Kopi TIMES Universitas Islam Malang

Sejarah Pergerakan Mahasiswa

Jumat, 06 Desember 2019 - 15:45 | 27.08k
Sejarah Pergerakan Mahasiswa
Moh. Rofiq Risandi, Mahasiswa Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi (FIA), Ketua kajian interdisipliner karya ilmiah Universitas Islam Malang
FOKUS

Universitas Islam Malang

Editor: Dhina Chahyanti

TIMESINDONESIA, MALANGGERAKAN mahasiswa di hampir seluruh Indonesia yang menentang keputusan pemerintah yang berencana akan menaikan BBM awal April 2012, akhirnya tidak berhasil menekan DPR untuk tidak mengubah pasal 7 ayat (6) UU APBN sehingga rencana kenaikan harga BBM hanya ditunda pelaksanaannya. Saya yakin bahwa perjuangan mahasiswa masih akan terus bergejolak. Peristiwa Ini kembali mengingatkan saya tentang perjuangan mahasiswa meruntuhkan rezim Soeharto, di tengah era reformasi yang menggeliat. Presiden seumur hidup itu berhasil ditumbangkan oleh sang orator ulung pada tahun1998, siapa lagi kalau bukan mahasiswa. Berikut adalah sejarah pergerakan mahasiswa di Indonesia:

Pemuda-pelajar-mahasiswa mendirikan organisasi modern yang diberi nama Boedi Oetomo di Jakarta pada tanggal 20 Mei 1908. Tujuan perkumpulan ini adalah untuk Kemajuan yang selaras buat negeri dan bangsa, terutama dengan memajukan pengajaran, pertanian, peternakan dan dagang, teknik dan industri, serta kebudayaan. Kehadiran Boedi Oetomo pada masa itu merupakan suatu episode sejarah yang menandai munculnya sebuah angkatan pembaharu dengan kaum terpelajar dan mahasiswa sebagai aktor terdepannya, yang pertama dalam sejarah Indonesia 1928.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Pada pertengahan 1923, serombongan mahasiswa yang bergabung dalam Indonesische Vereeninging (nantinya berubah menjadi Perhimpunan Indonesia) kembali ke tanah air. Kecewa dengan perkembangan kekuatan-kekuatan perjuangan di Indonesia, dan melihat situasi politik yang dihadapi, mereka membentuk kelompok studi yang dikenal amat berpengaruh, karena keaktifannya dalam diskursus kebangsaan saat itu. Pertama, adalah Kelompok Studi Indonesia (Indonesische Studie-club) yang dibentuk di Surabaya pada tanggal 29 oktober 1924 oleh Soetomo. Kedua, Kelompok Studi Umum direalisasikan oleh para nasionalis dan mahasiswa Sekolah Tinggi Teknik di Bandung yang dimotori oleh Soekarno pada tanggal 11 Juli 1925.

Dari kebangkitan kaum terpelajar, mahasiswa, intelektual, dan aktivis pemuda itulah, munculnya generasi baru pemuda Indonesia yang memunculkan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Sumpah Pemuda dicetuskan melalui Konggres Pemuda II yang berlangsung di Jakarta pada 26-28 Oktober 1928, dimotori oleh PPPI.

Pada priode 1965-1998, pergerakan mahasiswa dan tatanan politik di Indonesia bergerak dinamais dalam beberapa fase besar. Di antaranya beberapa organisasi mahasiswa pada masa itu adalah CGMI ( Consentrasi gerakan mahasiswa Indonesia ) menonjol setelah kemenangan PKI di tahun 1955. Dampak dari demokrasi yang liberal (1950-1959) adalah lahirnya organisasi ekstra kampus seperti HMI, GMNI, PMII, GMKI, PMKRI, GEMSOS dan lain-lain.

Secara umum kondisi pendidikan maupun kehidupan politik pada zaman pemerintahan Jepang jauh lebih represif dibandingkan dengan kolonial Belanda, antara lain dengan melakukan pelarangan terhadap segala kegiatan yang berbau politik; dan hal ini ditindak lanjuti dengan membubarkan segala organisasi pelajar dan mahasiswa, termasuk partai politik, serta insiden kecil di Sekolah Tinggi Kedokteran Jakarta yang mengakibatkan mahasiswa dipecat dan dipenjarakan.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Praktis, akibat kondisi yang vacum tersebut, maka mahasiswa kebanyakan akhirnya memilih untuk lebih mengarahkan kegiatan dengan berkumpul dan berdiskusi, bersama para pemuda lainnya terutama di asrama-asrama. Tiga asrama yang terkenal dalam sejarah, berperan besar dalam melahirkan sejumlah tokoh, adalah Asrama Menteng Raya, Asrama Cikini, dan Asrama Kebon Sirih. Tokoh-tokoh inilah yang nantinya menjadi cikal bakal generasi 1945, yang menentukan kehidupan bangsa.

Salah satu peran angkatan muda 1945 yang bersejarah, dalam kasus gerakan kelompok bawah tanah yang antara lain dipimpin oleh Chaerul Saleh dan Soekarni saat itu, yang terpaksa menculik dan mendesak Soekarno dan Hatta agar secepatnya memproklamirkan kemerdekaan, peristiwa ini dikenal kemudian dengan Peristiwa Rengasdengklok.

Pada tahun 1965 dan 1966, pemuda dan mahasiswa Indonesia banyak terlibat dalam perjuangan yang ikut mendirikan Orde Baru. Gerakan ini dikenal dengan istilah Angkatan ’66, yang menjadi awal kebangkitan gerakan mahasiswa secara nasional, sementara sebelumnya gerakan-gerakan mahasiswa masih bersifat kedaerahan. Tokoh-tokoh mahasiswa saat itu adalah mereka yang kemudian berada pada lingkar kekuasaan Orde Baru.

Gerakan ini berhasil membangun kepercayaan masyarakat untuk mendukung mahasiswa menentang Komunis yang ditukangi oleh PKI (Partai Komunis Indonesia). Setelah Orde Lama berakhir, aktivis Angkatan ’66 pun mendapat hadiah yaitu dengan banyak yang duduk di kursi DPR/MPR serta diangkat dalam kabibet pemerintahan Orde Baru. pada masa ini ada salah satu tokoh yang sangat idealis,yang sampai sekarang menjadi panutan bagi mahasiswa-mahasiswa yang idealis setelah masanya, dia adalah seorang aktivis yang tidak peduli mau dimusuhi atau didekati yang penting pandangan idealisnya tercurahkan untuk bangsa ini, dia adalah Soe Hok Gie.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Realitas berbeda yang dihadapi antara gerakan mahasiswa 1966 dan 1974, adalah bahwa jika generasi 1966 memiliki hubungan yang erat dengan kekuatan militer, untuk generasi 1974 yang dialami adalah konfrontasi dengan militer. Sebelum gerakan mahasiswa 1974 meledak, bahkan sebelum menginjak awal 1970-an, sebenarnya para mahasiswa telah melancarkan berbagai kritik dan koreksi terhadap praktek kekuasaan rezim Orde Baru, seperti:

Golput yang menentang pelaksanaan pemilu pertama pada masa Orde Baru pada 1972 karen Golkar dinilai curang.

• Gerakan menentang pembangunan TMII pada1972 yang menggusur banyak rakyat kecil yang tinggal di lokasi tersebut.

Diawali dengan reaksi terhadap kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), aksi protes lainnya yang paling mengemuka disuarakan mahasiswa adalah tuntutan pemberantasan korupsi. Lahirlah, selanjutnya apa yang disebut gerakan “Mahasiswa Menggugat” yang dimotori Arif Budiman yang program utamanya adalah aksi pengecaman terhadap kenaikan BBM, dan korupsi 1977-1978.

Gerakan mahasiswa tahun 1977/1978 ini tidak hanya berporos di Jakarta dan Bandung saja namun meluas secara nasional meliputi kampus-kampus di kota Surabaya, Medan, Surabaya, Ujungpandang (sekarang Makasar), dan Palembang. 28 Oktober 1977, delapan ribu anak muda menyemut di depan kampus ITB. Mereka berikrar satu suara, “Turunkan Suharto!”. Besoknya, semua yang berteriak, raib ditelan terali besi. Kampus segera berstatus darurat perang. Namun, sekejap kembali tentram.

Gerakan yang menuntut kebebasan berpendapat dalam bentuk kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik di dalam kampus pada 1987-1990 sehingga akhirnya demonstrasi bisa dilakukan mahasiswa di dalam kampus perguruan tinggi. Saat itu demonstrasi di luar kampus termasuk menyampaikan aspirasi dengan longmarch ke DPR/DPRD tetap terlarang.

Pada periode 1965-1998, pergerakan mahasiswa dan tatanan politik di Indonesia bergerak dinamis dalam beberapa fase besar. Di antaranya beberapa organisasi mahasiswa pada masa itu adalah CGMI (Consentrasi gerakan mahasiswa Indonesia) menonjol setelah kemenangan PKI di tahun 1955. Dampak dari demokrasi yang liberal (1950-1959) adalah lahirnya organisasi ekstra kampus seperti HMI, GMNI, PMII, GMKI, PMKRI, GEMSOS dan lain-lain.

CGMI dan PKI menjadi common enemy atau musuh bersama gerakan mahasiswa, kemudian hal itu memicu munculnya kesepakatan untuk mendirikan KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Idonesia) oleh PMKRI, HMI, PMII, gerakan mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), sekretariat bersama organisasi-organisasi loka (SOMAL), mahasiswa pancasila (Mapancas), dan ikatan pers Mahasiswa (IPMI).

Gerakan 1998 menuntut reformasi dan dihapuskannya “KKN” (korupsi, kolusi dan nepotisme) pada 1997-1998, lewat pendudukan gedung DPR-MPR oleh ribuan mahasiswa, akhirnya memaksa Presiden Soeharto melepaskan jabatannya. Berbagai tindakan represif yang menewaskan aktivis mahasiswa dilakukan pemerintah untuk meredam gerakan ini di antaranya: Peristiwa Cimanggis, Peristiwa Gejaya, Tragedi Trisakti, Tragedi Semanggi I dan II.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

*) Penulis: Moh. Rofiq Risandi, Mahasiswa Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi (FIA), Ketua kajian interdisipliner karya ilmiah Universitas Islam Malang

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id


Unisma Opini Kopitimes
Publisher : Sholihin Nur
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

Follow TIMES Indonesia di Google News

TIMES TV

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pantau Banjir dari Udara

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pantau Banjir dari Udara

06/01/2020 - 10:22

Ini Video 3D Tiga Pemenang Sayembara Gagasan Desain Kawasan Ibu Kota Negara

Ini Video 3D Tiga Pemenang Sayembara Gagasan Desain Kawasan Ibu Kota Negara
Wisata Dyno Park 3

Wisata Dyno Park 3
Milenial Glow Garden, Newest Wonder at Jatim Park 2 Malang

Milenial Glow Garden, Newest Wonder at Jatim Park 2 Malang
Wisata Teknologi Tinggi Funtech

Wisata Teknologi Tinggi Funtech

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Surabaya Setelah Risma
    Surabaya Setelah Risma
    25/01/2020 - 12:10
  • Generasi Anak Muda Krisis Moral, Masihkah Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Negara Indonesia?
    Generasi Anak Muda Krisis Moral, Masihkah Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Negara Indonesia?
    23/01/2020 - 15:08
  • Sejarah Pengaturan Kewarganegaraan di Indonesia
    Sejarah Pengaturan Kewarganegaraan di Indonesia
    23/01/2020 - 14:46
  • Islam Nusantara Sebagai Tiang Utama Umat Islam dalam Menancapkan Nasionalisme di dalam Sanubari dan Karakter Mahasiswa Unisma Malang
    Islam Nusantara Sebagai Tiang Utama Umat Islam dalam Menancapkan Nasionalisme di dalam Sanubari dan Karakter Mahasiswa Unisma Malang
    23/01/2020 - 14:39
  • Berdayakan Usaha Kecil dengan Konektivitas Relevan untuk Masa depan
    Berdayakan Usaha Kecil dengan Konektivitas Relevan untuk Masa depan
    23/01/2020 - 00:37
  • Penerapan Larangan Kantong Plastik di Pusat Pembelanjaan
    Penerapan Larangan Kantong Plastik di Pusat Pembelanjaan
    22/01/2020 - 23:27
  • Radikalisasi di Era 4.0 
    Radikalisasi di Era 4.0 
    22/01/2020 - 17:16
  • Kursi of Kursi
    Kursi of Kursi
    22/01/2020 - 14:28
  • Terus Bertambah, Korban Meninggal Akibat Virus Corona Mencapai 41 Orang
    Terus Bertambah, Korban Meninggal Akibat Virus Corona Mencapai 41 Orang
    25/01/2020 - 12:12
  • Khusus Imlek Tahun Ini, Edgar Tiadakan Tradisi Bagi Angpao, Ini Alasannya
    Khusus Imlek Tahun Ini, Edgar Tiadakan Tradisi Bagi Angpao, Ini Alasannya
    25/01/2020 - 12:10
  • Imlek 2020: Gus Dur Pahlawan Etnis Tionghoa Indonesia
    Imlek 2020: Gus Dur Pahlawan Etnis Tionghoa Indonesia
    25/01/2020 - 11:59
  • Mirip Star Trek, Logo Baru Pasukan Luar Angkasa AS Tuai Kritikan
    Mirip Star Trek, Logo Baru Pasukan Luar Angkasa AS Tuai Kritikan
    25/01/2020 - 11:59
  • Sempat Hilang, Rubingah Bertemu Pria yang Menendangnya di Pasar Gendeng
    Sempat Hilang, Rubingah Bertemu Pria yang Menendangnya di Pasar Gendeng
    25/01/2020 - 11:58
  • Viral, Video Warga Wuhan Berjatuhan di Jalan Akibat Virus Corona
    Viral, Video Warga Wuhan Berjatuhan di Jalan Akibat Virus Corona
    25/01/2020 - 05:28
  • Main Tik Tok, Goyangan Marion Jola Gemesin Bikin Warganet Gagal Fokus
    Main Tik Tok, Goyangan Marion Jola Gemesin Bikin Warganet Gagal Fokus
    25/01/2020 - 01:20
  • Dibanding MERS dan SARS, Seberapa Mematikan Virus Corona?
    Dibanding MERS dan SARS, Seberapa Mematikan Virus Corona?
    25/01/2020 - 00:36
  • Pesaing Innova Laku, 3 Shio Hadapi Utang Hingga Monas Tergenang Air
    Pesaing Innova Laku, 3 Shio Hadapi Utang Hingga Monas Tergenang Air
    25/01/2020 - 06:00
  • Awas! Ada Siluman Intai Wilayah Udara Indonesia, Jaraknya Cuma 1 Jam
    Awas! Ada Siluman Intai Wilayah Udara Indonesia, Jaraknya Cuma 1 Jam
    25/01/2020 - 08:50