Kopi TIMES

Konsisten

Kamis, 07 November 2019 - 11:04 | 45.36k
Konsisten
Prof Dr Rochmat Wahab, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Periode 2009-2017, anggota Mustasyar PW Nahdlatul Ulama (NU) DIY, Pengurus ICMI Pusat.
Pewarta: A Riyadi | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA“Success isn’t always about greatness. It’s about consistency. Consistent hard work leads to success. Greatness will come.” – Dwayne Johnson

“Bersikaplah yang lurus dan tetaplah dalam kebenaran. Dan ketahuilah, bahwasanya tidak ada seorang pun dari kalian yang selamat karena amal perbuatannya”. Para sahabat bertanya, “Termasuk engkau, wahai Rasûlullâh?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Termasuk aku, hanya saja Allâh meliputi diriku dengan rahmat dan karunia-Nya.” (HR Muslim)

Konsistensi adalah kunci, utamanya kunci kehidupan. Kunci untuk semua. Konsistensi tidak banyak penting untuk kehidupan manusia  secara transendental dan personal, melainkan juga kehidupan secara sosial dan hodirizontal. Demikian juga konsistensi penting bagi kehidupan non manusia, apakah itu planet, jalan arah jalur jam, dan jalur transportasi. Dengan berkomitmen pegang teguh konsistensi, kita relatif mendapat keamanan dan keselamatan.

Konsistensi merupakan sunnatullah yang harus terus kita jaga, apakah dalam konteks kita menjalankan ajaran agama. Kita dalam beragama perlu ikuti rambu-rambunya untuk bisa amalan agama kita diterima oleh Tuhan, sehingga kita mendapatkan reward atau pahala. Konsistensi juga merupakan hasil konvensi antar manusia yang terikat tempat waktu. Jika kita ikuti kesepakatan itu, kita tidak hanya diterima oleh masyarakat yang ada di tempat itu, melainkan juga kita bisa selamat dan bebas dari kecelakaan.

Konsistensi, bisa dimaknai dengan keajegan, reliabilitas, atau keistiqamahan. Orang yang konsisten adalah orang yang istiqamah, orang yang lurus, orang yang dapat dipercaya, atau orang yang trusted, dan bisa juga ada yang menyebut orang yang berintegritas dan tidak plin plan. Orang yang konsisten, bisa juga orang yang teguh memegang prinsip. Bahkan belakangan ini orang yang konsisten bisa disebut orang yang “radikal”.

Radikal bisa radikal kanan, kiri, atau tengah. Radikal yang belakangan ini menjadi sorotan adalah radikal yang merugikan, yang tidak mau toleran. Padahal radikal terkait dengan religiusitas adalah komitmen teguh terhada agama yang diyakini, sehingga antara hati dan amalnya sama. Orang yang beragama secara benar mestinya juga menghargai sesama, sehingga toleransi merupakan sifat yang menyatu dalam perilakunya, bukan sesuatu yang sulit dilakukan.

Konsistensi merupakan kunci untuk perubahan. Bahwa manusia itu hidupnya dinamis tidak statis. Dinamis bukan hanya kebutuhan internal, karena di antara kita punya cita-cita atau impian yang berbeda. Melainkan kehidupan dinamis disebabkan oleh pengaruh luar baik lingkungan sosial maupun fisik yang terus berubah untuk keseimbangan. Dengan begitu perubahan yang merupakan sunnatllah bisa terjadi jika setiap langkah konsisten dengan arah perubahan yang diinginkan.

Pada tataran yang lebih tinggi bahwa konsistensi terhadap perubahan bisa menghasilkan perubahan paradigma (paradigm shift). Mari kita perhatian orang yang konsisten dengan keyakinan terhadap invensinya, tidak hanya mendapatkan cemooh, bahkan ada yang mendapatkan hukuman bunuh, sebagai konsekuensi dari temuan yang berlawanan dengan kebenaran ilmiah pada jamannya.

Selain berkenaan dengan keimanan, ada sejumlah kasus, sebagaimana yang ditunjukkan oleh sahabat Bilal yang istiqamah mempertahankan aqidahnya, walau harus menghadapi siksaan kaum Kafir, juga Nabi Ibrahim yang istiqamah menjaga  imannya, dibakar hidup-hidup. Begitulah makna istiqamah yang menghasilkan perubahan, bahkan Nabi Ibrahim mendapat sebutan revolusioner tauhid terbesar dalam peradaban manusia.

Konsistensi adalah kunci untuk tumbuh dan berkembang. Konsisten dengan rambu-rambu hukum alam dan sosial, berpotensi menghasilkan pertumbuhan dan perkembangan yang baik. Sebaiknya jika mengabaikannya, hasil yang diperoleh adalah kegagalan, kerusakan bahkan kematian. Karena kita terus hidup menuju pada akhir kehidupan yang baik, kita seharusnya terus berproses berdasarkan norma agama, bangsa, sosial, dan prinsip-prinsip medis untuk tumbuh dan berkembang sampai puncak dengan capaian yang terbaik dan husnul khatimah.

Konsistensi adalah kunci sukses. Seseorang atau suatu institusi yang memiliki konsistensi dengan visinya berpotensi besar untuk raih sukses. Sukses adalah soal waktu. Jika setiap kita di institusi masing-masing konsisten dengan visi bersama dalam merancang dan melaksanakan agenda dan kegiatan, insya Allah kita dapat meraih sukses besar.

Dalam menunjukkan konsistensi ini tidak sedikit kita harus berkorban waktu, tenaga, uang, dan moril. Untuk itu konsistensi merupakan faktor kunci untuk raih keberhasilan. Jika tidak, katakanlah ada salah satu di antara kita berbuat manipulasi baik perilaku maupun dokumen, akhirnya jika ditemukan bukti manipulasi, kita bisa didiskualifikasi atau Award kejuaraan bisa dicabut.

Akhirnya di era terbuka dewasa ini kita harus menjadikan konsistensi sebagai suatu variabel yang sangat penting dalam membangun pribadi dan institusi yang kredibel dan bermartabat. Kita bisa manipulasi orang lain dengan berbagai cara, secanggih apapun tapi diri kita dan hati kita serta Tuhan tetap berpihak pada kejujuran. Kita harus konsisten, istiqamah bersikap, berpikir, berucap, dan bertindak yang benar. Insya Allah dengan begitu itu bisa selamat dan bahagia di dunia dan di akhirat. Aamiin. (*)

*) Penulis adalah Prof Dr Rochmat Wahab, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Periode 2009-2017, anggota Mustasyar PW Nahdlatul Ulama (NU) DIY, Pengurus ICMI Pusat.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id


yogyakarta Opini Konsisten Rochmat Wahab yogyajarta
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Yogyakarta
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

Follow TIMES Indonesia di Google News

TIMES TV

Komunitas Jendela Jember Gelar Pelatihan Fotografi Bagi Milenial

Komunitas Jendela Jember Gelar Pelatihan Fotografi Bagi Milenial

10/12/2019 - 13:34

Petik Buah Wisata Agrokusuma

Petik Buah Wisata Agrokusuma
Festival Kampung Ublik of Pujon Kidul Where Every Corner of the Place is Filled with Lantern

Festival Kampung Ublik of Pujon Kidul Where Every Corner of the Place is Filled with Lantern
Festival Kampung Ublik Pujon Kidul

Festival Kampung Ublik Pujon Kidul
Perawatan Rambut dengan Glutera Formulated Hair Shampoo

Perawatan Rambut dengan Glutera Formulated Hair Shampoo

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Khilafah, Imamah dan Khalifah
    Khilafah, Imamah dan Khalifah
    11/12/2019 - 20:52
  • Kontribusi Islam Terhadap Akuntansi
    Kontribusi Islam Terhadap Akuntansi
    11/12/2019 - 20:15
  • Pentingnya Kebijakan Publik untuk Tatanan Pemerintah dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
    Pentingnya Kebijakan Publik untuk Tatanan Pemerintah dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
    11/12/2019 - 16:18
  • Revolusi Industri 4.0 di Era Milenial
    Revolusi Industri 4.0 di Era Milenial
    11/12/2019 - 13:27
  • Refleksi HUT ke-61 NTB, Bisakah NTB Gemilang?
    Refleksi HUT ke-61 NTB, Bisakah NTB Gemilang?
    11/12/2019 - 12:11
  • Mustahil Menghapus Jejak Khilafah di Nusantara
    Mustahil Menghapus Jejak Khilafah di Nusantara
    10/12/2019 - 23:23
  • SDM Indonesia Harus Berjiwa Pancasila di Era Revolusi Industri 4.0
    SDM Indonesia Harus Berjiwa Pancasila di Era Revolusi Industri 4.0
    10/12/2019 - 22:31
  • Pengakuan HAM Zaman Now
    Pengakuan HAM Zaman Now
    10/12/2019 - 20:53
  • Hasil Liga Champions: Muenchen Hajar Tottenham 3-1 di Allianz Arena
    Hasil Liga Champions: Muenchen Hajar Tottenham 3-1 di Allianz Arena
    12/12/2019 - 05:22
  • Kebal Hujatan, Ahok Janji Bawa Pertamina Jadi Perusahaan Kelas Dunia
    Kebal Hujatan, Ahok Janji Bawa Pertamina Jadi Perusahaan Kelas Dunia
    12/12/2019 - 05:18
  • Berita Terpopuler, Kisah Pilu Mantan Istri UAS dan Skandal Pramugari Garuda
    Berita Terpopuler, Kisah Pilu Mantan Istri UAS dan Skandal Pramugari Garuda
    12/12/2019 - 05:13
  • Fadjroel Diskusi dengan Jokowi, Ferdinand Hutahaean Nyinyir
    Fadjroel Diskusi dengan Jokowi, Ferdinand Hutahaean Nyinyir
    12/12/2019 - 05:09
  • Canggih Banget, Terapi Ini Jadi Cara Baru untuk Meredakan Nyeri
    Canggih Banget, Terapi Ini Jadi Cara Baru untuk Meredakan Nyeri
    12/12/2019 - 05:05
  • Talak Cerai Gugur, Vicky Prasetyo-Angel Lelga Masih Sah Suami Istri
    Talak Cerai Gugur, Vicky Prasetyo-Angel Lelga Masih Sah Suami Istri
    12/12/2019 - 01:00
  • Glenn Alinskie Bikin Agensi Hiburan di Korea Selatan
    Glenn Alinskie Bikin Agensi Hiburan di Korea Selatan
    12/12/2019 - 00:02
  • Dikira Tali, Pria Ini Tarik Cacing Pita Sepanjang 10 Meter dari Dubur
    Dikira Tali, Pria Ini Tarik Cacing Pita Sepanjang 10 Meter dari Dubur
    12/12/2019 - 05:02
  • Tiffany Young Buka-bukaan Soal Skandal Penipuan Ayahnya
    Tiffany Young Buka-bukaan Soal Skandal Penipuan Ayahnya
    12/12/2019 - 04:00
  • Rusia Dicoret dari Piala Dunia 2022
    Rusia Dicoret dari Piala Dunia 2022
    12/12/2019 - 05:17