Kopi TIMES

Gus Muwafiq dan Nalar Kritis Heidegger

Rabu, 04 Desember 2019 - 20:43 | 27.21k
Gus Muwafiq dan Nalar Kritis Heidegger
Ahmad Dahri mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Al Farabi Malang. (Grafis: TIMES Indonesia)
Editor: Yatimul Ainun

TIMESINDONESIA, MALANG – Baru-baru ini sikap sparatis terhadap pernyataan Gus Muwafiq dalam salah satu Mauidlah hasanahnya menjadi isu yang seksi di berbagai media. Di mana pernyataan beliau diduga sebagai sikap melecehkan kepada Nabi Muhammad SAW. Bisa dipastikan, bahwa tidak sedikit yang pro dan kontra terhadap sikap tersebut. Sehingga terjadi adu pendapat, interpretasi, bahkan gerakan “sorak hore” juga menghiasi dinamika pernyataan Gus Muwafiq tersebut.

Langkah bijak yang diambil Gus Muwafiq dengan mengklarifikasi – serta meminta maaf seharusnya menjadi pertimbangan, bukan kemudian berlarut-larut dalam genangan persepsi yang digoreng sana dan  digoreng sini. Karena para akhirnya tidak akan ada titik temu yang pas. Apalagi ketika hal tersebut dibenturkan antar golongan ormas ini dan itu. Jika Nabi saja Pemaaf dan bermurah hati, lantas bagaimana dengan para pecinta Nabi?
 
Dalam hal ini seharusnya ada kesadaran fenomenologi yang dibangun dalam menyikapi pernyataan Gus Muwafiq. Heidegger dengan hermeneutika fenomenologinya beranggapan bahwa seharusnya “penafsir” tidak memasukkan kerangka berpikirnya terhadap apa yang dipahami, melaikan membiarkan apa yang diinterpretasikan itu tampak dan sebagai penafsir, biarkan kita menjumpai kenyataan itu sendiri. Sehingga tidak terjebak pada persepsi apalagi taqlid buta.
  
Manusia adalah Dasein menurut Heidegger, di mana abstraksi dan dualitas tidak belaku. Mengapa? karena manusia memiliki cara berpikir, sudut pandang dan persepsi. Seharusnya manusia tidak menggunakan kaca mata kuda dalam memandang dan menanggapi segala sesuatu, malainkan dengan memahami setiap sudut pandang yang ada dan terjadi. Dengan demikian sikap yang seharusnya dibangun dalam menyikapi polemik Gus Muwafiq adalah menyadari bahwa setiap manusia memiliki kesalahan, menyadari bahwa ada pergeseran nilai dalam memahami sesuatu (khususnya nilai-nilai dalam agama), menyadari adanya sikap ketergesa-gesaan dalam menghukumi benar dan salah, dan menyadari hal yang lain.
  
Sederhananya seperti dicontohkan dengan kisah seseorang yang meraba-raba bentuk gajah di ruang yang gelap, ada yang memegang belalainya, ada yang memegang ekornya, dan ada yang memegang telinganya. Sehingga penjelasan tentang gajah tidak hanya satu persepsi yang muncul tetapi beragam.
 
Semboyan Husserl dalam kontek hermeneutika adalah Zurűck zu den Sachen Selbst (Kembalilah kepada hal-hal itu sendiri). Untuk menemukan kebenaran atau ketersesuaian maka harus ada konfirmasi. Bukan kemudian saling melontarkan pendapat di majlis-majlis, media sosial, di group wa atau yang lain, seharusnya jika ada i’tikad baik dalam amar ma’ruf, maka tabayyun atau konfirmasi menjadi jalan terbaik untuk mencari kebenaran atau ketersesuaian tersebut. 
Al insan mahl al khoto’ wa nisyan, pedoman ini menjadi sikap alamiah setiap manusia, sebagai manusia, Gus Muwafiq menyadari adanya polemik dari apa yang beliau utarakan kemudian meminta maaf. Lantas sebagai pecinta Nabi Muhammad seharusnya tidak segan untuk memaafkan, seperti halnya pelempar batu dan kotoran kepada Nabi, yang kemudian oleh Nabi dimaafkan juga. Pertanyaannya adalah mengapa masih saja terjadi adu interpretasi dan adu dalil dalam hal ini?
 
Jika Heidegeer menawarkan Fenomenologi – ontologis yang tidak membiarkan persepsi abstraksi dan dualitas menjadi dasar interpretasinya, maka begitu juga dengan sikap terhadap Gus Muwafiq. Karena pada akhirnya bukan perihal interpretasi yang paling benar dan diakui, melainkan sikap dan kebijaksanaan dalam menyikapi itu yang menjadi ujung tombaknya.
 
Jika Nabi diyakini sebagai uswatunhasanah,  maka jelas ada etika yang harus dijunjung tinggi dalam menyikapi setiap permasalahan. Jika Gus Muwafiq sudah mengklarifikasi dan minta maaf maka selesai permasalahnnya. Karena tidak akan ada pemberhentian akhir dalam mencari-cari kesalahan setiap orang, kecuali merubah paradigma berpikir dan membangun kesadaran profetik kembali. Karena jika hal ini terjadi pada masa Nabi, maka Nabi sendiri akan bersikap sangat santun dalam menyikapi setiap permasalahan.
 
Oleh karenanya siapapun berhak mencintai Nabi, pun mencintai Gus Muwafiq sebagai ulama’, karena al Ulama warasatul anbiya’. Dan tidak salah juga ketika siapapun menunjukkan rasa cintanya, tetapi yang perlu diingat adalah sikap dan kebijaksanaan dalam mencintai. Agar tidaj terjebak pada fanatisme atau taqlid buta, lebih-lebih hanya menjadi gerakan sorak hore, hore sana, hore sini. (*)

*) Penulis, Ahmad Dahri, mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Al Farabi Malang.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id


Opini Ahmad Dahri Gus Muwafiq
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

Follow TIMES Indonesia di Google News

TIMES TV

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pantau Banjir dari Udara

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pantau Banjir dari Udara

06/01/2020 - 10:22

Ini Video 3D Tiga Pemenang Sayembara Gagasan Desain Kawasan Ibu Kota Negara

Ini Video 3D Tiga Pemenang Sayembara Gagasan Desain Kawasan Ibu Kota Negara
Wisata Dyno Park 3

Wisata Dyno Park 3
Milenial Glow Garden, Newest Wonder at Jatim Park 2 Malang

Milenial Glow Garden, Newest Wonder at Jatim Park 2 Malang
Wisata Teknologi Tinggi Funtech

Wisata Teknologi Tinggi Funtech

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Melawan Maksiat Hoaks di Pilkada 2020
    Melawan Maksiat Hoaks di Pilkada 2020
    20/01/2020 - 19:09
  • 50 Tahun Refly Harun: Refly Harun dan Generasi Konstitusi Baru
    50 Tahun Refly Harun: Refly Harun dan Generasi Konstitusi Baru
    20/01/2020 - 16:13
  • Ada Askab, Ada Papdesi, Ada Apa Banyuwangi Sebenarnya?
    Ada Askab, Ada Papdesi, Ada Apa Banyuwangi Sebenarnya?
    20/01/2020 - 08:41
  • Apakah Revisi RUU Pemasyarakatan Mempermudah Para Koruptor untuk Mendapatkan Hak Bersyarat?
    Apakah Revisi RUU Pemasyarakatan Mempermudah Para Koruptor untuk Mendapatkan Hak Bersyarat?
    19/01/2020 - 20:19
  • TGB di Kancah Nasional: Meredupkah?
    TGB di Kancah Nasional: Meredupkah?
    19/01/2020 - 16:57
  • Reintegrasi Sosial: Sebuah Metronom Penegakan Hukum yang
    Reintegrasi Sosial: Sebuah Metronom Penegakan Hukum yang "Hilang"
    18/01/2020 - 14:03
  • Anak Depresi Salah Siapa?
    Anak Depresi Salah Siapa?
    18/01/2020 - 10:14
  • Inilah Sosok di Balik Kemesraan TNI-Polri
    Inilah Sosok di Balik Kemesraan TNI-Polri
    17/01/2020 - 21:51
  • Nemanja Matic: Manchester United Sejatinya Mendominasi Liverpool di Anfield
    Nemanja Matic: Manchester United Sejatinya Mendominasi Liverpool di Anfield
    21/01/2020 - 03:00
  • Kabur Saat Diminta Tunjukan Si Bos, Polisi Tembak Mati Pengedar Sabu
    Kabur Saat Diminta Tunjukan Si Bos, Polisi Tembak Mati Pengedar Sabu
    21/01/2020 - 02:05
  • Cavani Resmi Minta Dilepas PSG, Menuju Premier League atau La Liga?
    Cavani Resmi Minta Dilepas PSG, Menuju Premier League atau La Liga?
    21/01/2020 - 01:00
  • Kejar Caleg PDIP Harun Masiku, KPK Pertimbangkan Cek CCTV Bandara Soetta
    Kejar Caleg PDIP Harun Masiku, KPK Pertimbangkan Cek CCTV Bandara Soetta
    21/01/2020 - 00:00
  • Potensial, Ruri Repvblik Ngebet Produseri Band K13N
    Potensial, Ruri Repvblik Ngebet Produseri Band K13N
    20/01/2020 - 23:46
  • Tren Selipkan Tembakau ke Vagina Bikin Seks Makin Hot, Ini Kata Pakar
    Tren Selipkan Tembakau ke Vagina Bikin Seks Makin Hot, Ini Kata Pakar
    21/01/2020 - 02:00
  • Pengakuan Influencer Ditawar Puluhan Dolar dengan Imbalan Seks
    Pengakuan Influencer Ditawar Puluhan Dolar dengan Imbalan Seks
    21/01/2020 - 00:02
  • Gemesin, 4 Momen Anak-anak The Daddies Lengket Sama Kevin Sanjaya
    Gemesin, 4 Momen Anak-anak The Daddies Lengket Sama Kevin Sanjaya
    21/01/2020 - 00:08
  • Aksi Kocak Wiranto Saat Greysia/Apriyani Juarai Indonesia Masters
    Aksi Kocak Wiranto Saat Greysia/Apriyani Juarai Indonesia Masters
    21/01/2020 - 00:30
  • Ashanty Bicara Soal Menantu untuk Aurel, Atta Halilintar Salah Tingkah
    Ashanty Bicara Soal Menantu untuk Aurel, Atta Halilintar Salah Tingkah
    21/01/2020 - 00:14