Ekonomi

Pelaku Industri Pelayaran Tidak Perlu Khawatir Kapal Bekas Impor Masuk Indonesia

Minggu, 10 November 2019 - 13:53 | 74.18k
Pelaku Industri Pelayaran Tidak Perlu Khawatir Kapal Bekas Impor Masuk Indonesia
Ilustrasi - Kapal Kargo (FOTO: Fleetmon)
Pewarta: Imadudin Muhammad | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Para pelaku industri pelayaran tidak perlu khawatir tentang isu kapal bekas impor akan membanjiri perairan di Indonesia, akibat Peraturan Menteri Perdagangan No 76 Tahun 2019.

Sebab, importasi dan operasionalisasi kapal di Indonesia tidak mudah dan diproteksi secara ketat oleh regulasi sesuai dengan standar dan aturan internasional dari klasifikasi Indonesia ataupun klasifikasi asing asal kapal.

“Beli kapal bukan seperti produk lain yang regulasinya longgar. Impornya diawasi ketat oleh pemerintah, terutama Kementerian Perhubungan. Bahkan instansi lain ikut terlibat mengawasi, seperti Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), dan Bea Cukai,” kata Dewan Penasihat Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo), Bambang Haryo Soekartono, Minggu (10/11/2019).

Bambang menyebutkan sebelum diimpor, kapal bekas tersebut akan diperiksa secara ketat oleh Kemenhub sebelum disetujui. Ia mengatakan butuh waktu cukup panjang karena perlu ada pengecekan langsung dari kementerian terkait ke tempat asal kapal.

"Semua kapal yang diimpor tidak boleh dalam keadaan laid-up atau nganggur,” ujarnya.

Klasifikasi kapal bekas tersebut rata-rata diakui oleh International Association of Classification Societie’s (IACS) serta disesuaikan dengan standarisasi dan aturan Safety of Life at Sea (SOLAS) yang terdaftar di International Maritime Organization (IMO).

Oleh sebab itu, menurut Bambang Haryo, kekhawatiran membanjirnya kapal bekas impor gara-gara penerbitan Permendag 76/2019 tidak beralasan.

Untuk diketahui, Permendag 76/2019 tentang Ketentuan Impor Barang Modal dalam Keadaan Tidak Baru membuka keran impor untuk kapal berusia sampai dengan 30 tahun dari sebelumnya 15-20 tahun dalam Permendag 118/2018.

Selain regulasi impor yang ketat, pemerintah melalui Kemenhub juga bisa mengatur jumlah kapal yang beroperasi dari sisi supply dan demand, seperti yang sudah dilakukan pada lintasan penyeberangan komersial Ketapang-Gilimanuk dan Padangbai-Lembar.

Bambang Haryo menegaskan, kapal tidak mengenal istilah tua atau batasan umur teknis, melainkan umur ekonomis. Sebab kapal harus selalu diperbarui dan docking rutin agar sesuai dengan standar keselamatan SOLAS dan klas.

Sesuai dengan standarisasi BKI ataupun klas internasional, setiap komponen (pelat dan permesinan) yang susut 17 persen wajib diganti, sehingga kapal secara teknis selalu dalam kondisi baru.

Sebagai gambaran, di negara-negara maju seperti Eropa dan Amerika Utara masih banyak mengoperasikan kapal-kapal di atas 30 tahun, bahkan ada yang sampai 100 tahun. Berdasarkan data www.equasis.org dan Llyod Register, jumlah kapal berusia 30 tahun ke atas mencapai 70 persen dari jumlah kapal yang beroperasi di dunia saat ini.

Selain itu, Bambang Haryo menilai, Indonesia masih membutuhkan kapal bekas usia maksimal 30 tahun mengingat daya beli masyarakat terhadap tarif angkutan laut saat ini sangat rendah dan ekonomi butuh layanan logistik murah. Daya beli rendah itu tercermin dari tarif pelayaran dan penyeberangan yang sangat rendah dibandingkan dengan negara-negara lain.

Sebagai contoh, tarif angkutan penyeberangan (kapal feri) per mile di Indonesia hanya Rp700, jauh di bawah tarif di Filipina Rp2.900 ataupun Thailand Rp3.500. Bahkan, tarif angkutan laut seperti Pelni hanya Rp350 per mile.

“Apabila rakyat sudah mampu membayar dengan tarif layak, perusahaan pelayaran atau penyeberangan pasti akan membeli kapal baru dan membangunnya di dalam negeri. Seperti di angkutan udara, maskapai penerbangan sekarang lebih suka membeli pesawat baru karena tarifnya memadai,” katanya.

Selama ini, tutur Bambang Haryo, tidak satu pun perusahaan pelayaran nasional yang tertarik membangun kapal di galangan dalam negeri. Padahal, pemerintah melalui Permendag 118/2018 telah membatasi impor kapal hingga usia 15-20 tahun.

Menurutnya, Permendag 118/2018 sama sekali tidak efektif. Karena pelayaran kesulitan mendapatkan kapal bekas di bawah 20 tahun, sehingga mereka bangun kapal baru di China karena harganya sama saja dengan bekas.

"Akibatnya galangan lokal tidak mendapat benefit apa-apa, baik bangunan baru maupun reparasi,” ungkapnya.

Menurut informasi yang dia himpun, sejak 2016 sudah lebih dari 50 kapal dibangun di China. Bambang Haryo pun menyarankan pemerintah harusnya mendorong pelayaran bangun kapal di dalam negeri.(*)


jakarta industri pelayaran kapal bekas impor
Publisher : Sholihin Nur
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

Follow TIMES Indonesia di Google News

TIMES TV

Perawatan Rambut dengan Glutera Formulated Hair Shampoo

Perawatan Rambut dengan Glutera Formulated Hair Shampoo

06/12/2019 - 15:24

Mengatasi Rambut Rontok dengan Glutera Hair Tonic Serum

Mengatasi Rambut Rontok dengan Glutera Hair Tonic Serum
Salon Kecantikan di Dalam Lapas

Salon Kecantikan di Dalam Lapas
Wisata Petik Madu Rimba Raya

Wisata Petik Madu Rimba Raya
Merawat Wajah dengan Glutera Facial Wash

Merawat Wajah dengan Glutera Facial Wash

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Merosotnya Nilai-Nilai Pancasila Pada Era Milenial
    Merosotnya Nilai-Nilai Pancasila Pada Era Milenial
    06/12/2019 - 18:39
  • Sudah Jualan Agama Hari Ini?
    Sudah Jualan Agama Hari Ini?
    06/12/2019 - 16:56
  • Pentingnya Mengamalkan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
    Pentingnya Mengamalkan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
    06/12/2019 - 16:31
  • Sejarah Pergerakan Mahasiswa
    Sejarah Pergerakan Mahasiswa
    06/12/2019 - 15:45
  • Tambang Terbuka Grasberg Ditutup, Papua Kehilangan Sandaran Ekonomi
    Tambang Terbuka Grasberg Ditutup, Papua Kehilangan Sandaran Ekonomi
    06/12/2019 - 09:19
  • Membangun Bima dan Indonesia dengan Konsep Sultan Muhammad Salahuddin
    Membangun Bima dan Indonesia dengan Konsep Sultan Muhammad Salahuddin
    06/12/2019 - 08:54
  • Program Evaluasi Terkait Persoalan Kebijakan Publik
    Program Evaluasi Terkait Persoalan Kebijakan Publik
    06/12/2019 - 08:41
  • Terminal Baranangsiang Butuh Perhatian, LRT Apa Kabar?
    Terminal Baranangsiang Butuh Perhatian, LRT Apa Kabar?
    05/12/2019 - 19:02
  • Perawat Pesta Sabu di RSUD Sultan Iskanda Muda, Jukir Ikut Dicokok Polisi
    Perawat Pesta Sabu di RSUD Sultan Iskanda Muda, Jukir Ikut Dicokok Polisi
    06/12/2019 - 23:31
  • Mangkir Lagi, Pimpinan KPK Sindir Mekeng: Negarawan Harusnya Sadar Hukum
    Mangkir Lagi, Pimpinan KPK Sindir Mekeng: Negarawan Harusnya Sadar Hukum
    06/12/2019 - 23:23
  • Rabithah Alawiyah: Jangan Curigai Ormas Islam Merongrong NKRI
    Rabithah Alawiyah: Jangan Curigai Ormas Islam Merongrong NKRI
    06/12/2019 - 23:13
  • Api Tak Kunjung Padam, Kebakaran di Lokasari Square Berasal dari Lantai 5
    Api Tak Kunjung Padam, Kebakaran di Lokasari Square Berasal dari Lantai 5
    06/12/2019 - 23:04
  • Pejabat Eselon Tiga dan Empat Diganti Robot, Menkominfo: Masuk Akal
    Pejabat Eselon Tiga dan Empat Diganti Robot, Menkominfo: Masuk Akal
    06/12/2019 - 22:55
  • Video Diduga Ari Askhara Lagi Ngeyel, Tolak Mundur dari Dirut Garuda
    Video Diduga Ari Askhara Lagi Ngeyel, Tolak Mundur dari Dirut Garuda
    06/12/2019 - 12:47
  • KPK Sebut Harley Pesanan Eks Dirut Garuda Indonesia Bukan Gratifikasi
    KPK Sebut Harley Pesanan Eks Dirut Garuda Indonesia Bukan Gratifikasi
    06/12/2019 - 15:48
  • Panasnya Perburuan Posisi 2, Medali Indonesia & Vietnam Berjumlah Sama
    Panasnya Perburuan Posisi 2, Medali Indonesia & Vietnam Berjumlah Sama
    06/12/2019 - 11:38
  • Pesta Emas, Koleksi Medali Indonesia Mulai Nyaman di Posisi 2
    Pesta Emas, Koleksi Medali Indonesia Mulai Nyaman di Posisi 2
    06/12/2019 - 17:36
  • Dirut Garuda Janjikan Seluruh Awak Kabin Dapat Koper Tumi Rp10 Juta
    Dirut Garuda Janjikan Seluruh Awak Kabin Dapat Koper Tumi Rp10 Juta
    06/12/2019 - 19:39