Kopi TIMES

Menegaskan Oposisi dalam Koalisi Demokratis

Selasa, 22 Oktober 2019 - 22:32 | 96.43k
Menegaskan Oposisi dalam Koalisi Demokratis
Mahatva Yoga Adi Pradana, Dosen Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. (Grafis: Times Indonesia)
Pewarta: | Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Setelah momen pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024. Kini publik sedang menunggu siapa saja yang akan mendampingi presiden dalam kabinet yang dipimpin.

Banyak spekulasi bermunculan, mulai dari nama-nama yang sudah menjadi menteri pada era sebelumnya hingga tokoh yang turut serta dalam menjadi Tim kampanye nasional Jokowi-Ma’ruf. Disampaikan oleh Presiden bahwa, akan ada pemanggilan nama-nama yang bakal menjadi menteri di kabinetnya dalam dua hari setalah beliau dilantik. Dengan pola yang hampir sama dengan periode sebelumnya,pemanggilan kali ini juga menggunakan ciri khas baju putih ala Jokowi. 

Jokowi menegaskan calon menteri yang dia pilih berasal dari berbagai kalangan, mulai politisi, akademisi, professional dan mungkin oposisi yang ditarik dalam koalisi. Ini terbukti dari model dialog antara presiden dengan para pimpinan partai koalisi. Menarik untuk kita lihat, bagaimana iklim demokratis negara ini menunjukkan bahwa oposisi juga bagian dari koalisi membangun negara. 

Oposisi dianggap sebagai sebuah ikon negara demokrasi. Menegaskan bahwa kontrol terhadap negara dilakukan dengan menolak kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. Namun oposisi juga layak diperjuangkan sebagaimana sikap warga negara meminta adanya keadilan negara.

Sikap oposisi akhir-akhir ini melunak dengan kondusifnya kedua tokoh yang berseberangan. Publik pun semakin dibingungkan dengan kedatangan Prabowo yang hadir memenuhi panggilan istana. Dalam pidato singkatnya, dijelaskan bahwa iklim yang dinamis dalam politik menciptakan ruang baru untuk mulai menata pertahanan Indonesia. Dengan latar belakang militer, pos menteri pertahanan sangat cocok untuk Prabowo. 

Melihat relasi oposisi yang bergeser menjadi koalisi tentu menimbulkan banyak dugaan. Dalam teori permainan yang dikembangkan oleh Leibniz, seorang ahli filsafat matimatika asal jerman. Disebutkan bahwa penerapan teori permainan dalam dunia politik adalah pola oposisi dalam bagian dari zero-sum games.

Dimana hanya ada salah satu kubu yang memenangkan pemilu, tidak ada hasil seri. Namun dalam kondisi ini oposisi menegaskan partisipasi kenegaraan dalam bentuk dukungan terhadap legitimasi kekuasaan yang sah.

Manariknya koalisi ini membuat pertandingan selanjutnya menimbulkan banyak model peta politik pada 2024 nanti tentang siapa yang akan mendukung siapa, dan siapa yang akan di dukung siapa.

Pertama, koalisi pada saat pemilu 2019 sudah terlampau penuh dengan komponen partai pendukung yang banyak. Dalam pelaksanaannya partai yang menjadi penentang berubah mendukung dikarenakan politik kepentingan kedua kubu. Dapat dikatakan bahwa kedua kubu hanya melakukan sparing partner, dengan gap yang hanya sementara dan adanya keterkaitan kedua kubu di masa lampau.

Dengan masuknya oposisi dalam koalisi membangun negara, bisa jadi partai pendukung lainnya merasa di anak tirikan dengan berkurangnya jatah menteri di kabinet. Satu kubu partai pendukung sudah siap menjadi oposisi apabila negara memintanya sebagai bentuk negara demokrasi. Negara tanpa oposisi, akan menujukkan kualitas kritik yang buruk terhadap kinerja negara.

Tidak ada yang memberikan tantangan berarti terhadap produk negara dalam kebijakan yang dibuat. Polarisasi ini bekerja untuk mengkonsolidasikan kepentingan para aktor politik kedepan. Disisi lain polarisasi ini juga menegaskan dominasi kepentingan dalam pelaksanaan pemerintahan yang demokratis, bukan kompetitif.(*)

*) Penulis: Mahatva Yoga Adi Pradana, Dosen Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Kesadaran Adalah Kunci Utama Berakhirnya Virus COVID-19
    Kesadaran Adalah Kunci Utama Berakhirnya Virus COVID-19
    02/06/2020 - 05:35
  • This is How Waingapu Community Conduct a Funeral Service
    This is How Waingapu Community Conduct a Funeral Service
    02/06/2020 - 04:30
  • Memelihara Nilai Luhur Pancasila
    Memelihara Nilai Luhur Pancasila
    02/06/2020 - 03:16
  • Check this Beautiful Doormats Made of Rag
    Check this Beautiful Doormats Made of Rag
    02/06/2020 - 02:35
  • Diberlakukannya New Normal, Menggugah Para Pemangku Pesantren
    Diberlakukannya New Normal, Menggugah Para Pemangku Pesantren
    02/06/2020 - 01:22
  • Amazing City Beach Resort Palu Applied Covid-19 Protocol Standard
    Amazing City Beach Resort Palu Applied Covid-19 Protocol Standard
    02/06/2020 - 00:40
  • Refleksi Hari Lahir Pancasila: Memahami Pancasila Secara Holistik
    Refleksi Hari Lahir Pancasila: Memahami Pancasila Secara Holistik
    02/06/2020 - 00:19
  • Kementerian PUPR RI Serahterimakan Gedung Laboratorium dan Bengkel Elektro Politeknik Negeri Padang
    Kementerian PUPR RI Serahterimakan Gedung Laboratorium dan Bengkel Elektro Politeknik Negeri Padang
    01/06/2020 - 23:32
  • Pasien Sembuh dari Covid-19 di Sulteng Terus Bertambah Menjadi 61 Orang
    Pasien Sembuh dari Covid-19 di Sulteng Terus Bertambah Menjadi 61 Orang
    01/06/2020 - 23:04
  • Tinggal di Bekas Kandang Ayam, Pasutri di Palu Mendapat Perhatian Sejumlah Pihak 
    Tinggal di Bekas Kandang Ayam, Pasutri di Palu Mendapat Perhatian Sejumlah Pihak 
    01/06/2020 - 23:00

TIMES TV

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

20/05/2020 - 21:40

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang

Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang
GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC

GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC
Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Kesadaran Adalah Kunci Utama Berakhirnya Virus COVID-19
    Kesadaran Adalah Kunci Utama Berakhirnya Virus COVID-19
    02/06/2020 - 05:35
  • Memelihara Nilai Luhur Pancasila
    Memelihara Nilai Luhur Pancasila
    02/06/2020 - 03:16
  • Diberlakukannya New Normal, Menggugah Para Pemangku Pesantren
    Diberlakukannya New Normal, Menggugah Para Pemangku Pesantren
    02/06/2020 - 01:22
  • Refleksi Hari Lahir Pancasila: Memahami Pancasila Secara Holistik
    Refleksi Hari Lahir Pancasila: Memahami Pancasila Secara Holistik
    02/06/2020 - 00:19
  • Pancasila dalam Perspektif Islam
    Pancasila dalam Perspektif Islam
    01/06/2020 - 22:48
  • Penganggaran Berbasis Pancasila, Jembatan Menuju Kesejahteraan Rakyat
    Penganggaran Berbasis Pancasila, Jembatan Menuju Kesejahteraan Rakyat
    01/06/2020 - 19:21
  • Covid-19 dan Distorsi Pemberitaan Media
    Covid-19 dan Distorsi Pemberitaan Media
    01/06/2020 - 18:15
  • Covid-19 dan Catatan Kecil Industri Film Nasional
    Covid-19 dan Catatan Kecil Industri Film Nasional
    01/06/2020 - 17:34
  • Akhirnya Ditangkap KPK, Begini Perjalanan Kasus Eks Sekretaris MA Nurhadi
    Akhirnya Ditangkap KPK, Begini Perjalanan Kasus Eks Sekretaris MA Nurhadi
    02/06/2020 - 06:03
  • Gegara Covid-19, Pariwisata Bali Mati Suri
    Gegara Covid-19, Pariwisata Bali Mati Suri
    02/06/2020 - 06:00
  • PPDB Tahun Ajaran 2020/2021 di Bantul Dilaksanakan Secara Online
    PPDB Tahun Ajaran 2020/2021 di Bantul Dilaksanakan Secara Online
    02/06/2020 - 05:45
  • Paus Fransiskus Sahkan Aturan Baru Antikorupsi di Vatikan
    Paus Fransiskus Sahkan Aturan Baru Antikorupsi di Vatikan
    02/06/2020 - 05:41
  • Kasus Kematian akibat Covid-19 Terus Meningkat di Timur Tengah
    Kasus Kematian akibat Covid-19 Terus Meningkat di Timur Tengah
    02/06/2020 - 05:37
  • KPK Tangkap Nurhadi dan Menantunya
    KPK Tangkap Nurhadi dan Menantunya
    02/06/2020 - 00:59
  • Viral Foto Pria Bertato Peta Indonesia Ikut Rusuh di Demo George Floyd
    Viral Foto Pria Bertato Peta Indonesia Ikut Rusuh di Demo George Floyd
    02/06/2020 - 00:14
  • Usai Kematian George Floyd, Anonymous Ungkap Kebobrokan Polisi AS
    Usai Kematian George Floyd, Anonymous Ungkap Kebobrokan Polisi AS
    02/06/2020 - 00:29
  • Mengerikan, Kebrutalan Polisi AS Tewaskan 7 Ribu Lebih Sipil
    Mengerikan, Kebrutalan Polisi AS Tewaskan 7 Ribu Lebih Sipil
    02/06/2020 - 05:39
  • Pochettino Mau Tiru Langkah Guardiola, Gabung Tim Auto Juara
    Pochettino Mau Tiru Langkah Guardiola, Gabung Tim Auto Juara
    02/06/2020 - 00:15