Kopi TIMES

Berislam, Lalu Radikal? Nyantri, Lalu Toleran!!!

Selasa, 15 Oktober 2019 - 20:36 | 101.17k
Berislam, Lalu Radikal? Nyantri, Lalu Toleran!!!
Fauzan Fuadi, Santri Ponpes Qomarudin Gresik, Wakil Ketua Komisi C DPRD Jatim
Editor: Yatimul Ainun

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Kita, dan sebagian besar masyarakat Indonesia, yang terkoneksi Media Social, tentu merasakan fenomena ini: ada seseorang, entah darimana asalnya. Yang secara tiba-tiba, mengingatkan agar kembali pada ajaran Islam yang Kaffah. Menyampaikan bahwa dimensi hidup itu Islam dulu, baru kesalehan social. Mengungkapkan kalau tanggung jawab pada Tuhan berlandaskan ajaran yang paling benar. Sedangkan bersimpati pada kehidupan social, tidak boleh mengalahkan ketaatan dan aturan Allah SWT. Itu kata mereka di media social.

Ada lagi, kita, acapkali juga melihat perubahan sikap seorang teman. Teman ini, tiba-tiba, enggan berosialisasi dengan yang lain. Menganggap yang lain tidak sesuai dengan paham yang diyakininya. Eksklusif dan tertutup. Orang ini – bagi para akademisi – sering disebut bibit orang radikal dan ekstrimis di Indonesia. Walau kita juga sadar, bahwa tidak semua orang yang tertutup cenderung akan bersikap radikal. Pertanyaannya, kenapa mereka ini berislam, lalu – seakan-akan – eksklusif dan radikal?

Untuk menjawab itu, mungkin kita perlu bantuan teori plausabilitas dan conformitas social. Kata Peter L Berger, kemantapan sikap seseorang ditentukan oleh “Rasa Nyaman” mereka memahami sesuatu. Demikian pula pandangan teori konformitas social. Teori ini menyatakan “Rasa Nyaman” akan muncul karena penerimaan individu terhadap nilai-nilai yang ada di dalam kelompok social tertentu. Pun sebaliknya, seorang individu bisa diterima oleh seorang kelompok disebabkan kesesuaian ide dengan gagasan-gagasan ideal dan utopis dari sebuah kelompok. 

Nah, mari kita lihat fenomena berislam lalu radikal itu? Pertama, orang-orang ini cenderung merasa “kurang nyaman” dengan keyakinan agama yang setengah-setengah. Ya, harus kita akui, mereka yang radikal ini mayoritas berasal dari masyarakat urban; belajar di Perguruan Tinggi Umum (PTU), berasal dari keluarga yang “mungkin” memiliki kerenggangan antara satu sama lain, dan masih banyak analisis lainnya, yang menunjukkan, mereka bukan berasal dari kondisi yang normal secara psikologis. Apakah sekedar itu saja? 

Tentunya tidak, adapula factor kondisi dan kelompok social yang mengkonstruk kepribadian mereka ini. Naasnya, mereka menggali informasi keislaman dari orang yang “salah”; dari orang yang memiliki keinginan tertentu: memiliki conflict of interest untuk tujuan merusak tatanan dan ajaran yang sudah bekelindan di lingkungan masyarakat. Tapi kerennya, kelompok ini memberikan iming-iming kehidupan yang ultimate dan eksklusif. Kita bisa membanyangkan dari orang yang tidak bisa melafalkan al Qur’an (khususnya bagi orang Islam) tiba-tiba bisa masuk surga, bisa menjadi pejuang yang syahid dijalan Allah, dan bisa membela agama Allah yang dinista oleh orang-orang non-Muslim, kata mereka. 

Lalu kenapa ide ini tidak bisa diterima orang? Kan gagasan dan idealismenya sangat ultimate? Bukannya, semua orang ingin syahid di jalan Allah?.

Nah, kita – khususnya para santri – memiliki “Rasa Nyaman” beragama berbeda. Santri punya standar keislaman yang lebih merepotkan. Untuk berislam, santri haru paham ilmu aqidah dulu yang benar. Belajar fiqh yang benar dari kitab-kitab klasik yang diajarkan oleh para kyai. Belajar dan memperbaiki akhlak sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad yang welas asih antar sesama manusia. Belum lagi, untuk berislam, santri harus punya ketundukan kepada tauladan para kyainya. 

Rasa nyaman beragama santri bukan berada di depan orang alim. Tidak membela mereka yang sekedar disebut “ulama’ atau ustadz baru”. Para santri sadar, ketaatan mereka diletakkan pada sosok yang sudah mengajarinya sejak kecil. Orang tua yang membimbingnya ke pondok pesantren. Hingga para guru yang sekedar mengajarkan satu huruf sekalipun. Santri – pada identitasnya – tersemat keislaman yang kompleks. Meski, pada tampilan tindakan yang sangat sederhana. 

Maka dari itu, berhati-hatilah untuk kita menilai rasa nyaman beragama, khususnya berislam. Islam memiliki dimensi-dimensi yang sangat luas. Islam bukanlah agama yang dangkal dan instan. Islam punya nuansa ketuhanan dan ke-sosial-an yang berimbang. Bertuhan ala Islam berarti menunjukkan rahman dan rahim dari sikap Tuhan. Bukan sebaliknya, menampilkan otoritas ketuhanan untuk menilai sikap orang lain. Sekian dan selamat hari santri Tahun 2019.(*)

*) Fauzan Fuadi, Santri Ponpes Qomarudin Gresik, Wakil Ketua Komisi C DPRD Jatim

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Peran Strategis Bank Indonesia Era Pandemi
    Peran Strategis Bank Indonesia Era Pandemi
    13/07/2020 - 22:00
  • Aplikasi Super Bagikan Lebih Banyak Bantuan untuk Warga Terdampak Covid-19 di Jatim
    Aplikasi Super Bagikan Lebih Banyak Bantuan untuk Warga Terdampak Covid-19 di Jatim
    13/07/2020 - 21:56
  • Tim Bangsawan Nenek Halimah Cekcok Dengan Camat Genteng, Begini Ceritanya
    Tim Bangsawan Nenek Halimah Cekcok Dengan Camat Genteng, Begini Ceritanya
    13/07/2020 - 21:50
  • Penyebutan Zona Hitam Covid-19 di Solo Untuk Syok Terapi Masyarakat
    Penyebutan Zona Hitam Covid-19 di Solo Untuk Syok Terapi Masyarakat
    13/07/2020 - 21:45
  • UK Petra Ciptakan PetraMobile Untuk Mudahkan Mahasiswa Terapkan PJJ
    UK Petra Ciptakan PetraMobile Untuk Mudahkan Mahasiswa Terapkan PJJ
    13/07/2020 - 21:42
  • Waspadai Krisis Pangan, Gubernur Jatim Ajak Ormas Wanita Kembangkan Ketahanan Pangan
    Waspadai Krisis Pangan, Gubernur Jatim Ajak Ormas Wanita Kembangkan Ketahanan Pangan
    13/07/2020 - 21:37
  • 98 KK di Kecamatan Bontang Selatan Terima Bantuan CPP Provinsi Kalimantan Timur
    98 KK di Kecamatan Bontang Selatan Terima Bantuan CPP Provinsi Kalimantan Timur
    13/07/2020 - 21:34
  • Ini Kata Bupati Bondowoso Soal PT Bogem yang Diminta Dinonaktifkan
    Ini Kata Bupati Bondowoso Soal PT Bogem yang Diminta Dinonaktifkan
    13/07/2020 - 21:30
  • Siswa Baru di Kota Blitar Ikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Secara Online 
    Siswa Baru di Kota Blitar Ikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Secara Online 
    13/07/2020 - 21:28
  • Nikah Siri dengan Bocah SD, Pria 48 Tahun di Banyuwangi Dilaporkan ke Polisi
    Nikah Siri dengan Bocah SD, Pria 48 Tahun di Banyuwangi Dilaporkan ke Polisi
    13/07/2020 - 21:26

TIMES TV

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

30/06/2020 - 20:22

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?
Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil

Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil
Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang

Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang
Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Peran Strategis Bank Indonesia Era Pandemi
    Peran Strategis Bank Indonesia Era Pandemi
    13/07/2020 - 22:00
  • Spirit Kuliah Daring
    Spirit Kuliah Daring
    13/07/2020 - 21:03
  • Mengusut Kembali Visi Pendidikan Negeri
    Mengusut Kembali Visi Pendidikan Negeri
    13/07/2020 - 20:15
  • Krisis Isu Rasisme di Amerika Serikat
    Krisis Isu Rasisme di Amerika Serikat
    13/07/2020 - 19:38
  • Tiga Paslon Pilkada Tangsel, Ini Peta Kekuatannya
    Tiga Paslon Pilkada Tangsel, Ini Peta Kekuatannya
    13/07/2020 - 17:12
  • Pilkada 2020 dan Momentum Lahirnya Pemimpin Dengan Gaya Baru
    Pilkada 2020 dan Momentum Lahirnya Pemimpin Dengan Gaya Baru
    13/07/2020 - 16:11
  • Membangun Peradaban Meritokrasi di Era Bonus Demografi
    Membangun Peradaban Meritokrasi di Era Bonus Demografi
    13/07/2020 - 15:50
  • Kemungkinan
    Kemungkinan
    13/07/2020 - 14:12
  • Hana Hanifah Ditangkap, Okie Agustina Ungkap Fakta Nikah Siri
    Hana Hanifah Ditangkap, Okie Agustina Ungkap Fakta Nikah Siri
    13/07/2020 - 22:10
  • Ini Alasan Jokowi Tunjuk Prabowo Jadi Leading Sector Lumbung Pangan
    Ini Alasan Jokowi Tunjuk Prabowo Jadi Leading Sector Lumbung Pangan
    13/07/2020 - 22:08
  • Bikin Pesta Lagi, Orang Tua Ini Ungkap Jenis Kelamin Baru Anaknya
    Bikin Pesta Lagi, Orang Tua Ini Ungkap Jenis Kelamin Baru Anaknya
    13/07/2020 - 22:00
  • 54 Karyawannya Positif Corona, RRI Surabaya Hentikan Siaran
    54 Karyawannya Positif Corona, RRI Surabaya Hentikan Siaran
    13/07/2020 - 21:58
  • Duh, Enam Hal Ini Bisa Bikin Seks dengan Pasangan Tak Nyaman!
    Duh, Enam Hal Ini Bisa Bikin Seks dengan Pasangan Tak Nyaman!
    13/07/2020 - 21:55
  • Kasus COVID-19 Lampu Merah, Jokowi Instruksikan 3 Langkah Ini
    Kasus COVID-19 Lampu Merah, Jokowi Instruksikan 3 Langkah Ini
    13/07/2020 - 10:35
  • Petugas KRL yang Temukan Uang Rp500 Juta Diangkat Jadi Karyawan Tetap
    Petugas KRL yang Temukan Uang Rp500 Juta Diangkat Jadi Karyawan Tetap
    13/07/2020 - 12:45
  • Buni Yani Menyesal Penjarakan Ahok, Cek Faktanya
    Buni Yani Menyesal Penjarakan Ahok, Cek Faktanya
    13/07/2020 - 10:30
  • 10 Fakta Hana Hanifah, dari Artis FTV hingga Selebgram
    10 Fakta Hana Hanifah, dari Artis FTV hingga Selebgram
    13/07/2020 - 06:24
  • Ivan Gunawan Mohon Meninggal Ayahnya Tidak Dikaitkan dengan Pernikahan
    Ivan Gunawan Mohon Meninggal Ayahnya Tidak Dikaitkan dengan Pernikahan
    13/07/2020 - 08:45