Kopi TIMES

Sekolah Ramah Anak Nakal

Jumat, 08 November 2019 - 18:17 | 115.22k
Sekolah Ramah Anak Nakal
Ilham Wahyu Hidayat, Guru SMP Negeri 11 Malang
Editor: Yatimul Ainun

TIMESINDONESIA, MALANG – Yang namanya siswa nakal di sekolah itu biasa. Ini sudah jadi fenomena abadi dalam dunia pendidikan. Ramai saat guru mengajar. Membolos pada jam pelajaran. Memalsu tanda tangan orang tua. Tidur saat jam pelajaran. Minta uang teman dengan paksa. Memukuli teman karena hal sepele. Mencuri barang teman di kelas. Mencoreti kamar mandi dengan kata-kata seronok. Tidak mengerjakan PR. Merokok di belakang sekolah.

Semua itu hanya sebagian kecil bentuk-bentuk kenakalan siswa di sekolah. Jika mau dirinci lagi mungkin ada puluhan bahkan ratusan macam. Semua terjadi dari waktu ke waktu meski tata tertib ditegakkan sekolah baik secara tulis maupun lisan.

Ada yang bilang kenakalan itu terjadi karena pengaruh lingkungan. Lainnya percaya karena faktor bawaan. Bahasa ilmiahnya genetika. Alasannya buah apel tidak jatuh jauh dari pohonnya.

Mana yang benar dari dua pendapat di atas masih bisa diperdebatkan. Satu hal yang pasti guru orang pertama yang berhadapan dengan semua kenakalan siswa di sekolah. Guru yang tampil terdepan di lapangan. Bukan orang tua. Bukan komite sekolah. Bukan kepala sekolah. Bukan pula mendikbud yang menjabat sekarang.

Dalam menghadapi kenakalan siswa ini guru punya trik dan teknik sendiri. Masing-masing ditentukan tipikal guru dan ini mengindikasikan tipe-tipe guru yang berbeda.

Tipe guru anarkis. Guru dengan tipe ini biasanya menggunakan kekerasan fisik untuk mengatasi kenakalan siswa. Biasanya suka mencubit, menjewer sampai menampar siswa. Guru tipe ini sering dilaporkan orang tua siswa, didemo dan berpeluang jadi viral di media massa juga media sosial.

Tipe guru romantis. Guru dengan tipe ini bertolak 180 derajat dari guru tipe anarkis. Mereka selalu menghadapi kenakalan siswa dengan cinta dan kasih sayang. Bahasa mereka lembut nyaman didengar. Harapannya dengan bersikap demikian kenakalan siswa akan terselesaikan meski kenyataannya sering kali 180 derajat gagal.

Tipe guru agamis. Guru dengan tipe ini selalu menasehati siswa nakal dengan dalil-dalil agama. Harapannya dengan menanamkan moral agama ada perubahan positif dari siswa nakal.

Tipe guru pedagogis. Guru dengan tipe ini biasanya mengadaptasi prinsip pembelajaran dalam menyikapi siswa nakal. Biasanya mereka menghukum siswa dengan membuat rangkuman bacaan. Kalau tidak begitu menyuruh menulis kalimat tertentu dengan jumlah melimpah yang kadang tidak masuk akal.

Tipe guru nasionalis. Guru tipe ini tegas dalam perilaku dan perkataan. Biasanya mereka menghukum dengan menyuruh siswa hormat bendera di tengah lapangan upacara. Tidak peduli cuaca panas. Tidak peduli siswa belum sarapan yang berpotensi siswa pingsan. Harapannya dengan menanamkan nilai kebangsaan yang dalam hal ini menghormat bendera kenakalan siswa akan hilang.

Tipe guru pragmatis. Guru dengan tipe ini biasanya bertindak wajar sesuai konteks. Mereka memarahi siswa nakal dengan bahasa biasa. Mereka tidak suka memperpanjang kenakalan siswa. Mereka menyikapi semua dengan cara sederhana.

Semua ini hanya sebagian kecil dari tipe guru. Masih banyak tipe guru lain dan banyak juga cara-cara untuk mengatasi masalah kenakalan siswa di sekolah.

Bagaimana pun cara guru dalam menyikapi kenakalan siswa tujuannya sama yaitu dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional yang diamanatkan UUD 1945 Pasal 31 ayat 3 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

Yang harus disadari guru juga pernah menjadi siswa. Tidak menutup kemungkinan dulu sebagai siswa pernah melakukan kenakalan juga di sekolah walau sekecil apapun bentuknya.

Itulah sebabnya guru harus tetap ramah senakal apapun siswanya. Mereka harus bisa menciptakan persepsi masyarakat bahwa sekolah itu ramah anak meski di dalamnya banyak anak nakal. (*)

 

 

*) Ilham Wahyu Hidayat, Guru SMP Negeri 11 Malang

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id


Opini Ilham Wahyu Hidayat
Publisher : Rizal Dani
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

TIMES TV

BPN Kota Malang Bertekad Wujudkan Kantor Bebas dari Korupsi

BPN Kota Malang Bertekad Wujudkan Kantor Bebas dari Korupsi

28/02/2020 - 20:41

Pasar Rakyat UMKM Herbangin Hadir di Kota Kediri

Pasar Rakyat UMKM Herbangin Hadir di Kota Kediri
Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna
Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo

Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo
Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai

Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai
Follow TIMES Indonesia di Google News

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Mendidik Milenial di Era Digital
    Mendidik Milenial di Era Digital
    29/02/2020 - 11:41
  • Kode Etik Menjaga Marwah Profesi
    Kode Etik Menjaga Marwah Profesi
    29/02/2020 - 08:44
  • Eksistensi Perempuan: Negara Membatasi Ruang Gerak Perempuan?
    Eksistensi Perempuan: Negara Membatasi Ruang Gerak Perempuan?
    28/02/2020 - 22:31
  • Perlindungan Anak Sebagai Gerakan Sosial
    Perlindungan Anak Sebagai Gerakan Sosial
    28/02/2020 - 21:31
  • Siapakah yang Siap Memimpin Samarinda, Pembenahan atau Perebutan Proyek?
    Siapakah yang Siap Memimpin Samarinda, Pembenahan atau Perebutan Proyek?
    28/02/2020 - 20:33
  • Mahasiswa: Skill dan IPK, Mana yang Lebih Penting?
    Mahasiswa: Skill dan IPK, Mana yang Lebih Penting?
    28/02/2020 - 19:37
  • Bisakah Ijazah Madin Jadi Syarat Pendukung Masuk SMP/MTs?
    Bisakah Ijazah Madin Jadi Syarat Pendukung Masuk SMP/MTs?
    28/02/2020 - 18:33
  • Sosialisasi Ideologi
    Sosialisasi Ideologi
    28/02/2020 - 17:37
  • Warga Spring Garden Bekasi Jual Murah Rumah Mewah karena Kebanjiran
    Warga Spring Garden Bekasi Jual Murah Rumah Mewah karena Kebanjiran
    29/02/2020 - 15:48
  • Geger, Semburan Lumpur Setinggi 15 Meter Muncul di Purwodadi Jawa Tengah
    Geger, Semburan Lumpur Setinggi 15 Meter Muncul di Purwodadi Jawa Tengah
    29/02/2020 - 15:45
  • Bahaya Meneguk Satu Gelas Minuman Manis Setiap Hari di Usia Paruh Baya
    Bahaya Meneguk Satu Gelas Minuman Manis Setiap Hari di Usia Paruh Baya
    29/02/2020 - 15:44
  • Diancam Diperkosa, Syifa Hadju Didukung Rizky Nazar Lapor Polisi
    Diancam Diperkosa, Syifa Hadju Didukung Rizky Nazar Lapor Polisi
    29/02/2020 - 15:40
  • Disindir Dewi Tanjung soal Spanduk Anies, Fahira Idris: Hellow, Situ Halu?
    Disindir Dewi Tanjung soal Spanduk Anies, Fahira Idris: Hellow, Situ Halu?
    29/02/2020 - 15:38
  • Kemarahan Besar Erdogan Melihat Pembantaian Umat Muslim di India
    Kemarahan Besar Erdogan Melihat Pembantaian Umat Muslim di India
    29/02/2020 - 01:33
  • Kerusuhan Berdarah India, Orang Ini Ternyata Biang Keroknya
    Kerusuhan Berdarah India, Orang Ini Ternyata Biang Keroknya
    29/02/2020 - 04:39
  • Dunia Bergolak, Amerika Dituding Hancurkan Kota Suci Qom Pakai Corona
    Dunia Bergolak, Amerika Dituding Hancurkan Kota Suci Qom Pakai Corona
    29/02/2020 - 05:10
  • Umat Islam Dibantai di India, Zakir Naik Serukan Ulama Dunia Jihad
    Umat Islam Dibantai di India, Zakir Naik Serukan Ulama Dunia Jihad
    29/02/2020 - 04:50
  • Mau Ketawa Takut Dosa, KH Ma'ruf Amin Bilang Virus Corona Hilang Karena Doa Qunut
    Mau Ketawa Takut Dosa, KH Ma'ruf Amin Bilang Virus Corona Hilang Karena Doa Qunut
    29/02/2020 - 09:01