Pendidikan

Angkat Penerapan Sanksi Pidana Pemegang Saham, Pengacara Ari Yusuf Amir Raih Doktor Bidang Hukum

Sabtu, 09 November 2019 - 11:08 | 192.04k
Angkat Penerapan Sanksi Pidana Pemegang Saham, Pengacara Ari Yusuf Amir Raih Doktor Bidang Hukum
Ari Yusuf Amir, SH, M.H saat ujian terbuka promosi doktor berjudul Sistem Pertanggungjawaban dan Penerapan Sanksi Pidana Terhadap Pemegang Saham Korporasi Sebagai Subjek Hukum Pidana di Kampus UII. (FOTO: Ahmad Tulung/TIMES Indonesia)
Pewarta: | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar acara Ujian Terbuka (promosi Doktor) program studi Doktor S3 Ilmu Hukum Fakultas Hukum UII, Jumat (8/11/2019). Dia adalah promovendus Ari Yusuf Amir, SH, M.H yang mempresentasikan disertasinya di depan para dewan penguji.

Pria yang berprofesi sebagai pengacara ini berhasil mempertahankan disertasinya berjudul Sistem Pertanggungjawaban dan Penerapan Sanksi Pidana Terhadap Pemegang Saham Korporasi Sebagai Subjek Hukum Pidana.

Dewan penguji yang hadir dalam Promosi Doktor ini antara lain Rektor UII Fathul Wahid, ST, M.Sc, Ph.D (Ketua Sidang), Prof. Jawahir Thontowi, S.H, Ph.D (Ketua Program Studi Doktor Ilmu Hukum UII), Prof. Dr. Edward Omar Sharif Hiariej, SH.M.Hum (Promotor), Dr. Siti Anisah, SH, M.Hum (Co Promotor). Kemudian, Prof. Dr. Nindyo Pramono,SH, M.S (Anggota), Prof. Dr. Nyoman Serikat Putra Jaya, SH, MH (Anggota), Prof. Dr. Ridwan Khairandy, Sh, M.Hum (Anggota) dan Dr. Artidjo Alkostar, SH, LL.M (Anggota).

Arif mengatakan investasi diperlukan bagi perkembangan ekonomi negara dengan tujuan untuk pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Karena itu, pemerintah membuat berbagai Undang-Undang (UU) dan peraturan lain untuk mewujudkan iklim investasi yang sehat agar pelaku ekonomi khususnya korporasi merasa aman dan terlindungi. Termasuk dalam perlindungan terhadap iklim investasi yaitu perlindungan terhadap pemegang saham.

Ari-Yusuf-Amir-SH-M.H-b.jpg

Namun dalam perkembangannya ada beberapa korporasi dan pemegang saham yang memanfaatkan perlindungan negara itu untuk melakukan perbuatan curang. Jenis-jenis tindak pidana yang dilakukan oleh korporasi meliupti manipulasi keuangan, penipuan akuntansi, penipuan konsumen, kartel, suap, tumpahan limbah beracun dan bahaya lingkungan.

Kemudian, pelanggaran hak asasi manusia, perdagangan orang dalam, pelanggaran privasi, diskriminasi, kekerasan dan pembunuhan serta manipulasi perangkat lunak. Oleh sebab itu agar korporasi dapat berjalan dengan sehat dan bermanfaat untuk perekonomian negara, maka terhadap tindakan curang korporasi dan pemegang saham perlu diatur secara tegas dan jelas dalam sistem hukum nasional.

Ia menambahkan, idealnya hukum adalah social engineering. Namun karena dinamika sosial lebih cepat dibanding hukum, maka sering berlaku law made as an order. Dalam konteks korporasi, semula memang hanya korporasi yang berbadan hukum yang dapat dimintai pertanggungjawaban pidana. Tetapi dalam rancangan KUHP, beberapa UU dan juga dalam peraturan Mahkamah Agung nomor 13 tahun 2016 tentang tata cara penanganan perkara tindak pidana oleh korporasi, terhadap korporasi non badan hukum juga dianggap dapat melakukan tindak pidana, dan karena itu dapat dimintai pertanggungjawaban pidana.

Menurutnya, mengenai pertanggungjawaban pidana korporasi, selama ini hanya pegawai dan direksi korporasi yang dimintai pertanggungjawaban pidana jika korporasi melakukan tindak pidana. Hal itu karena pasal 3 ayat (1) UU nomor 40 tahun 2007, membatasi pertanggungjawaban pemegang saham. Pemegang saham hanya bertanggung jawab terbatas pada nilai nominal saham yang dimiliki.

“Dalam praktiknya para pemegang saham ternyata aktif mempengaruhi pengurus untuk melakukan tindak pidana yang melibatkan perseroan, dan pemegang saham dominan memengaruhi kebijakan korporasi yang diambil oleh pengurus,” terang Arif dalam ujian terbuka promosi Doktor di Auditorium Prof. Abdul Kahar Mudzakkir Kampus Terpadu UII. Jum’at (8/11/2019)

Melihat fenomena tersebut, dalam disertasinya Arif mencoba mengkaji dan meneliti dengan pendekatan legal, agar pemegang saham yang bertindak di luar kewenangannya sebagaimana diatur dalam UU nomor 40 tahun 2007, yaitu mencampurkan harta kekayaan pribadi dengan harta kekayaan persero, serta ikut memengaruhi pengurus dapat dimintai pertanggungjawaban pidana.

Teori dan doktrin yang digunakan dalam penelitian ini adalah piercing the corporate veil, alter ego, dan teori pelaku fungsional. Dari teori dan doktrin tersebut, disandingkan dengan perkembangan pendapat ahli hukum modern, serta UU, maka penelitian ini berkesimpulan pemegang saham dapat dimintai pertanggungjawaban pidana. “Pemegang saham tidak bisa lagi bersembunyi dibalik tirai (corporate veil) bila melakukan perbuatan yang diluar kewenangannya (ultra vires),” ungkapnya.

Ari-Yusuf-Amir-SH-M.H-c.jpg

Terhadap pemegang saham yang bertindak di luar kewenangannya dan menyebabkan korporasi melakukan tindak pidana, maka penelitian ini menyarankan agar terhadap pemegang saham tersebut, selain dipidana sesuai dengan ancaman yang sudah tertuang dalam UU juga diberi pidana tambahan berupa larangan menjadi pemegang saham di korporasi lain, baik dalam waktu sementara maupun selamanya. Pidana tambahan yang peneliti usulkan tersebut bertujuan agar tidak terjadi pengulangan tindak pidana yang sama yang dilakukan oleh korporasi

Disertasi ini bertujuan mengetahui sistem pertanggungjawaban pidana korporasi sebagai subjek hukum pidana, bagaimana dan dalam hal apa pemegang saham korporasi, serta merumuskan sistem pertanggungjawaban pidana bagi pemegang saham korporasi di masa yang akan datang (agar tidak terjadi pengulangan tindak pidana yang dilakukan oleh pemegang saham). “Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi lembaga legislatif dalam membuat undang-undang terkait korporasi, mengatur pertanggungjawaban pidana pemegang saham,” kata Ari Yusuf Amir, pengacara yang berhasil meraih doktor S3 Ilmu Hukum Fakultas Hukum UII ini. (*)



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Paul May, Your Most Comfortable Shoes Anywhere You Go
    Paul May, Your Most Comfortable Shoes Anywhere You Go
    12/07/2020 - 04:02
  • The ONE Legian Bali Has Been Back on Business
    The ONE Legian Bali Has Been Back on Business
    12/07/2020 - 03:27
  • Boost Your Immune with Aston Hotel Sidoarjo
    Boost Your Immune with Aston Hotel Sidoarjo
    12/07/2020 - 02:32
  • Google Maps Added the New Traffic Light Indicator Feature
    Google Maps Added the New Traffic Light Indicator Feature
    12/07/2020 - 01:12
  • Warung Kopi Kebul Kenteng Sajikan Menu Sehat Tadisional
    Warung Kopi Kebul Kenteng Sajikan Menu Sehat Tadisional
    12/07/2020 - 00:27
  • Kementerian PUPR RI Lanjutkan Penataan Puncak Waringin di KSPN Labuan Bajo
    Kementerian PUPR RI Lanjutkan Penataan Puncak Waringin di KSPN Labuan Bajo
    11/07/2020 - 23:53
  • Sebelum Dinikahi Rey Mbayang, Begini Perjalanan Asmara Dinda Hauw
    Sebelum Dinikahi Rey Mbayang, Begini Perjalanan Asmara Dinda Hauw
    11/07/2020 - 23:46
  • Obyek Wisata di Piyungan Bantul Gelar Uji Coba Terbatas
    Obyek Wisata di Piyungan Bantul Gelar Uji Coba Terbatas
    11/07/2020 - 23:34
  • Kegigihan Milenial Kota Kediri Merintis Bisnis Cokelat Bubuk, Omzet Capai Rp15 Juta
    Kegigihan Milenial Kota Kediri Merintis Bisnis Cokelat Bubuk, Omzet Capai Rp15 Juta
    11/07/2020 - 23:27
  • Diunduh 576,7 Juta Pengguna, Pokemon Go Raup Rp 52 Triliun
    Diunduh 576,7 Juta Pengguna, Pokemon Go Raup Rp 52 Triliun
    11/07/2020 - 23:19

TIMES TV

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

30/06/2020 - 20:22

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?
Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil

Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil
Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang

Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang
Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • RUU HIP Asas Kepentingan?
    RUU HIP Asas Kepentingan?
    11/07/2020 - 16:33
  • Tren Hijrah: Konstruksi Baru Identitas Muslim Milenial Urban Indonesia
    Tren Hijrah: Konstruksi Baru Identitas Muslim Milenial Urban Indonesia
    11/07/2020 - 15:37
  • Alat Penghancur Virus Corona di Air, Udara, dan Lingkungan
    Alat Penghancur Virus Corona di Air, Udara, dan Lingkungan
    11/07/2020 - 14:22
  • Dilema Jabatan Wakil Kepala Daerah
    Dilema Jabatan Wakil Kepala Daerah
    11/07/2020 - 13:34
  • Dangdut Koplo dan Dominasi Penguasa Industri Musik
    Dangdut Koplo dan Dominasi Penguasa Industri Musik
    11/07/2020 - 12:25
  • Menguji, Kontra-Persepsi Konsep Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
    Menguji, Kontra-Persepsi Konsep Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
    11/07/2020 - 02:17
  • Penangkapan Maria Pauline Lumowa, Gebrakan atau Pengalihan Isu?
    Penangkapan Maria Pauline Lumowa, Gebrakan atau Pengalihan Isu?
    10/07/2020 - 15:18
  • Kerja Sama Singapura dan Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19
    Kerja Sama Singapura dan Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19
    10/07/2020 - 14:35
  • Kebakaran Pasar Kebun Raya Cibodas, 28 Kios Ludes Terbakar
    Kebakaran Pasar Kebun Raya Cibodas, 28 Kios Ludes Terbakar
    12/07/2020 - 04:33
  • Hasil Liga Italia: Lazio Kalah Lagi! Tumbang 2-1 di Tangan Sassuolo
    Hasil Liga Italia: Lazio Kalah Lagi! Tumbang 2-1 di Tangan Sassuolo
    12/07/2020 - 04:28
  • Hasil Liga Inggris: Chelsea Tumbang 0-3 di Markas Sheffield United
    Hasil Liga Inggris: Chelsea Tumbang 0-3 di Markas Sheffield United
    12/07/2020 - 04:12
  • Kymco X-Town dan Kymco Downtown Bakal Saling Bersaing?
    Kymco X-Town dan Kymco Downtown Bakal Saling Bersaing?
    12/07/2020 - 03:10
  • Honda Masih Tunggu Waktu Keluarkan Mobil Baru?
    Honda Masih Tunggu Waktu Keluarkan Mobil Baru?
    12/07/2020 - 01:02
  • Dicemarkan, Sultan Pontianak Resmi Laporkan Abu Janda ke Polisi
    Dicemarkan, Sultan Pontianak Resmi Laporkan Abu Janda ke Polisi
    12/07/2020 - 01:22
  • Chelsea Kena Bantai Tim Promosi, MU yang Untung
    Chelsea Kena Bantai Tim Promosi, MU yang Untung
    12/07/2020 - 01:24
  • Remehkan Pukulan Tyson, Nasib Artis Konyol Ini Berakhir Tragis
    Remehkan Pukulan Tyson, Nasib Artis Konyol Ini Berakhir Tragis
    12/07/2020 - 00:02
  • Lazio Tersandung Lagi, Juventus Makin Nyaman
    Lazio Tersandung Lagi, Juventus Makin Nyaman
    12/07/2020 - 00:19
  • Momen Mesra si Seksi Georgina dengan Anak-anak Ronaldo
    Momen Mesra si Seksi Georgina dengan Anak-anak Ronaldo
    12/07/2020 - 00:04