Kopi TIMES

Ancaman Radikalisme di Bondowoso

Sabtu, 19 Oktober 2019 - 11:06 | 118.32k
Ancaman Radikalisme di Bondowoso
Moh. Syaeful Bahar Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya dan Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Bondowoso
Editor: Yatimul Ainun

TIMESINDONESIA, BONDOWOSOHARI Kamis dan Jum'at (17 dan 18/10/2019) yang lalu, saya, secara berturut-turut mengikuti Rapat Paripurna di DPRD Bondowoso. Rapat Paripurna dimaksud adalah Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi terhadap 5 (lima) Raperda Propemperda 2019 dan Raperda Tentang APBD Tahun Anggaran 2020 serta Rapat Paripurna Tanggapan atau Jawaban Bupati.

Dari sekian banyak materi utama dari Pemandangan Umum fraksi-fraksi di DPRD Bondowoso, ada satu isu yang secara khusus menjadi catatan saya, tentu, selain catatan-catatan lain yang juga sangat penting, yaitu tentang isu radikalisme.

Di akhir Pemandangan Umumnya, Fraksi PKB menyampaikan tentang pentingnya mengantisipasi menguatnya paham radikalisme di masyarakat. Fraksi PKB juga menyatakan, bahwa tak menutup kemungkinan paham-paham radikal telah menyebar dan memapar para ASN di Bondowoso.

Terkait radikalisme di birokrasi ini yang menjadi perhatian khusus saya. Jika kekhawatiran Fraksi PKB bahwa ada sebagian birokrat di Bondowoso telah terpapar paham radikal, maka ini adalah lampu merah bagi Pemkab Bondowoso. 

Pemkab harus segera melakukan kajian, jika perlu investigasi bersama Polres Bondowoso. Bagus, jika juga melibatkan beberapa ormas keagamaan, semisal NU dan Muhammadiyah.

Pemkab harus memiliki data yang valid terkait kemungkinan ASN terpapar dan terlibat paham radikal. Pemkab juga harus segera berbuat untuk meminimalisir atau bahkan jika mungkin, membumihangus paham radikal di Bondowoso. Karenanya, melibatkan kepolisian dan ormas-ormas keagamaan menjadi signifikan dilakukan.

Sayangnya, hanya FPKB yang memiliki sensitivitas akan persoalan ini. Seharusnya, isu ini menjadi isu bersama, isu semua fraksi, terutama fraksi-fraksi dari partai nasionalis. Karena apa? karena, persoalan radikalisme benar-benar menjadi ancaman serius atas eksistensi dasar negara kita, Pancasila.

ANCAMAN RADIKALISME

Pasca penusukan Menkopulhukam Wiranto, Indonesia kembali dihebohkan dengan ancaman radikalisme. Pelaku penusukan, Abu Rara beserta istrinya, kuat diduga memiliki kaitan dengan ISIS. 

Peristiwa penusukan Menkopulhukan ternyata berbuntut panjang. Potret radikalisme tidak berhenti dipenusukan Menkopulhukam, namun bersambung, berlanjut dengan potret-potret kecil dalam bentuk benih dan letupan-letupan radikalisme. Paling tidak, potret kecil tersebut dapat dilihat dari massifnya ujaran kebencian dan hilangnya rasa empati di media sosial terkait musibah yang dialami oleh Menkopulhukam.

Bahkan, ujaran kebencian dan rasa permusuhan tersebut marak dilakukan oleh kelompok menengah dan terpelajar, seperti ASN dan istri-istri pejabat negara, sipil maupun militer. Terkait hal ini, berbagai media nasional maupun lokal telah memberitakannya. 

Fakta ini membuktikan bahwa, paham radikal telah banyak memapar ASN dan kelompok menengah terdidik di masyarakat kita. Beberapa penelitian terdahulu, misal yang dilakukan oleh Alvara Research Centre dan Mata Air Foundation yang dirilis di Jakarta pada tahun 2017 silam, menyimpulkan bahwa, aparatur negara dan kelompok pekerja profesional di berbagai BUMN mulai terpapar ajaran-ajaran intoleransi dan paham radikal.

Penetrasi ajaran-ajaran intoleransi yang anti-Pancasila dan NKRI di kalangan profesional ini, ditengarai masuk melalui kajian-kajian keagamaan yang dilakukan di tempat kerja. 

Temuan Alvara Institute, tentu tidak sendirian, banyak sekali penelitian atau survei yang memiliki kesimpulan yang sama. 

Membaca beberapa kesimpulan penelitian dimaksud, maka, kekhawatiran Fraksi PKB menemukan argumentasi pembenarnya. Sangat mungkin, ASN di Bondowoso terpapar paham-paham intoleran dan ajaran radikal.

PEMKAB HARUS PREVENTIF

Isu ASN yang terpapar paham radikal di Bondowoso sebenarnya sudah lama ada, bahkan, saya bersama-sama teman Dewan Pendidikan Bondowoso pernah melakukan identifikasi beberapa nama tenaga pendidik yang terindikasi menjadi simpatisan bahkan menjadi aktivis HTI di Bondowoso. 

Karena ranah Dewan pendidikan hanya terbatas pada dunia pendidikan, maka data hasil investigasipun hanya terbatas pada tenaga pendidik dan beberapa siswa yang terpapar paham radikal saja. Lalu, apakah di instansi lain tidak ada ASN yang terpapar paham radikal? Saya yakin, ada. 

Identifikasi yang pernah dilakukan oleh Dewan Pendidikan, di saat itu, tentu tak akan sesulit jika dilakukan saat ini. HTI, sebagai salah satu paham yang dianggap radikal, belum dilarang oleh Negara. Para aktivis HTI masih bebas keluar masuk sekolah untuk menyebarkan ideologi khilafah yang mereka usung.

Pasca pelarangan HTI oleh negara, identifikasi aktivitas para simpatisan HTI akan lebih sulit dilakukan. Para aktivis atau simpatisan HTI tak akan 
lagi berani terbuka melakukan kampanye khilafah dan rekrutmen kader, kalaupun masih ada aktivitas kampanye khilafah dan rekrutmen kader, hampir bisa dipastikan akan dilakukan secara tertutup dan sembunyi-sembunyi.

Namun, bukan berarti Pemkab harus diam dan menganggap bahwa aktivitas kelompok radikal, semisal HTI telah benar-benar tak ada. Identifikasi dan investigasi para aktivis radikal tersebut masih dapat dilakukan. 

Jika perlu, Pemkab dapat membentuk tim investigasi khusus yang merupakan tim gabungan dari beberapa instansi. 

Berbagai strategi dapat dilakukan dengan mudah, misal, dengan memburu mereka dari jejak digital yang mereka miliki. Status di FB adalah salah satu yang paling mungkin dijadikan pintu masuknya. Bekerjasama dengan pihak kepolisian menjadi penting untuk mendapatkan akses informasi yang valid. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, saya yakin, polisi akan dengan mudah menyisir rekam jejak dan jejak digital para aktivis atau mantan aktivis kelompok radikal ini.

Jika benar ada ASN yang terpapar, maka Pemkab harus segera melalukan langkah-langkah kongkrit dalam upaya deradikalisasi.

Strategi deradikalisasi harus dalam bentuk gabungan soft power/smart power dan hard power.

Strategi soft power harus didahulukan. Strategi cerdas dengan memahami betul akar ideologi dan paham radikal ini harus dikedepankan. 

Melibatkan NU dan Muhammadiyah adalah dalam rangka melaksanakan strategi soft power ini. NU dan Muhammadiyah memiliki tanggungjawab untuk memberikan pemahaman yang benar tentang agama yang rahmatan lil'alamin, bukan agama yang keras dan mudah menyalahkan.

Para tokoh NU dan Muhammadiyah harus turun tangan, turun gunung untuk membimbing spritualitas dan paham keagamaan ASN yang terpapar paham radikal. Jangan sampai, karena salah memilih mentor (ustadz), para ASN yang terpapar paham radikal semakin banyak dan semakin menjadi-jadi.

Jika strategi soft power ini sulit merubah cara pikir para ASN yang telah terpapar paham radikal, maka strategi hard power dalam bentuk sangsi (punishment) dapat dilakukan.

Negara harus hadir melindungi negara, melindungi dasar negara, Pancasila dan UUD 1945. Negara harus tegas. Aturan tentang ASN telah jelas mengatur, bahwa semua ASN harus setia dan membela Pancasila dan UUD 1945. Artinya, jika ada oknum ASN yang tetap tak bergeming, tak mau kembali ke pangkuan NKRI, maka sepatutnya negara memberikan sangsi yang tegas.

* Penulis Moh. Syaeful Bahar, adalah Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya dan Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Bondowoso

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id



Publisher : Sholihin Nur
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Mangunan Dlingo, Where You Could Enjoy the Lush of Pine Tree
    Mangunan Dlingo, Where You Could Enjoy the Lush of Pine Tree
    10/07/2020 - 01:12
  • Take a Look at How Tugu Hotel Malang Implement Covid-19 Protocol Standard
    Take a Look at How Tugu Hotel Malang Implement Covid-19 Protocol Standard
    10/07/2020 - 00:12
  • This is What FaveHotel Cilacap Do to Gain Their Customers’ Trust
    This is What FaveHotel Cilacap Do to Gain Their Customers’ Trust
    09/07/2020 - 23:53
  • Sektor Properti Berperan Signifikan Bangkitkan Perekonomian
    Sektor Properti Berperan Signifikan Bangkitkan Perekonomian
    09/07/2020 - 23:32
  • Hadiri Rakor, Ini Pesan Danramil 08/Adipala Cilacap
    Hadiri Rakor, Ini Pesan Danramil 08/Adipala Cilacap
    09/07/2020 - 23:26
  • Presiden RI Jokowi: Pekerjaan Irigasi Jadi Awal Pengembangan Lahan Food Estate
    Presiden RI Jokowi: Pekerjaan Irigasi Jadi Awal Pengembangan Lahan Food Estate
    09/07/2020 - 23:19
  • Forkas Jatim Minta Pemerintah Jangan Bebani Pengusaha Kewajiban Rapid Test Karyawan
    Forkas Jatim Minta Pemerintah Jangan Bebani Pengusaha Kewajiban Rapid Test Karyawan
    09/07/2020 - 23:06
  • Stafsus Presiden RI Optimis Indonesia Sukses Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2021 
    Stafsus Presiden RI Optimis Indonesia Sukses Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2021 
    09/07/2020 - 22:51
  • UK Petra Surabaya Ciptakan Buku Kisah Seru Kuliah Daring, Dilelang Puluhan Juta
    UK Petra Surabaya Ciptakan Buku Kisah Seru Kuliah Daring, Dilelang Puluhan Juta
    09/07/2020 - 22:33
  • Kementerian PUPR RI: Program Sejuta Rumah akan Didukung Tapera
    Kementerian PUPR RI: Program Sejuta Rumah akan Didukung Tapera
    09/07/2020 - 22:26

TIMES TV

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

30/06/2020 - 20:22

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?
Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil

Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil
Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang

Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang
Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Dilema Sejarah Sultan Hamid II
    Dilema Sejarah Sultan Hamid II
    09/07/2020 - 20:10
  • Konsep Pesantren Ramah Perempuan
    Konsep Pesantren Ramah Perempuan
    09/07/2020 - 17:00
  • Jadi Klaster Baru Covid-19, Apa Jadinya Bila Pasar Tradisional Ditutup?
    Jadi Klaster Baru Covid-19, Apa Jadinya Bila Pasar Tradisional Ditutup?
    09/07/2020 - 16:27
  • Sufistik: Pengalaman Mistik (1)
    Sufistik: Pengalaman Mistik (1)
    09/07/2020 - 15:22
  • Perihal Ospek Online
    Perihal Ospek Online
    09/07/2020 - 14:38
  • Lolos Tidaknya Balon Perseorangan Pilkada, Tergantung (Si)apa?
    Lolos Tidaknya Balon Perseorangan Pilkada, Tergantung (Si)apa?
    09/07/2020 - 14:00
  • Apa dan Siapa Pekerja Sosial Itu?
    Apa dan Siapa Pekerja Sosial Itu?
    09/07/2020 - 12:00
  • Di Masa Pandemi, Penipuan Online juga Merebak
    Di Masa Pandemi, Penipuan Online juga Merebak
    09/07/2020 - 10:09
  • WN Perancis Cabuli 305 Anak, Polisi Dalami Alasan Pembuatan Video
    WN Perancis Cabuli 305 Anak, Polisi Dalami Alasan Pembuatan Video
    10/07/2020 - 01:05
  • Pakai Masker Bikin Kekebalan Tubuh Menurun, Mitos atau Fakta?
    Pakai Masker Bikin Kekebalan Tubuh Menurun, Mitos atau Fakta?
    10/07/2020 - 00:05
  • 16 Polisi Disebut Positif dan 1 Meninggal, Polsek Tambun Tutup Pelayanan?
    16 Polisi Disebut Positif dan 1 Meninggal, Polsek Tambun Tutup Pelayanan?
    10/07/2020 - 00:05
  • Polres Jakbar Tangkap Pengedar Berbagai Jenis Narkoba di Condet
    Polres Jakbar Tangkap Pengedar Berbagai Jenis Narkoba di Condet
    10/07/2020 - 00:00
  • Jokowi: Tes Masif Tidak Cukup, Pelacakan Agresif Harus Dilakukan
    Jokowi: Tes Masif Tidak Cukup, Pelacakan Agresif Harus Dilakukan
    09/07/2020 - 23:19
  • Pacaran, Ibu Muda Tinggalkan Anak Seminggu di Apartemen hingga Tewas
    Pacaran, Ibu Muda Tinggalkan Anak Seminggu di Apartemen hingga Tewas
    10/07/2020 - 00:10
  • Menguak Fakta, Sosok Ricky Hatton Penghancur Niat Comeback Mike Tyson
    Menguak Fakta, Sosok Ricky Hatton Penghancur Niat Comeback Mike Tyson
    10/07/2020 - 00:02
  • MAKI Sebut Ekstradisi Maria Pauline Cuma Buat Tutupi Malu Menkumham
    MAKI Sebut Ekstradisi Maria Pauline Cuma Buat Tutupi Malu Menkumham
    10/07/2020 - 00:06
  • Macan Tutul Lihat Cheetah, Mengendap-ngendap dan Menyergapnya
    Macan Tutul Lihat Cheetah, Mengendap-ngendap dan Menyergapnya
    10/07/2020 - 00:02
  • Aw! Agnez Mo Ngaku Bucin Kalau Soal Cinta
    Aw! Agnez Mo Ngaku Bucin Kalau Soal Cinta
    10/07/2020 - 00:00