Pemerintahan

Bambang Haryo Minta Menteri KKP Tidak Tenggelamkan Kapal

Minggu, 01 Desember 2019 - 10:22 | 94.41k
Bambang Haryo Minta Menteri KKP Tidak Tenggelamkan Kapal
Penenggelaman Kapal Illegal Fishing. (Foto: Okezone)
Pewarta: Imadudin Muhammad | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Praktisi dan pemerhati sektor transportasi logistik, Bambang Haryo Soekartono, menyarankan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo tidak meneruskan kebijakan menteri sebelumnya Susi Pujiastuti.

Kebijakan yang dimaksudkan ialah   menenggelamkan kapal pencuri ikan dengan cara diledakkan di tengah laut. Ia menilai peledakan kapal pada masa menteri Susi Pujiastuti itu melanggar banyak regulasi dan menyebabkan kerugian besar dari sisi lingkungan hidup dan ekonomi.

“Dampak negatifnya (peledakan kapal) lebih besar. Akibat tindakan itu, terjadi pencemaran laut sebab banyak unsur anorganik dari serpihan dan bangkai kapal yang menjadi limbah, seperti cat, oli, bahan bakar, plastik dan sebagainya,” kata Bambang Haryo, Sabtu (30/11/2019).

Bambang menjelaskan, peledakan yang menyebabkan serpihan kapal menjadi sampah yang berserakan di laut melanggar aturan United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982 yang melarang bahan anorganik dibuang ke laut.

Tak hanya itu, ia juga menilai peledakan kapal juga melanggar konvensi Safety of Life at Sea (SOLAS) dari International Maritime Organization (IMO) dan Undang-Undang No. 17/2015 tentang Pelayaran. Dalam UU Pelayaran yang merupakan ratifikasi regulasi IMO, kapal yang tenggelam wajib diangkat atau diapungkan, apalagi jika mengganggu alur pelayaran. 

“Kapal yang tenggelam titik koordinatnya pun harus diketahui dan dilindungi dengan oil boom supaya tidak mencemari laut. Kapal bisa saja ditenggelamkan tetapi pada kedalaman di atas 1.000 meter dan tidak mengganggu pelayaran, serta harus dipastikan bebas limbah,” jelas Bambang Haryo.

Bambang mengatakan dalam peledakan kapal pada masa menteri Susi Pujiastuti, dilakukan di pesisir sehingga ia menilai sangat berpotensi mengganggu pelayaran dan merusak lingkungan.

"Pasal 229 UU Pelayaran jelas menyatakan setiap kapal dilarang melakukan pembuangan limbah, air balas kotoran, sampah serta bahan kimia beracun ke perairan. Sanksinya diatur dalam pasal 325 yaitu pidana penjara 2 tahun dan denda Rp300 juta," jelasnya.

Sebagai contoh, tutur Bambang Haryo, Kapal MV Viking yang dikandaskan dengan cara dibom pada 14 Maret 2016 di dekat Pantai Pasir Putih Pangandaran, Jawa Barat, pada Juni 2016. Limbah kapal berukuran 1.322 GT itu sempat bocor sehingga mencemari air laut dan pantai di sekitarnya.

Menurut Bambang, pencemaran dari peledakan kapal jelas-jelas melanggar Undang-Undang No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pasal 99 UU itu menyebutkan, setiap orang yang karena kelalaiannya mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambient, baku mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup dipidana dengan penjara 1-3 tahun dan denda Rp1 miliar-Rp3 miliar.

Bambang Haryo mendukung pandangan Menteri KKP Edhy Prabowo untuk menghentikan peledakan kapal dan mencari cara lain yang berorientasi kepada kesejahteraan nelayan.

“Saya yakin Pak Edy tidak akan melanjutkan kebijakan peledakan kapal karena dampak negatifnya lebih besar daripada keuntungan ekonominya,” ujarnya.

Bambang Haryo khawatir jika kebijakan itu dilanjutkan, kepercayaan investor dan buyer perikanan Indonesia di luar negeri akan hilang, karena khawatir ikan dari Indonesia tercemar. Sebab, kepercayaan dunia pelayaran juga akan merosot karena mereka khawatir alur pelayaran terganggu akibat banyaknya kapal tenggelam di perairan Indonesia.(*)


jakarta Bambang Haryo Soekartono Edhy Prabowo Menteri KKP
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Jakarta
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

Follow TIMES Indonesia di Google News

TIMES TV

Festival Kampung Ublik of Pujon Kidul Where Every Corner of the Place is Filled with Lantern

Festival Kampung Ublik of Pujon Kidul Where Every Corner of the Place is Filled with Lantern

08/12/2019 - 02:18

Festival Kampung Ublik Pujon Kidul

Festival Kampung Ublik Pujon Kidul
Perawatan Rambut dengan Glutera Formulated Hair Shampoo

Perawatan Rambut dengan Glutera Formulated Hair Shampoo
Mengatasi Rambut Rontok dengan Glutera Hair Tonic Serum

Mengatasi Rambut Rontok dengan Glutera Hair Tonic Serum
Salon Kecantikan di Dalam Lapas

Salon Kecantikan di Dalam Lapas

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Sensasi vs Persepsi
    Sensasi vs Persepsi
    08/12/2019 - 11:47
  • Open To All And Open-Exit Vocational Education
    Open To All And Open-Exit Vocational Education
    08/12/2019 - 11:07
  • Meramu Falsafah Ideologis dan Kebersatuan Bangsa
    Meramu Falsafah Ideologis dan Kebersatuan Bangsa
    07/12/2019 - 11:54
  • Tergerusnya Nilai-Nilai Pancasila pada Generasi Milenial
    Tergerusnya Nilai-Nilai Pancasila pada Generasi Milenial
    07/12/2019 - 07:28
  • Esensi Pancasila di Era 4.0
    Esensi Pancasila di Era 4.0
    06/12/2019 - 21:42
  • Merosotnya Nilai-Nilai Pancasila Pada Era Milenial
    Merosotnya Nilai-Nilai Pancasila Pada Era Milenial
    06/12/2019 - 18:39
  • Sudah Jualan Agama Hari Ini?
    Sudah Jualan Agama Hari Ini?
    06/12/2019 - 16:56
  • Pentingnya Mengamalkan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
    Pentingnya Mengamalkan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
    06/12/2019 - 16:31
  • Sakit Tumor Otak, Marcella Zalianty Ajak Anaknya ke Australia
    Sakit Tumor Otak, Marcella Zalianty Ajak Anaknya ke Australia
    09/12/2019 - 09:46
  • Atur Lalu Lintas Perempatan Tamsis Saat Mati Listrik, Pria Ini Jadi Sorotan
    Atur Lalu Lintas Perempatan Tamsis Saat Mati Listrik, Pria Ini Jadi Sorotan
    09/12/2019 - 09:39
  • IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat Tipis 0,27 Persen
    IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat Tipis 0,27 Persen
    09/12/2019 - 09:33
  • Persija Kalah dari Badak Lampung, Edson Tavares: Mengecewakan
    Persija Kalah dari Badak Lampung, Edson Tavares: Mengecewakan
    09/12/2019 - 09:31
  • Menang FFI 2019, Muhammad Khan Nyanyi Lagu India Usai Menerima Piala Citra
    Menang FFI 2019, Muhammad Khan Nyanyi Lagu India Usai Menerima Piala Citra
    09/12/2019 - 09:30
  • Gawat, Vietnam Tebar Ancaman Gusur Posisi Indonesia
    Gawat, Vietnam Tebar Ancaman Gusur Posisi Indonesia
    09/12/2019 - 05:57
  • Suami Iis Dahlia Pilot Pesawat Garuda yang Bawa Harley dan Brompton
    Suami Iis Dahlia Pilot Pesawat Garuda yang Bawa Harley dan Brompton
    09/12/2019 - 05:37
  • Diundang Resepsi Citra Kirana, Ali Syakieb Kok Tak Hadir
    Diundang Resepsi Citra Kirana, Ali Syakieb Kok Tak Hadir
    09/12/2019 - 05:10
  • Terlalu Jujur, 10 Jawaban Ujian Anak SD Malah Bikin Ngakak
    Terlalu Jujur, 10 Jawaban Ujian Anak SD Malah Bikin Ngakak
    09/12/2019 - 07:11
  • Komika Pandji Foto Bareng Lem Aibon, Mention Gubernur Anies
    Komika Pandji Foto Bareng Lem Aibon, Mention Gubernur Anies
    09/12/2019 - 00:05