Peristiwa Daerah

Aksi PMII Kabupaten Malang, Desak Pimpinan KPK Mundur

Jumat, 20 September 2019 - 18:49 | 46.15k
Aksi PMII Kabupaten Malang, Desak Pimpinan KPK Mundur
Suasana Aksi PMII Kabupaten Malang di depan gedung DPRD Kabupaten Malang Jumat (20/9/2019) siang (FOTO: Istimewa)
Pewarta: | Editor: Yatimul Ainun

TIMESINDONESIA, MALANG – Puluhan aktivis di Kabupaten Malang, yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi di depan gedung DPRD Kabupaten Malang. Para aktivis itu mendesak Pimpinan KPK mundur dan mendesak KPK menyelesaikan kasus lama yang mangkrak.

Aksi yang digelar Jumat (20/9/2019) siang itu, dipimpin langsung oleh Ketua PC PMII Kabupaten Malang, Muhammad Ruji. Orasi secara bergantian digelar di pintu masuk Gedung DPRD Kabupaten Malang.

Setelah lama orasi, para aktivis itu ditemui langsung oleh Ketua sementara DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto. Bahkan puluhan aktivis itu juga diterima di dalam Gedung DPRD setempat.

PMII-Malang.jpg

Menurut M Ruji, kehadiran KPK pada dasarnya disebabkan oleh tidak maksimalnya kejaksaan dan kepolisian dalam penangkapan kasus tindak pidana korupsi. Dalam pelaksanaannya, KPK berpedoman kepada lima asas, yaitu: kepastian hukum, keterbukaan, akuntabilitas, kepentingan umum, dan proporsionalitas.

“Spirit berdirinya KPK sebagai jawaban atas ketidakpercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan yang dikontrol oleh kepentingan politik orde baru selama 32 tahun. Publik menilai KPK sudah tercemar oleh politik kotor, tidak lagi menjadi lembaga profesional, independen yang berakibat lembaga antisuruh tersebut krisis kepercayaan public,” jelasnya.

Selain itu, KPK juga terindikasi telah dicemari oleh penumpang gelap, tangan tangan rakus, dan seakan menjadi kepanjangan tangan dari orang orang yang berkepentingan. “Ini akan berdampak pada proses penegakan yang tidak adil, tidak jujur dan tebang pilih,” tegasnya.

Penegakan kasus di KPK katanya, sudah menurut selera politik. Misalnya, banyak kasus mangkrak. Seperti Bank Century, yang harusnya menyeret beberapa nama. Pra-peradilan PN Jaksel menerbitkan surat pada KPK, pada 9 April 2018 untuk segera menetepkan tersangka baru.

PMII-Malang-a.jpg

“Namun, dalam kurun waktu 1,5 tahun-sekarang, kasus itu tidak ada kejelasan. Dari ini, KPK terkesan tidak serius pada kasus kasus korupsi besar. Kasus mangkrak E-KTP. Dari sekian banyak nama yang terlibat dari kasus ini, pengakuan Setnov sebagai terdakwa, tidak semuanya diproses,” terangnya.

Seperti menyebut nama beberapa pejabat katanya, kasusnya terhenti, tidak diproses dan tidak dinaikkan. Kelembagaan KPK seperti tebang pilih dan tidak serius dalam menangani kasus perkara.

Beberapa kasus besar juga PT Garuda Indonesia dan Bantuan Liquiditas Bank Indonesia (BLBI). Belum lagi pimpinan KPK mengeluarkan statement yang mengacaukan publik. “Soal mandat akan dilimpahkan pada Presiden, itu tidak ada kamusnya dalam aturan,” ujar Ruji.

Hal ini katanya, menimbulkan kotradiksi, kegaduhan publik. Cacat etis baru-baru ini, Kemenpora RI Imam Nahrawi sebagai tersangka atas indikasi dana hibah KONI. “Kita ketahui, bahwa politisi muda nahdiyin tersebut penuh prestasi selama menjabat sebagai Menteri Kabinet Kerja Joko Widodo,” akunya.

Ruji menambahkan, bahwa penetapan menpora menjadi tersangka oleh KPK jelas tidak sah. Menurut hukum melakukan penyelidikan, penyadapan, penyidikan dan penuntutan jika salah satu pimpinannya mengundurkan diri, karena bertentangan dengan UU KPK dan bisa dianggap batal demi hukum.

Selain penetapan tersangka sangat politis juga dinilai melanggar hukum. Diumumkan dimasa akhir jabatan Ketua KPK yang lama serta terindikasi dari kelompok ekstrim yang bersarang dalam tubuh KPK. “Maka dari itu, penting kiranya bagi PC PMII Kabupaten Malang menjaga KPK dari penumpang gelap, dari rongrongan kepentingan politik sebagai bentuk upaya spirit penyelamatan bangsa,” tegasnya.

Dari itu, aksi yang digelar PC PMII Kabupaten Malang itu menuntut Selesaikan kasus lama yang mangkrak di KPK. Jangan ada tebang pilih dalam menangani kasus korupsi. Mendesak mundur pimpinan KPK. “Kami meminta pihak KKP untuk tidak menjadi alat politik di akhir masa jabatannya. Periksa unsur pimpinan dan penyidik KPK,” tegasnya.(*)



Publisher : Sholihin Nur
KOMENTAR

EKORAN

TIMES TV

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

20/05/2020 - 21:40

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang

Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang
GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC

GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC
Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Pembaharuan Kebijakan Zonasi Menteri Nadiem Makarim
    Pembaharuan Kebijakan Zonasi Menteri Nadiem Makarim
    26/05/2020 - 14:29
  • Idul Fitri di Saat Pandemi Corona
    Idul Fitri di Saat Pandemi Corona
    26/05/2020 - 13:58
  • Merayakan Solidaritas Idul Fitri
    Merayakan Solidaritas Idul Fitri
    26/05/2020 - 09:34
  • Silaturahmi 4.0: Merayakan Silaturahmi di Tengah Pandemi
    Silaturahmi 4.0: Merayakan Silaturahmi di Tengah Pandemi
    26/05/2020 - 09:15
  • Menyambut Idul Fitri 1441 Hijriyah
    Menyambut Idul Fitri 1441 Hijriyah
    26/05/2020 - 08:13
  • Jaman Normal Baru dan Gerakan Pakai Masker
    Jaman Normal Baru dan Gerakan Pakai Masker
    26/05/2020 - 07:24
  • Indahnya Hidup Jika Kita Saling Memaafkan
    Indahnya Hidup Jika Kita Saling Memaafkan
    26/05/2020 - 06:40
  • Hikmah: Puasa dan Fitrah sebagai Negarawan
    Hikmah: Puasa dan Fitrah sebagai Negarawan
    25/05/2020 - 23:34
  • Tokocrypto 2.0 Berbasis Binance Cloud Siap Meluncur
    Tokocrypto 2.0 Berbasis Binance Cloud Siap Meluncur
    26/05/2020 - 14:51
  • 5 Kue Lebaran Ini Jadi Meme, Warganet Auto Nostalgia
    5 Kue Lebaran Ini Jadi Meme, Warganet Auto Nostalgia
    26/05/2020 - 14:50
  • Sambut New Normal Indonesia, Anies Bikin Aturan Baru di Jakarta
    Sambut New Normal Indonesia, Anies Bikin Aturan Baru di Jakarta
    26/05/2020 - 14:47
  • 9 Pedoman Badan POM Guna Cegah Penularan Covid-19 di Tempat Kerja
    9 Pedoman Badan POM Guna Cegah Penularan Covid-19 di Tempat Kerja
    26/05/2020 - 14:47
  • Enggan Ambil Risiko Datangkan Rookie, Petronas Yamaha Kejar Valentino Rossi
    Enggan Ambil Risiko Datangkan Rookie, Petronas Yamaha Kejar Valentino Rossi
    26/05/2020 - 14:46
  • Jutaan Jangkrik Akan Muncul dari Perut Bumi dan Menyerang Amerika
    Jutaan Jangkrik Akan Muncul dari Perut Bumi dan Menyerang Amerika
    26/05/2020 - 11:40
  • Cuma Isi Angin Ban, Pemotor Ini Dihujat Netizen
    Cuma Isi Angin Ban, Pemotor Ini Dihujat Netizen
    26/05/2020 - 10:59
  • India dan China Bakal Perang, hingga Habib Bahar Dipukuli
    India dan China Bakal Perang, hingga Habib Bahar Dipukuli
    26/05/2020 - 04:30
  • Satu Keluarga di Bekasi Positif Corona, Sempat Salat Ied di Masjid
    Satu Keluarga di Bekasi Positif Corona, Sempat Salat Ied di Masjid
    26/05/2020 - 13:10
  • Pasca Diludahi Penumpang, Supir Taksi Meninggal Positif COVID-19
    Pasca Diludahi Penumpang, Supir Taksi Meninggal Positif COVID-19
    26/05/2020 - 08:53