Pendidikan

ITS Kaji Ancaman Pohon Tumbang

Senin, 21 Oktober 2019 - 23:09 | 53.92k
ITS Kaji Ancaman Pohon Tumbang
Pakar geologi ITS, Amien Widodo. (Foto: Istimewa)
Pewarta: | Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengkaji ancaman bahaya pohon tumbang akibat cuaca ekstrem disertai angin kencang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. 

Pohon selain sebagai peneduh juga bisa menjadi ancaman jika tidak dilakukan perawatan berkala layaknya bangunan. 

Pepohonan di pinggir jalan, taman taman, kantor-kantor, sekolahan dan sebagainya memang sengaja ditanam. Oleh karena itu posisinya berdekatan dengan manusia dan aktivitasnya. 

“Artinya pohon harus ada pemeriksaan dan monitoring berkala,” terang Dr Ir Amin Widodo Msi, pakar geologi Insitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Senin (21/10/2019).

Apalagi tidak semua pohon pohon peneduh tersebut roboh. Dengan kata lain pohon yang roboh adalah pohon dalam kondisi rentan. 

“Artinya pohon tersebut tidak dalam kondisi baik saja dan ada masalah internal dalam pohon yang roboh tersebut. Tapi kalau pohon itu ada di hutan atau di gunung yang tidak ada aktivitas manusianya dibiarkan saja,” tandas Amien Widodo.

Hasil kajian ITS menunjukkan bahwa beberapa kasus pohon tumbang disebabkan antara lain pohon sudah tua dan sudah tidak tumbuh lagi, keropos di bagian tengahnya, dimakan rayap serta batang mulai mengering, kanopi pohon terlalu lebar, penanaman awal bukan bibit tapi stek sehingga akar tunggang tidak ada, akar tidak bisa menembus ke dalam karena kondisi tanah sangat keras (sirtu/gragal), dan akar lebih banyak tumbuh ke samping.

Tanda yang muncul jika pohon hendak tumbang adalah terjadi retakan di sekeliling pohon atau ada akar mulai muncul (rungkat).

Kalau sekiranya kondisi pohon sudah rawan roboh dan membahayakan masyarakat di sekitarnya maka perlu segera ditebang dan diganti yang baru.

Terlebih BMKG selalu mengingatkan memasuki musim penghujan akan selalu diikuti angin kencang (puting beliung). Banyak ahli di dunia juga menyebutkan bahwa beberapa tahun ini kondisi cuaca semakin ekstrem. Ini berarti angin puting beliung akan banyak terjadi dan kekuatannya semakin besar. 

“Tumbangnya pohon di Jalur Cangar - Batu awalnya memang pohon hutan tapi karena dibuat jalan, pohon-pohon ini berbahaya bagi pengendara yang lewat, maka harus ada pemeriksaan dan perawatan,” pungkas dosen teknik geofisika ITS tersebut. (*)



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Ide Kreatif Muncul di Kampung Tangguh RW 4 Temas 
    Ide Kreatif Muncul di Kampung Tangguh RW 4 Temas 
    01/06/2020 - 16:21
  • Puluhan Kampung Tangguh Dibentuk di Kota Probolinggo
    Puluhan Kampung Tangguh Dibentuk di Kota Probolinggo
    01/06/2020 - 16:16
  • Terjerat Kasus Narkoba, Aktor Dwi Sasono Ajukan Permohonan Rehabilitasi
    Terjerat Kasus Narkoba, Aktor Dwi Sasono Ajukan Permohonan Rehabilitasi
    01/06/2020 - 16:12
  • Peringati Hari Lahir Pancasila, Lintas Agama di Banyuwangi Berdoa untuk Bangsa
    Peringati Hari Lahir Pancasila, Lintas Agama di Banyuwangi Berdoa untuk Bangsa
    01/06/2020 - 16:09
  • Covid-19, Mendagri RI: Kampanye Pilkada Serentak 2020 Bisa Menggunakan Media Sosial
    Covid-19, Mendagri RI: Kampanye Pilkada Serentak 2020 Bisa Menggunakan Media Sosial
    01/06/2020 - 16:05
  • Dwi Sasono: Saya Memang Bersalah, Saya Korban Bukan Pengedar 
    Dwi Sasono: Saya Memang Bersalah, Saya Korban Bukan Pengedar 
    01/06/2020 - 16:00
  • Seluruh Desa di Kecamatan Suboh Situbondo Belum Salurkan BLT-DD
    Seluruh Desa di Kecamatan Suboh Situbondo Belum Salurkan BLT-DD
    01/06/2020 - 15:56
  • Ketua KPU Tuban: Pelaksanaan Pilkada Tuban 2020 Gunakan Protokol Kesehatan
    Ketua KPU Tuban: Pelaksanaan Pilkada Tuban 2020 Gunakan Protokol Kesehatan
    01/06/2020 - 15:52
  • UGM Peringati Hari Lahir Pancasila dengan Upacara Daring
    UGM Peringati Hari Lahir Pancasila dengan Upacara Daring
    01/06/2020 - 15:48
  • Aktor Dwi Sasono Terjerat Kasus Narkoba 
    Aktor Dwi Sasono Terjerat Kasus Narkoba 
    01/06/2020 - 15:44

TIMES TV

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

20/05/2020 - 21:40

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang

Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang
GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC

GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC
Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Zikir dan Psikosomatis saat Pandemi Covid-19
    Zikir dan Psikosomatis saat Pandemi Covid-19
    01/06/2020 - 15:13
  • Hikmah Covid-19 dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila
    Hikmah Covid-19 dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila
    01/06/2020 - 14:24
  • Lansia Menuju Husnul Khatimah
    Lansia Menuju Husnul Khatimah
    01/06/2020 - 11:08
  • Memaknai Nilai Pancasila di Tengah Pandemi
    Memaknai Nilai Pancasila di Tengah Pandemi
    01/06/2020 - 09:20
  • Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan Nelayan
    Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan Nelayan
    01/06/2020 - 08:50
  • Makna di Balik Syawal
    Makna di Balik Syawal
    01/06/2020 - 08:10
  • Silaturahmi Online di Bulan Syawal
    Silaturahmi Online di Bulan Syawal
    01/06/2020 - 06:50
  • Simalakama New Normal
    Simalakama New Normal
    31/05/2020 - 12:03
  • Sepi Pengunjung saat Pandemi, Indahnya Bunga Sakura di Taman Nara Jepang
    Sepi Pengunjung saat Pandemi, Indahnya Bunga Sakura di Taman Nara Jepang
    01/06/2020 - 16:21
  • Begini Posisi Menyusui yang Tepat Agar Bayi Mendapat ASI Optimal
    Begini Posisi Menyusui yang Tepat Agar Bayi Mendapat ASI Optimal
    01/06/2020 - 16:18
  • Pemerintah Usung New Normal, Begini Tanggapan Mohammad Ahsan
    Pemerintah Usung New Normal, Begini Tanggapan Mohammad Ahsan
    01/06/2020 - 16:16
  • Acara Berjalan Meski Tak Dapat Izin, Sekjen GPI: Terima Kasih TNI-Polri
    Acara Berjalan Meski Tak Dapat Izin, Sekjen GPI: Terima Kasih TNI-Polri
    01/06/2020 - 16:16
  • Kampus Berniat Pakai Robot Wisuda, Mahasiswa: Tidak! Biarkan Kami Menunggu
    Kampus Berniat Pakai Robot Wisuda, Mahasiswa: Tidak! Biarkan Kami Menunggu
    01/06/2020 - 16:15
  • Aktor DS yang Ditangkap karena Narkoba Ternyata Dwi Sasono
    Aktor DS yang Ditangkap karena Narkoba Ternyata Dwi Sasono
    01/06/2020 - 10:21
  • Insiden Konyol UFC: Mengira Menang dan Selebrasi, Petarung Hampir KO
    Insiden Konyol UFC: Mengira Menang dan Selebrasi, Petarung Hampir KO
    01/06/2020 - 06:04
  • Aktor DS Tersandung Kasus Narkoba
    Aktor DS Tersandung Kasus Narkoba
    01/06/2020 - 08:49
  • Pemerintah India Kewalahan Negaranya Diserang Puluhan Juta Belalang
    Pemerintah India Kewalahan Negaranya Diserang Puluhan Juta Belalang
    01/06/2020 - 11:32
  • Ribut-ribut soal Duit, UFC Bisa Kehilangan Petarung Tangguhnya
    Ribut-ribut soal Duit, UFC Bisa Kehilangan Petarung Tangguhnya
    01/06/2020 - 04:26