Kopi TIMES

Rokok di Mata Millennials

Jumat, 13 Desember 2019 - 16:06 | 38.94k
Rokok di Mata Millennials
Fachrisa Alma Tiara Putri, Mahasiswa London School of Public Relation

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Sebagian besar millennial perokok aktif menganggap rokok sebagai sahabat sejatinya yang selalu menemani disegala aktifitas apapun. rokok bagi para perokok aktif disebut sebagai sahabat yang selalu memberikan kenyamanan dan ketenangan.

Seperti yang dikatakan oleh salah satu perokok aktif millennials Albert bilang “Cuma rokok doang yang buat gue nyaman apalagi kalau mau nyanyi biar lebih confident aja gitu” begitu juga dengan Verrel salah satu mahasiswa aktif merokok bilang “ asli Cuma rokok doang yang ngerti gua terus juga kadang ide muncul kalau lagi sebat”.

Melibatkan kepercayaan diri serta munculnya ide kreatif merupakan dorongan dari yang dianggap sahabat. Begitulah rokok yang diagung – agungkan seperti yang para perokok aktif katakan dapat memberikan ketenangan bahkan kenyamanan oleh rokok yang disebut sebagai sahabat sejati. Namun, tanpa disadari dengan kenyamanan dan ketenangan yang diberikan oleh sahabat sejatinya dapat mengantarkan para perokok aktif tersebut untuk mengetuk pintu kematian. Perlahan tapi pasti. Percayalah.

Berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan RI hampir 80% dari total perokok Indonesia mulai merokok ketika usianya belum menginjak 19 tahun. Kebiasaan merokok diketahui dapat menyebabkan 6 juta orang meninggal dunia setiap  tahunnya. Bahkan diperkirakan tahun 2030, angka kematian yang disebabkan oleh kebiasaan merokok mencapai 10 juta jiwa setiap tahunnya.

Menurut WHO, Indonesia mendapat juara ketiga dengan raihan jumlah perokok terbesar di dunia setelah China dan India, tentu ini bukan sebuah prestasi yang membanggakan untuk Indonesia. Menurut data terakhir dari Riskesdas tahun 2013 menunjukkan bahwa Jakarta menjadi lokasi di Indonesia yang memiliki populasi perokok aktif remaja terbanyak.

Seperti hal nya di sebuah cafe tempat nongkrong hitz para remaja di Jakarta, terdapat beberapa kumpulan remaja sedang membahas mengenai rokok sebagai jembatan menuju kematian. Kemudian, ditanggapi cepat oleh Dimas yang merupakan sebut saja sebagai aktivis remaja perokok aktif “gua tau kok bahaya rokok berujung kematian, but semua orang pasti akan mati, yang bukan perokok pun bakal mati juga. So kenapa harus worry about that?”.

Begitulah kalimat jangan khawatir yang dilontarkan oleh salah satu perokok aktif, seolah – olah memaklumi keburukan yang ada daripada yang dianggap sahabat olehnya meskipun itu akan membunuhnya. Iya sih, semua manusia akan mati tidak penting hasil akhirnya tapi bagaimana proses menuju kematian itu, penderitaan itu yang akan disayat oleh sahabatnya sendiri. Bukan soal semua manusia akan mati tetapi mau memilih proses yang bagaimanakah untuk menuju kematian itu sendiri.

Beberapa perokok yang menganggap rokok adalah sahabat sejati selalu dikaitkan rokok untuk meningkatkan kepercayaan diri, untuk ketenangan dan kenyamanan, untuk menghasilkan ide-ide segar, untuk diterima di circle pertemanan seperti pernyataan yang disampaikan oleh Izhar salah satu pelajar SMA di Jakarta “ya gua sih karena semua circle temen gua tuh ngerokok ya jadi biar lebih nyambung aja gitu pas hangout ya sebat deh solusinya”. bahkan ada yang merasa cupu apabila tidak merokok, pemikiran – pemikiran inilah yang membuat menjamurnya jumlah perokok aktif terutama dikalangan remaja. Bukan rokok atau yang disebut sebagai sahabat yang mengatur atas diri kalian sendiri, They can’t control you. 
 
Bukan para perokok aktif tidak tahu dengan bahayanya atas yang sudah dianggap sahabat berikan kepada para perokok aktif tersebut, tetapi para perokok aktif tersebut  sadar – se – sadar-sadarnya bahwa yang kini dianggap sebagai sahabat memiliki dampak yang sangat mengerikan bagi para pengguna rokok yaitu kematian.

Seperti yang dikatakan oleh Kevin salah satu mahasiswa dan juga sebagai pelaku bisnis “ tau banget gua emang rokok tuh bahaya banget buat kesehatan bisa bikin mati, gua juga gak mau mati tapi ya gimana ya gua tetep ngerokok sih”. Tetapi para perokok aktif tersebut tetap melakukan transaksi untuk mendapatkan kenyamanan dan ketenangan yang diberikan rokok dengan satu-satunya yang paling berharga miliknya yaitu nyawa. You wouldn’t commit sucide, so why are you killing yourself?

Berikut ini merupakan beberapa bahaya merokok bagi perokok aktif maupun perokok pasif yang sangat berbahaya, antara lain :

1.    Kanker 

Kanker ini bukan kepanjangan dari kantong kering, walau mengingat harga rokok yang sekarang bisa membuat kanker alias kantong kering dengan melambungnya harga rokok. Melainkan arti kanker disini adalah penyakit yang berujung kematian, hal ini dikarenakan terdapat lebih dari 60 zat kimia yang terkandung dalam setiap batang rokok, dapat meningkatkan radikal bebas dalam tubuh yang memicu pertumbuhan sel tidak normal.

Efek jangka panjangnya seperti kanker paru-paru, mulut, kerongkongan, ginjal, serviks, kantong kemih, pankreas perut, dan masih banyak kanker lainnya.

2.    Serangan Jantung 

Dalam setiap bungkus kemasan rokok banyak kita sering sekali temui gambar-gambar atau peringatan bahaya merokok, terutama untuk penyakit jantung ini. Rokok mengandung bahan-bahan kimia yang berpotensi menjadi racun bagi tubuh, serta menyebabkan kerusakan struktur otot jantung dan pembuluh darah jantung. Kandungan Tar dan Nikotin pada rokok ialah yang menyebabkan terjadinya penumpukkan plak pada pembuluh darah, yang kemudian menyebabkan penyakit jantung koroner.

3.    Diabetes 

Perokok aktif sangat beresiko terkena diabetes dibandingkan dengan yang tidak merokok, atau tidak terkena paparan asap rokok. Hal ini karena, kandungan nikotin di setiap batang rokok, kemudian asap yang dihasilkan dari pembakaran rokok tersebut membuat kadar gula darah menjadi teralu naik atau teralu turun.

4.    Gangguan Kehamilan dan Janin

Ibu hamil yang merokok atau terkena paparan asap rokok, akan sangat berbahaya bagi janin yang dikandung. Bila ibu hamil sering terkena asap rokok, pertumbuhan bayi yang dikandung akan terhambat. Hal ini karena kandungan nikotin di dalam rokok, bisa menghalangi plasenta menyerap nutrisi dan oksigen ke bayi. Sedangkan efek berbahaya bagi wanita perokok aktif adalah infertilitas atau ketidaksuburan.

5.    Disfungsi Ereksi

Hal ini juga disebabkan dengan teman kecil nan jahat itu yang disebut rokok. Selain terhambatnya aliran darah menuju jantung dan otak, karena kandungan yang sangat berbahaya dari asap rokok. Peredaran darah menuju organ vital atau penis juga bisa terganggu. Aliran darah yang terhambat juga memicu disfungsi ereksi.bahkan merokok bagi pria dapat menyebabkan turunnya kualitas sperma. Bahaya rokok tak hanya berbahaya pada wanita saja melainkan untuk laki-laki juga.

Jelas tidak ada yang menguntungkan atau sisi positif dari rokok yang disebut-sebut sebagai sahabat yang selalu memberikan kenyamanan dan ketenangan. Masih menganggap rokok sahabat sejati? Sesungguhnya sahabat sejati tidak akan melukai apalagi menghianati, rokok bukan sahabat sejati  tapi pembunuh. Dengan adanya kebiasaan merokok yang menjamur di Indonesia akan muncul ancaman buruk untuk masa depan bagi generasi penerus bangsa serta masa depan bangsa karena kalian adalah generasi penerus bangsa, terwujudnya cita-cita bangsa ini tergantung kalian akan bertindak seperti apa, mari bersama mewujudkan cita-cita bangsa tanpa melukai generasi penerus bangsa. Yuk mulai sekarang ubah gaya hidup kita untuk masa depan yang lebih cerah dan tentunya sehat tanpa rokok. Now, this time to say bye cigarettes and start new life without cigarettes. Stop Smoking because this world needed you.

 

Oleh: Fachrisa Alma Tiara Putri, Mahasiswa London School of Public Relation
*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id


Opini Fachrisa Alma Tiara Putri
Publisher : Rochmat Shobirin
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

Follow TIMES Indonesia di Google News

TIMES TV

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pantau Banjir dari Udara

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pantau Banjir dari Udara

06/01/2020 - 10:22

Ini Video 3D Tiga Pemenang Sayembara Gagasan Desain Kawasan Ibu Kota Negara

Ini Video 3D Tiga Pemenang Sayembara Gagasan Desain Kawasan Ibu Kota Negara
Wisata Dyno Park 3

Wisata Dyno Park 3
Milenial Glow Garden, Newest Wonder at Jatim Park 2 Malang

Milenial Glow Garden, Newest Wonder at Jatim Park 2 Malang
Wisata Teknologi Tinggi Funtech

Wisata Teknologi Tinggi Funtech

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Kejujuran Peserta Didik: Indikator Utama Kesuksesan Dalam Pendidikan
    Kejujuran Peserta Didik: Indikator Utama Kesuksesan Dalam Pendidikan
    21/01/2020 - 10:15
  • Sapaan 'Guys' dan 'Gayus' Generasi Y dan Z
    Sapaan 'Guys' dan 'Gayus' Generasi Y dan Z
    21/01/2020 - 08:55
  • Kalkulasi Politik Pilkada Tuban 2020, Afirmasi Antar-Poros Ciutkan Nyali Bacalon
    Kalkulasi Politik Pilkada Tuban 2020, Afirmasi Antar-Poros Ciutkan Nyali Bacalon
    20/01/2020 - 23:43
  • Melawan Maksiat Hoaks di Pilkada 2020
    Melawan Maksiat Hoaks di Pilkada 2020
    20/01/2020 - 19:09
  • 50 Tahun Refly Harun: Refly Harun dan Generasi Konstitusi Baru
    50 Tahun Refly Harun: Refly Harun dan Generasi Konstitusi Baru
    20/01/2020 - 16:13
  • Ada Askab, Ada Papdesi, Ada Apa Banyuwangi Sebenarnya?
    Ada Askab, Ada Papdesi, Ada Apa Banyuwangi Sebenarnya?
    20/01/2020 - 08:41
  • Apakah Revisi RUU Pemasyarakatan Mempermudah Para Koruptor untuk Mendapatkan Hak Bersyarat?
    Apakah Revisi RUU Pemasyarakatan Mempermudah Para Koruptor untuk Mendapatkan Hak Bersyarat?
    19/01/2020 - 20:19
  • TGB di Kancah Nasional: Meredupkah?
    TGB di Kancah Nasional: Meredupkah?
    19/01/2020 - 16:57
  • Ruben Onsu Umumkan Nama Mandarin Betrand Peto, Huang Sheng Bao
    Ruben Onsu Umumkan Nama Mandarin Betrand Peto, Huang Sheng Bao
    22/01/2020 - 10:43
  • Cegah Stunting, Pakar Gizi Minta Pemerintah Maksimalkan Peran Posyandu
    Cegah Stunting, Pakar Gizi Minta Pemerintah Maksimalkan Peran Posyandu
    22/01/2020 - 10:41
  • Tega Banget, Perkara Biaya Parkir Rp 3 Ribu Pengguna Ojol Ini Minta Cancel
    Tega Banget, Perkara Biaya Parkir Rp 3 Ribu Pengguna Ojol Ini Minta Cancel
    22/01/2020 - 10:41
  • Kemensos Dukung Pengembangan SDM Kesejahteraan Sosial di Kalimantan Utara
    Kemensos Dukung Pengembangan SDM Kesejahteraan Sosial di Kalimantan Utara
    22/01/2020 - 10:41
  • Sergio Farias Berharap Pemain Asing Persija Segera Ikut Latihan
    Sergio Farias Berharap Pemain Asing Persija Segera Ikut Latihan
    22/01/2020 - 10:40
  • Suami Syok, Dua Minggu Menikah Baru Tahu Istrinya Adalah Pria
    Suami Syok, Dua Minggu Menikah Baru Tahu Istrinya Adalah Pria
    22/01/2020 - 05:53
  • Lee Yong Dae Ingin Tinggal di Indonesia: Ceweknya Cantik Semua
    Lee Yong Dae Ingin Tinggal di Indonesia: Ceweknya Cantik Semua
    22/01/2020 - 05:00
  • Pengguna Android Disarankan Hapus 17 Aplikasi Ini
    Pengguna Android Disarankan Hapus 17 Aplikasi Ini
    22/01/2020 - 01:06
  • Warga Tanjung Priok Turun ke Jalan, Tuntut Menteri Yasonna Minta Maaf
    Warga Tanjung Priok Turun ke Jalan, Tuntut Menteri Yasonna Minta Maaf
    22/01/2020 - 07:00
  • Ya Ampun, Calon 'Bidadari Baru' One Pride ini Bikin Ngilu
    Ya Ampun, Calon 'Bidadari Baru' One Pride ini Bikin Ngilu
    22/01/2020 - 07:00