Peristiwa Internasional

Journey to Kartarpur: Ultah Guru Nanak Bertepatan Maulid Nabi Muhammad

Jumat, 08 November 2019 - 07:01 | 147.79k
Journey to Kartarpur: Ultah Guru Nanak Bertepatan Maulid Nabi Muhammad
Bus yang mengantarkan penganut agama Sikh. (FOTO: jagbani.punjabkesari.in)
Editor: Deasy Mayasari

TIMESINDONESIA, PAKISTAN Momen Maulid Nabi Muhammad tahun 2019 ini bertepatan pula dengan ulang tahun ke 550 Begawan Media di Kartapur. 9 November 2019. Siapa dia? Begawan Media Dahlan Iskan menuliskan journeynya untuk Anda.

*

Sebuah bus berangkat dari Kanada. Tujuannya amat jauh: Pakistan. Jalan darat. Menyeberangi Samudra Atlantik. Melewati 14 negara.
 
Isi bus itu: penganut agama Sikh. Yang akan 'naik haji' ke Kartarpur --tempat Nabi mereka lahir dan dimakamkan: Guru Nanak.
 
Bus itu berangkat 3 September lalu. Diseberangkan dengan kapal ke Inggris. Lalu jalan darat lewat Belanda, Jerman, Swiss, Austria, Turki, dan Iran. 
 
Tanggal 9 November besok adalah ulang tahun ke 550 Guru Nanak. Akan dirayakan besar-besaran. Yang dari Amerika juga sudah tiba. Demikian juga yang dari Inggris. Dari Jerman. Dan dari seluruh dunia.
 
Yang dari India lebih mudah. Tinggal menyeberangi perbatasan.
 
Makam itu memang di dekat perbatasan. Di Desa Kartarpur. Masuk negara bagian Punjab, Pakistan. 
 
Pun sekarang. Guru Nanak seperti tetap jadi juru damai antar agama. Khususnya Islam dan Hindu.

kartapur1.jpg  Merayakan ulang tahun ke-550 Guru Nanak. (FOTO: zeenews.india.com)

Apalagi orang Islam menganggap Guru Nanak adalah Islam. Setingkat wali. Orang Hindu juga menganggap Guru Nanak adalah Hindu.
 
Lalu, belakangan, dua-duanya tidak mengakui. Tinggal Sikh yang menganggapnya sebagai nabi mereka.
 
Setiap hari banyak orang Sikh yang ziarah ke makam itu. Terutama dari luar Pakistan. Hanya saja harus muter. Masuk Lahore dulu. Menyelesaikan imigrasi di situ. Baru naik mobil ke Kartarpur --dua jam. 
 
Yang dari India ada jalan yang tidak muter. Tapi muter juga --sedikit. Lewat gerbang resmi perbatasan --di Desa Wagah. Yang setiap sore dilakukan upacara unik penurunan bendera itu. Di sisi India dan sisi Pakistan itu. 
 
Bagi yang tidak mau muter ada cara lain: berziarah mata. Pemerintah India telah membuat teropong jarak jauh: bisa melihat makam Guru Nanak dari wilayah India. Ada panggung besar di dekat perbatasan itu. Orang Sikh bisa naik ke panggung itu. Lalu berziarah mata.

 

kartapur2.jpg  FOTO: zoontv.com

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan lantas bikin terobosan: membangun Koridor Kartarpur. Sepanjang 3 km. Dari makam itu ke perbatasan India.
 
Orang Sikh India bisa ke makam lewat koridor itu. Tanpa visa. Tanpa paspor. Hanya membayar Rp 100 ribu. Atau sekitar itu.
 
Koridor itu sekarang sudah jadi. Sudah siap dipakai. Pun sebelum peringatan 550 tahun Guru Nanak.
 
Saya ingin ke Pakistan lagi. Untuk melihat peristiwa besok lusa itu. Betapa besar orang India yang akan melewati koridor itu. Pasti mengharukan. Negara Islam memberi fasilitas begitu istimewa kepada umat Sikh. Padahal orang Islam di Pakistan itu banyak yang terpapar radikalisme.
 
Tapi besok lusa adalah besoknya besok. Tidak mungkin mendapat visa dalam satu hari.
 
Intinya: biarlah ada yang radikal asal jumlah yang tidak radikal jauh lebih besar.
 
Imran Khan sebenarnya juga radikal: radikal tengah. Ia masih ingin bikin terobosan lain: dengan Hindu. Ia seperti ingin memanfaatkan ketokohannya sebagai atlet olahraga. Yang netral. Yang sportif. Yang bisa memenangkan pertandingan dengan fair play.
 
Imran Khan adalah kapten tim juara dunia kriket Pakistan. Yang setelah itu tidak pernah jadi juara lagi. Ia banyak punya teman di India. Yang juga negara kriket. 
 
Tapi upayanya itu terganggu dua hal. Pertama, di India lagi terjadi pasang naik radikalisme Hindu. Kedua, tiba-tiba India 'masuk' ke Kashmir.
 
Tidak ada yang menduga India bakal mencabut status otonomi Khasmir. Lalu memblokir jaringan medsos di sana. Terjadilah ketegangan baru India-Pakistan.
 
Tapi ada juga yang menyalahkan tokoh-tokoh Islam Kashmir sendiri. Yang tidak pernah rukun. Tidak bisa bikin kemajuan. Tokoh-tokohnya sibuk bertengkar antar mereka sendiri --soal politik dan kekuasaan tingkat lokal.
 
Sebagai negara Islam Pakistan harus membela Kashmir. Apalagi separo wilayah Kashmir itu ada di Pakistan. Saya sempat khawatir konflik baru itu akan menggagalkan proyek Koridor Kartarpur. Ternyata Imran Khan berkepala dingin: komitmen akan proyek itu terjaga. Bisa jadi tepat waktu.
 
Film India memang sampai dilarang diputar di Pakistan. Tapi peringatan 550 tahun Guru Nanak tetap dilangsungkan. 
 
Koridor Kartarpur akan menjadi monumen perdamaian.
  
Bus yang dari Kanada itu pun didesain untuk mengkampanyekan perdamaian. Desain busnya dibuat sesuai dengan misi itu. Lihatlah fotonya. Yang disiarkan oleh media di Pakistan.
 
Guru Nanak mungkin bisa tersenyum damai besok lusa.

 

*

Simak journey Begawan Media Dahlan Iskan lainnya di TIMES Indonesia. Khusus momen Maulid Nabi Muhammad 9 November 2019 ini, Dahlan mengulas ulang tahun ke 550 Guru Nanak di Kartapur. (*)



Publisher : Ahmad Sukmana
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Hari Lansia Nasional, Gubernur Khofifah: Lindungi Lansia dari Resiko Covid-19
    Hari Lansia Nasional, Gubernur Khofifah: Lindungi Lansia dari Resiko Covid-19
    29/05/2020 - 16:36
  • Gandeng 4 Universitas, Kementerian PUPR RI Rancang Program S2 'Super Spesialis'
    Gandeng 4 Universitas, Kementerian PUPR RI Rancang Program S2 'Super Spesialis'
    29/05/2020 - 16:31
  • Ponorogo Susun Konsep Uji Coba New Normal
    Ponorogo Susun Konsep Uji Coba New Normal
    29/05/2020 - 16:27
  • Hetifah Salurkan Ribuan Perlengkapan untuk Tenaga Medis di Kaltim
    Hetifah Salurkan Ribuan Perlengkapan untuk Tenaga Medis di Kaltim
    29/05/2020 - 16:23
  • Ahmad Basarah: Pancasila Sesuai dan Cocok bagi Bangsa Indonesia
    Ahmad Basarah: Pancasila Sesuai dan Cocok bagi Bangsa Indonesia
    29/05/2020 - 16:19
  • Jaga Ketahanan Pangan Menuju New Normal, Ini Tindakan Polres Majalengka
    Jaga Ketahanan Pangan Menuju New Normal, Ini Tindakan Polres Majalengka
    29/05/2020 - 16:14
  • Pantang Menyerah, Putra Papua Bernama Jawa Lulus Seleksi TNI
    Pantang Menyerah, Putra Papua Bernama Jawa Lulus Seleksi TNI
    29/05/2020 - 16:09
  • Italia Resmi Lanjutkan Serie A pada 20 Juni
    Italia Resmi Lanjutkan Serie A pada 20 Juni
    29/05/2020 - 16:03
  • Penutupan Pasar Sumber Tanpa Kompensasi, Bupati: Itu Keinginan Pedagang
    Penutupan Pasar Sumber Tanpa Kompensasi, Bupati: Itu Keinginan Pedagang
    29/05/2020 - 15:59
  • Jelang New Normal, FPKB Sragen Desak Pemkab Perhatikan Pesantren
    Jelang New Normal, FPKB Sragen Desak Pemkab Perhatikan Pesantren
    29/05/2020 - 15:54

TIMES TV

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

20/05/2020 - 21:40

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang

Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang
GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC

GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC
Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Mengurai Peran Akademisi dalam Pemerintahan Indonesia
    Mengurai Peran Akademisi dalam Pemerintahan Indonesia
    29/05/2020 - 11:57
  • Pemimpin yang Adil
    Pemimpin yang Adil
    29/05/2020 - 10:08
  • Perlunya Resolusi Baru untuk Sukseskan Penanggulangan Covid-19
    Perlunya Resolusi Baru untuk Sukseskan Penanggulangan Covid-19
    29/05/2020 - 09:02
  • 'Predator Kecil' dalam Desentralisasi Makin Subur
    'Predator Kecil' dalam Desentralisasi Makin Subur
    29/05/2020 - 06:30
  • Sepintas Mengapa Tanah Tercinta Papua Bergejolak
    Sepintas Mengapa Tanah Tercinta Papua Bergejolak
    29/05/2020 - 05:39
  • Jangan Gegabah Hadapi New Normal
    Jangan Gegabah Hadapi New Normal
    29/05/2020 - 04:31
  • New Normal dan Keberlanjutan Negara
    New Normal dan Keberlanjutan Negara
    29/05/2020 - 03:25
  • Kode Etik DPR RI dan Demokrasi 'Semu' Indonesia
    Kode Etik DPR RI dan Demokrasi 'Semu' Indonesia
    29/05/2020 - 02:12
  • Kepala Bocah Afrika Tersangkut di Teralis Besi, Damkar Jakbar Turun Tangan
    Kepala Bocah Afrika Tersangkut di Teralis Besi, Damkar Jakbar Turun Tangan
    29/05/2020 - 16:52
  • Asyik Banget! Di Negara Ini, Beli Mobil Dapat Subsidi Mulai Rp 30 Jutaan
    Asyik Banget! Di Negara Ini, Beli Mobil Dapat Subsidi Mulai Rp 30 Jutaan
    29/05/2020 - 16:51
  • Pangeran William Khawatir Pandemi Berdampak Panjang Pada Kesehatan Mental
    Pangeran William Khawatir Pandemi Berdampak Panjang Pada Kesehatan Mental
    29/05/2020 - 16:48
  • Menetas saat Hendak Digoreng, Ending Video Telur Ini Buat Warganet Kesal
    Menetas saat Hendak Digoreng, Ending Video Telur Ini Buat Warganet Kesal
    29/05/2020 - 16:48
  • Iman Brotoseno, Pembela Jokowi yang Kini Jadi Direktur Utama TVRI
    Iman Brotoseno, Pembela Jokowi yang Kini Jadi Direktur Utama TVRI
    29/05/2020 - 16:46
  • Selain Sembako, Ini Daftar Bansos Pemerintah Pusat saat Pandemi Corona
    Selain Sembako, Ini Daftar Bansos Pemerintah Pusat saat Pandemi Corona
    29/05/2020 - 00:30
  • Fadli Zon Bingung Mal Buka tapi Masjid Tutup, Eh Dibully Lagi
    Fadli Zon Bingung Mal Buka tapi Masjid Tutup, Eh Dibully Lagi
    29/05/2020 - 01:34
  • Ajaib, Sejak 20 Tahun Lalu Pria Ini Ditafsir Tawaf Sendirian di Kabah
    Ajaib, Sejak 20 Tahun Lalu Pria Ini Ditafsir Tawaf Sendirian di Kabah
    29/05/2020 - 04:40
  • Iran Kerahkan Ratusan Kapal Perang, Armada Laut Amerika dalam Bahaya
    Iran Kerahkan Ratusan Kapal Perang, Armada Laut Amerika dalam Bahaya
    29/05/2020 - 07:00
  • Identitas 4 Oknum Pemicu Kerusuhan di Minneapolis, Memang Polisi Kotor
    Identitas 4 Oknum Pemicu Kerusuhan di Minneapolis, Memang Polisi Kotor
    29/05/2020 - 06:07