Pemerintahan

Demi Keselamatan Publik, Kemenhub RI Didesak Pastikan Tarif Penyeberangan

Rabu, 04 Desember 2019 - 11:03 | 47.62k
Demi Keselamatan Publik, Kemenhub RI Didesak Pastikan Tarif Penyeberangan
Antrian panjang penyebrangan terjadi di pelabuhan (Foto: Toha for TIMES Indonesia)
Pewarta: | Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Praktisi dan pemerhati sektor transportasi logistik, Bambang Haryo Soekartono berharap Kementerian Perhubungan RI (Kemenhub RI) tidak lamban dalam menanggapi kesulitan pelaku usaha angkutan penyeberangan yang makin kritis. Penyebabnya adalah evaluasi dan penetapan tarif moda transportasi sudah berlarut-larut hingga 1,5 tahun.

Bambang menilai evaluasi tarif angkutan penyeberangan komersial antarprovinsi yang sangat lamban itu tidak sesuai dengan kebijakan Presiden RI Jokowi (Joko Widodo) agar aparat pemerintah melayani perizinan dengan cepat. Usulan evaluasi tarif sama seperti perizinan karena menyangkut pelayanan publik.

"Presiden Jokowi sudah memberikan batas perizinan maksimal 3 jam, kenyataannya bertele-tele hingga 1,5 tahun ditambah birokrasinya panjang karena sekarang melibatkan tiga instansi yakni Kemenhub, Kemenko Maritim dan Investasi, serta Kementerian Hukum dan HAM,” kata Bambang Haryo, Selasa (3/12/2019).

Bambang menilai Kemenhub RI melanggar aturannya sendiri yakni Keputusan Menhub No KM 58 Tahun 2003 tentang Mekanisme Penetapan Dan Formulasi Perhitungan Tarif Angkutan Penyeberangan, yang menyatakan evaluasi tarif harus dilakukan setiap 6 bulan sekali.

“Evaluasi tarif sudah 1,5 tahun tapi belum juga ditetapkan, sementara tarif belum naik dalam 3 tahun terakhir,” tambahnya.

Dia menilai berlarut-larutnya evaluasi tarif menunjukkan Kemenhub kurang peduli terhadap kondisi angkutan penyeberangan dan perintah percepatan perizinan dari Presiden.

Ia mencontohkan pada era Orde Baru saja, birokrasi evaluasi tarif dipangkas dengan menghilangkan mekanisme melalui DPR RI sebagaimana tertuang dalam UU No 21/1992 tentang Pelayaran. Ketentuan ini diperkuat PP No 82/1999 tentang Angkutan di Perairan, yang menyebutkan penetapan tarif cukup melalui Menhub.

"Jadi birokrasi tarif yang panjang dan bertele-tele saat ini merupakan suatu kemunduran, tidak sesuai dengan jargon Presiden memangkas hambatan usaha dan birokrasi," tegasnya.

Bambang juga menilai Kemenhub bukan hanya menunda penetapan tarif, melainkan juga mencicil kenaikan tarif angkutan penyeberangan selama 3 tahun ke depan. Padahal, perhitungan tarif sudah sangat transparan karena pendapatan dari penjualan tiket langsung diketahui pemerintah melalui PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Pemerintah mengetahui bahwa pendapatan itu sulit untuk menutupi keselamatan dan kenyamanan pelayaran. 

"Sebagai sarana (alat angkut) sekaligus prasarana publik yang supermassal, angkutan penyeberangan sangat vital karena tidak tergantikan oleh moda lain. Oleh karena itulah harus dilindungi oleh negara agar kondisi usaha kondusif demi menjamin keberlangsungan angkutan antarpulau serta keselamatannya," kata Bambang Haryo. 

Dewan Pembina Gapasdap ini menyadari, kenaikan tarif bukan kebijakan populer bagi pemerintah, namun keselamatan publik tidak boleh dikorbankan demi popularitas. Menurut Bambang Haryo, dampak kenaikan tarif sebenarnya tidak signifikan terhadap harga barang yang diangkut sehingga tidak perlu dikhawatirkan.

Bambang mencontohkan apabila sebuah truk mengangkut 30 ton beras atau senilai Rp 300 juta (30 ton x harga beras Rp 10.000 per kg) di lintas Merak-Bakauheni, maka akan membayar tambahan tarif Rp 150.000 dengan asumsi dikenakan kenaikan tarif teringgi yakni 38 persen. Dampak kenaikan tarif itu terhadap harga beras yang termasuk komoditas bawah hanya Rp 5 per kg atau 0,05 persen. Apabila yang diangkut produk bernilai tinggi, kenaikan tarifnya tentu menjadi relatif lebih rendah.

"Kenaikan itu mungkin sangat kecil bagi pemilik barang, tetapi bagi operator angkutan penyeberangan sangat besar artinya untuk menjaga kelangsungan usaha dan menjamin keselamatan nyawa publik," ujarnya. 

Bambang Haryo mengingatkan kepada pemerintah, bahwa kondisi angkutan penyeberangan saat ini sangat memprihatinkan. Banyak perusahaan yang kesulitan keuangan, kesulitan membayar gaji tepat waktu dan mencicil tagihan. 

Menurut dia, seharusnya tarif penyeberangan tidak perlu diatur pemerintah, sebab pemerintah tidak sanggup memberikan subsidi PSO (public service obligation) seperti yang diberikan untuk kereta api kelas ekonomi dan komuter. "Padahal, kapal penyeberangan sangat vital dan tidak bisa digantikan dengan moda lain, sedangkan KA masih bisa diganti dengan moda darat lain, seperti bus, mobil pribadi, atau sepeda motor,” ungkapnya.

Ia menyarankan apabila Kemenhub RI tidak sanggup atau tidak mau memberikan PSO kepada angkutan penyeberangan, maka tarifnya harus diserahkan kepada mekanisme pasar. Apalagi, tarif untuk penyeberangan di lintas komersial. Bambang Haryo Soekartono mengatakan masalah tarif ini harus sesuai dengan konsep kemaritiman yang menjadi jargon Presiden RI Jokowi(*)



Publisher : Rizal Dani
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Antisipasi Kasus Gagal Bayar KSP, Sutjipto Joe Angga Dorong Pemerintah Lakukan Pengawasan
    Antisipasi Kasus Gagal Bayar KSP, Sutjipto Joe Angga Dorong Pemerintah Lakukan Pengawasan
    06/07/2020 - 08:45
  • Kuasa Hukum Sipoa Group: Kerjasama dengan Inkoppol Upaya Sipoa untuk Bangkit
    Kuasa Hukum Sipoa Group: Kerjasama dengan Inkoppol Upaya Sipoa untuk Bangkit
    06/07/2020 - 08:26
  • Ansor Ponorogo Siap Kawal Masyarakat dan Pesantren di Era New Normal
    Ansor Ponorogo Siap Kawal Masyarakat dan Pesantren di Era New Normal
    06/07/2020 - 08:13
  • Padukan Pahat Tradisional dan Airbrush, Barong Osing jadi Lebih Hidup
    Padukan Pahat Tradisional dan Airbrush, Barong Osing jadi Lebih Hidup
    06/07/2020 - 08:06
  • Kurangi Beban Tenaga Medis Ketua DPD RI Rapid Test Sendiri
    Kurangi Beban Tenaga Medis Ketua DPD RI Rapid Test Sendiri
    06/07/2020 - 07:10
  • Etnic 2 Kaffe & Resto Banjarnegara is Back on Business
    Etnic 2 Kaffe & Resto Banjarnegara is Back on Business
    06/07/2020 - 06:09
  • Insignia Café Banyuwangi, Your Perfect Place to Hang Out
    Insignia Café Banyuwangi, Your Perfect Place to Hang Out
    06/07/2020 - 05:04
  • This is How Sheraton Mustika Yogyakarta Celebrated Their Reopening
    This is How Sheraton Mustika Yogyakarta Celebrated Their Reopening
    06/07/2020 - 04:20
  • Joklitik, a Coffee Shop with Its Classic Concept
    Joklitik, a Coffee Shop with Its Classic Concept
    06/07/2020 - 03:20
  • Have an Ultimate Taste of Indonesian Food at Your Home with J Food
    Have an Ultimate Taste of Indonesian Food at Your Home with J Food
    06/07/2020 - 02:12

TIMES TV

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

30/06/2020 - 20:22

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?
Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil

Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil
Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang

Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang
Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Memburu Djoko Tjandra, Membuka
    Memburu Djoko Tjandra, Membuka "Truf" Siapa?
    06/07/2020 - 01:06
  • Pancasila Memang Sudah Final, Kita yang Harus Kreatif
    Pancasila Memang Sudah Final, Kita yang Harus Kreatif
    05/07/2020 - 13:22
  • Independence Day, A Muslim Reflection
    Independence Day, A Muslim Reflection
    04/07/2020 - 19:05
  • Tafsir Sastra Ramayana (3) Pencarian Rasa Sejati
    Tafsir Sastra Ramayana (3) Pencarian Rasa Sejati
    04/07/2020 - 15:57
  • Tafsir Sastra Ramayana (2) Guru dan Rahasia Rama
    Tafsir Sastra Ramayana (2) Guru dan Rahasia Rama
    04/07/2020 - 14:38
  • Dampak Domino Pelarangan Kantong Plastik
    Dampak Domino Pelarangan Kantong Plastik
    04/07/2020 - 14:20
  • Melawan Penjahat Perbankkan
    Melawan Penjahat Perbankkan
    04/07/2020 - 12:35
  • Pesan Enstein Untuk Curat
    Pesan Enstein Untuk Curat
    04/07/2020 - 12:08
  • Renang Bareng Anak, Punggung Cristiano Ronaldo Bikin Marcelo Salah Fokus
    Renang Bareng Anak, Punggung Cristiano Ronaldo Bikin Marcelo Salah Fokus
    06/07/2020 - 09:26
  • Hari Ini Polisi Gelar Rekonstruksi Penyerangan John Kei Cs di 4 Lokasi
    Hari Ini Polisi Gelar Rekonstruksi Penyerangan John Kei Cs di 4 Lokasi
    06/07/2020 - 09:18
  • Dewi Perssik Unggah Foto di Lokasi Syuting, Ada Sosok Julia Perez
    Dewi Perssik Unggah Foto di Lokasi Syuting, Ada Sosok Julia Perez
    06/07/2020 - 09:17
  • Bhayangkara FC Bingung Bayar Gaji Pemain dan Pelatih
    Bhayangkara FC Bingung Bayar Gaji Pemain dan Pelatih
    06/07/2020 - 09:16
  • Cara Membuat Ebi Furai Lurus dan Renyah dari Chef Devina Hermawan
    Cara Membuat Ebi Furai Lurus dan Renyah dari Chef Devina Hermawan
    06/07/2020 - 09:15
  • Menang Lotere Rp1,8 Triliun, Pasangan Ini Cuma Beli Mobil Bekas
    Menang Lotere Rp1,8 Triliun, Pasangan Ini Cuma Beli Mobil Bekas
    06/07/2020 - 08:03
  • Kapal Patroli Canggih Buatan Jawa Timur Mampu Pecah Arus Laut
    Kapal Patroli Canggih Buatan Jawa Timur Mampu Pecah Arus Laut
    06/07/2020 - 05:02
  • Seberapa Ganas Wilder, Berani Pecundangi Mike Tyson dan Lennox Lewis?
    Seberapa Ganas Wilder, Berani Pecundangi Mike Tyson dan Lennox Lewis?
    06/07/2020 - 06:24
  • BPK Pertanyakan Produksi Kalung Antivirus Corona: Kok Bukan Bio Farma?
    BPK Pertanyakan Produksi Kalung Antivirus Corona: Kok Bukan Bio Farma?
    06/07/2020 - 00:30
  • Menguak Fakta, 1 Pebulutangkis Indonesia Tak Dijajah Raksasa China
    Menguak Fakta, 1 Pebulutangkis Indonesia Tak Dijajah Raksasa China
    06/07/2020 - 00:45