyah 4444 untuk dimasifkan dan diintensifkan di seluruh pelosok desa di Kabupaten Situbondo. Karena amalan tersebut selain memiliki energi ilhahiyah karena menyambungkan dengan Nabi Muhammad SAW dan kepada Allah SWT, juga memiliki kekuatan yang dapat mengurai persoalan-persoalan sosial.

Setelah Kiai Sufyan wafat, sebagai penerus perjuangannya, mulai dari putranya, KHR Moh Kholil Asad Syamsul Arifin dan para kiai lainnya di Situbondo terus konsisten merawat amalan shalawat nariyah 4444. Bahkan, PBNU turut menyemarakkan kegiatan ini dengan melaksanakan 1 Miliar Shalawat Nariyah sejak Hari Santri tahun 2016 silam. Sebagai apresiasi, Kiai Kholil mengirim surat yang isinya menyebutkan bahwa pembacaan shalawat Nariyah adalah cita-cita dari KH Ahmad Sufyan Miftahul Arifin.

Membumikan Shalawat Nariyah

Skema harmonisasi ulama dan umara di Situbondo berjalan baik. Cita-cita keduanya tertujuh pada umat. Jika ulama berperan mengisi krisis spritual dan moral, maka umara (pemimpin) hadir dalam menata kehidupan sosial dan kesejahteraan umat. Di sini peran besar Kiai Ahmad Sufyan Miftahul Arifin bercita-cita ingin membumikan shalawat nariyah di Situbondo bahkan menggema se-Nusantara.

Sejak kepemimpinan Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto-Rahmat pada periode pertama tahun 2010-2015, masuknya tradisi relegius pembacaan Shalawat Nariyah 4444 di setiap event pemerintahan adalah hal baru dan asing, sempat banyak penilaian pro dan kontra. Tidak sedikit yang mengkritik, meski yang menerima lebih banyak.

Membumikan Shalawat Nariyah di Situbondo, bukan hal yang gampang, apalagi masuk dalam kegiatan pemerintahan. Mungkin tampak mudah diterima jika sebatas dimasifkan di kalangan masyarakat Situbondo yang mayoritas warga nahdliyin.

Ironisnya, komentar pahitpun ditujukan kepada pemerintahan Dadang Wigiarto-Rahmat hingga akhir masa jabatannya. Shalawat Nariyah juga menjadi korban tidak harmonisnya situasi politik waktu itu, sehingga dinilai tidak mampu menjadi perekat antar keduanya.

Di Periode 2015-hingga sekarang, Duet Dadang Wigiarto-Yoyok Mulyadi semakin harmonis, pendekatan relegius di pemerintahan semakin kental. Di setiap Jumat dan acara seremonial daerah, Shalawat Nariyah rutin dibacakan. Tidak hanya itu, tamu nasional dan internasioanal disambut dengan shalawat nariyah.

Dikutip dari tulisan Dodik Harnadi, yang sudah ditayangkan TIMES Indonesia dengan judul "Shalawat Nariyah dan Tafsir Uqdah KH Ahmad Sufyan Miftahul Arifin" bahwa sahlawat Nariyah dapat memecahkan 4 belenggu yang diantaranya adalah belenggu politik (uqdat siyasiyah). Dalam rumah tangga pemerintahan juga ada percikan-percikan konflik sehingga dapat terurai baik secara alami dan terorganisir.

Kekuatan Ilahiyah untuk Situbondo

Amaliyah atau tradisi religius (Shalawat Nariyah) tidak hanya menjadi ladang amal ibadah atau amalan ukhrowiyah dalam pengabdian. Jauh dari itu, shalawat Nariyah juga menjadi kekuatan ilahiyah (Intervensi Tuhan) dalam menjalankan roda pemerintahan.

Diketahui, tidak hanya pembacaan shalawat Nariyah, Majelis Majelis Shalawat lainnya seperti Shalawat Bhenning, Shalawat Ahad Pahing bahkan yang dikagumi milenial adalah jemaah Shalawat Syabab, yang sudah merayap dan memadari bumi Situbondo dan hampir setiap malam ada pengajian shalawat.

Di banyak tempat, saat mengisi acara, Bupati Situbondo mengakui bahwa keberhasilan yang sudah diraihnya adalah bantuan energi shalawat Nariyah yang dibacakan di perbagai tempat di Situbondo.

Tahun 2019, Situbondo telah keluar dari status daerah tertinggal berdasarkan keputusan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Nomor 79 Tahun 2019 yang ditetapkan pada 31 Juli 2019. Tidak hanya itu, berbagai prestasi juga diraih.

Walhasil, Situbondo merupakan salah satu wilayah ujung timur di pulau Jawa dalam teritorial NKRI yang telah dianugerahkan oleh Allah SWT untuk selalu dijaga dan dirawat. Begitu juga di dalamnya telah ada semangat perjuangan (Ruhul Jihad) para ulama NU yang tidak pernah padam dan senantiasa menjadi pengemudi menuju Baldatun Toyyibatun Wa Rabbun Gafur. Kalaupun masih ada kekurangan kekurangan dalam segala hal yang belum bisa diselesaikan, yakinlah bahwa pertolongan lewat barokahnya shalawat Nariyah menjadi paku bumi Nusantara.

* Penulis, Fathullah Uday, Alumni Pondok Pesantren Sumber Bunga, Seletreng, Kapongan Situbondo

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id


shalawat Nariyah KH ahmad Sufyan Miftahul Arifin Kota Bumi Shalwat Nariyah Fathullah Uday
Publisher : Sholihin Nur
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

TIMES TV

Pasar Rakyat UMKM Herbangin Hadir di Kota Kediri

Pasar Rakyat UMKM Herbangin Hadir di Kota Kediri

22/02/2020 - 20:01

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna
Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo

Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo
Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai

Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai
Bacalon Bupati Malang Merebut Rekom Partai

Bacalon Bupati Malang Merebut Rekom Partai
Follow TIMES Indonesia di Google News

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Hapus Jaminan Halal Demi Genjot Pendapatan Negara
    Hapus Jaminan Halal Demi Genjot Pendapatan Negara
    27/02/2020 - 14:04
  • Membutuhkan Banyak Perda Pesantren
    Membutuhkan Banyak Perda Pesantren
    27/02/2020 - 11:29
  • Ekstrakulikuler Kepramukaan yang Mempertaruhkan
    Ekstrakulikuler Kepramukaan yang Mempertaruhkan
    27/02/2020 - 11:17
  • “Ekspor” Bencana
    “Ekspor” Bencana
    27/02/2020 - 11:01
  • Jangan Hanya Fokus Bikin UU
    Jangan Hanya Fokus Bikin UU
    27/02/2020 - 10:15
  • Ekonomi Kreatif Base On Digital Marketing
    Ekonomi Kreatif Base On Digital Marketing
    27/02/2020 - 09:40
  • Basic Strategi Digital Marketing
    Basic Strategi Digital Marketing
    27/02/2020 - 08:38
  • Pemenuhan Identitas Hukum Anak Dimulai dari Desa 
    Pemenuhan Identitas Hukum Anak Dimulai dari Desa 
    26/02/2020 - 16:08
  • Peruri dan Pos Indonesia Kerja Sama Cetak Prangko dan Benda Filateli
    Peruri dan Pos Indonesia Kerja Sama Cetak Prangko dan Benda Filateli
    27/02/2020 - 14:51
  • Sudah Pulang ke Bogor, Penghina Wali Kota Surabaya Akui Masih Trauma
    Sudah Pulang ke Bogor, Penghina Wali Kota Surabaya Akui Masih Trauma
    27/02/2020 - 14:49
  • Terseret Kasus Penipuan Online, Elly Sugigi Didatangi Polisi
    Terseret Kasus Penipuan Online, Elly Sugigi Didatangi Polisi
    27/02/2020 - 14:48
  • Drama Berlanjut, Meghan Markle Kembali Sindir Kerajaan Inggris
    Drama Berlanjut, Meghan Markle Kembali Sindir Kerajaan Inggris
    27/02/2020 - 14:45
  • Duh, Raffi Ahmad Lupa Nama Anak Kembar Syahnaz Sadiqah
    Duh, Raffi Ahmad Lupa Nama Anak Kembar Syahnaz Sadiqah
    27/02/2020 - 14:45
  • Pecah Kerusuhan, Bendera Hanoman Dikibarkan di Menara Masjid
    Pecah Kerusuhan, Bendera Hanoman Dikibarkan di Menara Masjid
    27/02/2020 - 00:13
  • Pengendara Wajib Waspada Jelang Kamis Dini Hari Ini
    Pengendara Wajib Waspada Jelang Kamis Dini Hari Ini
    27/02/2020 - 02:43
  • Arab Saudi Bekukan Sementara Umrah Akibat Virus Corona
    Arab Saudi Bekukan Sementara Umrah Akibat Virus Corona
    27/02/2020 - 08:28
  • Dikritik Soal Banjir, Ridwan Kamil Putuskan Pulang ke Tanah Air
    Dikritik Soal Banjir, Ridwan Kamil Putuskan Pulang ke Tanah Air
    27/02/2020 - 09:51
  • Penampilan Ariel Tatum di BIMA 2020 yang Bikin Gagal Fokus
    Penampilan Ariel Tatum di BIMA 2020 yang Bikin Gagal Fokus
    27/02/2020 - 06:06