Peristiwa Daerah

KH Masjkur Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional, Begini Pernyataan Rektor Unira

Sabtu, 09 November 2019 - 19:03 | 109.66k
KH Masjkur Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional, Begini Pernyataan Rektor Unira
Presiden Jokowi saat melihat foto Pahlawan Nasional asal Malang KH Masjkur. (Foto: Istimewa)

TIMESINDONESIA, MALANG – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo telah menetapkan KH Masjkur sebagai Pahlawan Nasional melalui Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 10/TK/Tahun 2019, Jumat (8/11/2019) kemarin. 

Anugerah ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat Bhumi Arema. Apalagi, besok 10 November 2019 merupakan Hari Pahlawan yang akan diselenggarakan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Kiai kelahiran Malang, Jawa Timur, 30 Desember 1904 ini termasuk pejuang “Resolusi Jihad”. Sebagai pimpinan tertinggi Barisan Sabilillah, beliau ikut andil dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. 

Diberikannya gelar tersebut kepada KH Masjkur, juga tidak lain, berkat jasa-jasanya yang ikut membela dan memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Salah satu fakta yang makin menegaskan bahwa KH Masjkur layak untuk mendapat gelar Pahlawan Nasional yakni pada Desember 1948, di tengah Agresi Militer Belanda dan ditangkapnya para pemimpin republik. KH Masjkur yang kala itu menjabat Menteri Agama Indonesia, lolos dari penangkapan, dan kemudian ikut bergerilya, dari Yogyakarta, Solo, Ponorogo, dan akhirnya bertemu dengan Panglima Besar Jenderal Soedirman di Trenggalek. 

Dukungan penyematan gelar Pahlawan Nasional kepada KH Masjkur datang dari berbagai pondok pesantren dan perguruan tinggi baik negeri dan swasta yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia.

Diantaranya, PCNU Kota Malang, Yayasan Sabilillah, Pemerintah Malang Raya dan beberapa perguruan tinggi seperti Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Kepanjen, Universitas Islam Malang (Unisma), UIN Maulana Malik Ibrahim, Universitas Brawijaya (UB), dan Universitas Negeri Malang (UM). 

"Wacana pengusulan KH Masjkur tersebut sebetulnya sudah pernah diutarakan oleh GP Ansor Kabupaten Malang pada 1995 lalu, namun gagal karena beberapa kendala teknis. Dan akhirnya benar-benar diusulkan kembali selama setahun lebih melalui Dinas Sosial Jatim dan ditujukan ke Kementerian Sosial RI," kata Rektor Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Kepanjen, Hasan Abadi. 

Menurut Hasan, pengusulan gelar pahlawan Kiai Masjkur dimulai pada Oktober 2017 yang diinisiasi oleh PCNU Kota Malang dan difasilitasi Pemkot Kota Malang, Jawa Timur dengan mengadakan seminar di Hotel Grand Palace Malang yang menghadirkan narasumber dari Kementerian Sosial RI dan pakar sejarah Agus Sunyoto.

Setelah seminar berlangsung PCNU Kota Malang dan Yayasan Sabililah membentuk Tim Pengusul Gelar Pahlawan dan disepakati Profesor Kasuwi Saiban sebagai ketua. 

"Kemudian tim mulai bekerja. Buku-buku dan bukti sejarah kemudian ditelisik oleh tim peneliti, tokoh agama dan tokoh masyarakat, pimpinan perguruan tinggi terutama Unisma, UIN, UB, UM termasuk Unira," kata pria yang juga Ketua LP Ma'arif Kabupaten Malang ini. 

Sebanyak delapan buku tentang KH Masjkur telah diterbitkan dan pernah didistribusikan ke lembaga-lembaga pendidikan di Jatim, antara lain mulai buku biografi perjuangan (tiga buku), fragmen pemikiran KH Masjkur dalam pandangan akademik (dua buku), kiprah dan perjuangan dalam catatan media (satu buku), komik (satu buku), napak tilas gerilya militer di Trenggalek (satu buku).

"Tentunya syukur alhamdulillah. Berkat kerja keras tim dan kerjasama seluruh elemen masyarakat Malang Raya, salah satu putra terbaik asal Bhumi Arema almarhum KH Masjkur secara resmi ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional," ujarnya.

Kata Hasan, hal yang perlu dimaknai dari perjuangan KH Masjkur bersama Laskar Sabilillah adalah semangat memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. 

Pembentukan laskar ini didahului oleh Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh Nahdlatul Ulama (NU) pada 22 oktober 1945. Selanjutnya dibentuklah berbagai laskar untuk usaha memperjuangkan kemerdekaan ini. Di Jawa Timur sendiri muncul dua kekuatan besar yang bernama “Laskar Hizbullah” dan “Laskar Sabilillah”, dua pasukan besar yang ikut serta berjuang merebut dan memperjuangan Negara Republik Indonesia dalam pertempuran 10 November 1945.

Laskar Hizbullah dipimpin seorang ulama yang bernama KH Nawawi Thohir sementara Laskar Sabilillah dipimpin langsung oleh KH Masjkur yang berasal dari Singosari Malang. 

"Barangkali pasukan yang dipimpin KH Masjkur modalnya adalah niat, tekad, berjuang melawan penjajahan dan penindasan. Tujuan utamanya adalah merdeka atau mati dalam kondisi sahid. Nila-nilai inilah yang menjadi latar belakang perjuangan pasukan Laskar Sabilillah dan Laskar Hizbullah yang dipimpin dua tokoh ulama Nahdhotul Ulama Kota Malang," ucap Wakil Ketua PCNU Kabupaten Malang ini 

"Meski berasal dari golongan ulama dan santri, dengan pengalaman dan persenjataan yang minim, bermodal semangat dan keberanian yang tinggi, namun pada akhirnya Laskar Sabilillah ini tetap maju ke garis terdepan pertempuran untuk meningkatkan semangat perjuangan para prajurit. Hasilnya, wilayah Surabaya menjadi sangat sulit ditaklukkan oleh pasukan sekutu dan pertempuran berlangsung berlarut-larut," imbuhnya 

Pada akhirnya, pertempuran di Surabaya benar-benar berhenti ketika digelar gencatan senjata pada 14 Oktober 1946. Laskar Sabilillah menunjukkan bahwa perjuangan dan jihad yang dilakukan oleh umat Islam merupakan salah satu penyokong dari bertahannya kemerdekaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.

Ditetapkannya KH Masjkur sebagai Pahlawan Nasional, membuat catatan nama pahlawan dari Malang bertambah yaitu Mas Isman dan KH Masjkur. (*)



Publisher : Rizal Dani
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Integrasikan Keilmuan Dakwah dengan Komunikasi, Guru Besar UIN Jakarta: Suatu Paradigma Baru
    Integrasikan Keilmuan Dakwah dengan Komunikasi, Guru Besar UIN Jakarta: Suatu Paradigma Baru
    02/06/2020 - 21:54
  • Ini Lima Tahap Adaptasi Kebiasaan Baru di Zona Biru Jawa Barat
    Ini Lima Tahap Adaptasi Kebiasaan Baru di Zona Biru Jawa Barat
    02/06/2020 - 21:52
  • Diduga Tertular saat Bertugas, Tiga Pejabat Pemkot Semarang Positif Covid-19
    Diduga Tertular saat Bertugas, Tiga Pejabat Pemkot Semarang Positif Covid-19
    02/06/2020 - 21:50
  • RSU Muhammadiyah Lumajang Segera Diakreditasi
    RSU Muhammadiyah Lumajang Segera Diakreditasi
    02/06/2020 - 21:46
  • KH. Tafsir: Muhammadiyah Berdiri untuk Membantu Pemerintah
    KH. Tafsir: Muhammadiyah Berdiri untuk Membantu Pemerintah
    02/06/2020 - 21:40
  • Bupati Tunggu Kepastian Kemenkes Soal Status Majalengka PSBB-AKB
    Bupati Tunggu Kepastian Kemenkes Soal Status Majalengka PSBB-AKB
    02/06/2020 - 21:35
  • Cerita Kaka Barbershop dan Los Tropis, Bisnis Kecil yang Sukses Beradaptasi Saat Pandemi
    Cerita Kaka Barbershop dan Los Tropis, Bisnis Kecil yang Sukses Beradaptasi Saat Pandemi
    02/06/2020 - 21:32
  • Gagal Berangkat, Nafas Legas Calon Jamaah Haji yang Belum Lunas
    Gagal Berangkat, Nafas Legas Calon Jamaah Haji yang Belum Lunas
    02/06/2020 - 21:28
  • Layani Pasien Covid-19, RSUD dr. Moh Saleh Dilengkapi Alat Terapi Apheresis
    Layani Pasien Covid-19, RSUD dr. Moh Saleh Dilengkapi Alat Terapi Apheresis
    02/06/2020 - 21:25
  • Masuk Adaptasi Kebiasaan Baru, Polres Kuningan Geser Pos Penyekatan ke Pusat Keramaian
    Masuk Adaptasi Kebiasaan Baru, Polres Kuningan Geser Pos Penyekatan ke Pusat Keramaian
    02/06/2020 - 21:20

TIMES TV

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

20/05/2020 - 21:40

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang

Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang
GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC

GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC
Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Perekonomian Indonesia dalam Kebijakan New Normal
    Perekonomian Indonesia dalam Kebijakan New Normal
    02/06/2020 - 12:03
  • Kesadaran Adalah Kunci Utama Berakhirnya Virus COVID-19
    Kesadaran Adalah Kunci Utama Berakhirnya Virus COVID-19
    02/06/2020 - 05:35
  • Memelihara Nilai Luhur Pancasila
    Memelihara Nilai Luhur Pancasila
    02/06/2020 - 03:16
  • Diberlakukannya New Normal, Menggugah Para Pemangku Pesantren
    Diberlakukannya New Normal, Menggugah Para Pemangku Pesantren
    02/06/2020 - 01:22
  • Refleksi Hari Lahir Pancasila: Memahami Pancasila Secara Holistik
    Refleksi Hari Lahir Pancasila: Memahami Pancasila Secara Holistik
    02/06/2020 - 00:19
  • Pancasila dalam Perspektif Islam
    Pancasila dalam Perspektif Islam
    01/06/2020 - 22:48
  • Penganggaran Berbasis Pancasila, Jembatan Menuju Kesejahteraan Rakyat
    Penganggaran Berbasis Pancasila, Jembatan Menuju Kesejahteraan Rakyat
    01/06/2020 - 19:21
  • Covid-19 dan Distorsi Pemberitaan Media
    Covid-19 dan Distorsi Pemberitaan Media
    01/06/2020 - 18:15
  • Liverpool di Ambang Juara, Klopp Pastikan Tetap Ada Perayaan
    Liverpool di Ambang Juara, Klopp Pastikan Tetap Ada Perayaan
    02/06/2020 - 21:46
  • 80 Juta Anak Terimbas Pandemi, UNICEF Minta Indonesia Kaji Ulang New Normal
    80 Juta Anak Terimbas Pandemi, UNICEF Minta Indonesia Kaji Ulang New Normal
    02/06/2020 - 21:42
  • Didukung Aplikasi Streaming Musik, #BlackOutTuesday Puncaki Trending
    Didukung Aplikasi Streaming Musik, #BlackOutTuesday Puncaki Trending
    02/06/2020 - 21:40
  • Ibadah Haji Ditunda Akibat COVID-19, Calhaj DIY Boleh Ambil Uang Pelunasan
    Ibadah Haji Ditunda Akibat COVID-19, Calhaj DIY Boleh Ambil Uang Pelunasan
    02/06/2020 - 21:40
  • Jepang Perkenalkan Sistem Pelacakan Kontak Covid-19 Menggunakan Kode QR
    Jepang Perkenalkan Sistem Pelacakan Kontak Covid-19 Menggunakan Kode QR
    02/06/2020 - 21:39
  • Pemakzulan Presiden, Fadli Zon: Yang Ketakukan Pasti Anti Demokrasi
    Pemakzulan Presiden, Fadli Zon: Yang Ketakukan Pasti Anti Demokrasi
    02/06/2020 - 06:02
  • Novel Baswedan yang Menangkap Nurhadi dan Menantunya
    Novel Baswedan yang Menangkap Nurhadi dan Menantunya
    02/06/2020 - 13:12
  • Cegah COVID-19, Jangan Sentuh Benda Ini saat Belanja di Supermarket
    Cegah COVID-19, Jangan Sentuh Benda Ini saat Belanja di Supermarket
    02/06/2020 - 09:58
  • Mengerikan, Kebrutalan Polisi AS Tewaskan 7 Ribu Lebih Sipil
    Mengerikan, Kebrutalan Polisi AS Tewaskan 7 Ribu Lebih Sipil
    02/06/2020 - 05:39
  • Gila, Tentara Amerika Serang Pendemo Pakai Helikopter Perang
    Gila, Tentara Amerika Serang Pendemo Pakai Helikopter Perang
    02/06/2020 - 12:04