Gaya Hidup

Kisah Fajar Shiddiq, Teman Tuli yang Melawan Keterbatasan

Senin, 02 Desember 2019 - 21:26 | 34.63k
Kisah Fajar Shiddiq, Teman Tuli yang Melawan Keterbatasan
Fajar Shiddiq. (FOTO: Ahmad Tulung/TIMES Indonesia)
Pewarta: | Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTAKeterbatasan bukan sebuah alasan untuk berpangku tangan. Setiap orang punya kesempatan, setiap orang punya hak untuk mencapai keinginan. Begitu pun dengan yang dilakukan Fajar Shiddiq. Teman tuli asal Bandung ini ingin bekerja layaknya orang biasa.

Fajar, pemuda yang ramah senyum ini, tidak pernah mengeluh dengan keterbatasannya. Meski tidak bisa mendengar, Fajar tahu dia masih memiliki kemampuan agar hidupnya mandiri.

Oleh karena itu, dia selalu berusaha bekerja untuk menghidupi diri sendiri dan membantu perekonomian orang tuanya. Menyambut Hari Disabilitas Internasional pada 3 Desember 2019, kisah Fajar bisa jadi inspirasi.

Fajar yang kini berusia 27 tahun adalah salah seorang mitra pengemudi GrabCar di Bandung.

Sebelum bergabung dengan Grab, dia pernah bekerja di butik selama satu tahun. Dia bertugas memotong kain dan semacamnya. Namun, karena merasa tidak cocok dan penghasilannya terasa kurang, dia memilih berhenti.

Setelah keluar, Fajar mencari pekerjaan di tempat lain. Namun, dia selalu ditolak. Bahkan, selama satu tahun dia tidak memiliki pekerjaan.

“Awalnya saya sudah mencari kerja ke banyak tempat, tapi selalu ditolak. Saya bingung," ujar Fajar, Senin (2/12/2019).

Kemudian, waktu itu, Fajar dapat info dari Gerkatin (Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia) soal kesempatan kerja di Grab. Mereka tahu kemampuan menyetir pria itu cukup baik.

Fajar pun mendiskusikan hal tersebut dan meminta restu orang tuanya. Meskipun tahu risiko bekerja di jalanan, namun Fajar tetap bertekad untuk bekerja sebagai mitra pengemudi Grab karena ingin membantu sesama dan mendorong perekonomian untuk mendapat kehidupan yang lebih layak.

Orang tua Fajar mengizinkannya bekerja di Grab dengan satu syarat: hati-hati.  Dia pun tidak merasa khawatir bekerja mengemudikan mobil karena sudah terbiasa sejak dulu. Setelah melamar dan 3 bulan menunggu, Fajar resmi menjadi mitra GrabCar pada Juli 2019.

Fajar menjadi teman tuli pertama yang menjadi mitra GrabCar di Bandung. Fajar bersyukur karena disabilitas seperti dirinya diberikan kesempatan bekerja menjadi mitra pengemudi.

Setelah bekerja sebagai mitra GrabCar, Fajar mengaku mengalami perubahan, terutama keberanian untuk berkomunikasi.

“Dulu, waktu saya belum kerja di Grab, kadang-kadang saya merasa kurang percaya diri," ujarnya.

Fajar mengaku jika bertemu orang sempat khawatir salah ngomong, takut salah paham. "Tapi, setelah masuk Grab, saya jadi berpikir, tidak apa-apa, meskipun saya tuli, saya tetap harus berani untuk berkomunikasi," ujarnya.

Apalagi ia punya tanggung jawab agar customer selamat sampai tujuan, jadi ia tekadkan harus berani.

Selain itu, Fajar merasa bekerja sebagai mitra Grab cukup mudah. “Ketika saya dapat orderan menjemput customer, saya langsung berangkat menjemputnya,” tuturnya dengan bantuan gerak isyarat.

Namun, Fajar sadar akan kemungkinan kesulitan berkomunikasi dengan customer, maka dia selalu mengatakan kepada setiap penumpangnya, “’Maaf saya enggak bisa dengar. Jadi, kalau mau komunikasi bisa duduk di depan’. Saya juga tempel poster (berisi informasi bahwa saya tuli dan informasi lainnya) di mobil saya, supaya customer paham.”

Di sisi lain, menanggapi perbedaan antara dirinya dengan mitra lain, Fajar mengaku tidak pernah mempersoalkannya. Fajar mengaku kenyamanan dan kebermanfaatan dirinya untuk orang lain adalah hal utama.

“Saya merasa nyaman dengan pekerjaan ini. Yang penting saya juga berhasil mendapatkan nafkah dari Grab,” katanya.

Fajar  sendiri tidak pernah mengambil risiko dalam berkendara. Dia lebih memilih keselamatan penumpangnya.

“Saya biasanya tidak salip-menyalip. Saya biasanya berusaha bersabar saja. Yang penting saya dan customer selamat sampai tujuan. Menurut saya, pengguna jalan pun harus sopan, tidak usah berebut jalan. Saya sendiri menghindari hal itu.”

Setelah bekerja menjadi mitra layanan roda empat ini, Fajar, yang bekerja mulai pukul 5 pagi hingga Maghrib ini, mengaku terbantu secara ekonomi. Hasil jerih payahnya itu dia pakai untuk keperluan sehari-hari, membantu orang tua, ditabung untuk menikah, dan membuat usaha lain.

Kini, Fajar sedang berupaya mewujudkan salah satu mimpinya, yakni membuat Kopi Tuli. Nantinya, selain menjadi tempat ngopi, tempat tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk belajar bahasa isyarat.

“Saya ingin memiliki usaha Kopi Tuli. Kebetulan di Bandung belum ada Kopi Tuli. Saya juga sedang mencari tempatnya. Di sana, orang-orang juga bisa belajar bahasa isyarat,” katanya.

Bekerja menjadi mitra GrabCar membawa Fajar ke berbagai pengalaman menarik. Tidak sedikit yang terkejut ketika bertemu Fajar, banyak juga yang membuat Fajar terkejut atas sikap para penumpangnya.

“Dulu ada customer. Dia sadar bahwa saya tuli. Jadi, selama perjalanan, dia hanya diam. Akhirnya saya coba komunikasi. Customer-nya kaget. Akhirnya kami komunikasi, tapi saya minta komunikasinya pelan-pelan. Setelah sampai di tujuan, dia bilang terima kasih menggunakan bahasa isyarat. Saya kaget. ‘Kok bisa?’ tanya saya, dia bilang, ‘Kan saya melihat posternya’,” tutur Fajar sembari tersenyum.

Hal itu membuat Fajar terharu dan senang karena penumpangnya berusaha mempelajari bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengannya. Dia pun berharap semakin banyak orang yang mau mempelajari bahasa isyarat.

Selain itu, penumpangnya pun tidak jarang merasa heran dan kaget ketika mereka buru-buru dan kondisi jalan macet, tapi Fajar bisa membawa mereka sampai tepat waktu melalui jalan alternatif.

Fajar mengatakan, dirinya sudah hafal jalan-jalan di Bandung sejak SMA. Dia pun menunjukkan jempolnya kepada penumpang tersebut, tanda semuanya aman terkendali.

Selama 3 bulan bekerja di Grab, Fajar mengatakan bisa menyatu dengan teman-teman driver se-Indonesia. "Saya harap Grab tetap tidak membeda-bedakan.”

Rencana ke depan, Fajar masih akan bekerja sebagai mitra GrabCar. Selain itu, dia berharap semua masyarakat mengetahui informasi mengenai tuli, supaya semuanya bisa bekerja sama. “Dan saya harap pengangguran di Indonesia menurun,” katanya.

Grab sendiri telah memperkenalkan program ‘Mendobrak Sunyi’ bekerja sama dengan GERKATIN (Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia) pada September lalu, dengan menawarkan kesempatan bagi teman Tuli menjadi mitra pengemudi Grab.

Grab memberikan kesempatan bagi teman Tuli dan orang dengan keterbatasan pendengaran untuk dapat berpartisipasi lebih baik dalam ekonomi digital melalui ekosistem Grab. Ada sejumlah pembaharuan dari sistem teknologi Grab seperti fitur bantuan khusus, materi pelatihan menggunakan subtitle dan juga alat bantu komunikasi di dalam mobil dan di atas motor.

Fajar Shiddiq merupakan salah satu dari jutaan mitra pengemudi Grab. Teman tuli asal Bandung ini berupaya bersahabta dengan keterbatasan yang dimiliknya untuk meraih impiannya demi membahagiakan orang tersayang. (*)



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Terlibat OTT Bersama Bupati, Kepala BKPPD Kutim Sayangkan ASN Terlibat Kegiatan Politik
    Terlibat OTT Bersama Bupati, Kepala BKPPD Kutim Sayangkan ASN Terlibat Kegiatan Politik
    07/07/2020 - 13:24
  • Santri Pondok Gontor Ponorogo Terpapar Covid-19, Wali Santri Diminta Tenang
    Santri Pondok Gontor Ponorogo Terpapar Covid-19, Wali Santri Diminta Tenang
    07/07/2020 - 13:19
  • PSSI Segera Persiapkan Timnas Senior untuk Piala Dunia 2022
    PSSI Segera Persiapkan Timnas Senior untuk Piala Dunia 2022
    07/07/2020 - 13:14
  • Tanpa Hiruk Pikuk Wisatawan, Yadnya Kasada Tengger Berlangsung Sakral 
    Tanpa Hiruk Pikuk Wisatawan, Yadnya Kasada Tengger Berlangsung Sakral 
    07/07/2020 - 13:09
  • Wagub NTB Minta Penanganan Covid-19 di Kota Mataram Harus Lebih Fokus
    Wagub NTB Minta Penanganan Covid-19 di Kota Mataram Harus Lebih Fokus
    07/07/2020 - 13:03
  • Lantik 65 Pejabat Eselon, Bupati Malang Instruksikan Dua Camat Kendalikan Covid-19
    Lantik 65 Pejabat Eselon, Bupati Malang Instruksikan Dua Camat Kendalikan Covid-19
    07/07/2020 - 12:55
  • Ratusan Hektare Lahan Padi di Lamongan Diserang Tikus
    Ratusan Hektare Lahan Padi di Lamongan Diserang Tikus
    07/07/2020 - 12:49
  • Gus Hans: Tolak RUU HIP Jangan Digiring Benci Parpol Tertentu
    Gus Hans: Tolak RUU HIP Jangan Digiring Benci Parpol Tertentu
    07/07/2020 - 12:42
  • Ibadah Haji Tahun 2020 Hanya untuk Penduduk dan Warga Asing yang Tinggal di Saudi 
    Ibadah Haji Tahun 2020 Hanya untuk Penduduk dan Warga Asing yang Tinggal di Saudi 
    07/07/2020 - 12:31
  • Berdamai Dengan Diri
    Berdamai Dengan Diri
    07/07/2020 - 12:26

TIMES TV

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

30/06/2020 - 20:22

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?
Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil

Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil
Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang

Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang
Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Berdamai Dengan Diri
    Berdamai Dengan Diri
    07/07/2020 - 12:26
  • Menguji Kesalehan Sosial di Tengah Pandemi
    Menguji Kesalehan Sosial di Tengah Pandemi
    07/07/2020 - 10:55
  • Ujian Promosi Doktor, Imam Rohani Usung Pendidikan Agama Islam untuk Difabel
    Ujian Promosi Doktor, Imam Rohani Usung Pendidikan Agama Islam untuk Difabel
    07/07/2020 - 09:34
  • Imam Shamsi Ali: Bahaya Ulama Instan
    Imam Shamsi Ali: Bahaya Ulama Instan
    07/07/2020 - 09:12
  • Menakar Pemeliharaan Hutan dalam Kerangka Hukum Islam
    Menakar Pemeliharaan Hutan dalam Kerangka Hukum Islam
    07/07/2020 - 08:39
  • Memburu Djoko Tjandra, Membuka
    Memburu Djoko Tjandra, Membuka "Truf" Siapa?
    06/07/2020 - 01:06
  • Pancasila Memang Sudah Final, Kita yang Harus Kreatif
    Pancasila Memang Sudah Final, Kita yang Harus Kreatif
    05/07/2020 - 13:22
  • Independence Day, A Muslim Reflection
    Independence Day, A Muslim Reflection
    04/07/2020 - 19:05
  • DPR Kritik Rencana Kemenag Libatkan TNI Menjaga Kerukunan Umat Beragama
    DPR Kritik Rencana Kemenag Libatkan TNI Menjaga Kerukunan Umat Beragama
    07/07/2020 - 13:50
  • 5 Resep Es Krim Enak dan Segar, Cocok Buat Camilan Saat Panas!
    5 Resep Es Krim Enak dan Segar, Cocok Buat Camilan Saat Panas!
    07/07/2020 - 13:47
  • Panik Diguncang Gempa Banten, Warga Cisolok Sukabumi: Allahu Akbar
    Panik Diguncang Gempa Banten, Warga Cisolok Sukabumi: Allahu Akbar
    07/07/2020 - 13:46
  • Siap Pindah Rumah, Gisella Anastasia Bakal Jadi Tetangga Raffi Ahmad
    Siap Pindah Rumah, Gisella Anastasia Bakal Jadi Tetangga Raffi Ahmad
    07/07/2020 - 13:45
  • Gelar Tidak Siten, Menantu Bule Bambang Trihatmodjo Dipuji Pakai Kebaya
    Gelar Tidak Siten, Menantu Bule Bambang Trihatmodjo Dipuji Pakai Kebaya
    07/07/2020 - 13:43
  • Jenderal SBY Juga Pernah Berguru di Tempat Sakral Letjen TNI Prabowo
    Jenderal SBY Juga Pernah Berguru di Tempat Sakral Letjen TNI Prabowo
    07/07/2020 - 05:50
  • Tentara China Ngamuk Lihat Kapal Induk Amerika Keliaran di Pasifik
    Tentara China Ngamuk Lihat Kapal Induk Amerika Keliaran di Pasifik
    07/07/2020 - 06:50
  • Tentara China Simpan Dendam Usai Dilecehkan Kapal Induk Amerika
    Tentara China Simpan Dendam Usai Dilecehkan Kapal Induk Amerika
    07/07/2020 - 07:50
  • Harga Bensin Pertalite Turun Jadi Rp6.450 per Liter
    Harga Bensin Pertalite Turun Jadi Rp6.450 per Liter
    07/07/2020 - 10:20
  • Bikin Ngilu, Pose Maharatu Bulutangkis Dunia Pakai Bikini
    Bikin Ngilu, Pose Maharatu Bulutangkis Dunia Pakai Bikini
    07/07/2020 - 00:30