Kopi TIMES

Safari Politik Prabowo

Rabu, 16 Oktober 2019 - 13:00 | 58.36k
Safari Politik Prabowo
Moh. Syaeful Bahar.
Editor: Yatimul Ainun

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Akselerasi politik Prabowo terus menjadi sorotan. Lompatan komunikasi politik Prabowo menjadi bernilai berita (news value) yang tinggi. Tak ayal, media-media nasional, baik elektronik, cetak maupun online, berlomba-lomba memberitakan.

Diawali ketika penentuan pimpinan MPR RI. Gerindra yang bersikeras memunculkan nama Muzanni sebagai calon ketua MPR akhirnya melunak setelah Prabowo dan Megawati melakukan komunikasi politik. 

Megawati berhasil meyakinkan Prabowo untuk tidak melakukan voting dalam tahapan penentuan ketua MPR dan tetap memilih mekanisme musyawarah mufakat. Demi alasan yang lebih besar, yaitu menjaga keharmonisan dan keutuhan, maka Prabowo mengalah. Apakah benar Prabowo mengalah, sekadar mengalah demi alasan yang sangat normatif tersebut? Atau karema ada peluang tawar menawar kekuasaan (sharing power) yang dibicarakan dengan syarat Prabowo mengalah? Tulisan ini berusaha mencari jawab atas pertanyaan tersebut.

KOMUNIKASI PADA ELIT KOALISI JOKOWI

Tak sampai hanya di Megawati, komunikasi dan akrobat politik Prabowo terus berlanjut. Tak lama setelah komunikasi politik Prabowo dan Megawati, komukasi berikutnya dilakukan antara Prabowo dan Jokowi. 

Komunikasi politik Prabowo dan Jokowi ini juga menyedot perhatian awak media. Hampir semua media mainstream memuat berita pertemuan dua tokoh ini. 

Optimisme bahwa Gerindra akan menjadi bagian kekuatan koalisi pemerintah menjadi tema paling banyak didiskusikan. Bahasa Prabowo yang menyatakan siap di dalam pemerintahan dan sekaligus juga siap menjadi oposisi menjadi kata kunci yang paling sering disorot. 

Sebagian besar pengamat komunikasi politik meyakini, bahwa pertemuan Prabowo dan Jokowi tak bisa lepas dari komunikasi politik awal, antara Prabowo dan Megawati. 

Komunikasi tatap muka Prabowo dan Jokowi adalah konsekwensi dari Komunikasi Prabowo dan Megawati. Karena alasan itu, sebagian pengamat meyakini, bahwa peluang Prabowo dan Gerindra jadi bagian dari pemerintah lebih besar dari pada jadi kekuatan kontrol di luar pemerintah, yaitu oposisi.

Beberapa swafoto yang menunjukkan keakraban, optimisme dan canda tawa antara Prabowo dan Jokowi yang tersebar cepat, sesaat setelah pertemuan keduanya, semakin menguatkan dugaan bahwa telah disepakati beberapa hal penting.

Saya pribadi membenarkan dugaan dan analisis sebagian pengamat tersebut. Terbukti, pasca pertemuan Prabowo dan Jokowi, akrobat politik Prabowo terus berkembang, semakin progresif dan semakin enak dinikmati.

Setelah ke pusat koalisi dan pusat kekuasaan, yaitu PDIP dan Jokowi, Komunikasi politik Prabowo terus berkembang, bergerak ke samping, menemui dan berkomunkasi dengan para pimpinan partai koalisi pemerintah.

Diawali pertemuan dengan Surya Paloh (Nasdem), kemudian dengan Cak Imin (PKB), dan terakhir dengan Airlangga Hartarto (Golkar), sangat mungkin segera dengan PPP.

Komunikasi politik antara Prabowo dan Surya Paloh, dengan Cak Imin serta dengan Airlangga Hartanto, selalu berakhir menyenangkan, selalu melahirkan kesepakatan-kesepakatan, baik yang secara kasat mata nampak dan diakui secara langsung, misal seperti pentingnya menjaga keutuhan bangsa dan tentang nasionalisme maupun "mungkin" juga kesepakatan yang tak nampak.

PEMBUKTIAN DIRI PRABOWO

Banyak tafsir yang bisa dilekatkan atas safari politik Prabowo ini, namun, semuanya bermuara pada satu kata, pembuktian Prabowo. Prabowo sedang mempertontonkan sebuah drama pembuktian. Panggung drama yang dibuat Prabowo berjudul pembuktian.

Pembuktian pertama, bahwa dia adalah seorang kesatria, seorang negarawan. Prabowo seakan menunjukkan bahwa dia telah mengakui kemenangan Jokowi dengan lapang dada. Prabowo tak ingin, kontestasi pilpres yang sangat panas dan keras tak terus berlanjut. Perseteruan cebong dan kampret telah usai. Tak ada lagi cebong dan kampret, yang ada adalah Indonesia, masa depan Indonesia.

Pembuktian kedua, adalah pembuktian bahwa Prabowo adalah seorang negarawan. Prabowo ingin membuktikan pada khalayak banyak, pada rakyat Indonesia, bahwa dia bukan politisi yang gampang "baperan", politisi yang gampang "mutungan", tapi dia politisi yang tangguh namun kenyal dan lentur. Politisi yang mengedepankan komunikasi dan dialog dibandingkan bersikukuh unjuk kekuatan dan terus menjaga ego kekuasaan. Politisi yang mengedepankan kepentingan bangsa dari pada kepentingan pribadi dan golongan.

Pembuktian ketiga adalah tentang hebatnya kemampuan komunikasi Prabowo. Prabowo ingin menunjukkan bahwa dia adalah seorang komunikator ulung.

Pembuktian keempat adalah bahwa Prabowo adalah seorang pancasialis dan nasionalis sejati. Prabowo ingin menjawab tuduhan banyak pihak yang mengatakan bahwa Prabowo adalah pendukung kelompok Islam formalis, Islam kanan yang menginginkan formalisme syariah Islam dalam tatanan bernegara dan berbangsa, sebutlah FPI dan HTI. Komunikasi ke PDIP dan beberapa partai nasionalis lainnya, adalah jawaban Prabowo atas keraguan banyak pihak tentang nasionalisme dan kecintaannya pada Pancasila.

Pembuktian kelima, dan ini adalah yang paling menarik, pembuktian Prabowo pada Megawati dan Jokowi. Pembuktian ini bertujuan menunjukkan keseriusan Prabowo bahwa dia dan Gerindra siap menjadi bagian dari pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Dia juga ingin membuktikan pada Megawati dan Jokowi, bahwa dia beserta Gerindra tak ada masalah dengan partai-partai pengusung Jokowi-Ma'ruf Amin. 

Pembuktian kelima ini, sekaligus menjadi jawaban atas pertanyaan dalam tulisan ini.
Komunikasi Prabowo dan Megawati, serta komunikasi Prabowo dan Jokowi, adalah merupakan kesepakatan bergabungnya Gerindra dalam koalisi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin, sekaligus simbol perpisahan antara Prabowo dengan kelompok Islam Formalis, FPI dan HTI.

 

*) Penulis adalah Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya dan Tim Ahli DPRD Bondowoso.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id



Publisher : Rizal Dani
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Penyebutan Zona Hitam Covid-19 di Solo Untuk Syok Terapi Masyarakat
    Penyebutan Zona Hitam Covid-19 di Solo Untuk Syok Terapi Masyarakat
    13/07/2020 - 21:45
  • UK Petra Ciptakan PetraMobile Untuk Mudahkan Mahasiswa Terapkan PJJ
    UK Petra Ciptakan PetraMobile Untuk Mudahkan Mahasiswa Terapkan PJJ
    13/07/2020 - 21:42
  • Waspadai Krisis Pangan, Gubernur Jatim Ajak Ormas Wanita Kembangkan Ketahanan Pangan
    Waspadai Krisis Pangan, Gubernur Jatim Ajak Ormas Wanita Kembangkan Ketahanan Pangan
    13/07/2020 - 21:37
  • 98 KK di Kecamatan Bontang Selatan Terima Bantuan CPP Provinsi Kalimantan Timur
    98 KK di Kecamatan Bontang Selatan Terima Bantuan CPP Provinsi Kalimantan Timur
    13/07/2020 - 21:34
  • Ini Kata Bupati Bondowoso Soal PT Bogem yang Diminta Dinonaktifkan
    Ini Kata Bupati Bondowoso Soal PT Bogem yang Diminta Dinonaktifkan
    13/07/2020 - 21:30
  • Siswa Baru di Kota Blitar Ikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Secara Online 
    Siswa Baru di Kota Blitar Ikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Secara Online 
    13/07/2020 - 21:28
  • Nikah Siri dengan Bocah SD, Pria 48 Tahun di Banyuwangi Dilaporkan ke Polisi
    Nikah Siri dengan Bocah SD, Pria 48 Tahun di Banyuwangi Dilaporkan ke Polisi
    13/07/2020 - 21:26
  • Soal Kasus Transaksi Penyaluran BPNT oleh Agen e-Warong, Begini Penjelasan BNI
    Soal Kasus Transaksi Penyaluran BPNT oleh Agen e-Warong, Begini Penjelasan BNI
    13/07/2020 - 21:22
  • 2080 Petugas PPDP KPU Ponorogo Jalani Rapid Test
    2080 Petugas PPDP KPU Ponorogo Jalani Rapid Test
    13/07/2020 - 21:18
  • KPU Bantul Gelar PPDP Dengan Protokol Kesehatan Covid-19
    KPU Bantul Gelar PPDP Dengan Protokol Kesehatan Covid-19
    13/07/2020 - 21:16

TIMES TV

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

30/06/2020 - 20:22

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?
Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil

Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil
Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang

Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang
Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Spirit Kuliah Daring
    Spirit Kuliah Daring
    13/07/2020 - 21:03
  • Mengusut Kembali Visi Pendidikan Negeri
    Mengusut Kembali Visi Pendidikan Negeri
    13/07/2020 - 20:15
  • Krisis Isu Rasisme di Amerika Serikat
    Krisis Isu Rasisme di Amerika Serikat
    13/07/2020 - 19:38
  • Tiga Paslon Pilkada Tangsel, Ini Peta Kekuatannya
    Tiga Paslon Pilkada Tangsel, Ini Peta Kekuatannya
    13/07/2020 - 17:12
  • Pilkada 2020 dan Momentum Lahirnya Pemimpin Dengan Gaya Baru
    Pilkada 2020 dan Momentum Lahirnya Pemimpin Dengan Gaya Baru
    13/07/2020 - 16:11
  • Membangun Peradaban Meritokrasi di Era Bonus Demografi
    Membangun Peradaban Meritokrasi di Era Bonus Demografi
    13/07/2020 - 15:50
  • Kemungkinan
    Kemungkinan
    13/07/2020 - 14:12
  • Harapan Besar pada Pendidikan Tampak di Saat Pandemi
    Harapan Besar pada Pendidikan Tampak di Saat Pandemi
    13/07/2020 - 09:44
  • Turki Jadikan Hagia Sophia sebagai Masjid, Paus Francis Akui Sangat Sedih
    Turki Jadikan Hagia Sophia sebagai Masjid, Paus Francis Akui Sangat Sedih
    13/07/2020 - 21:48
  • 5 Fakta Unik Soal Rambut Kemaluan: Perlu Dicukur Hingga Gejala Penyakit
    5 Fakta Unik Soal Rambut Kemaluan: Perlu Dicukur Hingga Gejala Penyakit
    13/07/2020 - 21:48
  • Manchester City Lolos dari Hukuman, UEFA Berencana Ubah Aturan FFP
    Manchester City Lolos dari Hukuman, UEFA Berencana Ubah Aturan FFP
    13/07/2020 - 21:46
  • Pandemi Corona Antar Seorang Ibu Hadapi Memori Kelam Pembunuhan Anaknya
    Pandemi Corona Antar Seorang Ibu Hadapi Memori Kelam Pembunuhan Anaknya
    13/07/2020 - 21:34
  • Saat Pandemi Covid-19, Rumah Sakit di Jepang Potong Bonus Perawat
    Saat Pandemi Covid-19, Rumah Sakit di Jepang Potong Bonus Perawat
    13/07/2020 - 21:26
  • Kasus COVID-19 Lampu Merah, Jokowi Instruksikan 3 Langkah Ini
    Kasus COVID-19 Lampu Merah, Jokowi Instruksikan 3 Langkah Ini
    13/07/2020 - 10:35
  • Petugas KRL yang Temukan Uang Rp500 Juta Diangkat Jadi Karyawan Tetap
    Petugas KRL yang Temukan Uang Rp500 Juta Diangkat Jadi Karyawan Tetap
    13/07/2020 - 12:45
  • Buni Yani Menyesal Penjarakan Ahok, Cek Faktanya
    Buni Yani Menyesal Penjarakan Ahok, Cek Faktanya
    13/07/2020 - 10:30
  • 10 Fakta Hana Hanifah, dari Artis FTV hingga Selebgram
    10 Fakta Hana Hanifah, dari Artis FTV hingga Selebgram
    13/07/2020 - 06:24
  • Ivan Gunawan Mohon Meninggal Ayahnya Tidak Dikaitkan dengan Pernikahan
    Ivan Gunawan Mohon Meninggal Ayahnya Tidak Dikaitkan dengan Pernikahan
    13/07/2020 - 08:45