Kopi TIMES

Membangun Bima dan Indonesia dengan Konsep Sultan Muhammad Salahuddin

Jumat, 06 Desember 2019 - 08:54 | 21.21k
Membangun Bima dan Indonesia dengan Konsep Sultan Muhammad Salahuddin
Rahmat Zuhair, Mahasiswa IPB University dan Peserta Rumah Kepemimpinan
Editor: Yatimul Ainun

TIMESINDONESIA, MALANGBangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah.

Begitulah kutipan dari Proklamator Indonesia ketika berbicara di depan ribuan rakyat ketika itu. Membaca dan mendalami kembali pemikiran dari tokoh tokoh terdahulu harusnya menjadi hal yang wajib bagi orang orang yang ingin mengadakan perubahan bagi lingkungan dan kondisi sosialnya.

Menyelami pemikiran dan pengalaman perjuangan para tokoh yang pada masanya mencurahkan pikiran dan tenaganya untuk menciptakan peradaban yang lebih baik untuk generasi selanjutnya.

Bima, sebuah daerah di NTT. Begitulah kebanyakan orang membayangkan Bima dalam bentangan peta Indonesia. Tetapi pada dasarnya hal ini bagi penulis adalah sebuah tantangan dan pertanyaan, apakah dou mbojo khususnya pemuda Bima sudah menjadi Duta terbaik yang dimiliki oleh Bima atau masih menjadi objek dalam peradaban Indonesia saat ini. Tetapi, pemuda Bima setidaknya pernah menjadi hakim dalam penentuan 2 Presiden dan Wakil Presiden Indonesia di masanya.

Moral hazard dari para Birokrat, perbuatan amoral dari masyarakat, dan masih banyak lagi fenomena yang memprihatinkan kondisi Bima saat ini. Ketika membaca media lokal masih banyak perbuatan kriminal daripada prestasi yang ditampilkan. Sungguh miris. Mulai kasus narkoba, pembunuhan, konflik antar desa masih menjadi isu yang tampil di layar media lokal Bima.

Apakah para tokoh Bima tidak meninggalkan konsep kehidupan yang baik kepada generasi saat ini? Tentu pertanyaan itu kurang tepat karena konsep konsep kehidupan dari Tokoh tokoh besar Bima masih terngiang saat ini tetapi yang menjadi kendala adalah kesadaran.

Bima mempunyai beberapa tokoh yang seharusnya menjadi idola bagi para pemudanya, tentunya akan menjadi idola bagi masyarakat Indonesia ketika konsep dari tokoh pahlawan dari Bima tercermin dari kehidupan kita sehari hari. Sultan Muhammad Salahuddin adalah salah satu contohnya. Konsep pengelolaan masyarakat dan peradaban terbaik pernah diterapkan di Tanah Bima, yaitu:

Pendidikan Agama

Peningkatan kualitas Iman dan Taqwa menjadi fokus utama pembangunan fondasi pembentukan peradaban yang baik di tanah Bima. Sultan yang bergelar 'Ma Kakidi Agama' yang artinya 'Menegakkan Agama' ini menjadikan pendidikan agama untuk menangkal kebudayaan global yang disebarluaskan oleh Penjajah dari barat pada masa itu. Konsep ini sangat penting dimasa sekarang karena pada dasarnya agama menjadi tameng dalam menjaga kebudayaan dan identitas suatu bangsa, sehingga kebudayaan Indonesia dapat kita jaga dan tidak tercipta mental-mental barat yang sedikit sedikit impor dan konsumtif pada barang luar negeri.

Pendidikan Modern

Selama membaca buku 'Jejak Para Sultan Bima' penulis mendapati semangat perubahan dan pikiran visioner dari Sultan Muhammada Salahudiin yaitu ketika mencoba menerapkan pembelajaran modern dan juga menghadirkan guru guru dari luar untuk menambah pemahaman masyarakat Bima agar tidak tertinggal dalam hal keilmuan modern. Pesan dari konsep yang kedua ini adalah selain mempelajari Ilmu agama generasi muda Bima khsusunya dan umumnya Indonesia harus mengikuti perkembangan pengetahuan pengetahuan modern. Wawasan yang luas dan terupdate adalah modal untuk menjadi pahawan peradaban dan menjadi problem solver dalam sebuah lingkungan sosial.

Pergerakan atau Politik

Langkah selanjutnya yang dilakukan oleh Sultan Muhammad Salahuddin adalah dengan menggunakan konsep pergerakan/Politik. Sedari kecil beliau telah belajar banyak hal terutama strategi pergerakan dan politik sehingga ketika menjelang usia remaja beliau sudah paham dan mampu menjadi penggerakan dalam menyelamatkan Bima dari serangan penjajah ketika itu. Semangat untuk bergerak dan kesabaran dalam menyusun strategi dan juga menuntut ilmu menjadi hal yang wajib kita pelajari dari sosok sultan Bima yang namanya diabadikan menjadi nama Bandara di Bima ini. 

Kekuatan Ilmu Agama akan melahirkan akhlak dan keoptimisan dalam berjuang karena masyarakat yang dibangun dengan konsep keagamana akan lebih semanagat dalam berjuang karena pondasi dari kesemuanya sudah dibangun dan masyarakat memiliki identitas tersendiri sehingga tidak gampang terpengaruh oleh paham dan kebudayaan luar yang negatif.

Selanjutnya tidak ketinggalan mengenai ilmu ilmu modern menjadi hal yang wajib diupdate dan menjadi sebuah keharusan dalam mempelajarinya karena zaman semakin berkembang tentunya kita semua harus menyesuaikannya dengan ilmu pengetahuan yang kita punya dan terakhir adalah kemauan dalam bergerak untuk menciptakan peradaban yang lebih baik untuk Bima dan Indonesia.  

Dengan ketiga konsep di atas Sultan Muhammad Salahuddin berani memproklamirkan bahwa Bima adalah bagian dari NKRI kepada Soekarno yang pada saat itu sedang berkunjung ke Bima. Tentunya kita pun sebagai pemuda bisa menjadi penggerak dan proklamator. Indonesia adalah milik semua warga negara Indonesia, bukan milik oligarki. Ketika tiga konsep Sultan Muhammad Salahuddin kita pelajari dan konsisten menanamkan dalam kehidupan sehari hari.

* Penulis: Rahmat Zuhair, Mahasiswa IPB University dan Peserta Rumah Kepemimpinan

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id


Opini Bima Rahmat Zuhair
Publisher : Sholihin Nur
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

Follow TIMES Indonesia di Google News

TIMES TV

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pantau Banjir dari Udara

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pantau Banjir dari Udara

06/01/2020 - 10:22

Ini Video 3D Tiga Pemenang Sayembara Gagasan Desain Kawasan Ibu Kota Negara

Ini Video 3D Tiga Pemenang Sayembara Gagasan Desain Kawasan Ibu Kota Negara
Wisata Dyno Park 3

Wisata Dyno Park 3
Milenial Glow Garden, Newest Wonder at Jatim Park 2 Malang

Milenial Glow Garden, Newest Wonder at Jatim Park 2 Malang
Wisata Teknologi Tinggi Funtech

Wisata Teknologi Tinggi Funtech

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Reintegrasi Sosial: Sebuah Metronom Penegakan Hukum yang
    Reintegrasi Sosial: Sebuah Metronom Penegakan Hukum yang "Hilang"
    18/01/2020 - 14:03
  • Inilah Sosok di Balik Kemesraan TNI-Polri
    Inilah Sosok di Balik Kemesraan TNI-Polri
    17/01/2020 - 21:51
  • Komik Si Binsa Membumikan Nilai-Nilai Pancasila
    Komik Si Binsa Membumikan Nilai-Nilai Pancasila
    17/01/2020 - 21:16
  • Keteladanan Sang Kakek, Pembelajar Tanpa Sekolah
    Keteladanan Sang Kakek, Pembelajar Tanpa Sekolah
    17/01/2020 - 20:56
  • Ilusi Harapan Sosial
    Ilusi Harapan Sosial
    17/01/2020 - 04:22
  • Mengukur Semangat Milenial di Era Teknologi dalam Menjiwai Nilai-Nilai Pancasila
    Mengukur Semangat Milenial di Era Teknologi dalam Menjiwai Nilai-Nilai Pancasila
    16/01/2020 - 22:32
  • Sarapan Itu Penting, Jangan Dilewatkan Ya!
    Sarapan Itu Penting, Jangan Dilewatkan Ya!
    16/01/2020 - 05:45
  • Terimakasih atau Terima Kasih
    Terimakasih atau Terima Kasih
    16/01/2020 - 01:14
  • Mulan Jameela Kini Berhijab, Ahmad Dhani : Saya Nggak Salah Pilih
    Mulan Jameela Kini Berhijab, Ahmad Dhani : Saya Nggak Salah Pilih
    18/01/2020 - 16:35
  • Carolina Marin, Tinggalkan Tari Flamenco karena Jatuh Hati Pada Bulutangkis
    Carolina Marin, Tinggalkan Tari Flamenco karena Jatuh Hati Pada Bulutangkis
    18/01/2020 - 16:32
  • Geger Pohon Menangis di Jember, Bikin Warga Merinding Lari Terbirit-birit
    Geger Pohon Menangis di Jember, Bikin Warga Merinding Lari Terbirit-birit
    18/01/2020 - 16:26
  • Lantai Telah Dibongkar, Sumber Hawa Panas di Pandeglang Masih Misterius
    Lantai Telah Dibongkar, Sumber Hawa Panas di Pandeglang Masih Misterius
    18/01/2020 - 16:25
  • Ke Final Indonesia Masters, Mata Greysia / Apriyani Sampai Kunang-Kunang
    Ke Final Indonesia Masters, Mata Greysia / Apriyani Sampai Kunang-Kunang
    18/01/2020 - 16:20
  • Usai Heboh Pebulutangkis Cantik Korea Panggil Rian Ardianto 'Cintaku'
    Usai Heboh Pebulutangkis Cantik Korea Panggil Rian Ardianto 'Cintaku'
    18/01/2020 - 05:00
  • Banjir Mulai Muncul Lagi di Jakarta
    Banjir Mulai Muncul Lagi di Jakarta
    18/01/2020 - 06:10
  • Vanessa Angel Punya Bisnis yang Bikin Orang Bahagia
    Vanessa Angel Punya Bisnis yang Bikin Orang Bahagia
    18/01/2020 - 05:50
  • Peternak Meninggal Dimakan Babi Usai Kena Serangan Jantung
    Peternak Meninggal Dimakan Babi Usai Kena Serangan Jantung
    18/01/2020 - 06:59
  • Kini Jadi 'Anak', Liu Yuchen Akui Mirip Putra Hendra Setiawan
    Kini Jadi 'Anak', Liu Yuchen Akui Mirip Putra Hendra Setiawan
    18/01/2020 - 00:49