Kopi TIMES

Tambang Terbuka Grasberg Ditutup, Papua Kehilangan Sandaran Ekonomi

Jumat, 06 Desember 2019 - 09:19 | 94.39k
Tambang Terbuka Grasberg Ditutup, Papua Kehilangan Sandaran Ekonomi
Dewi Retno Oscarini, Mahasiswi Politeknik Statistika STIS.
Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, MALANG – Sebagai provinsi paling timur Indonesia, potensi Papua sangat melimpah,tidak kalah dengan provinsi-provinsi Indonesia lainnya.

Provinsi dengan penduduk sekitar 3 juta jiwa ini memiliki banyak kekayaan alam yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan penduduk, seperti hasil hutan berupa kayu maupun non-kayu, tangkapan hasil laut, kekayaan flora fauna endemik yang hanya ada di Papua, serta alamnya yang masih asri dan alami yang indah sehingga mampu menarik turis lokal maupun mancanegara untuk berkunjung. 

Selain itu, dari segi industri, Papua juga memiliki potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang terletak di kabupaten Membramo. Berdasarkan hitungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Mamberamo memiliki potensi tenaga air sebesar 12.284 MW yang tersebar di 34 lokasi. Ini berarti, hampir sepertiga dari potensi tenaga air di Indonesia itu berada di Mamberamo.

Namun, sampai saat ini yang paling berpotensi meningkatkan kesejahteraan Papua ada pada sektor pertambangan. Pertambangan merupakan sebagian atau seluruh tahapan kegiatan dalam rangka penelitian, pengolahan dan pengusahaan mineral  atau batu bara yang meliputi penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi, penambangan, pengolahan dan pemurnian, pengangkutan dan penjualan, serta kegiatan pasca tambang (UU No. 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara).

Pertambangan Papua

Papua memiliki tambang emas terbesar di dunia, yakni tambang Grasberg yang terletak di Kuala Kencana, Kabupaten Mimika yang dikelola oleh perusahaan asal Amerika Serikat (AS) Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc, di bawah bendera PT Freeport Indonesia. 

Presiden Direktur Freeport Indonesia, Tony Wenas, mengatakan berdasarkan data 2018, Freeport memproduksi 6.065 ton konsentrat perhari. Konsentrat ini merupakan pasir olahan dari batuan tambang yang mengandung tembaga, emas, dan perak. Beliau juga mengatakan bahwa Freeport memproduksi 240 kg lebih emas perhari dari Papua. 

Pernyataan bahwa industri pertambangan merupakan sektor paling menguntungkan atau berpotensi bagi perekonomian Papua juga didukung oleh data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua.

Pada data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Papua, sektor yang mendominasi PDRB yakni ada pada sektor Pertambangan dan Penggalian yang selalu mendominasi dan terus mengalami kenaikan dari tahun 2015 hingga 2018 dengan angka sebesar 32,22 persen untuk tahun 2010 hingga mencapai angka 36,72 persen pada tahun 2018. Apalagi, Indonesia telah memiliki 51 persen saham PT Freeport, sehingga akan lebih dapat memperkuat perekonomian daerah dan negara.

Dampak Transisi Grasberg Open Pit menjadi GBC

Hasil pertambangan merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, sehingga apabila digunakan terus menerus akan habis. Tambang sebesar Grasberg pun tidak menutup kemungkinan bahwa mineral yagng terkandung seperti tembaga, emas, dan perak pun akan habis.

Menurut Tony Wenas selaku Presiden Direktur PT Freeport Indonesia mengatakan bahwa mineral tambang Grasberg akan habis pada pertengahan tahun ini. Sehingga perekonomian Papua diprediksi akan merosot pada tahun 2020 hingga 2022.

Pernyataan beliau didukung oleh data pertumbuhan ekonomi oleh BPS Papua untuk tahun ini berkurang sebesar 20,13 persen pada triwulan pertama jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi tahun lalu. Pengurangan pertumbuhan ekonomi yang minus diakibatkan oleh pengurangan produksi tambang sebesar 51,52 persen, hal ini karena PT Freeport sedang dalam masa transisi dari penambangan terbuka (open pit) ke penambangan bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC). 

Dampak lanjutan dari penutupan tambang terbuka yakni pada nilai ekspor. Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) yang di publikasi oleh BPS provinsi Papua, didapati bahwa ada penurunan nilai ekspor bulan Januari-Oktober 2018 ke bulan Januari-Oktober 2019, yang awalnya sebesar US$ 3313,49 juta menjadi hanya sebesar US$ 883,74 juta.

Dampak bagi tenaga kerja juga akan sangat terasa, dimana selama masa transisi open pit ke GBC akan banyak tenaga kerja yang menganggur sehingga Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) akan meningkat.

BRS Ketenagakerjaan Provinsi Papua mengungkap hal tersebut, yakni dimulai dari bulan Februari 2018 ke bulan Agustus 2018 serta Februari 2019 ke bulan Agustus 2019 menyatakan kenaikan TPT. Pada tahun 2018, perubahan dimulai dari angka 2,91 persen naik menjadi 3,20 persen, sedangkan pada tahun 2019, perubahan dimulai dari angka 3,42 persen menjadi 3,65 persen.

Adakah jalan keluar?

Meskipun terjadi penurunan produksi Freeport, penurunan pertumbuhan ekonomi, penurunan nilai ekspor, dan terjadinya peningkatan TPT, Kepala Teknik Tambang PT Freeport Indonesia Zulkifli Lambali mengatakan bahwa yang terjadi saat ini hanya sementara, karena  cadangan ore yang berada di bawah tambang Grasberg mencapai 1,9 miliar ton, dan masa transisi sudah dilakukan sejak 2017 namun masih membutuhkan waktu 1-2 tahun lagi.

Ia juga mengatakan bahwa tidak akan mengurangi jumlah karyawan Freeport, mereka justru akan di training oleh Freeport untuk bisa bekerja di underground. Dengan cadangan ore sebesar itu, Freeport akan lebih banyak membutuhkan SDM sehingga training sangat perlu dilakukan.

Namun, pertumbuhan ekonomi yang menurun tidak bisa dianggap sepele begitu saja. Perlu diadakannya solusi agar pertumbuhan ekonomi di Papua minimal tetap stabil. Hal ini dapat diwujudkan apabila potensi-potensi di Papua dikelola dengan baik, sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan serta menyerap lebih banyak tenaga kerja. Mengelola potensi di Papua secara merata dan maksimal juga akan mengurangi ketergantungan ekonomi Papua terhadap sektor pertambangan. 

Menggantungkan kehidupan pada SDA yang tidak dapat diperbaharui secara berlebih juga  akan menimbulkan akibat yang buruk bagi masa depan. Di masa depan, anak cucu kita tidak lagi dapat menikmati kekayaan Papua jika kita habiskan di masa sekarang.

Dengan mengembangkan dan memaksimalkan potensi lainnya di Papua akan membuat Papua menjadi provinsi yang kaya, mengingat provinsi ini punya banyak potensi sebagaimana yang telah dijelaskan pada awal tulisan ini. Tentu hal ini juga harus didukung oleh sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas, sehingga dapat mengelola Papua dengan baik dan bijaksana.

 

Penulis : Dewi Retno Oscarini ( Mahasiswi Politeknik Statistika STIS )

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id



Publisher : Rizal Dani

EKORAN

TERBARU

  • Sebagai Penunjang Wisata, Pulau Kemaro Butuh 25 Bungalow
    Sebagai Penunjang Wisata, Pulau Kemaro Butuh 25 Bungalow
    19/01/2021 - 22:23
  • Antisipasi Gagal Panen, Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Usulkan Petani Ikut Asuransi
    Antisipasi Gagal Panen, Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Usulkan Petani Ikut Asuransi
    19/01/2021 - 21:57
  • Pompa Riol Hilang, DKOKP Kota Cirebon Buat SK Wali Kota
    Pompa Riol Hilang, DKOKP Kota Cirebon Buat SK Wali Kota
    19/01/2021 - 21:51
  • WISH Jam Tangan Canggih Mampu Deteksi Gejala Covid-19
    WISH Jam Tangan Canggih Mampu Deteksi Gejala Covid-19
    19/01/2021 - 21:48
  • Polda Maluku Utara Bantu Korban Banjir dan Longsor di Halut
    Polda Maluku Utara Bantu Korban Banjir dan Longsor di Halut
    19/01/2021 - 21:45
  • Sekda Kota Bandung: Pemkot dan Pengusaha Jangan Main Kucing-kucingan
    Sekda Kota Bandung: Pemkot dan Pengusaha Jangan Main Kucing-kucingan
    19/01/2021 - 21:40
  • Hendra Gunawan: Bongkar Muat di Lubuklinggau Ada Aturan Waktunya
    Hendra Gunawan: Bongkar Muat di Lubuklinggau Ada Aturan Waktunya
    19/01/2021 - 21:30
  • 260 Rumah di Kota Malang Terendam Banjir Hingga Satu Orang Hilang Akibat Tanah Longsor
    260 Rumah di Kota Malang Terendam Banjir Hingga Satu Orang Hilang Akibat Tanah Longsor
    19/01/2021 - 21:25
  • Kabupaten Bandung Kini Punya Destinasi Wisata Edukasi Sungai Cigeureuh
    Kabupaten Bandung Kini Punya Destinasi Wisata Edukasi Sungai Cigeureuh
    19/01/2021 - 21:20
  • Bantu Pengobatan Covid-19, Bupati Cirebon Donorkan Plasma Darah
    Bantu Pengobatan Covid-19, Bupati Cirebon Donorkan Plasma Darah
    19/01/2021 - 21:16

TIMES TV

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

15/12/2020 - 15:25

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru
Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75

Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75
Meluaskan Manfaat

Meluaskan Manfaat
Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Jokowi, Vaksin Sinovac, dan Legitimasi MUI
    Jokowi, Vaksin Sinovac, dan Legitimasi MUI
    19/01/2021 - 09:39
  • Musibah Demi Musibah
    Musibah Demi Musibah
    19/01/2021 - 00:50
  • Optimisme Gresik Baru
    Optimisme Gresik Baru
    18/01/2021 - 23:04
  • Gotong Royong Milenial, Kearifan Lokal Menyokong Penanganan Covid-19
    Gotong Royong Milenial, Kearifan Lokal Menyokong Penanganan Covid-19
    18/01/2021 - 22:41
  • Tahun Pengharapan 2021: Indonesia Bangkit Melalui Ekonomi Kreatif
    Tahun Pengharapan 2021: Indonesia Bangkit Melalui Ekonomi Kreatif
    18/01/2021 - 21:00
  • Pendidikan untuk Lanjut Usia
    Pendidikan untuk Lanjut Usia
    18/01/2021 - 20:24
  • Orang Pintar yang Dipelihara oleh Orang Awam
    Orang Pintar yang Dipelihara oleh Orang Awam
    18/01/2021 - 16:35
  • Mewujudkan Instansi yang Bersih
    Mewujudkan Instansi yang Bersih
    18/01/2021 - 14:15

KULINER

  • Nikmati Sensasi Makan Siang di Tengah Taman Bunga di Jombang
    Nikmati Sensasi Makan Siang di Tengah Taman Bunga di Jombang
    19/01/2021 - 07:03
  • Malas Sarapan Nasi Bubur Sumsum jadi Solusi, Ini Resepnya
    Malas Sarapan Nasi Bubur Sumsum jadi Solusi, Ini Resepnya
    19/01/2021 - 05:24
  • Filosofi Bubur Sumsum yang Manis dan Lembut di Mulut
    Filosofi Bubur Sumsum yang Manis dan Lembut di Mulut
    19/01/2021 - 04:37
  • Berawal Dari Cinta, Waroeng Dolan Cirebon Sajikan Mie Korea
    Berawal Dari Cinta, Waroeng Dolan Cirebon Sajikan Mie Korea
    18/01/2021 - 04:20
  • Yuk Cobain 6 Resep Masakan Anti Ribet ala MasterChef Indonesia
    Yuk Cobain 6 Resep Masakan Anti Ribet ala MasterChef Indonesia
    17/01/2021 - 14:00
  • Tiada Gempa dan Bencana, Korem dan 13 Kodim TNI Raib dari Bumi NKRI
    Tiada Gempa dan Bencana, Korem dan 13 Kodim TNI Raib dari Bumi NKRI
    19/01/2021 - 00:24
  • Seragam Basah Kolonel Rudy Ajudan Jokowi Jadi Sorotan
    Seragam Basah Kolonel Rudy Ajudan Jokowi Jadi Sorotan
    19/01/2021 - 05:54
  • Ternyata Letjen TNI Prabowo Diam-diam Deal Bikin Rudal dan Jet Tempur
    Ternyata Letjen TNI Prabowo Diam-diam Deal Bikin Rudal dan Jet Tempur
    19/01/2021 - 11:03
  • Mengenang Junaedi Salat, dari Ali Topan Anak Jalanan Jadi Pendeta
    Mengenang Junaedi Salat, dari Ali Topan Anak Jalanan Jadi Pendeta
    19/01/2021 - 00:00
  • Mayor TNI yang Difitnah Tewas Karena Vaksin Ternyata Prajurit Raider
    Mayor TNI yang Difitnah Tewas Karena Vaksin Ternyata Prajurit Raider
    19/01/2021 - 06:00