Kopi TIMES

Mendidik Remaja untuk Masa Depan

Minggu, 10 November 2019 - 12:11 | 107.72k
Mendidik Remaja untuk Masa Depan
Rochmat Wahab. (Grafis: TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – “Sungguh pemuda itu distandarisasi dari kualitas ilmu dan ketakwaannya. Jika keduanya tidak melekat pada struktur kepribadiannya. Ia tidak layak disebut pemuda. Pemuda hari ini adalah pemimpin di masa depan (syubbanul yaum rijalul ghod).” - Imam Syafi’i.

“Adolescence represents an inner emotional upheaval, a struggle between the eternal human wish to cling to the past and the equally powerful wish to get on with the future.” - Louise J. Kaplan

Dewasa ini kita tidak ada henti-hentinya dihadapkan remaja zaman now dengan segala keunikan dan persoalannya. Di samping prestasi sejumlah remaja di tingkat nasional dan internasional, kita juga dihadapkan remaja yang memiliki penyimpangan perilaku sosial, yang tidak hanya kuantitasnya tapi juga kualitasnya yang terus meningkat baik yang terkait dengan kriminal maupun tindakan asusila. Kita tidak rela membiarkan remaja terjebak perilaku yang menyimpang, dan sudah seharusnya ada upaya yang serius untuk terus mendidik remaja dengan efektif untuk masa depannya.

Remaja yang posisi di antara anak dan orang dewasa menunjukkan bahwa di satu sisi dia masih anak-anak, yang hidupnya tergantung orang lain dan psikologisnya belum matang, di sisi lain sudah injakkan kaki sebagai dewasa, yang sebenarnya secara biologis mampu menjalankan fungsi orang dewasa.

Kondisi ini membuat remaja belum bisa dipercaya sepenuhnya sebagaimana layaknya orang dewasa. Faktanya remaja banyak sekali yang bermasah, walau tidak sedikit remaja yang hidupnya terarah, sehingga bisa tampilkan prestarsi membanggakan.

Dewasa ini kita tidak jarang dibuat shock, karena di berbagai tempat, yang tidak hanya di kota melainkan juga di desa, terdapat banyak remaja yang melakukan tindakan kriminal, bahkan sadis dan tidak berperikemanusiaan. Belum lagi remaja yang emosinya masih tinggi dan labil, hingga mengakibatkan adanya tawuran, pelecehan, perkosaan, bahkan pembunuhan. Di antara mereka yang benar-benar membikin shock, anak membunuh orangtua, murid membunuh guru, dan mahasiswa membunuh dosennya. Siapa yang patut disalahkan? Semoga kejadian ini menjadi bahan renungan bersama.

Kita tidak perlu menyalahkan pihak manapun, karena faktor penyebabnya bisa kompleks. Yang penting kita orangtua perlu terus mengupayakan diri untuk melakukan bimbingan dan pemdampingan anak remaja baik yang memang dalam kondisi krisis identitàs. Di era digital yang pola kehidupan anak remaja yang berbeda secara signifikan, orangtua perlu melakukan reorientasi dalam mendidik dan mengasuh, sehingga anak remaja bisa tumbuh dan berkembang secara optimal.

Selain dari berbagai persoalan yang dihadapi remaja, pada  dasarnya remaja secara psikologis memiliki berbagai kebutuhan yang tidak bisa diabaikan. Kebutuhan-kebutuhan itu di antaranya (1) kebutuhan keamanan, (2) kebutuhan cinta, (3) kebutuhan pengakuan, (4) kebutuhan kebebasan atau kemandirian, (5) kebutuhan ekspresi diri dan berprestasi, dan (6) kebutuhan aktualisasi diri dan ruhaniyah. Kebutuhan-kebutuhan ini menjadi tanggung jawab orang dewasa utamanya orangtua, sehingga remaja itu bisa mandiri dan beradaptasi. Tanpa menimbulkan kegaduhan yang tidak perlu terjadi.

Selanjutnya bisa selamatkan anak remaja dari kegagalan hidupnya, maka ada beberapa upaya penting yang bisa dilakukan orangtua, di antaranya (1) Jalin komunikasi intens dengan anaknya yang remaja  (2) Berikan pemahaman tentang agama dan contoh perilaku beragama dalam kehidupan sehari-hari, (3) Tunjukkan rasa kepercayaan Anda kepada anaknyanyang remaja, (4) Biarkan anak bersosialisasi dengan longkungannya dengan kontrol yang didasari kasih sayang, (5) Berikan perintah dan larangan pada waktu dan kondisi yang tepat, (7) Jadikan diri sebagai teladan yang baik, (8) Arahkan dan dampingi anaknya  remaja untuk mencari idola yang baik, (9) Arahkan dan kendalikan remaja dalam perbaikan dan pemanfaatan dunia digital, (10) Dengarkan dengan antusias dan hargai pendapat remaja.

Masa depan yang dihadapi remaja adalah suatu kepastian. Namun gambaran masa dekan yang akurat sulit dirumuskan, kecuali hanya bersifat ramalan. Secara garis besar para futurolog sudah mampu melakukan, bagaimana tantangan masa depan. Yang menjadi soal bahwa remaja sebagai pemilik masa depan umumnya lebih tertarik dengan cara hidup yang pragmatis, apa yang terjadi saat ini dan di sini. Karena itu remaja perlu dibimbing untuk tidak terjebak dengan hidup yang hedonistik dan materialistik. Melainkan mau belajar dan bekerja keras yang bersifat investatif.

Akhirnya bahwa remaja secara fitrah sudah menggendong masalah. Namun juga memiliki potensi. Remaja perlu diupayakan untuk fokus kembangkan potensi untuk aktualisasi diri, yang dengan sendirinya bisa mengatasi masalah yang tak bisa dihindari. Sebaliknya kita tidak bisa menyerah terhadap masalah yang menggerogoti remaja, karena bisa berakibat lenyapkan potensi yang dimiliki. Karena itu orangtua seharusnya berkomitmen kuat untuk fasilitasi dan bimbing remaja dengan cara yang benar dan efektif, sehingga mampu siapkan remaja menghadapi tantangan di masa-masa mendatang. (*)

 

 

*) Penulis adalah Prof Dr Rochmat Wahab, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Periode 2009-2017, anggota Mustasyar PW Nahdlatul Ulama (NU) DIY, Pengurus ICMI Pusat.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Selamat Bertugas Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Jhonny Eddizon Isir
    Selamat Bertugas Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Jhonny Eddizon Isir
    02/06/2020 - 16:25
  • Kapolres Malang Tinjau Kampung Tangguh di Kelurahan Ardirejo Kepanjen
    Kapolres Malang Tinjau Kampung Tangguh di Kelurahan Ardirejo Kepanjen
    02/06/2020 - 16:21
  • Sidak Bandara Ahmad Yani, Ganjar Minta Pengelola Tertibkan Penumpang
    Sidak Bandara Ahmad Yani, Ganjar Minta Pengelola Tertibkan Penumpang
    02/06/2020 - 16:17
  • Dinkes Cirebon Sebut Penyerapan Anggaran Covid-19 Belum Maksimal, Ini Alasannya
    Dinkes Cirebon Sebut Penyerapan Anggaran Covid-19 Belum Maksimal, Ini Alasannya
    02/06/2020 - 16:15
  • Cek Pasar, Wali Kota Blitar Pastikan Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan
    Cek Pasar, Wali Kota Blitar Pastikan Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan
    02/06/2020 - 16:12
  • PKL Boleh Buka Lapak di Area Pasar Johar Lama dengan Tetap Patuhi PKM
    PKL Boleh Buka Lapak di Area Pasar Johar Lama dengan Tetap Patuhi PKM
    02/06/2020 - 16:09
  • Warga Tambakrejo Korban Gusuran Proyek Banjir Kanal Timur Tagih Janji Pemkot
    Warga Tambakrejo Korban Gusuran Proyek Banjir Kanal Timur Tagih Janji Pemkot
    02/06/2020 - 16:06
  • Usai Penggeledahan, KPK RI Juga Membawa Istri Nurhadi
    Usai Penggeledahan, KPK RI Juga Membawa Istri Nurhadi
    02/06/2020 - 16:03
  • Resmi Batalkan Ibadah Haji 2020, Ini Alasan Pemerintah Indonesia
    Resmi Batalkan Ibadah Haji 2020, Ini Alasan Pemerintah Indonesia
    02/06/2020 - 16:00
  • SMT Pulau Morotai Desak Camat Morut Tertibkan Kinerja Pemdes
    SMT Pulau Morotai Desak Camat Morut Tertibkan Kinerja Pemdes
    02/06/2020 - 15:55

TIMES TV

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

20/05/2020 - 21:40

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang

Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang
GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC

GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC
Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Perekonomian Indonesia dalam Kebijakan New Normal
    Perekonomian Indonesia dalam Kebijakan New Normal
    02/06/2020 - 12:03
  • Kesadaran Adalah Kunci Utama Berakhirnya Virus COVID-19
    Kesadaran Adalah Kunci Utama Berakhirnya Virus COVID-19
    02/06/2020 - 05:35
  • Memelihara Nilai Luhur Pancasila
    Memelihara Nilai Luhur Pancasila
    02/06/2020 - 03:16
  • Diberlakukannya New Normal, Menggugah Para Pemangku Pesantren
    Diberlakukannya New Normal, Menggugah Para Pemangku Pesantren
    02/06/2020 - 01:22
  • Refleksi Hari Lahir Pancasila: Memahami Pancasila Secara Holistik
    Refleksi Hari Lahir Pancasila: Memahami Pancasila Secara Holistik
    02/06/2020 - 00:19
  • Pancasila dalam Perspektif Islam
    Pancasila dalam Perspektif Islam
    01/06/2020 - 22:48
  • Penganggaran Berbasis Pancasila, Jembatan Menuju Kesejahteraan Rakyat
    Penganggaran Berbasis Pancasila, Jembatan Menuju Kesejahteraan Rakyat
    01/06/2020 - 19:21
  • Covid-19 dan Distorsi Pemberitaan Media
    Covid-19 dan Distorsi Pemberitaan Media
    01/06/2020 - 18:15
  • Luhut Binsar Pandjaitan Bantah Punya Akun di Twitter
    Luhut Binsar Pandjaitan Bantah Punya Akun di Twitter
    02/06/2020 - 16:23
  • Viral Aksi Kuproy Bak Avengers, Warganet: Thanos Menangis Lihat Ini
    Viral Aksi Kuproy Bak Avengers, Warganet: Thanos Menangis Lihat Ini
    02/06/2020 - 16:22
  • IDI Pertanyakan Klaim Dinkes Sulsel yang Sebut 12 Kabupaten Zero Covid-19
    IDI Pertanyakan Klaim Dinkes Sulsel yang Sebut 12 Kabupaten Zero Covid-19
    02/06/2020 - 16:19
  • Raffi Ahmad Dibikin Pusing Gara-gara Motor Rp 350 Jutaan, Ini Dia Alasannya
    Raffi Ahmad Dibikin Pusing Gara-gara Motor Rp 350 Jutaan, Ini Dia Alasannya
    02/06/2020 - 16:18
  • Kabupaten Bekasi Mulai New Normal 4 Juni 2020
    Kabupaten Bekasi Mulai New Normal 4 Juni 2020
    02/06/2020 - 16:17
  • Pemakzulan Presiden, Fadli Zon: Yang Ketakukan Pasti Anti Demokrasi
    Pemakzulan Presiden, Fadli Zon: Yang Ketakukan Pasti Anti Demokrasi
    02/06/2020 - 06:02
  • Novel Baswedan yang Menangkap Nurhadi dan Menantunya
    Novel Baswedan yang Menangkap Nurhadi dan Menantunya
    02/06/2020 - 13:12
  • Mengerikan, Kebrutalan Polisi AS Tewaskan 7 Ribu Lebih Sipil
    Mengerikan, Kebrutalan Polisi AS Tewaskan 7 Ribu Lebih Sipil
    02/06/2020 - 05:39
  • Cegah COVID-19, Jangan Sentuh Benda Ini saat Belanja di Supermarket
    Cegah COVID-19, Jangan Sentuh Benda Ini saat Belanja di Supermarket
    02/06/2020 - 09:58
  • Gila, Tentara Amerika Serang Pendemo Pakai Helikopter Perang
    Gila, Tentara Amerika Serang Pendemo Pakai Helikopter Perang
    02/06/2020 - 12:04