Kopi TIMES Universitas Islam Malang

Menatap Jagung di Atas Lahan Kritis

Jumat, 04 Oktober 2019 - 18:06 | 93.44k
Menatap Jagung di Atas Lahan Kritis
Siti Saroh, Dosen Fakultas Ilmu Adminstrasi (FIA) Unisma
FOKUS

Universitas Islam Malang

Pewarta: | Editor: AJP-5 Editor Team

TIMESINDONESIA, MALANGPERTAMA kali menginjak tanah Desa Bambang Kecamatan Wajak Kabupaten Malang, saat ditugaskan sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Selama perjalan menuju desa Bambang beberapa pertanyaan muncul dalam pikiran, mengapa kendaraan truk banyak yang lalu lalang dan mengangkut apa? Ketika memasuki wilayah dusun Pandanrejo jalan yang dilalui tidak beraspal dan kondisinya rusak serta debu tebal berterbangan menutupi pandangan.

Subhanallah ternyata dibalik debu berterbangan terlihat panorama yang mejakjubkan, nampak hamparan lautan lahan berpasir dan lading tanaman jagung mengelilingi rumah-rumah penduduk, keindahan pemandangan dihiasi lahan-lahan berlubang dalam kondisi tidak beraturan. Saat itu juga mencoba mencari informasi desa Bambang melalui akses internet, tapi di HP menunjukan bahwa kesulitan sinyal di dusun ini.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Informasi yang didapatkan bahwa kawasan desa Bambang kecamatan Wajak kabupaten Malang merupakan lahan kritis karena adanya praktik penambangan yang ditengarai berlangsung secara serampangan. Lahan-lahan berpasir dikeruk hingga meninggalkan lubang-lubang. Lama kelamaan, lubang-lubang itu menjadi kubangan berisi air yang berbahaya bagi warga disaat musim hujan.

Selain itu, ada artikel yang menjelaskan bahwa Desa Bambang merupakan daerah penyangga Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru (TNBTS). Lokasinya TNBTS berada di komplek pegunungan Tengger dan kompeks G. Semeru yang terletak diperbatasan kabupaten Malang, Pasuruan, Probolinggo dan Lumajang di wilayah Jawa Timur yang memiliki luas mencapai sekitar 50.000. Daerah penyangga sebenarnya sebagai suatu kawasan inti yang diupayakan untuk melindungi dari gangguan aktifitas yang berdampak negatif. Kawasan penyangga dapat dikelompokkan berdasarkan sifat-sifatnya, antara lain: (1)penyangga fisik, (2)penyangga sosial-ekonomi dan (3)penyangga sumber alternatif. Penyangga fisik berfungsi sebagai kawasan yang dapat membatasi aksesibilitas dari dan ke kawasan konservasi.

Penyangga sosial-ekonomi adalah suatu kawasan yang diciptakan agar kondisi social ekonominya cukup mapan, sehingga aktifitas masyarakat tidak menggantungkan pada sumber daya alam sekitarnya. Sedangkan penyangga sumber alternatif adalah kawasan yang diciptakan agar sumber daya alam yang ada di kawasan itu dapat memberikan hasil yang maksimal. Dengan demikian sumber daya lahan dapat menyediakan pasokan alternatif untuk menopang kehidupan masyarakat.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Meluasnya lahan kritis Desa Bambang menurut seorang perangkat desa masih adanya pandangan masyarakat “bahwa pasir yang dijual adalah pasir yang beradap ada lahannya sendiri dan kegiatan menjual pasir dilakukan atas dasar inisiatifnya sendiri”. Alasan lainnya dari hasil wawancara dengan warga dusun Pandanrejo Desa Bambang mengemukakan bahwa masyarakatnya mayoritas berpendidikan rendah, banyak pengangguran dan kemauan warga kalau bekerja itu yang langsung menghasilkan karena untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kunjungan minggu berikutnya ke posko KKN, semakin tertarik untuk mencermati lingkungan alam di dusun Pandanrejo, keinginan mengeksplor lebih jauh tentang kondisi alam seakan-akan berprofesi sebagai pemerhati lingkungan. Hasil dari pengamatan, saat ini kondisi fisik lingkungan yang terlihat: rusaknya jalan desa dan terjadi polusi udara berupa debu sehingga mengurangi kenyamanan pejalan.

Hilangnya tanaman-tanaman penutup pelindung tanah, hilangnya sebagian pemandangan yang indah, penampakan lahan berubah menjadi tidak teratur karena adanya lubang-lubang bekas galian. Ada warga yang menyatakan bahwa keadaan lahan bekas penambangan pasir yang tidak teratur dan berlubang lubang menyulitkan untuk jalan ke lahan pertanian, serta kekhawatiran tentang terjadinya longsor dan banjir bila dating musim hujan.

Sebenarnya Desa Bambang memiliki potensi alam yang terlihat indah dengan perbukitan seluas 1451ha yang dapat digunakan sebagai spot-spot berfoto dan tempat wisata. Selain itu didukung potensi kearifan local dari masyarakat yang memiliki budaya gotong royong cukup kuat, masyarakatnya ramah, bahkan bila ada orang baru dating atau berkunjung penyambutannya seakan-akan seperti saudara sendiri atau dianggap sudah kenal lama.

Berdasar profil Desa Bambang Kecamatan Wajak Kabupaten Malang, diketahui Jumlah penduduk sebesar 4067 orang, jumlah KK 1036 terdiri dari 2040 perempuan dan 2017 laki-laki. Kualitas angkatan kerja lulus SD 136, lulus SLTA/sederajat 63, lulus SMA/sederajat 29, lulus Diploma 2 dan lulus Perguruan Tinggi 9 orang.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Potensi sumber daya lahan pertanian 212ha, lahan yang tersedia kini didominasi dengan pertanian jagung yaitu 150ha, menurut cerita sesepuh di dusun Pandanrejo dahulu desa Bambang sebagai penghasil buah apokat namun lambat laun tanaman apokat tergerus dengan penambangan pasir sehingga jagung merupakan hasil pertanian terbesar.

Bidang peternakan terbanyak adalah usaha ayam buras berjumlah 929 orang, ternak sapi perah 321 orang hasil ternak susu 2.350 liter per tahun, usaha ternak kambing  292, usaha ternak sapi potong 154 orang dan lainnya jumlahnya sedikit. Potensi lain yang di Desa Bambang adalah kebiasaan gotong-royong yang kuat dalam menyelesaikan masalah bermasyarakat (terkecuali kegiatan penambangan pasir).

Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat dengan tingkat pendapatan rendah, tingkat pendidikan masih rendah dan terbatasnya tingkat pemahaman masyarakat tentang Alternatif pekerjaan. Sehingga peluang pekerjaan penambangan pasir sangat menggiurkan, karena dapat mengurangi jumlah pengangguran, peningkatan penghasilan sebagian masyarakat, peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat pemilik tanah.

Kendala yang dihadapi perangkat desa dalam menangani penambangan pasir adalah, kendala fisik yaitu lahan dimiliki oleh warga setempat dan yang non fisik belum ada alternatif lain untuk alih profesi serta bagi pemilik lahan perlu pemikiran bagaimana mencari profesi yang bias memberikan penghasilan melebihi penambangan pasir.

Upaya yang telah dilakukan oleh daerah adalah mensosialisasikan Undang-undang Lingkungan Hidup dan menerbitkan PERDES tentang lingkungan hidup, namun regulasi itu tetap diabaikan. Di sisi lain, dampak penambangan pasir tersebut tak hanya menimpa warga di sekitar lokasi, tetapi menimbulkan masalah lain yaitu masalah banjir, kebisingan, kerusakan jalan yang dampaknya dirasakan warga yang tak bermukim di dekat lokasi tambang.

Genangan air bias dirasakan pula warga di pusat kota. Sementara kerusakan infrastruktur karena lalu lalang truk pengangkut pasir dirasakan pengendara-pengendara yang melintasi area penambangan pasir.***

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

*)Penulis: Siti Saroh, Dosen Fakultas Ilmu Adminstrasi (FIA) Unisma.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id



Publisher : Rochmat Shobirin
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Latih Keterampilan Anak, Singapore National Academy Adakan Summer Program 2020
    Latih Keterampilan Anak, Singapore National Academy Adakan Summer Program 2020
    05/06/2020 - 05:50
  • Arzeti Bilbina: Akibat Covid-19, Bagaimana Ekonomi di Masa Depan?
    Arzeti Bilbina: Akibat Covid-19, Bagaimana Ekonomi di Masa Depan?
    05/06/2020 - 03:23
  • Tatanan Normal Baru, Sebuah Peluang Baru Pendidikan Tinggi Swasta
    Tatanan Normal Baru, Sebuah Peluang Baru Pendidikan Tinggi Swasta
    05/06/2020 - 01:17
  • Dandim 0801 Pacitan Ajak Masyarakat Berpedoman pada Pancasila dalam Berkehidupan
    Dandim 0801 Pacitan Ajak Masyarakat Berpedoman pada Pancasila dalam Berkehidupan
    04/06/2020 - 23:13
  • Gandeng FUI Cilacap dan Elemen Masyarakat, Dapur Lapangan Forkopimda Hasilkan 1.350 Bungkus Nasi
    Gandeng FUI Cilacap dan Elemen Masyarakat, Dapur Lapangan Forkopimda Hasilkan 1.350 Bungkus Nasi
    04/06/2020 - 22:44
  • Partai Gelora Resmi Terima Tiga SK Kemenkumham
    Partai Gelora Resmi Terima Tiga SK Kemenkumham
    04/06/2020 - 22:36
  • Dengan e-PMR, Warga Majalengka Bisa Urus SIM dan SKCK Lewat HP
    Dengan e-PMR, Warga Majalengka Bisa Urus SIM dan SKCK Lewat HP
    04/06/2020 - 22:22
  • Kisah Sujoko, Langsung Ditahan Begitu Kepergok Polhut Banyuwangi Selatan Miliki Kayu Jati Ilegal
    Kisah Sujoko, Langsung Ditahan Begitu Kepergok Polhut Banyuwangi Selatan Miliki Kayu Jati Ilegal
    04/06/2020 - 22:17
  • PKB dan Ansor Situbondo Bagikan Ratusan Sembako Terhadap Warga Terdampak Covid-19
    PKB dan Ansor Situbondo Bagikan Ratusan Sembako Terhadap Warga Terdampak Covid-19
    04/06/2020 - 22:12
  • Cilacap Menuju New Normal, 3 Pasien Sembuh dan 16 PDP Negatif Covid-19
    Cilacap Menuju New Normal, 3 Pasien Sembuh dan 16 PDP Negatif Covid-19
    04/06/2020 - 22:08

TIMES TV

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

20/05/2020 - 21:40

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang

Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang
GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC

GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC
Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Tatanan Normal Baru, Sebuah Peluang Baru Pendidikan Tinggi Swasta
    Tatanan Normal Baru, Sebuah Peluang Baru Pendidikan Tinggi Swasta
    05/06/2020 - 01:17
  • Racism is American’s Original Sin
    Racism is American’s Original Sin
    04/06/2020 - 21:18
  • Rasisme Itu Dosa Asal Amerika
    Rasisme Itu Dosa Asal Amerika
    04/06/2020 - 14:44
  • Sila Ketiga Pancasila Kunci Keberhasilan New Normal
    Sila Ketiga Pancasila Kunci Keberhasilan New Normal
    04/06/2020 - 10:58
  • Rezim di Ujung 'Pedang'
    Rezim di Ujung 'Pedang'
    04/06/2020 - 09:55
  • Inlander dan Kaum Muda
    Inlander dan Kaum Muda
    04/06/2020 - 09:03
  • Merancang Tata Letak Fasilitas Pabrik Saat New Normal
    Merancang Tata Letak Fasilitas Pabrik Saat New Normal
    04/06/2020 - 07:29
  • Agama Bagi Orang Biasa
    Agama Bagi Orang Biasa
    04/06/2020 - 03:17
  • Alhamdulillah! 9 Pasien Covid-19 di RS Lapangan Surabaya Sembuh
    Alhamdulillah! 9 Pasien Covid-19 di RS Lapangan Surabaya Sembuh
    05/06/2020 - 06:16
  • Soal George Floyd: Meghan Markle Sedih Banyak Anak Tumbuh Dalam Rasisme
    Soal George Floyd: Meghan Markle Sedih Banyak Anak Tumbuh Dalam Rasisme
    05/06/2020 - 06:15
  • Cari Tahu Kondisi Batin Saat ini, Coba Ikut Tes Kepribadian Ini
    Cari Tahu Kondisi Batin Saat ini, Coba Ikut Tes Kepribadian Ini
    05/06/2020 - 06:10
  • Gisella Anastasia Terkejut Namanya Masih Ada di Moge Gading Marten
    Gisella Anastasia Terkejut Namanya Masih Ada di Moge Gading Marten
    05/06/2020 - 06:10
  • Waspada Ancaman Banjir Rob di Pantura Cirebon dan Indramayu
    Waspada Ancaman Banjir Rob di Pantura Cirebon dan Indramayu
    05/06/2020 - 06:09
  • Kabar Gembira, Ditemukan Vaksin yang Terbukti Ampuh Lawan Virus Corona
    Kabar Gembira, Ditemukan Vaksin yang Terbukti Ampuh Lawan Virus Corona
    05/06/2020 - 02:55
  • Meski Tingkatkan Gairah Seks, Jangan Pakai 4 Benda Ini untuk Miss V
    Meski Tingkatkan Gairah Seks, Jangan Pakai 4 Benda Ini untuk Miss V
    05/06/2020 - 00:02
  • Banjir Rob Landa Wilayah Ancol, Warga Terpaksa Mengungsi
    Banjir Rob Landa Wilayah Ancol, Warga Terpaksa Mengungsi
    05/06/2020 - 00:33
  • Video Klip Kekeyi Menghilang dari Youtube
    Video Klip Kekeyi Menghilang dari Youtube
    05/06/2020 - 00:30
  • Bakal Tarung Lagi, Otot Mike Tyson Dicela Mantan Jawara MMA
    Bakal Tarung Lagi, Otot Mike Tyson Dicela Mantan Jawara MMA
    05/06/2020 - 00:15