Pemerintahan

Inilah Tiga Tokoh Pembaharu Penyelamat Khasanah Demokrasi Indonesia

Rabu, 09 Oktober 2019 - 12:47 | 88.22k
Inilah Tiga Tokoh Pembaharu Penyelamat Khasanah Demokrasi Indonesia
Tiga tokoh Jokowi Prabowo Megawati. (Foto: TIMES Indonesia)
Pewarta: Hasbullah | Editor: Yatimul Ainun

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pemilu sukses diselenggarakan. Kedamaian terus terjaga. Silaturahim juga berjalan harmonis. Dinamika demokrasi terus mengalir penuh nilai, walau ada beberapa gelombang aksi dan penolakan atas beberapa kebijakan yang direncanakan pemerintah maupun opisisi yang mempunyai nilai-nilai nasionalisme dan kesejahteraan rakyat. Namun, tiga tokoh pembaharu hadir yang dinilai menjadi penyelamat khasanah demokrasi Indonesia.

Berdasarkan analisis dan penelitian serta diskusi bersama pakar politik, ilmuan dan intelektual di Jerman dan di Eropa, selama tiga pekan, John Caine Center (JCC), yang yang dikomando Najib Salim Attamimi, disimpulkan bahwa ada tiga tokoh nasional yang dinilai sebagai sosok pembaharu penyelamatan sistem demokrasi di Indonesia. Ketiganya adalah Presiden Jokowi, Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri.

Tiga tokoh tersebut memiliki kesamaan ideologi dan nasionalisme yang sangat kental. Partai-partai lain peserta Pemilu 2019, baik didalam koalisi maupun oposisi bukan berarti tidak memiliki kesamaan.

“Akan tetapi, kami yakin, apabila tiga tokoh ini menyatu dan solid, sangat optimis akan mampu menyelesaikan aneka persoalan yang menimpa bangsa Indonesia,” katanya.

Misalnya, dalam sektor ketahanan pangan dan sekaligus pertahanan dan keamanan serta keutuhan NKRI, dinilai sudah mendekati sempurna. Apalagi dengan menghadapi tantangan perang dagang global antara China dan Amerika serta Rusia, ditambah lagi krisis di Eropa.

Tiga tokoh nasional tersebut, Presiden Jokowi, Prabowo dan Megawati, tidak diragukan lagi. Ketiganya akan mampu bertahan dan memanfaatkan situasi ini untuk kesejahteraan dan bisa meningkatkan perkonomian Indonesia serta memperkuat pertahanan NKRI.

“Dari hasil analisis Litbang John Caine Center, tiga tokoh ini tidak diragukan. Ringkasan penelitian secara real dan ilmiah ini, dapat dipertimbangkan dan dikaji untuk dapat direalisasikan,” harap Najib.

Sejak Pemilu terselenggara dengan sukses dan damai, pelantikan wakil rakyat (DPR RI) sudah terealisasi, kini tinggal pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin, yang diharapkan juga berjalan aman dan sukses dilaksanakan.

Namun, ritme perjalanan demokrasi  penuh dengan khasanah bermakna. Hal itu tidak terlepas dari peran dan strategi luar biasa yang dimainkan oleh tiga tokoh nasional. Yakni Presiden Jokowi, Prabowo dan Megawati.

“Ketiganya jadi sosok pemeran utama bagaimana demokrasi itu penuh khasanah dan makna, bagaimana NKRI tetap berwibawa,” jelas Chairman John Caine Center (JCC), Najib Salim Attamimi, kepada TIMES Indonesia, Kamis (9/10/2019).

Analisis politiknya, beber Najib, partai politik yang berkoalisi dengan Jokowi, itu banyak. Tapi kondisinya sangat berbeda dengan kondisi yang ada di internal PDI Perjuangan dan Partai Gerindra yang didukung oleh para tokoh umat Islam yang menonjol dan jadi panutan bagi mayoritas umat Islam.

“Kekuatan politik ini terlihat mulai dibangun secara harmonis untuk membangun kekuatan dan menjaga marwah bangsa Indonesia,” katanya.

Selanjutnya, pada sisi ekonomi nasional dan internasional, gerakan dan strategi dari tiga tokoh itu, akan mampu mencapai target yang diinginkan. Jika koalisi ini betul-betul terbangun, akan menjadi kekuatan laura biasa.

“Target ekonomi akan terus melaju dengan cepat. Akan sangat berbeda dengan kondisi saat ini,” terang Najib, di Jakarta.

Najib juga membeberkan, seperti penanganan kemiskinan, memang dimiliki oleh semua partai. Tapi akan terjadi lompatan dan terobosan luar biasa jika kekuatan PDI Perjuangan dan Gerindra terbangun dengan solid dan berkualitas.

Prabowo telah didukung oleh negara-negara di Eropa. Tidak ada partai lain di Indoensia yang memiliki kekuatan tersebut. Sementara, Presiden Jokowi dan Megawati, memiliki hubungan baik dengan China dan Timur Tengah.

Jika hal itu dilakukan dengan maksimal, akan lebih baik dan kokoh disektor pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Bisa terjadi, ekonomi Indonesia akan menjadi negara rujukan disektor ekonomi dan politik secara global,” jelasnya.

Semua hal ini akan terjadi jika penggabungan konsep yang disetujui dan dilakukan dengan maksimal dan demokratis. Nilai-nilai yang menjadi akar kekuatan NKRI akan terus terawat dan terjadi. NKRI tidak akan tersandera dengan negara-negara asing.

“Karena kekuatan nasionalisme itu ada pada sosok Prabowo, Megawati dan Jokowi. Tapi bukan berarti tokoh dan partai-partai lainnya tidak nasionalis,” tegas Najib.

Selain itu, Najib berharap, dalam waktu singkat, tiga tokoh tersebut, segera mengambil kebijakan konkrit, bijak dan arif untuk kepentingan bangsa dan negara. Dan tidak gampang digoyang oleh kekuatan lain, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Besar harapan kami dari John Caine Center, dengan analisis ini, tidak untuk dijadikan satu polemik. Peran tiga tokoh pembaharu penyelamat khasanah demokrasi Indonesia ini, diharapkan malah menjadi spirit untuk bersatu padu mendukung kekuatan yang tak terhingga demi kepentingan semua pihak, bukan hanya kepentingan kelompok,” harapnya. (*)


demokrasi Prabowo Subianto Jokowi Megawati demokrasi Indonesia John Caine Center Najib Salim Attamimi
Publisher : Rizal Dani
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

TIMES TV

Pasar Rakyat UMKM Herbangin Hadir di Kota Kediri

Pasar Rakyat UMKM Herbangin Hadir di Kota Kediri

22/02/2020 - 20:01

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna
Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo

Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo
Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai

Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai
Bacalon Bupati Malang Merebut Rekom Partai

Bacalon Bupati Malang Merebut Rekom Partai
Follow TIMES Indonesia di Google News

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Eks ISIS Ditinjau Dari Regulasi Anti Terorisme di Indonesia
    Eks ISIS Ditinjau Dari Regulasi Anti Terorisme di Indonesia
    24/02/2020 - 23:38
  • Aroma Otoriter Dibalik Omnibus Law
    Aroma Otoriter Dibalik Omnibus Law
    24/02/2020 - 20:31
  • Belajar Moral dan Budaya Luhur dari Masyarakat Samin
    Belajar Moral dan Budaya Luhur dari Masyarakat Samin
    24/02/2020 - 18:23
  • Tik Tok Tik Tok Tik Tok
    Tik Tok Tik Tok Tik Tok
    24/02/2020 - 18:18
  • Melihat Relasi Negara dan Bisnis
    Melihat Relasi Negara dan Bisnis
    24/02/2020 - 16:54
  • Selamat Tinggal Sekolah Favorit
    Selamat Tinggal Sekolah Favorit
    24/02/2020 - 14:02
  • Bullying: Problem Generasi Sekuler
    Bullying: Problem Generasi Sekuler
    24/02/2020 - 13:44
  • Pilkada 2020: Konsolidasi Demokrasi atau Pragmatisme Partai
    Pilkada 2020: Konsolidasi Demokrasi atau Pragmatisme Partai
    24/02/2020 - 13:21
  • Tiga Fakta Unik Tentang Kondom: Dibuat dari Usus Domba Hingga Rasa Rendang
    Tiga Fakta Unik Tentang Kondom: Dibuat dari Usus Domba Hingga Rasa Rendang
    25/02/2020 - 03:05
  • Ogah Buru-buru Dibahas di DPR, PKS: Tujuan Utama RUU Cipta Kerja Ini Apa?
    Ogah Buru-buru Dibahas di DPR, PKS: Tujuan Utama RUU Cipta Kerja Ini Apa?
    25/02/2020 - 02:10
  • Ingin Segara Temukan Vaksin Corona Covid-19, China Coba Beragam Formula
    Ingin Segara Temukan Vaksin Corona Covid-19, China Coba Beragam Formula
    25/02/2020 - 01:05
  • Kesal Sering Dimaki-maki, Yetti Pukuli Suami yang Stroke Pakai Balok Kayu
    Kesal Sering Dimaki-maki, Yetti Pukuli Suami yang Stroke Pakai Balok Kayu
    24/02/2020 - 23:52
  • Akui Loyalis Jokowi, Presiden KSPSI Klaim Tetap Tolak Omnibus Law
    Akui Loyalis Jokowi, Presiden KSPSI Klaim Tetap Tolak Omnibus Law
    24/02/2020 - 23:33
  • Ketemu dan Cipika-cipiki sama Ahmad Dhani, Maia Estianty Bahagia
    Ketemu dan Cipika-cipiki sama Ahmad Dhani, Maia Estianty Bahagia
    25/02/2020 - 00:30
  • Pernyataan Menyentuh WHO Demi Selamatkan Dunia dari Corona
    Pernyataan Menyentuh WHO Demi Selamatkan Dunia dari Corona
    25/02/2020 - 00:01
  • Ehem, Ahmad Dhani Panggil Maia Estianty 'Tersayang'
    Ehem, Ahmad Dhani Panggil Maia Estianty 'Tersayang'
    25/02/2020 - 00:04
  • Akhirnya Baikan sama Melly Goeslaw, Vidi Aldiano Senang Banget
    Akhirnya Baikan sama Melly Goeslaw, Vidi Aldiano Senang Banget
    25/02/2020 - 00:00
  • Normalkah Berfantasi Seks Mengikat Pasangan? Ini Kata Dokter Boyke
    Normalkah Berfantasi Seks Mengikat Pasangan? Ini Kata Dokter Boyke
    25/02/2020 - 00:58