Peristiwa Nasional

RKUHP Dinilai Berpotensi Ancam Pariwisata dan Bisnis

Sabtu, 21 September 2019 - 17:58 | 29.56k
RKUHP Dinilai Berpotensi Ancam Pariwisata dan Bisnis
ILUSTRASI. (FOTO: Istimewa)
Pewarta: | Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Ketua Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI), Azril Azhari menilai, Revisi Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) yang bakal disahkan pemerintah dan DPR RI berpotensi mengancam industri pariwisata dan bisnis.

Menurutnya, jika revisi KUHP diloloskan, gairah tumbuhnya wisatawan asing di Indonesia akan meredup. Hal ini bisa terlihat dari situs travel warning atau peringatan perjalanan di Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) dan juga beberapa pemberitaan media asing yang mengimbau agar turis Australia berhati-hati saat mengunjungi Bali.

"Inilah akibat dari membuat RUU seenaknya. Alhasil pemerintah Australia menurunkan peringatan ini untuk negaranya. Padahal, Australia adalah tiga besar penyumbang jumlah wisatawan dan juga spend money terbesar setelah Singapura dan Malaysia," jelas Azril, Sabtu, (21/9/2019).

Pasal-pasal dalam revisi KUHP yang dikhawatirkan dapat mengancam industri pariwisata antara lain, pasal yang mengatur tentang perzinahan. Pasal 417 yang mengatur soal perzinaan menyebutkan "Setiap Orang yang melakukan persetubuhan dengan orang yang bukan suami atau istrinya dipidana karena perzinaan dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda Kategori II."

Sementara dalam ayat satunya di Pasal 419 yang mengatur soal kohabitasi atau samenleven disebutkan bahwa "Setiap Orang yang melakukan hidup bersama sebagai suami istri di luar perkawinan dipidana dengan penjara paling lama 6 (enam) bulan atau pidana denda paling banyak kategori II."

Menurut Azril, peringatan perjalanan Ausralia ini juga mampu menarik perhatian negara perserikatan lainnya untuk berpikir dua kali saat mengunjungi Indonesia, terutama Bali. Alhasil, pertumbuhan industri pariwisata Indonesia akan melemah.

"Peringkat pariwisata Indonesia sudah lemah, di bawah Singapura dan Malaysia menurut Travel & Tourism Competitiveness Index, dan kini ditambah dengan kontroversi RUU KUHP membuat semakin anjlok. Bahkan target angka 17 juta kunjungan wisman di akhir 2019 bisa tidak tercapai," ungkapnya.

Dia berharap, peringatan perjalanan yang dikeluarkan Australia bisa menjadi bahan pertimbangan pemerintah untuk tidak meloloskan RUU KUHP secara terburu-buru. Namun, apabila pasal-pasal tersebut harus disahkan, maka pemerintah diharapkan untuk melakukan komunikasi di seluruh sektor industri dan masyarakat.

"Meski dalam agama dibenarkan, tetapi pemerintah harus menyadari bahwa negara ini diisi oleh pendatang atau turis memiliki keberagaman suku dan agama. Untuk sekarang, masyarakat saya rasa belum siap, harus dilakukan sosialisasi dalam waktu yang lama agar bisa terbiasa. Jangan terburu-buru disahkan. Menurut saya ini tidak etis," tandas Azril, menegaskan, RKUHP berpotensi ancam industri pariwisata dan bisnis. (*)



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Tinggal di Bekas Kandang Ayam, Pasutri di Palu Mendapat Perhatian Sejumlah PihakĀ 
    Tinggal di Bekas Kandang Ayam, Pasutri di Palu Mendapat Perhatian Sejumlah PihakĀ 
    01/06/2020 - 23:00
  • Peringati Hari Lahir Pancasila, MPC PP Lamongan Bagikan Buku Saku UUD 1945
    Peringati Hari Lahir Pancasila, MPC PP Lamongan Bagikan Buku Saku UUD 1945
    01/06/2020 - 22:53
  • Pancasila dalam Perspektif Islam
    Pancasila dalam Perspektif Islam
    01/06/2020 - 22:48
  • Kepastian Masuk Sekolah, Pemkab Majalengka Menunggu Petunjuk Kemendikbud
    Kepastian Masuk Sekolah, Pemkab Majalengka Menunggu Petunjuk Kemendikbud
    01/06/2020 - 22:45
  • Kapolda Jatim Ingin Kampung Tangguh di Lamongan Jadi Percontohan
    Kapolda Jatim Ingin Kampung Tangguh di Lamongan Jadi Percontohan
    01/06/2020 - 22:43
  • Ketua HKTI Jatim Ungkap Perjuangan Petani di Tengah Pandemi
    Ketua HKTI Jatim Ungkap Perjuangan Petani di Tengah Pandemi
    01/06/2020 - 22:37
  • "Tondo Tresno" Sobat Ambyar Bantul untuk Didi Kempot
    01/06/2020 - 22:35
  • Belum Dibuka, Masyarakat Tetap Datangi Wisata di Bontang Kuala
    Belum Dibuka, Masyarakat Tetap Datangi Wisata di Bontang Kuala
    01/06/2020 - 22:32
  • Bupati Malang Beri Bantuan kepada Warga Korban Banjir di Desa Tambakrejo
    Bupati Malang Beri Bantuan kepada Warga Korban Banjir di Desa Tambakrejo
    01/06/2020 - 22:08
  • Pemuda Pancasila Jombang Ajak Masyarakat Implementasikan Nilai Pancasila di Tengah Pandemi
    Pemuda Pancasila Jombang Ajak Masyarakat Implementasikan Nilai Pancasila di Tengah Pandemi
    01/06/2020 - 22:05

TIMES TV

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

20/05/2020 - 21:40

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang

Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang
GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC

GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC
Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Pancasila dalam Perspektif Islam
    Pancasila dalam Perspektif Islam
    01/06/2020 - 22:48
  • Penganggaran Berbasis Pancasila, Jembatan Menuju Kesejahteraan Rakyat
    Penganggaran Berbasis Pancasila, Jembatan Menuju Kesejahteraan Rakyat
    01/06/2020 - 19:21
  • Covid-19 dan Distorsi Pemberitaan Media
    Covid-19 dan Distorsi Pemberitaan Media
    01/06/2020 - 18:15
  • Covid-19 dan Catatan Kecil Industri Film Nasional
    Covid-19 dan Catatan Kecil Industri Film Nasional
    01/06/2020 - 17:34
  • Literasi Kesejahteraan Keluarga
    Literasi Kesejahteraan Keluarga
    01/06/2020 - 16:40
  • Zikir dan Psikosomatis saat Pandemi Covid-19
    Zikir dan Psikosomatis saat Pandemi Covid-19
    01/06/2020 - 15:13
  • Hikmah Covid-19 dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila
    Hikmah Covid-19 dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila
    01/06/2020 - 14:24
  • Lansia Menuju Husnul Khatimah
    Lansia Menuju Husnul Khatimah
    01/06/2020 - 11:08
  • Kotak Hitam Pesawat Pakistan International Airlines Diterbangkan ke Prancis
    Kotak Hitam Pesawat Pakistan International Airlines Diterbangkan ke Prancis
    01/06/2020 - 23:05
  • DMI: Kapasitas Maksimal Masjid di New Normal Hanya 40 Persen
    DMI: Kapasitas Maksimal Masjid di New Normal Hanya 40 Persen
    01/06/2020 - 23:05
  • Pondok Pesantren di Gresik Siap Sambut New Normal, Begini Aturannya
    Pondok Pesantren di Gresik Siap Sambut New Normal, Begini Aturannya
    01/06/2020 - 23:04
  • 6 Cara Dapat Uang dari Instagram untuk Pemula, Cocok Dikerjakan dari Rumah
    6 Cara Dapat Uang dari Instagram untuk Pemula, Cocok Dikerjakan dari Rumah
    01/06/2020 - 22:56
  • Detik-detik Warga Dihantam Ombak Tinggi Pantai Glagah Kulon Progo
    Detik-detik Warga Dihantam Ombak Tinggi Pantai Glagah Kulon Progo
    01/06/2020 - 22:35
  • Aktor DS yang Ditangkap karena Narkoba Ternyata Dwi Sasono
    Aktor DS yang Ditangkap karena Narkoba Ternyata Dwi Sasono
    01/06/2020 - 10:21
  • Insiden Konyol UFC: Mengira Menang dan Selebrasi, Petarung Hampir KO
    Insiden Konyol UFC: Mengira Menang dan Selebrasi, Petarung Hampir KO
    01/06/2020 - 06:04
  • Pemerintah India Kewalahan Negaranya Diserang Puluhan Juta Belalang
    Pemerintah India Kewalahan Negaranya Diserang Puluhan Juta Belalang
    01/06/2020 - 11:32
  • Ribut-ribut soal Duit, UFC Bisa Kehilangan Petarung Tangguhnya
    Ribut-ribut soal Duit, UFC Bisa Kehilangan Petarung Tangguhnya
    01/06/2020 - 04:26
  • Din Syamsuddin: Pemakzulan Presiden Sangat Mungkin Dilakukan
    Din Syamsuddin: Pemakzulan Presiden Sangat Mungkin Dilakukan
    01/06/2020 - 19:13