Peristiwa Nasional

Kadis PPPA Provinsi Malut Hadiri Rapat Evaluasi Bersama Menteri Yohana

Jumat, 20 September 2019 - 22:36 | 48.03k
Kadis PPPA Provinsi Malut Hadiri Rapat Evaluasi Bersama Menteri Yohana
Foto bersama Kadis PPPA Malut (kiri) dengan Menteri PPPA RI Yohana (Kanan). (Foto: Istimewa)
Pewarta: | Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, MALUT – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Maluku Utara (Malut) Musyrifah Alhadar menghadiri Rapat Evaluasi Pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) di Pulau Sepa, Kabupaten Kepulauan Seribu (18/09/2019), bersama 27 Kepala Dinas PPPA lainnya seluruh Indonesia.

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Times Indonesia, kegiatan ini dilaksanakan untuk mengevaluasi program dan kebijakan pembangunan PPPA periode 2016-2019, serta penguatan komitmen di level pimpinan.

“Kemen PPPA sukses karena kepala-kepala dinas di daerah. Tugas dan fungsi Kemen PPPA adalah koordinasi, jadi yang kami perkuat selama ini yaitu koordinasi dengan kepala dinas terutama program Three Ends agar dapat terlaksana dengan baik di daerah. Kepala dinas PPPA jadi jembatan keberhasilan program Kemen PPPA. Saya ucapkan terimakasih kepada kepala dinas seluruh Indonesia yang sekarang membuat kementerian ini meningkat,” ujar Menteri PPPA RI Yohana Yambise saat membuka kegiatan.

yohana-b.jpg

Menteri Yohana merasa Kementerian PPPA semakin maju dan berkembang seiring capaian-capaian dalam hal koordinasi dan kebijakan yang dihasilkan.

Capaian diantaranya, disahkan RUU Perubahan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, dan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahhun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak atau biasa disebut dengan Perppu Kebiri.

Terbitnya kebijakan ini dinilai Menteri Yohana berkat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

“Satu hal yang luar biasa dan capaian serta keberhasilan bagi kita semua dengan disahkannya UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, UU yang kita golkan yaitu Perppu Kebiri. Ke depan, UU yang berlaku terus disosialisasikan. DPR juga meminta UU terbaru terkait penambahan batas usia minimal menikah menjadi 19 tahun harus sampai di masyarakat terutama di desa-desa, agar masyarakat memahami bahwa UU ini sudah ada dan mereka harus melindungi anak-anak mereka dari prkatek perkawinan anak,” jelas Menteri Yohana.Edisi-sabtu-21--September-2019-11.jpgSementara, Musyrifah Alhadar menuturkan, program Menteri asal Papua ini sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, yaitu; 1. Program Unggulan 3Ends di mana program ini sangat besar manfaatnya dalam rangka menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak; 2. Pemberian bantuan operasional Morlin (Mobil Perlindungan) dan Torlin (Motor Perlindungan ) untuk mendukung dalam penjangkauan P2TP2A di daerah-daerah terpencil; 3. Menteri Yohana langsung melakukan pendampingan korban kekerasan yang berskala nasional seperti kasus pembunuhan anak di bawah umur.

"Misalnya Kasus Yuyun di Bali, pemerkosaan berantai d Kalimantan, tapi yang pasti beliau bekerja sama dengan semua elemen stakeholder, turun langsung ke daerah dan melakukan pendampingan, bahkan sampai ke pelosok desa sekalipun beliau turun," kata Musyrifah Alhadar kepada TIMES Indonesia, Jumat (20/9/2019).

Selain itu, banyak regulasi yang dihasilkan dan diperjuangan oleh Yohana, seperti UU Perlindungan Anak revisi di tahun 2014, UU 23 Tahun 2002, dan yang paling terbaru UU perkawinan bisa diselaraskan dengan UU Perlindungan Anak.

Kadis PPPA Pemprov Malut ini juga mengakui bahwa Menteri Yohana juga sangat peduli dengan Indonesia Timur khususnya di Maluku Utara. Hal ini bisa dilihat dari sejumlah kunjungannya dalam rangka menghadiri acara di Kota Ternate dan Kabupaten Halmahera Barat. "Ini menunjukan ibu Menteri konsen dan peduli kepada Malut, sehingga kalau mau bilang kekurangannya bagi saya pribadi kayaknya tidak ada," ungkapnya.(*)



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Sedang Kesepian? Ini Kiat Mudah Mengatasi Kesepian
    Sedang Kesepian? Ini Kiat Mudah Mengatasi Kesepian
    07/06/2020 - 02:28
  • Ladies, this is How to Look Pretty in Mask
    Ladies, this is How to Look Pretty in Mask
    07/06/2020 - 01:18
  • Regantris Hotel Surabaya Hadirkan Menu Fusion Food Lezat yang Layak Dicoba
    Regantris Hotel Surabaya Hadirkan Menu Fusion Food Lezat yang Layak Dicoba
    07/06/2020 - 00:27
  • Misi Latihan Berujung Tragis, Brigjen TNI Nefra Firdaus: Penyebabnya Masih dalam Proses Investigasi
    Misi Latihan Berujung Tragis, Brigjen TNI Nefra Firdaus: Penyebabnya Masih dalam Proses Investigasi
    06/06/2020 - 23:40
  • Alien Mus Kembali Salurkan Ribuan Paket Ikan dan Masker di Maluku Utara
    Alien Mus Kembali Salurkan Ribuan Paket Ikan dan Masker di Maluku Utara
    06/06/2020 - 23:11
  • Keputusan Perpanjangan PSBB Berada di Tangan Pemkot Surabaya, Gubernur Hanya Memfasilitasi¬†
    Keputusan Perpanjangan PSBB Berada di Tangan Pemkot Surabaya, Gubernur Hanya Memfasilitasi 
    06/06/2020 - 23:00
  • Tak Dapat Dikenali, Tiga Korban Helikopter MI-17 akan di Labfor
    Tak Dapat Dikenali, Tiga Korban Helikopter MI-17 akan di Labfor
    06/06/2020 - 22:45
  • Polri Sumbang Ventilator, Wagub Emil: Alat Ini Bantu Keberlangsungan Hidup Pasien
    Polri Sumbang Ventilator, Wagub Emil: Alat Ini Bantu Keberlangsungan Hidup Pasien
    06/06/2020 - 22:36
  • Ponpes Lirboyo Jadi Prototype Pesantren Tangguh Pemprov Jatim
    Ponpes Lirboyo Jadi Prototype Pesantren Tangguh Pemprov Jatim
    06/06/2020 - 22:24
  • Kampung Tangguh Desa Dawu, Ngawi Menjadi Role Model Penanganan Covid-19
    Kampung Tangguh Desa Dawu, Ngawi Menjadi Role Model Penanganan Covid-19
    06/06/2020 - 22:17

TIMES TV

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

20/05/2020 - 21:40

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang

Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang
GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC

GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC
Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Mengintip Cara UMKM Memanfaatkan Pandemi Covid-19 Jadi Peluang
    Mengintip Cara UMKM Memanfaatkan Pandemi Covid-19 Jadi Peluang
    06/06/2020 - 20:23
  • Mengenang Soekarno dan Inggit Garnasih
    Mengenang Soekarno dan Inggit Garnasih
    06/06/2020 - 15:36
  • Pancasilais: Gelora Kampung Tangguh di Bulan Bung Karno
    Pancasilais: Gelora Kampung Tangguh di Bulan Bung Karno
    06/06/2020 - 14:01
  • Spirit Kelahiran Bung Karno: Berdikari dalam Ekonomi, Wujud Nyata Kemandirian
    Spirit Kelahiran Bung Karno: Berdikari dalam Ekonomi, Wujud Nyata Kemandirian
    06/06/2020 - 13:18
  • Memastikan Pengelolaan Persekolahan
    Memastikan Pengelolaan Persekolahan
    06/06/2020 - 07:01
  • Ketika Rumah Sekaligus Menjadi Sekolah
    Ketika Rumah Sekaligus Menjadi Sekolah
    06/06/2020 - 06:11
  • Tipe Pabrik Seperti Apa yang Siap Saat New Normal Diberlakukan?
    Tipe Pabrik Seperti Apa yang Siap Saat New Normal Diberlakukan?
    06/06/2020 - 04:02
  • Adaptasi, Kunci Industri Jasa Pariwisata Memasuki Era New Normal
    Adaptasi, Kunci Industri Jasa Pariwisata Memasuki Era New Normal
    06/06/2020 - 02:35
  • Sekap dan Curi Mobil Mantan Istri di Padang Pariaman, Pelaku Dibekuk Polisi
    Sekap dan Curi Mobil Mantan Istri di Padang Pariaman, Pelaku Dibekuk Polisi
    07/06/2020 - 02:30
  • Emre Can Bawa Dortmund Libas Hertha Berlin, Berikut Hasil Liga Jerman
    Emre Can Bawa Dortmund Libas Hertha Berlin, Berikut Hasil Liga Jerman
    07/06/2020 - 01:54
  • Kontak dengan Pemudik dari DKI, Bocah 6 Tahun Asal Pandeglang Positif Covid
    Kontak dengan Pemudik dari DKI, Bocah 6 Tahun Asal Pandeglang Positif Covid
    07/06/2020 - 00:05
  • Ini Penjelasan Indra Sjafri Mengapa Liga 1 dan 2 Harus Dilanjutkan
    Ini Penjelasan Indra Sjafri Mengapa Liga 1 dan 2 Harus Dilanjutkan
    06/06/2020 - 23:26
  • Klarifikasi dan Informasi Resmi Gereja Katedral Akan Dibuka untuk Misa
    Klarifikasi dan Informasi Resmi Gereja Katedral Akan Dibuka untuk Misa
    06/06/2020 - 23:18
  • Penghasilan Nikita Mirzani Sehari Rp1 Miliar, Kalau...
    Penghasilan Nikita Mirzani Sehari Rp1 Miliar, Kalau...
    07/06/2020 - 00:02
  • Soal Video Porno Mirip Syahrini, Reino Barack: Itu Sudah Kelewatan
    Soal Video Porno Mirip Syahrini, Reino Barack: Itu Sudah Kelewatan
    07/06/2020 - 00:16
  • Niat Lompat ke Kolam Renang, Bankir Ini Malah Menabrak Besi dan Kaca
    Niat Lompat ke Kolam Renang, Bankir Ini Malah Menabrak Besi dan Kaca
    07/06/2020 - 00:48
  • Lewat Buah Apel, Ukiran Wajah Soekarno Jadi Sorotan
    Lewat Buah Apel, Ukiran Wajah Soekarno Jadi Sorotan
    07/06/2020 - 00:41
  • Pelatih Fiorentina Sempat Terpapar Virus Corona
    Pelatih Fiorentina Sempat Terpapar Virus Corona
    07/06/2020 - 00:02