Ekonomi

Kisah Mita Kopiyah Sukses Tingkatkan Produksi Susu Sapi Perah Usai Terbang ke Belanda

Sabtu, 19 Oktober 2019 - 07:38 | 322.61k
Kisah Mita Kopiyah Sukses Tingkatkan Produksi Susu Sapi Perah Usai Terbang ke  Belanda
Petenakan sapi perah Lembu Barokah milik Mita Kopiyah (baju merah) mendapat kunjungan dari Tim Frisian Flag Indonesia. (Foto: Lely/TIMES Indonesia)
Pewarta: | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, SURABAYAMita Kopiyah merupakan peternak sapi perah yang sukses meningkatkan kapasitas produksi susu sejak mengikuti program Farmer2Farmer di Belanda.

Warga RT 01 RW 02 Desa Penjor, Kecamatan Pager Wojo, Kabupaten Tulung Agung, Jawa Timur tersebut adalah peternak binaan produsen susu terkemuka Frisian Flag Indonesia (FFI) melalui Koperasi Bangun Lestari sejak 2018 lalu dengan nama Peternakan Lembu Barokah.

Mita melanjutkan profesi ternak dari keluarga. Namun orang tuanya berkecimpung dalam peternakan sapi potong. Keinginan mengubah haluan dari peternak sapi potong ke peternak sapi perah bermula saat ia dan sang suami melihat saudara dan tetangga yang lebih dulu menjadi peternak sapi perah.

Tahun ini, ia terpilih menjadi salah satu dari empat peternak yang diberangkatkan ke Belanda selama dua pekan.

Petenakan-sapi-perah-Lembu-a.jpg

Farmer2Farmer banyak memberi pelajaran berharga bagi Mita untuk mengembangkan bisnis susu sapi perah. Terutama dalam bidang manajemen kandang dan sistem pemeliharaan berstandar Good Farming Practices For Animal Production Food Safety yang ditetapkan FAO.

Standar FAO sendiri terdiri dari beberapa aspek teknis. Meliputi aspek pembibitan dan reproduksi, pakan air dan minum, pengelolaan, kandang dan peralatan, kesehatan, dan kesejahteraan ternak.

Kompetisi Farmer2Farmer 2019 adalah bagian dari program Farmer2Farmer FFI berkelanjutan di bawah naungan Dairy Development Program (DDP) oleh perusahaan induk FrieslandCampina. Dan merupakan salah satu usaha untuk mewujudkan tujuan perusahaan yaitu Nourishing by Nature ke dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut untuk mencapai tujuan jangka panjang perusahaan yaitu memberikan nutrisi yang lebih baik kepada dunia, meningkatkan kesejahteraan peternak sapi perah lokal di negara-negara perusahaan beroperasi, serta membangun dunia lebih baik untuk generasi sekarang dan masa akan datang.

Petenakan-sapi-perah-Lembu-b.jpg

Tahun 2019 merupakan tahun ketujuh implementasi program Farmer2Farmer. Secara nasional, kompetisi ini dimulai dari awal tahun dengan melibatkan para peternak sapi perah lokal yang berasal dari empat koperasi peternak sapi perah di Jawa Barat dan Jawa Timur.

Yaitu Koperasi Peternakan Sapi Bandung Selatan (KPSBS) Pangalengan dan Koperasi Peternakan Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang di Jawa Barat, Koperasu Usaha Tani Ternak Suka Makmur dan Koperasi Bangun Lestari di Jawa Timur.

Sejak mengikuti Farmer2Farmer, sapi perah Mita mampu menghasilkan kapasitas susu 100 liter per hari dari total produksi delapan ekor sapi. Jumlah tersebut meningkat dari sebelumnya.

Mita mulai beternak sapi pada 2005 silam dengan sistem bagi hasil. Sejak 2007 ia memiliki sapi sendiri hingga kini berkembang biak menjadi 15 ekor.

Lima sapi masih berusia muda dan dua di antaranya dalam kondisi hamil. Perempuan 36 tahun tersebut merawat sapi-sapinya bersama sang suami, Slamet.

Petenakan-sapi-perah-Lembu-c.jpg

Kehidupan di daerah pegunungan dan persawahan, memudahkan mereka mendapat rumput gajah sebagai pakan utama.

Sedangkan untuk comboran atau konsentrat, Slamet mencampur jagung dan bekatul dengan perbandingan 2:3 tiap ekor sapi sebanyak dua kali sehari. Slamet membutuhkan 1 ton pakan konsentrat tambahan untuk 8 ekor sapi per bulan.

Dari hasil beternak sapi, pasangan suami istri ini mampu membeli lahan yang khusus ditanami rumput gajah seluas satu hektar. Meskipun kondisi kemarau, Slamet masih bisa memenuhi kebutuhan konsumsi sapi-sapinya. 

“Meskipun kondisi kemarau masih ada rumput, kami nyari di lahan sendiri,” kata Slamet.

Sebelum dikonsumsi, rumput gajah terlebih dahulu dipotong dengan mesin copper sampai menjadi bagian kecil-kecil atau sedang. Tinggal dimasukkan dan pengaturan kecepatan dalam memotong rumput turut mempengaruhi hasil potongan.

Slamet mengaku justru mengalami kesulitan saat musim hujan karena harus mengangkut rumput secara manual dari lereng bukit berjarak 100 meter dari rumahnya. Meskipun kala musim penghujan rumput tumbuh subur secara serentak. Setidaknya dalam sehari 15 ekor sapi membutuhkan 10 ikat rumput gajah.

Tiap tiga hari sekali sapi dimandikan melalui air mengalir yang diambil dari sumber mata air terdekat.

Kandang seluas 15x8 meter tersebut terlihat bersih dan rapi. Slamet dan Mita senang merawat sapi-sapi itu dengan tangan mereka sendiri. Sementara kotoran sapi digunakan sebagai pupuk kandang dengan cara dikeringkan terlebih dahulu.

Sedang untuk perawatan lain, Slamet memberikan Vitamin B Complex agar meningkatkan nafsu makan sapi.

“Vitamin B Complex diberikan biar lahap makannya diberikan terutama setelah melahirkan. Tapi kalau kondisi sakit tidak boleh diberi vitamin karena tubuh sapi panas kalau diberi makanan dalam bentuk vitamin maka akan drop,” terang Slamet.

Tiap enam bulan sekali akan ada kunjungan vaksinasi dari pihak Dinas Peternakan Tulungagung yang keliling ke semua peternakan.

Sejak usia satu tahun tujuh bulan, sapi sudah bisa diperah susunya. Susu sapi diperah dua kali sehari tiap pagi dan sore pukul enam.

Satu ekor sapi mampu menghasilkan 15-18 liter susu segar. Dulu, sebelum Mita mengikuti program Farmer2Farmer, sapi hanya menghasilkan 10-12 liter susu per ekor/hari. 

“Bahkan beberapa hari bisa mencapai 26 liter. Secara pendapatan, kami juga mengalami kenaikan bahkan saat ini anak saya tertarik melanjutkan usaha ini,” ungkap Mita sebagai generasi pertama peternak sapi perah pertama di keluarganya tersebut.

Harga standar per liter susu Rp 5600 - Rp 5700. Jika dialokasikan, maka per hari Mita bisa menghasilkan uang senilai Rp 560.000 - Rp 570.000 dipotong ongkos perawatan.

Farmer2Farmer telah memberikan banyak wawasan kepada Mita Kopiyah. Mita mendapat pelatihan cara memeras susu yang benar, mengelola kandang secara higienis, terang dan terbuka, dan air yang terus mengalir.

“Hasilnya, sapi-sapi saya tumbuh gemuk dan kulit mengkilat dengan kenaikan produksi susu sejak mengikuti program Farmer 2 Farmer,” terang Mita seraya mengajak berkeliling memberikan makan ternaknya dengan posisi tempat makan lebih rendah sesuai anjuran pelatihan.

Namun terkadang cuaca panas juga turut mempengaruhi produksi susu sapi perah. Kendati demikian, Mita optimistis sapinya mampu menghasilkan susu melimpah dan berkualitas. Semenjak ikut program Farmer2Farmer sapi Mita juga jarang sakit.

“Dulu sering mastitis, sekarang sudah tidak pernah. Kunci utama adalah makanan, kualitas rumput dan air minum yang tanpa batas selalu tersedia,” sambungnya. Dari hasil ternak, Mita Kopiyah dan Slamet telah mampu membeli empat petak sawah, mobil, motor dan perabot rumah.(*)



Publisher : Sholihin Nur
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Ketua DPRD Kota Malang Kaget Lihat Pelayanan Kantor Imigrasi Malang, Ada Apa?
    Ketua DPRD Kota Malang Kaget Lihat Pelayanan Kantor Imigrasi Malang, Ada Apa?
    02/07/2020 - 20:00
  • Mendag RI Resmikan Pasar Gentan, Bupati Sleman: Pasar Wajib Ikuti Protokol Kesehatan
    Mendag RI Resmikan Pasar Gentan, Bupati Sleman: Pasar Wajib Ikuti Protokol Kesehatan
    02/07/2020 - 19:36
  • Uni-Charm Gelontorkan Bantuan Popok Dewasa dan Pembalut bagi Tenaga Medis di Jatim
    Uni-Charm Gelontorkan Bantuan Popok Dewasa dan Pembalut bagi Tenaga Medis di Jatim
    02/07/2020 - 19:30
  • Hewan Kurban yang Sakit, Harus Dikarantina
    Hewan Kurban yang Sakit, Harus Dikarantina
    02/07/2020 - 19:24
  • Pemkab Ngawi Gandeng Konsultan Jatim Park Kembangkan Desa Wisata
    Pemkab Ngawi Gandeng Konsultan Jatim Park Kembangkan Desa Wisata
    02/07/2020 - 19:20
  • Sebentar Lagi Banyuwangi Miliki Laboratorium PCR Covid-19
    Sebentar Lagi Banyuwangi Miliki Laboratorium PCR Covid-19
    02/07/2020 - 19:18
  • Pemkab Bandung Sosialisasikan Bandung EDAN
    Pemkab Bandung Sosialisasikan Bandung EDAN
    02/07/2020 - 19:13
  • Nakes Covid-19 Kota Surakarta Pertanyakan Pencairan Insentif
    Nakes Covid-19 Kota Surakarta Pertanyakan Pencairan Insentif
    02/07/2020 - 19:06
  • Try Sutrisno dan Purnawirawan Minta RUU HIP Diganti dengan Pembinaan Ideologi
    Try Sutrisno dan Purnawirawan Minta RUU HIP Diganti dengan Pembinaan Ideologi
    02/07/2020 - 19:00
  • Civitas Akademika Uniba Solo Kembali Aksi Tuntut Mundur Ketua Dewan Pembina Yapertib
    Civitas Akademika Uniba Solo Kembali Aksi Tuntut Mundur Ketua Dewan Pembina Yapertib
    02/07/2020 - 18:56

TIMES TV

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

30/06/2020 - 20:22

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?
Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil

Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil
Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang

Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang
Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Politik Simbol, Politik Banal?
    Politik Simbol, Politik Banal?
    02/07/2020 - 17:01
  • Bukan Dramaturgi Marah Jokowi
    Bukan Dramaturgi Marah Jokowi
    02/07/2020 - 15:11
  • Manajemen Krisis New Normal
    Manajemen Krisis New Normal
    02/07/2020 - 12:30
  • Ultah Polri ke-74 Pembuktian Sebagai ”Mujahid”
    Ultah Polri ke-74 Pembuktian Sebagai ”Mujahid”
    02/07/2020 - 11:52
  • Prevensi Etis Dalam Kedinamikaan Kejahatan
    Prevensi Etis Dalam Kedinamikaan Kejahatan
    02/07/2020 - 11:20
  • Anak-Anak Konstitusionalitas
    Anak-Anak Konstitusionalitas
    02/07/2020 - 10:45
  • Maestro Harmonika Amang Genggong, Aset Penting Gresik
    Maestro Harmonika Amang Genggong, Aset Penting Gresik
    02/07/2020 - 10:03
  • Kuliah di Saat Pandemi: Ketika Tugas Hanya Sebatas Formalitas
    Kuliah di Saat Pandemi: Ketika Tugas Hanya Sebatas Formalitas
    02/07/2020 - 09:46
  • Tertangkap Basah Anak Saat Hubungan Seks, Apa yang Harus Dilakukan?
    Tertangkap Basah Anak Saat Hubungan Seks, Apa yang Harus Dilakukan?
    02/07/2020 - 20:15
  • Indra Priawan Dalami Agama Sebelum Lamar Nikita Willy
    Indra Priawan Dalami Agama Sebelum Lamar Nikita Willy
    02/07/2020 - 20:12
  • Konsusmi Inex, Biduan Dangdut Ayu Vaganza Ditangkap Polres Kudus
    Konsusmi Inex, Biduan Dangdut Ayu Vaganza Ditangkap Polres Kudus
    02/07/2020 - 20:11
  • Dapat Rekom PAN, Dukungan untuk Anak Pramono Anung Menguat di Pilbup Kediri
    Dapat Rekom PAN, Dukungan untuk Anak Pramono Anung Menguat di Pilbup Kediri
    02/07/2020 - 20:06
  • Selain Danilo Petrucci, Ini Nama-Nama Calon Pengganti Pol Espargaro
    Selain Danilo Petrucci, Ini Nama-Nama Calon Pengganti Pol Espargaro
    02/07/2020 - 20:05
  • Terkuak Baim Wong Sebenarnya Pelit, Sifat Dermawan Hanya Pencitraan?
    Terkuak Baim Wong Sebenarnya Pelit, Sifat Dermawan Hanya Pencitraan?
    02/07/2020 - 06:00
  • Ujang Prediksi Ada Jenderal TNI Dicopot Jokowi dari Kursi Menteri
    Ujang Prediksi Ada Jenderal TNI Dicopot Jokowi dari Kursi Menteri
    02/07/2020 - 06:00
  • Gawat, Pertahanan Indonesia 'Terancam' dari Australia
    Gawat, Pertahanan Indonesia 'Terancam' dari Australia
    02/07/2020 - 10:15
  • Fadli Zon Nilai Jokowi Bisa Tunjuk Prabowo Penanggung Jawab COVID-19
    Fadli Zon Nilai Jokowi Bisa Tunjuk Prabowo Penanggung Jawab COVID-19
    02/07/2020 - 09:54
  • Pesta Ulang Tahun Paling Brutal, Mike Tyson Tiduri 19 Wanita
    Pesta Ulang Tahun Paling Brutal, Mike Tyson Tiduri 19 Wanita
    02/07/2020 - 04:24