Peristiwa - Internasional

Badai Hagibis Tinggalkan Jepang, 33 Orang Dinyatakan Meninggal

Senin, 14 Oktober 2019 - 19:54 | 78.11k
Badai Hagibis Tinggalkan Jepang, 33 Orang Dinyatakan Meninggal
Sebuah helikopter menyelamatkan orang-orang yang terperangkap di rumah mereka ketika sungai Chikuma merendam rumah mereka setelah menghancurkan tepiannya di Nagano. (FOTO: REUTERS)
Pewarta: Widodo Irianto | Editor: Widodo Irianto

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Saat ini badai Hagibis sudah bergerak semakin menjauh kearah Timur Laut Jepang, menuju Samudera Pasifik Barat bagian Utara dan kabar terakhir 33 orang dinyatakan meninggal dan 18 orang lainnya dikabarkan hilang, serta 175 orang luka-luka.

Analisis Badan Meteorologi Jepang (JMA) yang dikeluarkan tanggal 13 Oktober 2019, posisi topan Hagibis saat ini sudah bergerak meninggalkan daratan Jepang menuju arah Timur Laut menuju Samudera Pasifik Barat bagian Utara.

Begitu juga analisis BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) Indonesia, badai ini tidak akan mempengaruhi cuaca di Indonesia.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, R. Mulyono Rahadi Prabowo menyatakan, walau masih dalam skala kuat tetapi intensitas Badai Hagibis mulai menurun. Saat ini kecepatan angin di pusat badai kecepatannya 60 knots yang 12 jam sebelumnya kecepatannya 75 knots.

Dalam 24 jam kedepan, JMA memprakirakan badai topan Hagibis akan menurun intensitasnya. "Posisi Topan Hagibis yang pagi tadi makin jauh dari wilayah Indonesia tidak memberikan dampak terhadap kondisi cuaca dan gelombang laut di Indonesia," kata Mulyono dalam keterangan resmi tertulisnya, Bandung, Minggu, 13 Oktober 2019.

Sedangkan potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat di beberapa wilayah Indonesia, kata Mulyono, lebih dipengaruhi oleh tekanan udara rendah di wilayah Indonesia bagian utara. Sehingga membentuk daerah pertemuan angin yang memanjang dari Semenanjung Malaysia hingga Laut Sulawesi.

Badai Hagibis merupakan badai terburuk sejak 60 tahun terakhir yang pernah melanda Negeri Sakura.

Badai Hagibis terjadi ke Jepang sebelum 19.00 waktu setempat (10:00 GMT) pada Jumat 11 Oktober 2019, di Semenanjung Izu, barat daya Tokyo. Saat itu badai tersebut bergerak ke pantai timur pulau utama Jepang, dengan kecepatan angin 225 km / jam (140 mph). 

Lebih dari 270.000 rumah telah kehilangan daya. Lebih dari tujuh juta orang telah diminta untuk meninggalkan rumah mereka di tengah peringatan banjir dan tanah longsor yang parah. Namun diperkirakan hanya 50.000 orang mengungsi ke tempat penampungan.

Sebanyak 33 orang dinyatakan meninggal dunia dan 18 orang lainnya hilang dan sedang dalam pencarian serta 175 orang terluka.

Tapi saat ini Badai Hagibis sudah bergerak semakin menjauh kearah Timur Laut Jepang, menuju Samudera Pasifik Barat bagian Utara dengan kecepatan yang terus menurun. (*)


Badai Hagibis Jepang
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

TIMES TV

Pasar Rakyat UMKM Herbangin Hadir di Kota Kediri

Pasar Rakyat UMKM Herbangin Hadir di Kota Kediri

22/02/2020 - 20:01

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna
Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo

Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo
Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai

Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai
Bacalon Bupati Malang Merebut Rekom Partai

Bacalon Bupati Malang Merebut Rekom Partai
Follow TIMES Indonesia di Google News

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Melihat Relasi Negara dan Bisnis
    Melihat Relasi Negara dan Bisnis
    24/02/2020 - 16:54
  • Selamat Tinggal Sekolah Favorit
    Selamat Tinggal Sekolah Favorit
    24/02/2020 - 14:02
  • Bullying: Problem Generasi Sekuler
    Bullying: Problem Generasi Sekuler
    24/02/2020 - 13:44
  • Pilkada 2020: Konsolidasi Demokrasi atau Pragmatisme Partai
    Pilkada 2020: Konsolidasi Demokrasi atau Pragmatisme Partai
    24/02/2020 - 13:21
  • PLTP Arjuno-Welirang, Haruskah Didukung atau Ditolak?
    PLTP Arjuno-Welirang, Haruskah Didukung atau Ditolak?
    24/02/2020 - 13:14
  • Diaspora Indonesia: Peluang dan Tantangannya
    Diaspora Indonesia: Peluang dan Tantangannya
    24/02/2020 - 13:07
  • Tan Malaka, Tokoh Kontroversial dalam Sejarah Indonesia Modern
    Tan Malaka, Tokoh Kontroversial dalam Sejarah Indonesia Modern
    24/02/2020 - 12:37
  • Menakar Dampak Perang Dagang Sawit Indonesia dan Uni Eropa
    Menakar Dampak Perang Dagang Sawit Indonesia dan Uni Eropa
    24/02/2020 - 11:37
  • Sebar Video Mesum Janda, Iblis: Biar Orang Tuanya Tahu Perilaku Anaknya
    Sebar Video Mesum Janda, Iblis: Biar Orang Tuanya Tahu Perilaku Anaknya
    24/02/2020 - 17:53
  • 188 WNI ABK World Dream Bakal Dikarantina di Bekas Rehabilitasi Narkoba
    188 WNI ABK World Dream Bakal Dikarantina di Bekas Rehabilitasi Narkoba
    24/02/2020 - 17:52
  • Misi Pertahankan Gelar All England, Hendra/Ahsan Hadapi Pertandingan Sengit
    Misi Pertahankan Gelar All England, Hendra/Ahsan Hadapi Pertandingan Sengit
    24/02/2020 - 17:46
  • Jelang Liga 1 2020 Lini Belakang Persib Mulai Stabil, Robert Sumringah
    Jelang Liga 1 2020 Lini Belakang Persib Mulai Stabil, Robert Sumringah
    24/02/2020 - 17:45
  • RUU Ketahanan Keluarga Diprotes, Ketua DPR:  Terlalu Atur Ranah Privat
    RUU Ketahanan Keluarga Diprotes, Ketua DPR: Terlalu Atur Ranah Privat
    24/02/2020 - 17:42
  • Ternyata, NU Juga Menghitung Masa Iddah BCL akan Habis pada 29 Juni 2020
    Ternyata, NU Juga Menghitung Masa Iddah BCL akan Habis pada 29 Juni 2020
    24/02/2020 - 07:21
  • Biadab, Tentara Israel Seret Mayat Warga Palestina Pakai Buldoser
    Biadab, Tentara Israel Seret Mayat Warga Palestina Pakai Buldoser
    24/02/2020 - 05:02
  • Selebrasi 'Gila' Mike Tyson Setelah Fury Buat Wilder Babak Belur
    Selebrasi 'Gila' Mike Tyson Setelah Fury Buat Wilder Babak Belur
    24/02/2020 - 05:10
  • Petani Temukan Hewan Purba Glyptodon Seukuran Mobil
    Petani Temukan Hewan Purba Glyptodon Seukuran Mobil
    24/02/2020 - 08:59
  • Ayudia Bing Slamet Ungkap Sempat Ingin Gugurkan Kandungan
    Ayudia Bing Slamet Ungkap Sempat Ingin Gugurkan Kandungan
    24/02/2020 - 06:52