Ketahanan Informasi

Peneliti Unair Surabaya Beberkan Empat Faktor Utama Penyebab Pembiayaan Bermasalah di LKM Syariah

Selasa, 15 Oktober 2019 - 15:44 | 64.85k
Peneliti Unair Surabaya Beberkan Empat Faktor Utama Penyebab Pembiayaan Bermasalah di LKM Syariah
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Bayu Arie Fianto, SE., MBA., PhD. (FOTO: AJP/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unair Surabaya Bayu Arie Fianto, SE., MBA., PhD., melakukan penelitian Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Syariah.

Lembaga Keuangan mikro (LKM) merupakan lembaga keuangan yang diperuntukkan bagi masyarakat golongan kecil yang selama ini tidak dapat mengakses lembaga keuangan formal seperti bank. Sedangkan LKM Syariah merupakan lembaga keuangan yang produk dan jasanya sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Dalam penyelenggaraan LKM Syariah, seringkali terjadi pembiayaan bermasalah. Pembiayaan bermasalah yang tinggi tentu akan mengancam kelangsungan bisnis lembaga keuangan itu sendiri.

Apabila dilihat dari sisi nasabah ada beberapa faktor yang menentukan pembiayaan bermasalah di LKM Syariah yang ada di Indonesia. Lalu, apakah ada faktor khusus yang menyebabkan nasabah macet atau tidak bisa membayar secara tepat waktu?

Bayu, sapaan akrabnya, mengaku bahwa penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari penelitian-penelitian sebelumnya yang masih saling berhubungan.

Dalam penelitian tersebut, sampel yang digunakan berasal dari nasabah LKM Syariah. Tercatat terdapat 50 nasabah dengan pembiayaan bermasalah dan 90 nasabah yang pembiayaannya lancar.

“Total ada 140 nasabah atau responden yang kita wawancarai dari LKS di Indonesia,” imbuhnya.

Kemudian faktor-faktor atau variabel yang digunakan dalam penelitian ini ada delapan. Ialah umur, jenis kelamin, latar belakang pendidikan, pekerjaan, lokasi (jarak dari rumah nasabah ke LKM Syariah), lokasi terkait dia di kota atau di di desa, total financing, dan jenis akad kontrak yang digunakan.  Dalam LKMS tersebut, secara umum akad terbagi menjadi dua yaitu kontrak bagi hasil dan kontrak non-bagi hasil.

”Sedangkan kalo di bank konvensional kan hanya bunga semua,” tuturnya.

Dari delapan variabel tersebut, ternyata setelah dilakukan penelitian, terdapat empat variabel yang paling berpengaruh terhadap pembiayaan bermasalah. Ialah variabel umur, jenis kelamin, jenis pekerjaan, dan jenis akad kontrak.

“Dan dari keempat variabel tersebut yang sangat berpengaruh ialah jenis kontrak,” ungkapnya.

Untuk variabel umur, semakin nasabah bertambah umurnya probabilitas (kemungkinan) pembiayaannya bermasalah akan semakin tinggi. Kemudian untuk variabel gender, laki-laki cenderung menyebabkan pembiayaan macet dibandingkan perempuan yang cenderung lebih pintar mengatur keuangan.

Variabel ketiga yaitu variabel jenis pekerjaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin nasabah bekerja di sektor formal akan cenderung macet dibandingkan dengan nasabah yang bekerja di sektor informal, yang notabene pendapatannya tidak pasti.

“Hal ini bisa saja terjadi karena yang kita survey kebanyakan ialah small entrepreneur, yang bisa jadi memiliki income lebih jika dibandingkan dengan mereka yang memiliki salary fix,” jelasnya.

Kemudian variabel yang paling berpengaruh, yaitu jenis akad kontrak. Untuk jenis akad kontrak, akad bagi hasil cenderung lebih macet dibandingkan akad non-bagi hasil. Hal ini terjadi karena kontrak-kontrak bagi hasil ini memiliki risiko yang tinggi.

Pada akad bagi hasil, nasabah akan menghitung sendiri laba yang diperoleh. Nah, dalam proses tersebut, para nasabah bisa jadi meninggikan biaya sehingga nilai bagi hasilnya akan lebih kecil.

Penelitian ini tentu saja akan memberikan dampak yang signifikan bagi LKM Syariah. Ternyata ada empat faktor utama yang mempengaruhi pembiayaan bermasalah. Kedepan, diharapkan Pemerintah dan Lembaga Keuangan akan lebih memperhatikan faktor-faktor itu dalam memberikan pembiayaan.

“Sehingga diharapkan pembiayaan yang diberikan itu bisa lancar terus. Jika pembiayaan tidak lancar, tentu akan menyebabkan sustainability dari lembaga keuangan ini akan bermasalah,” jelas Bayu, Dosen FEB Unair Surabaya. (*)



Publisher : Sofyan Saqi Futaki
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Tambah 3 Orang Positif Covid-19, Dinkes Cilacap Lakukan Rapid Test di Majenang
    Tambah 3 Orang Positif Covid-19, Dinkes Cilacap Lakukan Rapid Test di Majenang
    31/05/2020 - 08:01
  • Soto, Indonesian Chicken Soup Which Adopted from Another Country
    Soto, Indonesian Chicken Soup Which Adopted from Another Country
    31/05/2020 - 07:13
  • Menjaga Sektor Produksi dengan Bantuan Sosial untuk Pelaku Usaha
    Menjaga Sektor Produksi dengan Bantuan Sosial untuk Pelaku Usaha
    31/05/2020 - 06:06
  • Several Tips to Face the New Normal
    Several Tips to Face the New Normal
    31/05/2020 - 05:35
  • Menormalisasi Kondisi Abnormal
    Menormalisasi Kondisi Abnormal
    31/05/2020 - 05:10
  • How to be a Good Parents 101
    How to be a Good Parents 101
    31/05/2020 - 04:18
  • Virus Corona di Media: Media Tak berimbang, Bikin Masyarakat Bimbang
    Virus Corona di Media: Media Tak berimbang, Bikin Masyarakat Bimbang
    31/05/2020 - 03:22
  • Payako an Indonesia Awaited Treat That Only Served During Celebration
    Payako an Indonesia Awaited Treat That Only Served During Celebration
    31/05/2020 - 02:17
  • Revitalisasi Nilai Pancasila di Tengah Wabah Corona
    Revitalisasi Nilai Pancasila di Tengah Wabah Corona
    31/05/2020 - 01:17
  • 3 Indonesian Festive Foods that Worth the Shot
    3 Indonesian Festive Foods that Worth the Shot
    31/05/2020 - 00:02

TIMES TV

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

20/05/2020 - 21:40

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang

Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang
GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC

GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC
Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Menjaga Sektor Produksi dengan Bantuan Sosial untuk Pelaku Usaha
    Menjaga Sektor Produksi dengan Bantuan Sosial untuk Pelaku Usaha
    31/05/2020 - 06:06
  • Menormalisasi Kondisi Abnormal
    Menormalisasi Kondisi Abnormal
    31/05/2020 - 05:10
  • Virus Corona di Media: Media Tak berimbang, Bikin Masyarakat Bimbang
    Virus Corona di Media: Media Tak berimbang, Bikin Masyarakat Bimbang
    31/05/2020 - 03:22
  • Revitalisasi Nilai Pancasila di Tengah Wabah Corona
    Revitalisasi Nilai Pancasila di Tengah Wabah Corona
    31/05/2020 - 01:17
  • Sembilan Nasehat Imam Syafii
    Sembilan Nasehat Imam Syafii
    30/05/2020 - 17:24
  • Hidden Games: Peran Media yang Sebenarnya
    Hidden Games: Peran Media yang Sebenarnya
    30/05/2020 - 15:50
  • Pandemi Covid-19 dan Awal Perbaikan Infrastruktur Kesehatan
    Pandemi Covid-19 dan Awal Perbaikan Infrastruktur Kesehatan
    30/05/2020 - 13:15
  • Bangkit Setelah Tiarap Menghindari Corona
    Bangkit Setelah Tiarap Menghindari Corona
    30/05/2020 - 11:13
  • Putus Hubungan, Mantan Warganet Ini Tagih Barang dan Biaya selama Pacaran
    Putus Hubungan, Mantan Warganet Ini Tagih Barang dan Biaya selama Pacaran
    31/05/2020 - 08:30
  • Cocok Dijadikan Teman Nonton Drama Korea, Ini Dia Resep Membuat Donat
    Cocok Dijadikan Teman Nonton Drama Korea, Ini Dia Resep Membuat Donat
    31/05/2020 - 08:25
  • 2 Ormas di Tangerang Bentrok hingga Rusak Kantor, 11 Orang Diringkus Polisi
    2 Ormas di Tangerang Bentrok hingga Rusak Kantor, 11 Orang Diringkus Polisi
    31/05/2020 - 08:24
  • Sambut ABK dari China, Menaker : Cerita Sedih Ini Jangan Terulang Lagi
    Sambut ABK dari China, Menaker : Cerita Sedih Ini Jangan Terulang Lagi
    31/05/2020 - 08:18
  • Fenomena Perokok Anak, Kegagalan Pola Asuh atau Manipulasi Industri?
    Fenomena Perokok Anak, Kegagalan Pola Asuh atau Manipulasi Industri?
    31/05/2020 - 08:15
  • Wow, Pasangan Bongkar Stamina Luar Biasa Isco di Atas Ranjang
    Wow, Pasangan Bongkar Stamina Luar Biasa Isco di Atas Ranjang
    31/05/2020 - 00:34
  • Cuitan Bokep dan Mak Erot Bikin Ngakak, Ternyata Bisa Jadi Dirut TVRI
    Cuitan Bokep dan Mak Erot Bikin Ngakak, Ternyata Bisa Jadi Dirut TVRI
    31/05/2020 - 06:04
  • Klausul Kontrak Aneh, Kiper Ini Akan Pindah Mengikuti Lionel Messi
    Klausul Kontrak Aneh, Kiper Ini Akan Pindah Mengikuti Lionel Messi
    31/05/2020 - 01:02
  • NASA Mau Kirim Astronot di Waktu Paling Utama untuk Salat Tahajud
    NASA Mau Kirim Astronot di Waktu Paling Utama untuk Salat Tahajud
    31/05/2020 - 00:45
  • Racun dalam Tubuh Chelsea yang Picu Hazard Berkhianat
    Racun dalam Tubuh Chelsea yang Picu Hazard Berkhianat
    31/05/2020 - 03:41