Peristiwa - Daerah

KPK RI Dorong Pengusaha Banyuwangi Patuh Bayar Pajak

Senin, 02 Desember 2019 - 20:03 | 9.02k
KPK RI Dorong Pengusaha Banyuwangi Patuh Bayar Pajak
KPK Mengunjungi Banyuwangi dalam Rangka Sosialisasi Pencegahan Korupsi Melalui Optimalisasi Pendapatan Daerah (Foto : Roghib Mabrur/Times Indonesia)
Pewarta: Roghib Mabrur | Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Dalam rangka optimalisasi pendapatan pajak daerah, Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) melakukan sosialisasi perpajakan daerah kepada para pengusaha hotel, restoran, hiburan dan parkir di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Banyuwangi.

Sebanyak 500 pengusaha atau wajib pajak yang terdiri dari pengusaha restoran, pengusaha hotel, pengusaha parkir dan pengusaha hiburan, hadir dalam sosialisasi tersebut.

Banyuwangi-KPK.jpg

Wakil Ketua KPK RI, Irjen. Pol. Basaria Panjaitan, S.H., M.H. mengatakan kedatangannya ke Banyuwangi ini dalam rangka kerja KPK RI untuk pencegahan korupsi lewat optimalisasi pendapatan daerah.

"Optimalisasi pajak daerah juga merupakan salah satu kerja pencegahan korupsi dari KPK. Caranya mendorong dan memberi semangat kepada wajib pajak untuk membayar pajaknya. Kalau sudah diingatkan tidak dibayar juga, langkah berikutnya adalah penindakan hukum. Karena tidak bayar pajak juga merupakan tindakan korupsi atau melanggar hukum." terang Basaria.

Basaria juga mengingatkan kepada para pengusaha yang sebagian besar penyokong di bidang pariwisata untuk rajin membayar pajak. Salah satu contoh pelanggaran hukum terkait pajak yang bisa masuk ke ranah penegakan hukum yaitu orang bermalam di hotel dengan membayarkan 10 persen pajaknya, jika uang tersebut tidak dibayarkan ke pemerintah (membayar pajak), hal itu bisa masuk ranah penegak hukum yang menanganinya bisa polisi atau kejaksaan.

"Kami telah bekerjasama dengan kepolisian dan kejaksaan, kalau ada hotel atau pengusaha yang tidak membayar pajak, ya tutup aja," tegas Basaria sambil menengok ke peserta, Senin (2/12/2019).

Basaria menjelaskan untuk menghilangkan korupsi itu hanya dengan satu cara yang paling mudah yaitu membuat semua menjadi transparan dan lebih jelas.

"Secanggih apapun sistem yang dibuat, kalau orangnya belum sadar ya percuma, semua kembali lagi kepada orangnya," imbuhnya.

Banyuwangi-KPK-2.jpg

Sementara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas menyampaikan apresiasi pada KPK RI yang telah mendukung upaya daerah dalam meningkatkan pendapatan asi daerah. Anas berharap dengan informasi yang diberikan KPK RI kepada wajib pajak bisa memberikan dampak positif bagi PAD daerah.

"Kami berharap dengan bertemu KPK langsung para wajib pajak mendapatkan pencerahan untuk bersedia terlibat aktif membayar pajaknya. Karena Pemkab sadar pembangunan di daerah bisa berjalan dengan dukungan dari para wajib pajak," ujar Anas.

Jumlah kunjungan wisatawan domestik ke Banyuwangi pada 2018 mencapai 5,2 juta orang meningkat hingga 960 persen dibandingkan 2010. Turis asing 127 ribu orang atau melonjak hingga 919 persen pada 2010. Hal ini juga linear dengan pendapatan per kapita rakyat yang meningkat menjadi Rp 48,75 juta atau melonjak 134 persen dari 2010 yang hanya Rp 20,86 juta.

Anas mengimbau agar semua wajib pajak terutama pengusaha restoran, mendukung sistem informasi manajemen pajak, SI BAMBANG (Sistem Informasi Bersama Manajemen Pajak Banyuwangi). 

"Sistem ini untuk mengetahui kepatuhan wajib pajak. Lewat sistem ini akan terpantau transaksi harian restoran. Saat ini ada 26 obyek pajak yang telah terinjek sistem, dan yang terkoneksi ada 20 OP. Kami imbau agar semua bisa mendukung sistem ini," ujar Bupati Banyuwangi ini. (*)


Pemkab Banyuwangi KPK RI Majestic Banyuwangi
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Banyuwangi
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

TIMES TV

Pasar Rakyat UMKM Herbangin Hadir di Kota Kediri

Pasar Rakyat UMKM Herbangin Hadir di Kota Kediri

22/02/2020 - 20:01

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna
Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo

Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo
Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai

Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai
Bacalon Bupati Malang Merebut Rekom Partai

Bacalon Bupati Malang Merebut Rekom Partai
Follow TIMES Indonesia di Google News

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Melihat Relasi Negara dan Bisnis
    Melihat Relasi Negara dan Bisnis
    24/02/2020 - 16:54
  • Selamat Tinggal Sekolah Favorit
    Selamat Tinggal Sekolah Favorit
    24/02/2020 - 14:02
  • Bullying: Problem Generasi Sekuler
    Bullying: Problem Generasi Sekuler
    24/02/2020 - 13:44
  • Pilkada 2020: Konsolidasi Demokrasi atau Pragmatisme Partai
    Pilkada 2020: Konsolidasi Demokrasi atau Pragmatisme Partai
    24/02/2020 - 13:21
  • PLTP Arjuno-Welirang, Haruskah Didukung atau Ditolak?
    PLTP Arjuno-Welirang, Haruskah Didukung atau Ditolak?
    24/02/2020 - 13:14
  • Diaspora Indonesia: Peluang dan Tantangannya
    Diaspora Indonesia: Peluang dan Tantangannya
    24/02/2020 - 13:07
  • Tan Malaka, Tokoh Kontroversial dalam Sejarah Indonesia Modern
    Tan Malaka, Tokoh Kontroversial dalam Sejarah Indonesia Modern
    24/02/2020 - 12:37
  • Menakar Dampak Perang Dagang Sawit Indonesia dan Uni Eropa
    Menakar Dampak Perang Dagang Sawit Indonesia dan Uni Eropa
    24/02/2020 - 11:37
  • Majelis Hakim ke Rano Karno: Ada Ancaman Pidana Jika Anda Berbohong!
    Majelis Hakim ke Rano Karno: Ada Ancaman Pidana Jika Anda Berbohong!
    24/02/2020 - 17:37
  • Biar Awet dan Tahan lama, Begini Cara Cuci Jaket Bulu yang Tepat
    Biar Awet dan Tahan lama, Begini Cara Cuci Jaket Bulu yang Tepat
    24/02/2020 - 17:36
  • Hendra/Ahsan Akui Bakal Sulit Pertahankan Gelar All England
    Hendra/Ahsan Akui Bakal Sulit Pertahankan Gelar All England
    24/02/2020 - 17:35
  • Secara Offline, Penjualan Jersey Terbaru Persija Mulai Dibuka Hari Ini
    Secara Offline, Penjualan Jersey Terbaru Persija Mulai Dibuka Hari Ini
    24/02/2020 - 17:32
  • 188 WNI di Kapal World Dream Bakal Dikarantina 14 Hari di Pulau Sebaru
    188 WNI di Kapal World Dream Bakal Dikarantina 14 Hari di Pulau Sebaru
    24/02/2020 - 17:32
  • Ternyata, NU Juga Menghitung Masa Iddah BCL akan Habis pada 29 Juni 2020
    Ternyata, NU Juga Menghitung Masa Iddah BCL akan Habis pada 29 Juni 2020
    24/02/2020 - 07:21
  • Biadab, Tentara Israel Seret Mayat Warga Palestina Pakai Buldoser
    Biadab, Tentara Israel Seret Mayat Warga Palestina Pakai Buldoser
    24/02/2020 - 05:02
  • Selebrasi 'Gila' Mike Tyson Setelah Fury Buat Wilder Babak Belur
    Selebrasi 'Gila' Mike Tyson Setelah Fury Buat Wilder Babak Belur
    24/02/2020 - 05:10
  • Petani Temukan Hewan Purba Glyptodon Seukuran Mobil
    Petani Temukan Hewan Purba Glyptodon Seukuran Mobil
    24/02/2020 - 08:59
  • Ayudia Bing Slamet Ungkap Sempat Ingin Gugurkan Kandungan
    Ayudia Bing Slamet Ungkap Sempat Ingin Gugurkan Kandungan
    24/02/2020 - 06:52