Kopi TIMES

Ketika Materi Khilafah Direvisi dari Pelajaran Agama Islam

Sabtu, 14 Desember 2019 - 19:37 | 41.73k
Ketika Materi Khilafah Direvisi dari Pelajaran Agama Islam
Gesang Ginanjar Raharjo (Grafis: TIMES Indonesia)
Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, MALANG – Akhir-akhir ini pemerintah melalui Kementrian Agama (Kemenag) berencana akan merevisi materi tentang khilafah dan jihad dalam pelajaran Agama Islam di Madrasah.

Rencana ini juga ditulis dalam surat edaran B-4339.4/DJ.I/Dt.I.I/PP.00/12/2019 yang ditandatangani Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSSKK) Madrasah Kemenag Ahmad Umar.

Dalam salinan surat yang diterima CNNIndonesia.com disebutkan bahwa Kemenag melakukan revisi terhadap kompetensi inti dan kompetensi dasar (KI-KD) untuk moderasi beragama serta pencegahan paham radikalisme di satuan pendidikan madrasah.

Dalam surat itu juga disebutkan bahwa kegiatan pembelajaran dan penilaian hasil belajar Tahun Pelajaran 2019/2020. Terkait KI-KD yang membahas tentang Pemerintahan Islam (khilafah) dan jihad yang tercantum dalam KMA 165 Tahun 2014 dinyatakan tidak berlaku dan telah diperbarui dalam KMA 183 Tahun 2019.

Maka implementasi KI-KD dalam pembelajaran dan penilaian hasil belajar Tahun Pelajaran 2019/2020 mengacu pada KI-KD yang tercantum dalam KMA 183 Tahun 2019. (cnnindonesia.com).

Surat tersebut juga mengatur penarikan materi ujian di madrasah yang mencantumkan konten khilafah dan jihad. Menurut Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Kamarudin Amin revisi ini dilakukan karena khilafah tidak cocok lagi untuk konteks negara bangsa Indonesia yang telah memiliki konstitusi (Pancasila dan UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika) dalam pernyataannya.

Kamarudin juga menerangkan bahwa materi khilafah dan jihad tidak akan lagi diajarkan dalam pelajaran fiqih melainkan akan dimasukkan ke dalam mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI).

Khilafah sendiri adalah salah satu bagian dari ajaran Islam. Seperti halnya Shalat, Puasa, Zakat, dan lainnya. Banyak ulama yang sudah menerangkan ajaran Islam tentang khilafah, diantaranya, Imam ar-Razi yang menyatakan:

Khilafah, Imamah al-Uzhma, atau Imarah al-Mu’minin semuanya memberikan makna yang satu (sinonim), dan menunjukkan tugas yang juga satu (sama), yaitu kekuasaan tertinggi bagi kaum Muslim. (Ar-Razi, Mukhtar ash-Shalihah, hlm. 186).

Khilafah/Imamah ini juga selalu dibahas oleh semua mazhab di dalam Islam. Syaikh Muhammad Abu Zahra menyatakan:

Semua mazhab siyasah (selalu) membincangkan seputar khilafah (Abu Zahrah, Tarikh al-Madzahib al Islamiyyah, 1/21).

Dalam konteks sejarah, hubungan antara Nusantara dengan khilafah Islam sangat erat sekali, karena memang tersebarnya Islam di Nusantara adalah jerih payah dari pada da’i dan wali yang diutus oleh para khalifah Islam.

Menurut pakar sejarah, Azyumardi Azra mengungkapkan, pada abad ke-7 sudah ada komunitas muslim yang menetap di wilayah Sumatra, namun dakwah Islam mulai berkembang pada abad ke-12 Masehi.

Khilafah Bani Umayyah juga turut berperan dalam penyebaran Islam di Nusantara, pada abad ke-7 M/ 132 H. Bani Umayyah berhasil membentuk pelayaran-pelayaran handal yang menyebrangi samudra luas guna mendakwahkan Islam termasuk ke Nusantara.

Yang menarik adalah ketika masa kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz pernah menulis surat kepada raja-raja di negeri Al-Hind. Dalam surat tersebut Umar bin Abdul Aziz mengajak mereka untuk masuk kedalam Islam, memberikan jaminan berkuasa di negeri mereka, dan memiliki hak yang sama dengan kaum muslim lainnya. 

Sejarah juga menyebutkan bahwa khalifah bani Umayyah, Umar bin Abdul Aziz melakukan balas surat kepada salah satu raja al-Hind yang berpusat di Sumatra bernama Srindavarman raja dari Srivijawa, surat itu bertuliskan: 

“Dari Raja yang merupakan keturunan dari seribu raja, yang permaisurinya juga adalah keturunan seribu raja, yang di dalam kandangnya memiliki seribu gajah, dan yang memiliki wilayah dua sungai yang mengairi tanaman gaharu, yang terdapat tanaman herbal, pala, dan kamper yang keharumannya menyebar ke jarak dua belas mil. Untuk Raja Arab, yang tidak menyekutukan Allah dengan yang lainnya. Saya telah mengirimkan kepada anda, hadiah, yang tidak banyak, tetapi (hanya) sebuah salam dan saya berharap bahwa anda dapat mengirimkan kepada saya seseorang yang bisa mengajari saya Islam dan memerintahkan saya dalam hukum Islam.”

Dari sini menunjukkan bahwa khilafah Islam adalah bagian dari ajaran Islam yang memang sejak lama (sekitar 1300 tahun) diaplikasikan kedalam sebuah bentuk pemerintahan. Dengan adanya sistem perpolitikan ini juga Islam menjadi agama serta ideologi yang berjaya dan adidaya tersebar hingga meliputi 2/3 dunia, sebelum akhirnya sistem ini diruntuhkan oleh para penghianat dan antek barat pada masa Turki Ustmani, 3 Maret 1924.
 
Bab tentang khilafah sudah banyak dibahas di dalam kitab-kitab fiqih para ulama, tidak hanya membaca sejarahnya saja tapi kita juga harus mempelajarinya di dalam bab fiqih agar mendapatkan pemahaman yang benar tentangnya.

Sebuah kemungkaran jika menyembunyikan sebuah ajaran Islam dengan alasan apapun, karena sejatinya Islam adalah agama sempurna yang tidak hanya mengatur masalah ibadah tapi juga mengatur segala aspek kehidupan termasuk bagaimana berpolitik secara Islam.

“Sungguh orang-orang yang menyembunyikan keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk yang telah Kami turunkan, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam al-Kitab, mereka itu dilaknati oleh Allah dan dilaknati pula oleh semua makhluk yang dapat melaknat.” (TQS. Al-Baqarah: 159). Wallahu’alam Bishowwab 

*)Penulis adalah Gesang Ginanjar Raharjo, Karyawan Madrasah Ibtidaiyah di Malang

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id


khilafah Gesang Ginanjar Raharjo
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Malang
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

Follow TIMES Indonesia di Google News

TIMES TV

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pantau Banjir dari Udara

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pantau Banjir dari Udara

06/01/2020 - 10:22

Ini Video 3D Tiga Pemenang Sayembara Gagasan Desain Kawasan Ibu Kota Negara

Ini Video 3D Tiga Pemenang Sayembara Gagasan Desain Kawasan Ibu Kota Negara
Wisata Dyno Park 3

Wisata Dyno Park 3
Milenial Glow Garden, Newest Wonder at Jatim Park 2 Malang

Milenial Glow Garden, Newest Wonder at Jatim Park 2 Malang
Wisata Teknologi Tinggi Funtech

Wisata Teknologi Tinggi Funtech

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Kalkulasi Politik Pilkada Tuban 2020, Afirmasi Antar-Poros Ciutkan Nyali Bacalon
    Kalkulasi Politik Pilkada Tuban 2020, Afirmasi Antar-Poros Ciutkan Nyali Bacalon
    20/01/2020 - 23:43
  • Melawan Maksiat Hoaks di Pilkada 2020
    Melawan Maksiat Hoaks di Pilkada 2020
    20/01/2020 - 19:09
  • 50 Tahun Refly Harun: Refly Harun dan Generasi Konstitusi Baru
    50 Tahun Refly Harun: Refly Harun dan Generasi Konstitusi Baru
    20/01/2020 - 16:13
  • Ada Askab, Ada Papdesi, Ada Apa Banyuwangi Sebenarnya?
    Ada Askab, Ada Papdesi, Ada Apa Banyuwangi Sebenarnya?
    20/01/2020 - 08:41
  • Apakah Revisi RUU Pemasyarakatan Mempermudah Para Koruptor untuk Mendapatkan Hak Bersyarat?
    Apakah Revisi RUU Pemasyarakatan Mempermudah Para Koruptor untuk Mendapatkan Hak Bersyarat?
    19/01/2020 - 20:19
  • TGB di Kancah Nasional: Meredupkah?
    TGB di Kancah Nasional: Meredupkah?
    19/01/2020 - 16:57
  • Reintegrasi Sosial: Sebuah Metronom Penegakan Hukum yang
    Reintegrasi Sosial: Sebuah Metronom Penegakan Hukum yang "Hilang"
    18/01/2020 - 14:03
  • Anak Depresi Salah Siapa?
    Anak Depresi Salah Siapa?
    18/01/2020 - 10:14
  • Babak Baru Kasus Bunuh Diri Siswi SMP di Ciracas
    Babak Baru Kasus Bunuh Diri Siswi SMP di Ciracas
    21/01/2020 - 09:43
  • IHSG Pagi Ini Dibuka Bergerak di Zona Hijau
    IHSG Pagi Ini Dibuka Bergerak di Zona Hijau
    21/01/2020 - 09:41
  • Cara Perkuat Kekebalan Tubuh, Konsultan Nutrisi Beberkan Tips
    Cara Perkuat Kekebalan Tubuh, Konsultan Nutrisi Beberkan Tips
    21/01/2020 - 09:37
  • Diduga Pelaku Klitih, Seorang Remaja Tertangkap Warga di Giwangan
    Diduga Pelaku Klitih, Seorang Remaja Tertangkap Warga di Giwangan
    21/01/2020 - 09:36
  • Polisi Tahan 19 Orang Buntut Bentrok Dua Ormas di Cikampek
    Polisi Tahan 19 Orang Buntut Bentrok Dua Ormas di Cikampek
    21/01/2020 - 09:35
  • Jenius Banget, Bocah 3 Tahun Punya IQ 142 jadi Anggota Termuda Mensa
    Jenius Banget, Bocah 3 Tahun Punya IQ 142 jadi Anggota Termuda Mensa
    21/01/2020 - 05:58
  • Gemesin, 4 Momen Anak-anak The Daddies Lengket Sama Kevin Sanjaya
    Gemesin, 4 Momen Anak-anak The Daddies Lengket Sama Kevin Sanjaya
    21/01/2020 - 00:08
  • 7 Shio Ini Diprediksi Bakal Beruntung dan Punya Banyak Peluang di 2020
    7 Shio Ini Diprediksi Bakal Beruntung dan Punya Banyak Peluang di 2020
    21/01/2020 - 06:40
  • Vanesha Prescilla Diganti Mawar de Jongh, Adipati: Keputusan Bagus
    Vanesha Prescilla Diganti Mawar de Jongh, Adipati: Keputusan Bagus
    21/01/2020 - 04:30
  • Aksi Kocak Wiranto Saat Greysia/Apriyani Juarai Indonesia Masters
    Aksi Kocak Wiranto Saat Greysia/Apriyani Juarai Indonesia Masters
    21/01/2020 - 00:30