Gaya Hidup

YKPI Dorong Penderita Kanker Payudara untuk Mendalami SADARI

Jumat, 18 Oktober 2019 - 23:52 | 78.74k
YKPI Dorong Penderita Kanker Payudara untuk Mendalami SADARI
Sosialisasi Diteksi Kanker Payudara. (FOTO: Istimewa for TIMES Indonesia).
Pewarta: | Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, TENGARONG – Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Kendati sudah divonis kanker payudara dan rela kehilangan satu payudaranya di meja operasi, tak menghalangi dua srikandi asal  Kabupaten Tenggarong Sri (43) dan Kartini (56) mendalami SADARI (Periksa Payudara Sendiri).
 
“Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Saya sekarang mau bawel ke ibu-ibu. Jangan takut ke dokter, mari kita SADARI,” ujar Sri yang menjabat Ibu RT itu penuh semangat saat mengikuti penyuluhan kanker payudara di RSUD AM Parikesit Kab Tenggarong, Kaltim, Jumat (18/10/2019).

Sri yang juga membuka warung di kediamanya itu mengaku sempat takut jika ada perawat atau dokter yang belanja ke warungnya. “Apalagi rumah saya dekat puskesmas. Kalau lihat mereka saya pasti kabur, lemes dan deg-degan. Saya takut karena pernah divonis dokter usianya hanya tersisa 3 bulan karena kanker payudara,” ujar Sri diamini Kartini yang senasib harus dimastektomi satu payudaranya.

Kini, Sri dan Kartini malah rajin mengajak ibu-ibu yang sakit kanker payudara untuk tidak menunda pemeriksaan medis. “Karena berobat ke alternatif gak sembuh, malah uang habis banyak, ujung-ujungnya ke dokter juga. Dulu kita takut banget sama dokter, sekarang kita jadi sahabat dokter,” tambah Kartini.

Bersama sekitar 100 peserta sosialisasi deteksi dini kanker payudara dan TOT SADARI yang diselenggarakan YKPI (Yayasan Kanker Payudara Indonesia) bekerjasama dengan PERABOI (Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia), Sri dan Kartini mengaku sosialisasi dini kanker payudara penting dan berkomitmen akan disebarluaskan pada anggota keluarga dan warga sekitar.

Sementara itu Vira (20) dan Wida (20), keduanya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kaltim, mewakili peserta dari kalangan anak muda mengaku senang sekali dapat dilibatkan dalam TOT. “Ini pertama kalinya kami ikut TOT SADARI. Senang sekali karena tahu lebih awal soal kanker payudara, pentingnya deteksi dini dan praktek bagaimana cara SADARI,” kata Vira disambut Wida dengan semangat.

Selain aktif sebagai pelajar, Vira dan Wida tergabung dalam komunitas Support Kanker Samarinda. Hadir juga sekitar 30 gabungan organisasi wanita lainnya selain Dharma Wanita, Dharma Pertiwi dan tentunya ibu-ibu PKK Kab Tenggarong pimpinan Ibu Bupati Maslianawati.

“Saya menyambut baik kegiatan ini, sangat luar biasa. Sangat bermanfaat dan semoga makin banyak masyarakat yang menyadari pentingnya deteksi dini,” kata Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Tenggarong.
 
Dalam kesempatan ini, dr Abdul Rachman SpB(K) Onk, mewakili PERABOI mengatakan angka kejadian kanker payudara masih yang tertinggi pada perempuan di Indonesia.

“Untuk itu sosialisasi ini sangat penting guna menekan angka kejadian kanker payudara stadium lanjut. Saat ini berdasarkan data dari RS Kanker Dharmais (RSKD) sebagai Pusat Rujukan Kanker Nasional, diketahui bahwa 56% pasien yang ditangani oleh RSKD adalah pasien kanker payudara. Dimana 70%-nya diketahui dalam kondisi stadium lanjut,” ujar dr Abdul yang sehari-harinya praktek di RSUD Kab. Tangerang.

Menanggapi hal ini, YKPI diwakili Titien Pamudji mengimbau agar pasien kanker payudara bersifat terbuka dan tidak takut memeriksakan dirinya ke dokter.

“Pasien kanker payudara hendaknya jangan menutup diri. Saya seorang survivor, Ketua YKPI Ibu Linda Agum juga survivor, tapi kami bisa sehat sampai sekarang dan masih beraktivitas. Karena kami memeriksakan diri dari awal. Tidak menundanya. Saya harap ibu-ibu juga demikian,” seru Titien yang kini masih berjuang mengalahkan kankernya.

TOT SADARI yang dipimpin oleh dr Hardinah Sabrida MARS ini disambut antusias peserta. Sebelumnya, dr Hardinah menerangkan seputar kanker payudara, penyebab hingga faktor risikonya. “Jika setiap bulan kita rutin melakukan SADARI kita akan mengetahui ada tidaknya kelainan di payudara kita. Kelainan di payudara itu belum tentu kanker. Jangan panik dan segera periksakan diri ke dokter,” ujar dr Hardinah lagi. (*)



Publisher : Rizal Dani
KOMENTAR

EKORAN

TIMES TV

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

20/05/2020 - 21:40

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang

Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang
GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC

GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC
Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Ramadhan, Idul Fitri dan Filsafat
    Ramadhan, Idul Fitri dan Filsafat
    26/05/2020 - 18:05
  • Nation Digital Tak Terhindari
    Nation Digital Tak Terhindari
    26/05/2020 - 16:39
  • Reformasi Birokrasi: Tantangan Menuju World Class Government 2025
    Reformasi Birokrasi: Tantangan Menuju World Class Government 2025
    26/05/2020 - 16:25
  • Pembaharuan Kebijakan Zonasi Menteri Nadiem Makarim
    Pembaharuan Kebijakan Zonasi Menteri Nadiem Makarim
    26/05/2020 - 14:29
  • Idul Fitri di Saat Pandemi Corona
    Idul Fitri di Saat Pandemi Corona
    26/05/2020 - 13:58
  • Merayakan Solidaritas Idul Fitri
    Merayakan Solidaritas Idul Fitri
    26/05/2020 - 09:34
  • Silaturahmi 4.0: Merayakan Silaturahmi di Tengah Pandemi
    Silaturahmi 4.0: Merayakan Silaturahmi di Tengah Pandemi
    26/05/2020 - 09:15
  • Menyambut Idul Fitri 1441 Hijriyah
    Menyambut Idul Fitri 1441 Hijriyah
    26/05/2020 - 08:13
  • Ratusan Perusahaan di Kabupaten Tangerang Telah Mem-PHK 14.189 Pekerja
    Ratusan Perusahaan di Kabupaten Tangerang Telah Mem-PHK 14.189 Pekerja
    27/05/2020 - 02:30
  • Bibir Vagina Berubah Warna Jadi Hitam, Normalkah?
    Bibir Vagina Berubah Warna Jadi Hitam, Normalkah?
    27/05/2020 - 02:00
  • Jadi Tempat Hilir Mudik Warga, BIN Gelar Rapid Test di Stasiun Bekasi
    Jadi Tempat Hilir Mudik Warga, BIN Gelar Rapid Test di Stasiun Bekasi
    27/05/2020 - 02:00
  • Emil Sebut Jabar akan Mulai Adaptasi Moralitas Baru di Zona Hijau Corona
    Emil Sebut Jabar akan Mulai Adaptasi Moralitas Baru di Zona Hijau Corona
    27/05/2020 - 00:50
  • Hasil Rapid Test Delapan Tenaga Kesehatan di Solo Reaktif
    Hasil Rapid Test Delapan Tenaga Kesehatan di Solo Reaktif
    27/05/2020 - 00:35
  • Peringatan Keras Xi Jinping pada Dunia, China Siap Perang!
    Peringatan Keras Xi Jinping pada Dunia, China Siap Perang!
    27/05/2020 - 00:02
  • Heboh, Emak-emak Nekat Copot Celana Dalam Buat Masker di Kantor Pos
    Heboh, Emak-emak Nekat Copot Celana Dalam Buat Masker di Kantor Pos
    27/05/2020 - 00:02
  • Badan Baru Mike Tyson yang Lebih Seram, Perut Hampir Jadi 'Roti Sobek'
    Badan Baru Mike Tyson yang Lebih Seram, Perut Hampir Jadi 'Roti Sobek'
    27/05/2020 - 00:14
  • Mengejutkan, Ini Kesaksian Kapten Tanker Iran Usai Tiba Venezuela
    Mengejutkan, Ini Kesaksian Kapten Tanker Iran Usai Tiba Venezuela
    27/05/2020 - 01:07
  • Rusia Ancam Mata-Mata AS dengan Hukuman 18 Tahun Penjara
    Rusia Ancam Mata-Mata AS dengan Hukuman 18 Tahun Penjara
    27/05/2020 - 00:53