Peristiwa - Daerah

Kurang Greng Saat Ranjang, Coba Pijat Tradisional di Banyuwangi

Rabu, 04 Desember 2019 - 12:12 | 15.39k
Kurang Greng Saat Ranjang, Coba Pijat Tradisional di Banyuwangi
ILUSTRASI - Pijat. (FOTO: Istimewa)
Pewarta: Rizki Alfian | Editor: Yatimul Ainun

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Bagi yang sudah membina rumah tangga, keharmonisan dalam sebuah hubungan suami-istri wajib dijaga baik-baik. Sekecil apapun masalah yang menimpa harus segera diperbaiki, apalagi mengenai soal saat 'bermain' di ranjang. Pijat tradisional di Banyuwangi sukses mengatasi hal tersebut.

Tentu ini menjadi hal yang sangat sensitif dan penting dalam sebuah hubungan keluarga. Bahkan rumah tangga akan harmonis jika ditunjang dengan komunikasi di ranjang yang bagus.

Jika Anda punya masalah kejantanan, maka anda perlu datang ke praktek pijat tradisional yang ada di Dusun Sukodadi, Desa Sraten, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, Jawa Timur.

Di tempat tersebut ada seorang dukun pijat tradisional yang sanggup mengatasi permasalahan di ranjang anda. Dia adalah Hermawan (38), seorang dukun pijat muda yang namanya mulai naik daun di kalangan pemijat tradisional.

Walaupun usianya terbilang masih muda, namun kemampuannya membantu permasalahan kejantanan pria tidak perlu diragukan lagi. Melalui tangannya, Wawan sapaan akrab Hermawan bisa menjadikan barang pria yang semula lemas atau tidak bisa berdiri sama sekali menjadi lebih perkasa.

Meski diakui melalui tangannya, sang pemilik jagat menitipkan sedikit keajaiban sehingga ia bisa memijat, namun Wawan tidak pernah besar kepala atau takabbur. Justru kemampuannya tersebut membuat Wawan menjadi lebih bersyukur karena dapat membantu orang lain.

Ditemui TIMES Indonesia di rumahnya, Wawan mengaku sebelum melakukan ritual pemijatan biasanya ada sesi tanya jawab terlebih dahulu kepada pasiennya mengenai keluhan yang dirasakan. Dari jawaban pasien tersebut nantinya Wawan bisa mengetahui titik-titik mana yang akan dipijat.

Diakui Wawan, metode memijat yang ia gunakan selama ini untuk menyembuhkan pasiennya adalah dengan cara mencari titik saraf yang berada di telapak kaki. Sebab menurutnya, pusat titik saraf segala keluhan penyakit berada di situ.

"Setelah memijat pada bagian telapak kaki, pemijatan kemudian dilanjutkan ke bagian titik lain. Tapi yang pasti bagian telapak kaki tersebut harus lemas dulu, karena itu perlu dilakukan agar mempermudah proses pemijatan,” kata Wawan, Rabu (4/12/2019).

Menariknya, dalam proses ritual pijat kejantanan tersebut Wawan selalu memutar instrumen musik. Tujuannya, kata Wawan, agar si pasien yang hendak dipijat bisa rileks dan tidak tegang serta memudahkan untuk pemijatan.

"Kalau rileks otomatis otot atau urat yang akan dipijat itu bisa lentur. Karena kalau tegang akan sulit mengobati titik yang sakit," ungkapnya.

Sementara untuk titik lain setelah pemijatan di bagian telapak kaki, akan dilanjutkan pada bagian paha dalam diantara dua kaki. Pada titik tersebut, lanjut Wawan merupakan titik dimana urat kejantanan pria berada. Sehingga nantinya pemijatan akan dilakukan lebih intensif.

Wawan yang juga berprofesi sebagai tukang servis AC keliling tersebut bercerita, pemijatan kepada pasien yang mempunyai masalah kejantanan berbeda-beda. Tergantung dari tingkat permasalahannya. Bahkan pasien yang tidak kuat menahan sakit saat dipijat atau suka geli ketika dipijat juga ada trik khusus menanganinya.

Metode pemijatan kejantanan yang dilakukan oleh Wawan hanya dengan tangan kosong. Namun terkadang juga menggunakan alat bantu berupa kayu. Tergantung kondisi kesehatan dan fisik dari pasien.

Kesembuhan yang didapat pun juga tergantung dari keyakinan masing-masing. Wawan tidak bisa membuat sembuh, namun kata dia penyakit bisa disembuhkan karena semangat dan ketetapan hati diri sendiri.

"Kalau ada yang tanya berapa hari bisa sembuh, saya tidak bisa memastikan. Karena semua kehendak yang maha kuasa. Namun biasanya dua atau tiga kali dipijat sudah bisa dirasakan perubahannya," terangnya.

Wawan mengaku mempunyai keahlian ilmu pijat tradisional kejantanan tersebut tanpa melalui pendidikan kesehatan formal. Keahlian memijat tersebut ia dapatkan turun temurun.

"Mbah saya dulu memang dukun pijat, apa ya istilahnya. Jadi kalau dikaitkan sebenarnya ya aneh. Kok tiba-tiba saya bisa memijat, pernah dulu ada orang tua (orang pintar) yang bilang bahwa tanganmu ini tangan-tangan pemijat. Roso (kuat)," tutur Wawan di dalam bilik berukuran 3x3 meter yang biasa dipakai pasien pijatnya.

Selain bisa melayani permasalahan kejantanan, Wawan mengaku juga sanggup melayani pijat refleksi penyembuhan berbagai macam penyakit. Metodenya pun tidak jauh berbeda dengan cara pijat kejantanan dimana fokus pijatannya pada bagian telapak kaki.

"Pegel-pegel, nyeri pinggang, nyeri sendi, saraf kejepit, cidera bahu atau sakit stroke. Insyallah kalau kita yakin, pasti sembuh. Kalau saya sendiri tidak bisa menyembuhkan, karena semua kembali kepada Allah SWT," jelas Wawan.

Praktek pijat tradisional yang dilakukan oleh Wawan buka setiap malam. Sengaja malam hari karena dianggap lebih nyaman dan durasi waktunya lebih panjang. Namun, menurut bapak dua anak ini jika ada pasien yang membutuhkan jasanya kemudian halangan tidak bisa ke rumahnya, ia rela menghampiri.

"Kadang kalau mendesak karena sakit dan nggak memungkinkan jalan kesini, ya saya yang ke rumahnya. Atau kalau sudah langganan ya bisa panggilan," akunya.

Setiap proses ritual pemijatan, Wawan tidak pernah pamrih. Untuk mahar sendiri ia tidak pernah mematok harga apalagi meminta imbalan. Bahkan jika menemui pasien yang kurang mampu, jika dikasih mahar maka Wawan dipastikan akan menolak.

"Niatnya memang membantu tanpa pamrih. Kalau ada yang memberi imbalan ya kita terima, kalau tidak ada ya sudah tidak apa-apa, ikhlas," ujar Wawan.

Sementara itu Riswan, salah satu pelanggan asal Kecamatan Tegalsari mengatakan, sejak rutin mengunjungi praktek pijat di rumah Wawan, ia langsung merasakan perbedaan nyata.

"Kalau saya merasakan, setelah dipijat tidak pernah njarem (memar) di tubuh. Mas Wawan tahu karakter orang yang akan dipijat. Metode yang digunakan pun beda dari yang lain," ungkapnya.

Riswan mengaku setelah selesai dipijat, ia selalu diberikan ramuan khusus berupa racikan jamu herbal untuk dikonsumsi. Selain membantu dari luar tubuh, juga membantu pemulihan dari dalam. itulah kelebihan pijat tradisional di Banyuwangi yang ditangani Wawan. (*)


banyuwangi Banyuwangi pijat tradisional Pijat Kejantanan Banyuwangi Mak Erot
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Banyuwangi
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

Follow TIMES Indonesia di Google News

TIMES TV

Milenial Glow Garden, Newest Wonder at Jatim Park 2 Malang

Milenial Glow Garden, Newest Wonder at Jatim Park 2 Malang

14/12/2019 - 00:07

Jatim Park Grup Bikin Milenial Glow Garden Terbesar di Indonesia

Jatim Park Grup Bikin Milenial Glow Garden Terbesar di Indonesia
Komunitas Jendela Jember Gelar Pelatihan Fotografi Bagi Milenial

Komunitas Jendela Jember Gelar Pelatihan Fotografi Bagi Milenial
Petik Buah Wisata Agrokusuma

Petik Buah Wisata Agrokusuma
Festival Kampung Ublik of Pujon Kidul Where Every Corner of the Place is Filled with Lantern

Festival Kampung Ublik of Pujon Kidul Where Every Corner of the Place is Filled with Lantern

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Ketika Materi Khilafah Direvisi dari Pelajaran Agama Islam
    Ketika Materi Khilafah Direvisi dari Pelajaran Agama Islam
    14/12/2019 - 19:37
  • Reformasi Birokrasi : Memulihkan Kembali Nilai-nilai Kebijakan Publik
    Reformasi Birokrasi : Memulihkan Kembali Nilai-nilai Kebijakan Publik
    14/12/2019 - 19:24
  • Pilkada Bandung dan Tantangan Smart City Bandung
    Pilkada Bandung dan Tantangan Smart City Bandung
    14/12/2019 - 19:15
  • Lingkaran Masalah di Dalam Reformasi Birokrasi
    Lingkaran Masalah di Dalam Reformasi Birokrasi
    14/12/2019 - 17:36
  • Toleransi Antar Umat Beragama di Tanah Suci
    Toleransi Antar Umat Beragama di Tanah Suci
    14/12/2019 - 15:14
  • Reformasi Kebijakan Publik: Evaluasi Kebijakan Publik Untuk Terciptanya Reformasi Publik
    Reformasi Kebijakan Publik: Evaluasi Kebijakan Publik Untuk Terciptanya Reformasi Publik
    14/12/2019 - 11:43
  • Penilaian Dalam Reformasi Kebijakan Publik Terhadap Masyarakat
    Penilaian Dalam Reformasi Kebijakan Publik Terhadap Masyarakat
    13/12/2019 - 23:25
  • Kebijakan Publik Butuh Reformasi
    Kebijakan Publik Butuh Reformasi
    13/12/2019 - 22:38
  • Dikalahkan Wakil Jepang, The Minions Tersingkir di Semifinal WTF 2019
    Dikalahkan Wakil Jepang, The Minions Tersingkir di Semifinal WTF 2019
    14/12/2019 - 20:39
  • Salah Cetak Gol, Liverpool Ungguli Watford di Babak Pertama
    Salah Cetak Gol, Liverpool Ungguli Watford di Babak Pertama
    14/12/2019 - 20:24
  • Polda Jatim Sita Ferrari dan Mclaren Ilegal
    Polda Jatim Sita Ferrari dan Mclaren Ilegal
    14/12/2019 - 20:11
  • Indonesia - Jepang Perkuat Kerja Sama Kembangkan Kendaraan Listrik
    Indonesia - Jepang Perkuat Kerja Sama Kembangkan Kendaraan Listrik
    14/12/2019 - 20:06
  • Erick Thohir Diminta Tunjuk Dirut Garuda yang Berani Injak Kaki
    Erick Thohir Diminta Tunjuk Dirut Garuda yang Berani Injak Kaki
    14/12/2019 - 20:04
  • Ternyata Ini Sepatu Compass yang Bikin Orang Rela Antre Super Panjang
    Ternyata Ini Sepatu Compass yang Bikin Orang Rela Antre Super Panjang
    14/12/2019 - 09:48
  • Mengenal Sepatu Compass, Brand Lokal yang Selalu Ludes Tiap Kali Rilis
    Mengenal Sepatu Compass, Brand Lokal yang Selalu Ludes Tiap Kali Rilis
    14/12/2019 - 15:07
  • Ricuh, Peluncuran Sepatu Compass x Darahkubiru Dibatalkan
    Ricuh, Peluncuran Sepatu Compass x Darahkubiru Dibatalkan
    14/12/2019 - 09:14
  • Mengenal Wantimpres Keturunan Nabi Muhammad, Habib Luthfi bin Yahya
    Mengenal Wantimpres Keturunan Nabi Muhammad, Habib Luthfi bin Yahya
    14/12/2019 - 07:10
  • Anies Baswedan Beri Piagam Adikarya Wisata untuk Diskotek Colosseum
    Anies Baswedan Beri Piagam Adikarya Wisata untuk Diskotek Colosseum
    14/12/2019 - 10:02