Pendidikan

Program seTARA Kemendikbud RI Jadi Andalan Atasi Masalah Putus Sekolah

Senin, 02 Desember 2019 - 10:07 | 29.40k
Program seTARA Kemendikbud RI Jadi Andalan Atasi Masalah Putus Sekolah
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Harris Iskandar tengah berbicara di sela forum Nasional Pendidikan Masyarakat dan Evaluasi Kinerja Pengelolaan PAUD Dan Dikmas Tahun 2019. (Foto: a
Pewarta: Ahmad Tulung | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Harris Iskandar menyatakan dunia pendidikan Indonesia kini mulai memancarkan sinar harapan di mata masyarakat.

Pasalnya, anak-anak putus sekolah dan anak dari keluarga kurang mampu yang tidak sanggup menyekolahkan anaknya, tetap bisa mengenyam pendidikan serta mengembangkan keterampilan melalui pendidikan nonformal berbasis digital.

"Wajib belajar 12 tahun pun bukan hanya slogan, tetapi telah menjadi solusi konkrit dan merata yang bisa dirasakan masyarakat," ujar Harris di sela menghadiri forum Nasional Pendidikan Masyarakat dan Evaluasi Kinerja Pengelolaan PAUD Dan Dikmas Tahun 2019 di Hotel Sahid Jaya, Yogyakarta, Minggu (1/12/2019).

Kemendikbudd2280a2c0e7301d4.jpg

Harris mengatakan saat ini untuk mengatasi anak putus sekolah dan anak dari keluarga tidak mampu, Ditjen PAUD dan Dikmas melalui Direktorat Direktorat Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan telah menyelenggarakan pendidikan berbasis online melalui seTARA daring.

Program seTARA ini merupakan sebuah inovasi layanan pembelajaran pendidikan kesetaraan yang dapat dijadikan pilihan moda pembelajaran melalui ruang kelas digital yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja.

“Peserta seTARA daring tercatat ada sekitar 592 Lembaga dengan 4.549 Tutor dan 6914 peserta didik yang mengikuti pembelajaran berbasis digital. Mereka belajar sambil bekerja. Bisa mengakses belajar melalui android,” ujar Harris.

Sedangkan peningkatan peserta didik kesetaraan bisa dilacak melalui Ujian Paket Kesetaan yang mengalami peningkatan setiap tahunnya. Menurut Harris, pada tahun 2018 sebanyak 79,639  sedangkan tahun 2019 meningkat menjadi 118,885 peserta.

“Peserta ujian kesetaraan ini, semuanya mengikuti ujian nasional berbasis komputer atau sudah UNBK semua,” papar Harris.

Untuk kemudahan peserta didik kesetaraan Ditjen PAUD dan Dikmas juga memberikan PIP kepada warga belajarnya.

Pada anggaran 2019, usulan bagi warga belajar pendidikan kesetaraan paket A, B dan C sejumlah 376.014, namun direalisasikan sebanyak 169.127. Adapun besaran dana PIP saat ini untuk pemegang KIP per bulan berkisar antara Rp 450 ribu hingga Rp 1 juta. Besaran PIP per tahun untuk Paket A/SD sebesar Rp450.000, Paket B/SMP sebesar Rp750.000, dan Paket C/SMA sebesar Rp1.000.000.

“Semua upaya pemerintah ini dalam rangka peningkatan layanan pendidikan bagi seluruh masyarakat. Pendidikan yang berkualitas dan merata,” ujar Harris.

Harris menyebut pelaksanaan pendidikan kesetaraan berbasis online yang dikembangkan Ditjen PAUD dan Dikmas merupakan upaya membangun pemuda produktif lebih mandiri secara ekonomi, sosial maupun budaya.

Program ini memberi ruang kepada pemuda, khususnya yang putus sekolah dan dari keluarga tidak mampu melalui perluasan akses piranti digital agar lebih bermanfaat dan meningkatkan nilai tambah perekonomian.

“Melalui pemuda yang terdidik dan tercerahkan yang akan mengawal serta pelaku perubahan Indonesia di masa depan. Sebab dengan potensi sumberdaya manusia yang berkualitas itulah yang akan mampu memanfaatkan kemajuan era digital untuk membuka jalan kemanfaatan yang lebih besar,” ujarnya.

Direktorat Jenderal PAUD dan Pendidikan Masyarakat, Kemendikbud, yang membidangi pendidikan masyarakat telah memberikan layanan pendidikan bagi anak bangsa melalui pendidikan keaksaraan, dan peningkatan keterampilan melalui lembaga kursus.

Menurut data Ditjen PAUD dan Dikmas, lembaga kursus tercatat pada Dapodik dan memiliki NPSN sebanyak 16.926 LKP, sedangkan lembaga kursus yang telah terakreditasi (A,B,C) sebanyak 4.488 LKP (26%). Dengan 10 jenis ketermapilan yang banyak dimintai di antaranya disain grafis, web aplikasi, digital marketing, teknik otomotif, fashion desain, tata kecantikan, tata boga, bordir dan sulam, serta akuntansi dan elektronika.

“Mengantisipasi era industri 4.0. Ditjen PAUD dan Dikmas pun menyelenggarakan pendidikan berbasis digital melalui Massive Open Online Course (MOOC). Peserta didik dimana pun bisa mengikuti. Gratis dan dilakukan secara interaktif,” ujar Harris.

Ditjen PAUD dan Dikmas, melalui Direktorat Kursus dan Pelatihan telah memberikan yakni pendidikan keterampilan kerja, pendidikan keterampilan wirausaha dan uji kompetensi kepada anak putus sekolah yang ingin mengembangkan diri dan mengembangkan profesi sehingga mandiri.

Program Massive Open Online Course (MOOC) adalah sistem pembelajaran kursus online. MOOCs merupakan metode belajar-jarak-jauh dengan skala-besar, gratis dan bisa diakses siapa saja dan di mana saja mereka berada di dunia. Mereka membantu menyediakan kursus-kursus level-universitas untuk siapa saja yang kurang mampu atau cukup berkenan untuk mendapatkan gelar sarjana mereka di institusi level unggul atau berkuliah di luar negeri.

“Provinsi Jawa Barat merupakan provinsi terbanyak penyelenggara kursus yakni sekitar 2.450, disusul Jawa Timur 2209, Jawa Tengah 1501. Sedangkan Jakarta hanya 872 KLP,” ujar Harris. (*)


yogyakarta seTARA Kementerian Pendidikan Anak Putus Sekolah
Publisher : Sholihin Nur
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

Follow TIMES Indonesia di Google News

TIMES TV

Perawatan Rambut dengan Glutera Formulated Hair Shampoo

Perawatan Rambut dengan Glutera Formulated Hair Shampoo

06/12/2019 - 15:24

Mengatasi Rambut Rontok dengan Glutera Hair Tonic Serum

Mengatasi Rambut Rontok dengan Glutera Hair Tonic Serum
Salon Kecantikan di Dalam Lapas

Salon Kecantikan di Dalam Lapas
Wisata Petik Madu Rimba Raya

Wisata Petik Madu Rimba Raya
Merawat Wajah dengan Glutera Facial Wash

Merawat Wajah dengan Glutera Facial Wash

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Merosotnya Nilai-Nilai Pancasila Pada Era Milenial
    Merosotnya Nilai-Nilai Pancasila Pada Era Milenial
    06/12/2019 - 18:39
  • Sudah Jualan Agama Hari Ini?
    Sudah Jualan Agama Hari Ini?
    06/12/2019 - 16:56
  • Pentingnya Mengamalkan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
    Pentingnya Mengamalkan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
    06/12/2019 - 16:31
  • Sejarah Pergerakan Mahasiswa
    Sejarah Pergerakan Mahasiswa
    06/12/2019 - 15:45
  • Tambang Terbuka Grasberg Ditutup, Papua Kehilangan Sandaran Ekonomi
    Tambang Terbuka Grasberg Ditutup, Papua Kehilangan Sandaran Ekonomi
    06/12/2019 - 09:19
  • Membangun Bima dan Indonesia dengan Konsep Sultan Muhammad Salahuddin
    Membangun Bima dan Indonesia dengan Konsep Sultan Muhammad Salahuddin
    06/12/2019 - 08:54
  • Program Evaluasi Terkait Persoalan Kebijakan Publik
    Program Evaluasi Terkait Persoalan Kebijakan Publik
    06/12/2019 - 08:41
  • Terminal Baranangsiang Butuh Perhatian, LRT Apa Kabar?
    Terminal Baranangsiang Butuh Perhatian, LRT Apa Kabar?
    05/12/2019 - 19:02
  • Pemprov Jatim: Gubernur Khofifah Tak Pernah Kirim Orang KONI ke Kediri
    Pemprov Jatim: Gubernur Khofifah Tak Pernah Kirim Orang KONI ke Kediri
    07/12/2019 - 03:15
  • Penjaga Gudang PT Ganes Dianiaya hingga Tewas, Polisi Ciduk Pelakunya
    Penjaga Gudang PT Ganes Dianiaya hingga Tewas, Polisi Ciduk Pelakunya
    07/12/2019 - 03:10
  • Hujan Lebat, Kawasan Bandung Diterjang Banjir Bandang dan Longsor
    Hujan Lebat, Kawasan Bandung Diterjang Banjir Bandang dan Longsor
    07/12/2019 - 02:00
  • Jamu Persib Bandung, PSS Sleman Kerahkan Kekuatan Penuh Demi Amankan 3 Poin
    Jamu Persib Bandung, PSS Sleman Kerahkan Kekuatan Penuh Demi Amankan 3 Poin
    07/12/2019 - 01:15
  • TV dan Kasur, Benda yang Paling Sering Dicuri Tamu Hotel
    TV dan Kasur, Benda yang Paling Sering Dicuri Tamu Hotel
    07/12/2019 - 01:05
  • Melly Mono Gantikan Tantri Jadi Vokalis Band Kotak
    Melly Mono Gantikan Tantri Jadi Vokalis Band Kotak
    07/12/2019 - 00:36
  • Pria, Begini Caranya Bikin Wanita Orgasme Berkali-kali
    Pria, Begini Caranya Bikin Wanita Orgasme Berkali-kali
    07/12/2019 - 00:08
  • Tips Mengakali Dinding Rembes di Musim Hujan
    Tips Mengakali Dinding Rembes di Musim Hujan
    07/12/2019 - 00:18
  • 3 Senjata Timnas Indonesia Hadapi Myanmar
    3 Senjata Timnas Indonesia Hadapi Myanmar
    07/12/2019 - 02:00
  • Tampil Berkebaya Encim Maudy Koesnaedi Lebih Suka Warna Mencolok
    Tampil Berkebaya Encim Maudy Koesnaedi Lebih Suka Warna Mencolok
    07/12/2019 - 00:06