Peristiwa Daerah

Roemah Bhinneka dan Yayasan Alit Indonesia Teropong Konstelasi Politik Pasca Pemilihan Menteri

Sabtu, 09 November 2019 - 13:25 | 56.42k
Roemah Bhinneka dan Yayasan Alit Indonesia Teropong Konstelasi Politik Pasca Pemilihan Menteri
Diskusi Tenda Roemah Bhinneka dan Yayasan Alit Indonesia mengurai polemik konstelasi politik tanah air pasca penunjukan menteri oleh Presiden Jokowi, Jumat (8/11/2019) malam.(Foto : Istimewa)
Pewarta: | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, SURABAYARoemah Bhinneka dan Yayasan Alit Indonesia menggelar diskusi tenda guna menanggapi kondisi perpolitikan tanah air pasca pemilihan menteri, Jumat (8/11/2019) malam.

Presiden Joko Widodo telah memilih para menteri dan wakil menteri Oktober lalu. Beberapa pihak menilai jika keputusan tersebut bukanlah suatu kemajuan melainkan kemunduran.

Bahkan ada yang mengatakan pendekatan kali ini terlalu militeristik, dan pemerintah terlalu menakuti dengan isu-isu radikalisme.

Berangkat dari kegelisahan di atas, Roemah Bhinneka dan Alit Indonesia mengadakan seri diskusi tenda. Setidaknya ada tujuh hal yang dibahas dalam diskusi tenda ini. 

Antara lain isu-isu  yang berkaitan dengan toleransi dan intoleransi, nilai luhur dan moral ke-Indonesiaan, ekonomi, kesejahteraan dan kesehatan rakyat (berkaitan dengan BPJS),  peranan dan pendekatan militeristik, pendidikan, dan penanganan isu-isu lingkungan. 

"Diskusi ini diadakan agar dapat menyerap aspirasi publik sehingga penting agar diskusi publik ini benar-benar berasal dari publik itu sendiri," terang Iryanto Susilo selaku pendiri Roemah Bhinneka.

Kegelisahan dan kegalauan tersebut bukan hendak menghakimi pemerintahan Joko Widodo periode ke-2. Akan tetapi sebagai bentuk aspirasi masyarakat sipil yang menginginkan agar Presiden Joko Widodo mendengarkan suara-suara yang berasal dari bawah.

Senada dengan Iryanto, Yuliati Umrah selaku pendiri Alit Indonesia mengatakan, sebagai pengasuh yayasan yang bergerak pada perlindungan anak penting juga untuk mendiskusikan pasca pemilihan menteri ini.

"Yang mau tidak mau menyentuh seluruh kehidupan kita mulai dari ekonomi, sosial, budaya, dan lain-lain," tandasnya.

Dari diskusi di Ketintang Madya 73 tersebut, setidaknya para narasumber sepakat bahwa ini menjadi cara mencintai bangsa dan negara dengan segala kelebihan dan kekurangannya. 

Oleh sebab itu, acara yang dimoderatori oleh Michael Andrew dari Roemah Bhinneka ini mengambil tema besar yaitu "Menjaga Peradaban Bangsa, Mewujud Asa Keadilan". 

Ada empat pembicara yaitu Romo Tri Budi Utomo (akrab dipanggil Romo Didik) dari Keuskupan Surabaya, Nicodemus Wandy Tutuurong (akrab dipanggil Binyo) yang merupakan mantan KSP Bidang Komunikasi Politik, Joko Susanto yakni Akademisi dari FISIP Unair, dan Agatha Retnosaro dari Komisi B DPRD Jatim. 

Menurut Romo Didik, memang kegalauan ini muncul karena masih banyaknya kasus intoleransi yang belum selesai. 

"Agama mestinya menjadi pintu terbuka bagi siapa saja sehingga keberagamaanku dan keberagamaanmu menjadi keberagamaan kita bersama," papar Romo Didik.

Peran negara harusnya masuk dalam tataran mengakomodir kehidupan beragama demi mengurangi ekslusivitas. Senada dengan apa yang dikatakan oleh Romo Didik, Binyo dari KSP Bidang Komunikasi Politik mengatakan, masyarakat kita memang mudah untuk diadu domba, secara khusus pada tataran komunikasi kita. 

Ketika ada hoax, bisa jadi hoax itu hal yang lebih benar daripada kenyataannya. Oleh karenanya penting untuk mengadakan banyak diskusi publik yang mengedepankan mencari solusi ketimbang berkonflik melulu.

"Memang Pak Jokowi bukanlah seorang presiden yang sempurna, namun bukan berarti hal yang jelek langsung menjelekkan semuanya. Tentu itu juga tidak fair apabila satu dua kesalahan langsung dianggap semuanya salah," ulasnya.

Joko Sutanto yang merupakan akademisi FISIP Universitas Airlangga (Unair) turut mengurai tantangan yang harus dihadapi oleh Jokowi dalam menjalankan visi Indonesia Maju.

"Adalah merindukan dan menggapai kemodernitas namun harus merangkul dengan cara tradisional. Hal ini tidak dapat dipungkiri sebab Indonesia adalah negara yang unik dan berbeda dengan negara lain," ungkapnya.

Joko mengatakan apabila tradisionalisme adalah salah satu kekayaan Indonesia yang menyatukan bangsa kita. Oleh karenanya penting bagaimana Presiden Jokowi senantiasa membangun komunikasi-komunikasi yang edukatif kepada masyarakat Indonesia itu sendiri.

Agatha Retnosari dari Komisi B DPRD mengungkap salah satu upaya pemerintah menolong rakyatnya adalah dengan cara adanya BPJS. Jikalau memang kenaikan BPJS ini memberatkan rakyat, maka DPRD Jatim akan membantu membawa ke pusat bahwa rakyat Jatim keberatan untuk dinaikkan iurannya.

"Memang BPJS terus harus dievaluasi, namun jangan sampai dihilangkan karena manfaatnya bagi kesejahteraan rakyat sudah ada hasilnya," ulas Agatha.

Adapun acara serial diskusi tenda ini akan diteruskan pada acara Semiloka yang akan diadakan pada 3 Desember 2019 di Universitas Airlangga dengan mengundang berbagai universitas yang ada di Jawa Timur. Dengan harapan besar agar pasca semiloka, Roemah Bhinneka dan Yayasan Alit Indonesia dapat menyampaikan aspirasi langsung kepada Presiden Joko Widodo demi Indonesia yang lebih baik di periode kedua ini. (*)



Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Surabaya
KOMENTAR

EKORAN

Kawal Informasi Seputar COVID-19 Secara Tepat dan Akurat

Ini merupakan sumber informasi inisiatif sukarela warganet Indonesia pro-data, terdiri dari praktisi kesehatan, akademisi, profesional & pemerintah.

Jumlah Kasus di Indonesia Saat Ini

22,750

+479 Positif

5,642

+240 Sembuh

1,391

+19 Meninggal
Statistik Kasus COVID-19 di Indonesia
Last update: Senin, 25 Mei 2020 - 16:50 Sumber: Kementerian Kesehatan & JHU - kawalcorona.com

TIMES TV

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

20/05/2020 - 21:40

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang

Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang
GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC

GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC
Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Transisi Normal Baru dalam Pendidikan
    Transisi Normal Baru dalam Pendidikan
    25/05/2020 - 08:52
  • New Iedul Fitri di Tengah Pandemi
    New Iedul Fitri di Tengah Pandemi
    25/05/2020 - 07:01
  • Zakat Bukti Keshalehan Personal dan Sosial
    Zakat Bukti Keshalehan Personal dan Sosial
    24/05/2020 - 22:53
  • Hilangkan Dendam dan Terima Maafnya
    Hilangkan Dendam dan Terima Maafnya
    24/05/2020 - 15:02
  • Disrupsi Ibadah: e-Salaman, lalu e-Sungkeman
    Disrupsi Ibadah: e-Salaman, lalu e-Sungkeman
    23/05/2020 - 12:14
  • Melampaui Pandemi, Membuka Gelombang Kreatifitas Belajar
    Melampaui Pandemi, Membuka Gelombang Kreatifitas Belajar
    23/05/2020 - 10:23
  • Masjid Tak Serendah Pasar
    Masjid Tak Serendah Pasar
    23/05/2020 - 10:10
  • Saatnya Saling Memaafkan
    Saatnya Saling Memaafkan
    23/05/2020 - 09:08
  • Awas, Kebanyakan Makan Makanan Tinggi Gula Berisiko Depresi!
    Awas, Kebanyakan Makan Makanan Tinggi Gula Berisiko Depresi!
    26/05/2020 - 04:45
  • Tak Peduli Ada Larangan, Pantai di Pandeglang dan Serang Ramai Dikunjungi
    Tak Peduli Ada Larangan, Pantai di Pandeglang dan Serang Ramai Dikunjungi
    26/05/2020 - 04:25
  • 24 Warganya Positif Rapid Test, Perumahan di Jember Terapkan PSBB Terbatas
    24 Warganya Positif Rapid Test, Perumahan di Jember Terapkan PSBB Terbatas
    26/05/2020 - 04:00
  • Sejak 2 Bulan Terakhir, Warga Positif Covid-19 di Sumsel Tercatat 821Kasus
    Sejak 2 Bulan Terakhir, Warga Positif Covid-19 di Sumsel Tercatat 821Kasus
    26/05/2020 - 03:00
  • Hingga Senin 25 Mei, Polisi Tangkap 135 Napi Asimilasi yang Kembali Berulah
    Hingga Senin 25 Mei, Polisi Tangkap 135 Napi Asimilasi yang Kembali Berulah
    26/05/2020 - 02:45
  • Sudah Jadi 'Neraka' Corona, Hoax Kini Merajalela di Brasil
    Sudah Jadi 'Neraka' Corona, Hoax Kini Merajalela di Brasil
    26/05/2020 - 00:42
  • Gawat, Amerika Serikat Sunat Dana Militer Gara-gara Virus Corona
    Gawat, Amerika Serikat Sunat Dana Militer Gara-gara Virus Corona
    26/05/2020 - 00:17
  • Korut Punya Kapal Selam Rudal Baru, Intelijen Korsel Kebakaran Jenggot
    Korut Punya Kapal Selam Rudal Baru, Intelijen Korsel Kebakaran Jenggot
    26/05/2020 - 01:19
  • Kapal Tanker Iran Kedua Tembus Venezuela, Tentara AS Kebobolan Lagi
    Kapal Tanker Iran Kedua Tembus Venezuela, Tentara AS Kebobolan Lagi
    26/05/2020 - 02:03
  • 10 Klub Sepakbola dengan Nama Lucu, dari Kaya hingga Alay
    10 Klub Sepakbola dengan Nama Lucu, dari Kaya hingga Alay
    26/05/2020 - 00:04