Pendidikan

PP GP Ansor: Mendikbud RI Harus Fokus pada Gerakan Radikalisme di Kampus

Jumat, 13 Desember 2019 - 12:40 | 78.58k
PP GP Ansor: Mendikbud RI Harus Fokus pada Gerakan Radikalisme di Kampus
Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas (FOTO: Dokumen TIMES Indonesia)
Pewarta: Imam Kusnin Ahmad | Editor: Deasy Mayasari

TIMESINDONESIA, JAKARTAMendikbud RI Nadiem Anwar Makarim diminta fokus terhadap sejumlah kampus negeri yang terpapar radikalisme. Penegasan ini disampaikan Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas. 

Menurut Yaqut, permintaan agar Mendiknas lebih memperhatikan persoalan radikalisme yang berkembang di kampus bukan tanpa dasar karena ancamannya sudah di depan mata. 

“Mas Menteri Nadiem saya pikir harus mulai memetakan potensi gerakan radikalisme yang ada di kampus, terutama di universitas negeri yang secara birokrasi langsung di bawah beliau,” ujar Gus Yaqut, panggilan akrab Ketum GP Ansor itu, Jumat (13/12).

Menurut Gus Yaqut, peringatan soal potensi gerakan radikalisme di kampus itu sudah diungkapkan jauh-jauh hari oleh sejumlah lembaga seperti Alvara Research hingga Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). 

“Ini merupakan pekerjaan besar bagi Mendikbud agar jalan ideologi sejumlah kampus negeri tegak lurus dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Potensi radikalisme ini mengemuka kurang lebih dalam 2-3 tahun terakhir,” tegasnya.

Survei Alvara Research di tahun ini menyebutkan, sejumlah kampus universitas negeri terkemuka terpapar radikalisme yang dibawa kelompok-kelompok keagamaan yang eksklusif yakni kelompok Salafi-Wahabi. 

Gus Yaqut mencontohkan kejadian yang menimpa Ketua LP3M Universitas Jember (Unej) Akhmad Taufiq yang diberhentikan Rektor Unej Prof Moh Hasan setelah pemaparan soal radikalisme yang ada di kampus. 

“Peringatan dari Pak Taufiq kenapa harus berujung pemberhentian, padahal itu peringatan baik yang harus direspons dengan cermat pula oleh rektorat. Semestinya Pak Nadiem mengingatkan Rektor Unej,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3EM) Unej Akhmad Taufiq diberhentikan rektor setelah memaparkan pemetaan ilmiah dalam Festival HAM yang digelar Pemkab Jember pada pertengahan November 2019. Hasil pemetaan LP3M Unej menyebut, 22 persen mahasiswa Unej terpapar radikalisme. 

“Angka 22 persen mahasiswa terpapar radikalisme di sebuah Perguruan Tinggi Negeri saya kira sudah masuk kategori mengkhawatirkan. Kenapa rektor kemudian bertindak seperti itu? Apa karena ada persoalan internal di antara mereka? Atau memang rektor abai terhadap potensi itu,” kata Gus Yaqut. 

Dia menegaskan, permasalah yang terjadi seperti di Universitas Jember harus menjadi perhatian serius bagi Kemendiknas. “Apalagi saya dengar akan ada pergantian rektor di kampus itu, jangan sampai rektor di sebuah universitas yang dikelilingi banyak pesantren ini jatuh ke tangan kelompok yang terpapar radikalisme dan terafiliasi dengan kelompok Salafi-Wahabi,” ujarnya.

Saat ini pemilihan rektor di Universitas Jember sudah memasuki babak akhir. Tiga kandidat bertarung untuk menjabat Rektor Unej periode 2020-2024. Ketiga calon itu adalah Prof Dafik Phd, Dr Zulfikar, dan Dr Iwan Taruna. 

PP GP Ansor selama ini konsen menolak radikalisme, wahabisme di Kampus. Karena ini pula Ansor minta Mendikbud RI juga waspada. (*)


Mendikbud RI Nadiem Anwar Makarim PP GP Ansor
Publisher : Sholihin Nur
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

Follow TIMES Indonesia di Google News

TIMES TV

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pantau Banjir dari Udara

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pantau Banjir dari Udara

06/01/2020 - 10:22

Ini Video 3D Tiga Pemenang Sayembara Gagasan Desain Kawasan Ibu Kota Negara

Ini Video 3D Tiga Pemenang Sayembara Gagasan Desain Kawasan Ibu Kota Negara
Wisata Dyno Park 3

Wisata Dyno Park 3
Milenial Glow Garden, Newest Wonder at Jatim Park 2 Malang

Milenial Glow Garden, Newest Wonder at Jatim Park 2 Malang
Wisata Teknologi Tinggi Funtech

Wisata Teknologi Tinggi Funtech

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Nilai Tertentu dalam Substansi Kebijakan Publik dan Model Penilaian Kinerja
    Nilai Tertentu dalam Substansi Kebijakan Publik dan Model Penilaian Kinerja
    25/01/2020 - 23:20
  • Upaya Peningkatan Kualitas Pendidikan yang Berorientasi Pada Proses (Kejujuran) dan Hasil
    Upaya Peningkatan Kualitas Pendidikan yang Berorientasi Pada Proses (Kejujuran) dan Hasil
    25/01/2020 - 22:32
  • Bebas Biaya Sertifikasi Produk Halal Bagi Usaha Mikro Kecil
    Bebas Biaya Sertifikasi Produk Halal Bagi Usaha Mikro Kecil
    25/01/2020 - 20:26
  • Penyeludupan Barang Impor Berujung Pemecatan Dirut Garuda Indonesia
    Penyeludupan Barang Impor Berujung Pemecatan Dirut Garuda Indonesia
    25/01/2020 - 13:40
  • Implementasi dan Analisis Kebijakan Publik dalam Meningkatkan Mutu Serta Kualitas Kinerja Pelayanan Publik di Indonesia
    Implementasi dan Analisis Kebijakan Publik dalam Meningkatkan Mutu Serta Kualitas Kinerja Pelayanan Publik di Indonesia
    25/01/2020 - 13:28
  • Surabaya Setelah Risma
    Surabaya Setelah Risma
    25/01/2020 - 12:10
  • Kebijakan Konsisten Dalam Pelayan Publik
    Kebijakan Konsisten Dalam Pelayan Publik
    24/01/2020 - 16:02
  • Generasi Anak Muda Krisis Moral, Masihkah Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Negara Indonesia?
    Generasi Anak Muda Krisis Moral, Masihkah Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Negara Indonesia?
    23/01/2020 - 15:08
  • Naik Rp 6.000, Harga Jual Emas Antam Dibanderol Rp 774.000 Per Gram
    Naik Rp 6.000, Harga Jual Emas Antam Dibanderol Rp 774.000 Per Gram
    27/01/2020 - 10:22
  • Kecelakaan saat Naik Helikopter Pribadi, Ini Koleksi Kendaraan Kobe Bryant
    Kecelakaan saat Naik Helikopter Pribadi, Ini Koleksi Kendaraan Kobe Bryant
    27/01/2020 - 10:20
  • Logo Pasukan Antariksa AS Dicibir Mirip Star Trek
    Logo Pasukan Antariksa AS Dicibir Mirip Star Trek
    27/01/2020 - 10:20
  • Terjebak Corona, 21 Mahasiswa Surabaya di Wuhan Pulang 2 Febuari
    Terjebak Corona, 21 Mahasiswa Surabaya di Wuhan Pulang 2 Febuari
    27/01/2020 - 10:19
  • Liverpool Gagal Menang, Berikut Hasil Piala FA Babak Keempat
    Liverpool Gagal Menang, Berikut Hasil Piala FA Babak Keempat
    27/01/2020 - 10:17
  • Pasca Imlek, 4 Shio Ini Bakal Dapat Banyak Keuntungan
    Pasca Imlek, 4 Shio Ini Bakal Dapat Banyak Keuntungan
    27/01/2020 - 06:12
  • Syok Lihat Pacar Gak Pake Makeup, Pria Korea Minta Tolong ke Warganet
    Syok Lihat Pacar Gak Pake Makeup, Pria Korea Minta Tolong ke Warganet
    27/01/2020 - 06:53
  • Kecelakaan Tragis, Legenda NBA Kobe Bryant Tewas di Usia 41 Tahun
    Kecelakaan Tragis, Legenda NBA Kobe Bryant Tewas di Usia 41 Tahun
    27/01/2020 - 03:50
  • Benarkah Virus Corona Senjata Biologi yang Dikembangkan China?
    Benarkah Virus Corona Senjata Biologi yang Dikembangkan China?
    27/01/2020 - 07:46
  • Heboh, Beredar Video Pasien Virus Corona Kejang Hebat di RS Wuhan
    Heboh, Beredar Video Pasien Virus Corona Kejang Hebat di RS Wuhan
    27/01/2020 - 08:24