Peristiwa Daerah

Gus Miftah: Keindahan Indonesia Itu Karena Agama dan Budayanya

Kamis, 07 November 2019 - 11:17 | 131.23k
Gus Miftah: Keindahan Indonesia Itu Karena Agama dan Budayanya
Gus Miftah dalam acara pengajian memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Bersih Desa Lokgempol di Jl Ikan Tombro, Kota Malang. (FOTO: widodo irianto/TIMES Indonesia)
Pewarta: | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, MALANG – Dengan gayanya yang ceplas ceplos, Gus Miftah, Rabu (6/11/2019) malam mengupas soal agama dan budaya pada acara pengajian dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Bersih Desa Lokgempol di Jl Ikan Tombro, Kota Malang, Jawa Timur

Diselingi guyon-guyon maton, ulama yang nama lengkapnya Miftah Maulana Habiburrahman ini banyak mengupas tentang keindahan Indonesia karena agama dan budaya.

Ia lantas mengisahkan, dulu di jaman Jahiliyah, jaman kebodohan, kala itu tidak adanya kesadaran diri terhadap hak-hak kemanusiaan orang lain. Saat itu banyak manusia  melakukan penindasan terhadap orang-orang yang lemah. Mereka tidak sadar bahwa setiap orang memiliki hak hidup, hak untuk dihargai, hak untuk mengekspresikan pikirannya, hak untuk memeroleh rasa aman, damai, dan diperlakukan secara adil dan hak-hak kemanusiaan yang lain.

Jaman itu, kata dia, kalau mau mencari suami, perempuannya harus dihamili dulu. Caranya Setelah anaknya lahir baru ditentukan siapa suaminya dengan cara mencocokan wajah sang bayi dengan wajah beberapa laki-laki yang menggaulinya.

"Namun, begitu Kanjeng Nabi Muhammad SAW rawuh, peradaban yang rusak itu diperbaiki dan ahlak sebagai prioritas. Dibuatlah syariat. Itu yang namanya agama, perintah walimah itu sunnah Kanjeng Nabi, sedangkan resepsi adalah budaya," ujarnya.

Menurutnya derajat agama itu di atas budaya. "Konsep saya dalam pengajian adalah membudayakan agama tapi bukan mengagamakan budaya," tuturnya.

Di hadapan ribuan jemaah yang hadir, ia lalu mencontohkan bahwa seperti pelaksanaan bersih desa Lokgempol, ini adalah budaya. "Tapi isinya ada pengajian, tahlilan, ada nasihat-nasihat. Ini agama," ujarnya.

Gus-Miftah-2.jpg

Menutup aurat, lanjut Gus Miftah itu juga agama. Tapi cara menutup aurat itu budaya. Orang Arab, cara menutup aurat itu menggunakan jubah. "Tapi ketika menutup aurat itu diterapkan di Malang yang hawanya dingin seperti ini misalnya, ya tetap harus menutup aurat, tetapi tidak harus menggunakan jubah," tuturnya.

Karena itu kemudian masyarakat mengenakan kopiah, blangkon, udeng, baju koko, sarung dan sebagainya. Semua itu budaya. "Inilah indahnya Islam yang tidak hanya mengajarkan agama, tetapi juga menghargai budaya," papar pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta ini.

Dalam kesempatan itu, Gus Miftah juga memaparkan soal yang lagi ramai dibicarakan Menteri Agama tentang nomenklatur soal cadar, jenggot dan celana cingkrang. "Saya katakan bahwa saya tidak setuju kalau cadar, jenggot dan celana cingkrang itu diidentikkan dengan radikalisme. Tetapi saya juga tidak setuju kalau cadar, jenggot dan celana panjang itu diidentikkan penampilan yang paling sunnah," tegas Gus Miftah lagi.

Menurutnya, radikal itu ide, pemikiran, keyakinan bukan penampilan. Sebab,  lanjut dia, teman-temannya yang bercelana cingkrang juga banyak yang senang dengan Pancasila dan NKRI. Karena itu, kata Gus Miftah,  memerangi radikalisme itu lewat pengajian, dijobo warganya agar jangan sampai salah memilih pengajian.

Karena itu menurut Gus Miftah, mau pakai cadar, ya silahkan. "Tetapi sekali lagi saya katakan, saya tidak setuju bila cadar, jenggot dan cingkrang diidentikkan dengan radikalisme. Tetapi saya juga tidak sependapat kalau cadar, jenggot dan cingkrang itu dianggap penampilan yang paking sunnah," katanya lagi.

Gus Miftah juga menyatakan radikalisme itu harus kita lawan. Ada dua cara, kalau bisa dibina ya dibina. Kalau tidak bisa dibina ya dibinasakan. "Kalau ada yang tidak setuju dengan Pancasila dan tidak mau mengakui NKRI,  jawaban saya tegas, silahkan tinggalkan Indonesia," katanya.

Sebab, orang yang salah pergaulan lebih mudah dinasehati daripada orang yang salah memilih pengajian, seperti yang dilakukan orang-orang NU (Nahdlatul Ulama)   ini.

"Karena itu meski orang NU tidak dipilih menjadi Menteri Agama, ya tidak masalah. Karena NU tidak mengabdi kepada Presiden, namun NU mengabdi kepada NKRI," tegasnya.

Dengan gayanya yang ceplas ceplos, Gus Miftah, Rabu (6/11/2019) malam mengupas soal agama dan budaya pada acara pengajian dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Bersih Desa Lokgempol di Jl Ikan Tombro, Kota Malang, Jawa Timur. (*)



Publisher : Rizal Dani
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • MK Putuskan Wajib Nyalakan Lampu Motor Siang Hari, Polda Jateng: Jangan Didebat Lagi
    MK Putuskan Wajib Nyalakan Lampu Motor Siang Hari, Polda Jateng: Jangan Didebat Lagi
    03/07/2020 - 20:08
  • Bahas Perbaikan Sistem Hukum Kontrak, PERKAHPI Gelar Konferensi Nasional
    Bahas Perbaikan Sistem Hukum Kontrak, PERKAHPI Gelar Konferensi Nasional
    03/07/2020 - 20:05
  • Tim Paralayang Kota Batu Memulai Latihan Perdana
    Tim Paralayang Kota Batu Memulai Latihan Perdana
    03/07/2020 - 20:02
  • Dibandingkan dengan Kota Lain, Harga Ikan di Kota Waingapu Paling Mahal
    Dibandingkan dengan Kota Lain, Harga Ikan di Kota Waingapu Paling Mahal
    03/07/2020 - 19:56
  • Diskusi ISEI Jember, UMKM yang Berhenti Saat Pandemi Butuh 2 Tahun untuk Normal
    Diskusi ISEI Jember, UMKM yang Berhenti Saat Pandemi Butuh 2 Tahun untuk Normal
    03/07/2020 - 19:53
  • KPU Kabupaten Blitar Segera Rekrut Petugas Pemutakhiran Data Pemilih
    KPU Kabupaten Blitar Segera Rekrut Petugas Pemutakhiran Data Pemilih
    03/07/2020 - 19:50
  • Jatim Masih Tertinggi Kasus Covid-19, ACT Terus Kawal Masyarakat Terdampak
    Jatim Masih Tertinggi Kasus Covid-19, ACT Terus Kawal Masyarakat Terdampak
    03/07/2020 - 19:47
  • Penanganan Covid-19 di Kota Bandung Terbaik di Jawa Barat
    Penanganan Covid-19 di Kota Bandung Terbaik di Jawa Barat
    03/07/2020 - 19:44
  • Usai Disidak DPRD, Pemkab Gresik Gratiskan Rapid Test Calon Mahasiswa
    Usai Disidak DPRD, Pemkab Gresik Gratiskan Rapid Test Calon Mahasiswa
    03/07/2020 - 19:41
  • Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Jatim turun 15.28 persen Selama Pandemi Covid-19
    Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Jatim turun 15.28 persen Selama Pandemi Covid-19
    03/07/2020 - 19:38

TIMES TV

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

30/06/2020 - 20:22

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?
Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil

Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil
Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang

Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang
Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • KH. Ja’far Shodiq Syuhud, In Memoriam
    KH. Ja’far Shodiq Syuhud, In Memoriam
    03/07/2020 - 17:09
  • Juni 2020, Bulan Kelabu Bagi PWNU Jatim
    Juni 2020, Bulan Kelabu Bagi PWNU Jatim
    03/07/2020 - 10:01
  • Belajar di Era Covid-19, Mahasiswa Baru Harus Menjemput Bola
    Belajar di Era Covid-19, Mahasiswa Baru Harus Menjemput Bola
    03/07/2020 - 09:18
  • Tafsir Sastra Ramayana (1) Mahkota Kearifan Guru
    Tafsir Sastra Ramayana (1) Mahkota Kearifan Guru
    03/07/2020 - 07:50
  • Reshuffle Kabinet: Antara Letupan Politik vs Letupan Kinerja
    Reshuffle Kabinet: Antara Letupan Politik vs Letupan Kinerja
    03/07/2020 - 01:19
  • Politik Simbol, Politik Banal?
    Politik Simbol, Politik Banal?
    02/07/2020 - 17:01
  • Bukan Dramaturgi Marah Jokowi
    Bukan Dramaturgi Marah Jokowi
    02/07/2020 - 15:11
  • Manajemen Krisis New Normal
    Manajemen Krisis New Normal
    02/07/2020 - 12:30
  • Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Nasib Perbankan dan Bank Perkreditan
    Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Nasib Perbankan dan Bank Perkreditan
    03/07/2020 - 20:07
  • Viral Kain Kafan Supreme, Warganet: Jenazah Hypebeast!
    Viral Kain Kafan Supreme, Warganet: Jenazah Hypebeast!
    03/07/2020 - 20:06
  • Zodiak Kesehatan, Besok, Sabtu 4 Juli 2020: Scorpio Minum Banyak Air Putih
    Zodiak Kesehatan, Besok, Sabtu 4 Juli 2020: Scorpio Minum Banyak Air Putih
    03/07/2020 - 20:06
  • Tak Ingin Bebani Lucinta Luna, Rivelino Wardhana Cabut Laporan
    Tak Ingin Bebani Lucinta Luna, Rivelino Wardhana Cabut Laporan
    03/07/2020 - 20:05
  • Seleksi PPDB Jalur Zonasi Bina RW di Jakarta Masih Gunakan Usia
    Seleksi PPDB Jalur Zonasi Bina RW di Jakarta Masih Gunakan Usia
    03/07/2020 - 20:02
  • Noda Militer Amerika, Kerahkan 5 Jet Tempur Terobos Langit Indonesia
    Noda Militer Amerika, Kerahkan 5 Jet Tempur Terobos Langit Indonesia
    03/07/2020 - 07:28
  • 3 Cara Rangsang Klitoris, Istri Bakal Mendesah Puas
    3 Cara Rangsang Klitoris, Istri Bakal Mendesah Puas
    03/07/2020 - 01:00
  • Salut! Gak Cuma Setia, 4 Zodiak Ini Dikenal Paling Tulus
    Salut! Gak Cuma Setia, 4 Zodiak Ini Dikenal Paling Tulus
    03/07/2020 - 08:08
  • Grab Didenda Rp30 M, Hotman Paris: Preseden Buruk untuk Dunia Usaha RI
    Grab Didenda Rp30 M, Hotman Paris: Preseden Buruk untuk Dunia Usaha RI
    03/07/2020 - 12:45
  • Hati-hati Beraktifitas Jelang Salat Jumat hingga Sore Nanti
    Hati-hati Beraktifitas Jelang Salat Jumat hingga Sore Nanti
    03/07/2020 - 10:43