Peristiwa Daerah

Gubernur NTB Berpeluang Diberi Sanksi

Jumat, 20 September 2019 - 10:58 | 30.40k
Gubernur NTB Berpeluang Diberi Sanksi
Diskusi M16 satu tahun Zul-Rohmi, (FOTO: M16 for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MATARAM – Program kerja pemerintah Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Zul-Rohmi yang dilakukan sepanjang 2019 ini dinilai tidak selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Beberapa hal lain yang diduga melanggar aturan juga membuka peluang Gubernur menerima impeachment atau permakzulan, dan juga sanksi "disekolahkan".

Hal tersebut mencuat dalam Diskusi Publik Mi6  bertajuk "Kilas Balik Satu Tahun Zul-Rohmi", Kamis malam ( 19/9) di De-Lima Cafe,  Kota Mataram yang dihadiri ratusan peserta dengan moderator Hasan Massat.

"Masalah pengiriman mahasiswa NTB ke Chodang (Korea Selatan) dan alihfungsi Terminal Haji menjadi Balai Latihan Kerja, ini sudah ada persetujuan Dewan belum? Pernah dilaporkan tidak? Kalau tidak maka tidak ada alasan, dewan (DPRD NTB) bisa meng-impeachment Gubernur," kata Ketua Suaka NTB, Bustomi Saefuri yang akrab disapa Omi. 

Omi memaparkan, dana yang digunakan untuk memberangkatkan belasan mahasiswa NTB ke Chodang University di Korea Selatan bersumber dari dana CSR (Corporate Social Responsibility).

Penggunaan dana CSR menurut dia, wajib hukumnya dilaporkan dan atas persetujuan pihak DPRD NTB.

"Kalau dana CSR digunakan tanpa persetujuan dewan, maka sudah termasuk contempt of parliament (penghinaan terhadap dewan). Pernah dilaporkan tidak? Kalau tidak maka dewan berhak impeachment," tegasnya.

Ia memaparkan, kasus Chodang juga terindikasi maladministrasi sesuai hasil investigasi Ombudsman NTB.

"Jadi jangan main-main dengan hasil investigasi Ombudsman. Maladministrasi ini melengkapi ketidaktahuan Gubernur atas tugasnya. Maka tidak ada pilihan lain selain di-impeach, atau ada juga aturannya sekolahkan Gubernur yang tidak paham (aturan)," kata Omi.

Selain kasus Chodang, ia juga mempertanyakan alihfungsi Terminal Haji NTB di kawasan Bandara Internasional Lombok (BIL) yang sudah dialihfungsikan sebagai Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN) yang dikelola pihak swasta.

"Ada cukup banyak sebenarnya yang harus disoroti. Tapi saya tidak komentar lagi, karena Gubernur ini tidak bekerja sebenarnya," katanya.

Sementara itu anggota DPRD NTB, H Ruslan Turmuzi mengatakan, Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, memang mengatur ketaatan kepada aturan. 

"Ketika ada temuan atau pelanggaran (terhadap aturan) maka Mendagri berhak memberi sanksi berupa teguran, dengan cara disekolah tiga bulan, dan diberikan pendidikan khusus," kata Ruslan Turmuzi.

Menurutnya, dari kilas balik satu tahun pemerintahan Zul-Rohmi sepanjang 2019 ini ada beberapa peraturan daerah yang tidak diikuti.

Misalnya, Perda Percepatan Jalan tahun 2018 yang tidak boleh lebih dari 2018.

"Tetapi setelah kita (DPRD NTB) anggarkan, (jalan) tidak terealisasi. Itu menjadi utang pada pihak ketiga, tapi tidak diakui jadi utang. Alasannya kemampuan keuangan daerah. Namun, Silpa 2018 tercatat Rp286 Miliar, artinya beban hutang yang Rp58 Miliar (sebenarnya) bisa dibayar," tegasnya. 

Selain itu Bansos kepada masyarakat yang sudah tanda tangan kwitansi dan NPHD (naskah perjanjian hibah daerah) sebesar Rp8,5 miliar tidak terbayar. 

"Kemudian setelah mencuatnya kasus ini dan Polda atensi, maka sekarang dirumuskan kembali untuk mengganti (Bansos) itu di tahun 2019," jelasnya.

Terkait kasus Chodang dimana mahasiswa NTB diberangkatkan dengan dana CSR, menurut Ruslan memang sudah ada persetujuan DPRD terhadap kerjasama. 

"Tetapi kita tidak dilampirkan rencana kerjasama, hanya LoI (Letter of Intent) saja yang dilampirkan," katanya. 

Ruslan menilai, program beasiswa ini seharusnya untuk tahun 2020 tapi dilaksanakan 2019, sehingga dananya tidak dialokasikan dalam persediaan di APBD 2019.

"Lalu dia (Gubernur) siasati pembiayaan melalui pola pinjaman Bank NTB Syariah dan CSR. Masalahnya kita tidak tahu CSR-nya di mana. Persoalan kerjasama tidak ada perjanjian Mendagri juga. Saya khawatir ini Rp1,8 miliar uang sumbernya dari Bank NTB Syariah, bagaimana pola perikatan pinjaman dan dibebankan pada mahasiswa. Ini siapa yang tanggung jawab?" beber Ruslan Turmuzi 

Ia menekankan, DPRD NTB sudah meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB untuk mengatensi masalah ini.

Secara umum, Ruslan menilai program kerja Zul-Rohmi selama setahun pemerintahan juga tidak mencerminkan apa yang tertuang dalam RPJMD NTB.

Diskusi Kilas Balik Setahun Kepemimpinan Zul-Rohmi yang digagas Lembaga Kajian Politik M16, menghadirkan sejumlah narasumber seperti Anggota DPRD NTB, H Ruslan Turmuzi, Mori Hanafi, Lalu Pahrulrozi , Wahidjan Aktiviw Serikat Tani NTB,   mantan anggota DPRD NTB Nurdin Ranggabarani dan Staf Khusus Gubernur, Farid Tolomundu 

Farid Tolomundu mengatakan, kritik dan sorotan terhadap kinerja pemerintahan Zul-Rohmi di tahun pertama ini akan menjadi saran dan masukan yang konstruktif bagi NTB ke depan.

"Waktu 1 tahun ini kan sebagai perkenalan. Saya dan semua teman yang hadir ini sama-sama belajar memahami dan mengenal Zul-Rohmi. Ini kritis tapi juga konstruktif. Biar kita bisa membangun tradisi demokrasi yang santun," katanya.

Menurut dia, terlepas dari kekurangan dan kelebihannya selama setahun memimpin NTB, Zul-Rohmi punya sesuatu yang baru.

"Di zaman Dr Zul ini, semua orang bicara hampir tanpa rasa sungkan terhadap pemimpinnya. Gubernur ini orang yang sangat terbuka. Tentu semua kritik dan masukan konstruktif akan didengar," ujarnya.

Ia menambahkan, sosok Dr H Zulkieflimansyah merupakan politisi, akademisi, dan juga punya jiwa bisnis yang handal.

"Saya ada satu bayangan di tahun-tahun berikutnya Dr Zul memperlihatkan apa yang selama ini menjadi merk dagangnya. Beliau orang yang pandai cari duit. Bagaimana dia bisa cari duit Jakarta untuk menambah APBD NTB. Kita tahu rekam jejak beliau," katanya.

Farid menekankan, dalam pasangan pemimpin NTB, Zul-Rohmi ini, juga ada sosok Wagub yang tekun bekerja dan jauh dari hiruk pikuk.

"Ada Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah. Kita punya satu sosok perempuan yang jadi Wagub NTB, yang satu tahun ini bekerja tekun, beliau sangat detil mempelajari hal teknis. Ini perlu kita apresiasi karena Wagub kita bisa melengkapi dalam tanda kutip, kekurangan Gubernur," pungkasnya pada diskusi yang digelar M16 pada satu tahun pemerintahan Zul-Rohmi. (*)



Publisher : Sofyan Saqi Futaki
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Guru Besar UNHAS: New Normal, Harapan Baru Masyarakat Tani Pasca Pandemi Covid-19
    Guru Besar UNHAS: New Normal, Harapan Baru Masyarakat Tani Pasca Pandemi Covid-19
    06/06/2020 - 11:30
  • Transisi Era Normal Baru Diperpanjang, Pangdivif 2 Kostrad Minta Warga Disiplin
    Transisi Era Normal Baru Diperpanjang, Pangdivif 2 Kostrad Minta Warga Disiplin
    06/06/2020 - 11:23
  • Resmi, Masa Transisi New Normal Malang Raya Diperpanjang 7 Hari
    Resmi, Masa Transisi New Normal Malang Raya Diperpanjang 7 Hari
    06/06/2020 - 11:12
  • Masjid Kembali Dibuka, Ini Pesan Pangdam V Brawijaya pada Prajurit
    Masjid Kembali Dibuka, Ini Pesan Pangdam V Brawijaya pada Prajurit
    06/06/2020 - 11:04
  • 5 Tips Memilih Bunga Potong yang Tepat
    5 Tips Memilih Bunga Potong yang Tepat
    06/06/2020 - 10:53
  • Kapolres Ponorogo Kunjungi Kampung Tangguh di Desa Siman
    Kapolres Ponorogo Kunjungi Kampung Tangguh di Desa Siman
    06/06/2020 - 10:46
  • 5 Cara Bikin Bunga Potong Awet Menghiasi Ruangan Anda
    5 Cara Bikin Bunga Potong Awet Menghiasi Ruangan Anda
    06/06/2020 - 10:31
  • Candak Mas Covid, Strategi Dinas Kesehatan Pemkab Sleman Telusuri Covid-19
    Candak Mas Covid, Strategi Dinas Kesehatan Pemkab Sleman Telusuri Covid-19
    06/06/2020 - 10:24
  • Shalat Jumat Era New Normal, Protokol Ketat Dilakukan di Masjid Banyumas
    Shalat Jumat Era New Normal, Protokol Ketat Dilakukan di Masjid Banyumas
    06/06/2020 - 10:16
  • Ipong Muchlissoni Sebut Kriteria Pendampingnya di Pilkada Ponorogo
    Ipong Muchlissoni Sebut Kriteria Pendampingnya di Pilkada Ponorogo
    06/06/2020 - 10:02

TIMES TV

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

20/05/2020 - 21:40

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang

Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang
GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC

GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC
Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Memastikan Pengelolaan Persekolahan
    Memastikan Pengelolaan Persekolahan
    06/06/2020 - 07:01
  • Ketika Rumah Sekaligus Menjadi Sekolah
    Ketika Rumah Sekaligus Menjadi Sekolah
    06/06/2020 - 06:11
  • Tipe Pabrik Seperti Apa yang Siap Saat New Normal Diberlakukan?
    Tipe Pabrik Seperti Apa yang Siap Saat New Normal Diberlakukan?
    06/06/2020 - 04:02
  • Adaptasi, Kunci Industri Jasa Pariwisata Memasuki Era New Normal
    Adaptasi, Kunci Industri Jasa Pariwisata Memasuki Era New Normal
    06/06/2020 - 02:35
  • Kecemasan Sosial Selama Pandemi Covid-19
    Kecemasan Sosial Selama Pandemi Covid-19
    05/06/2020 - 15:03
  • Masyarakat Tangguh di Tengah Pandemi
    Masyarakat Tangguh di Tengah Pandemi
    05/06/2020 - 14:00
  • Peran Media Massa Dalam Mewujudkan Era
    Peran Media Massa Dalam Mewujudkan Era "New Normal"
    05/06/2020 - 13:12
  • Jadikan Ibadah Wajib Layaknya Tamu, Bukan Keluarga
    Jadikan Ibadah Wajib Layaknya Tamu, Bukan Keluarga
    05/06/2020 - 12:09
  • Viral Pria Jogja Bebaskan Utang Belasan Juta 10 Orang, Ogah Drama Lagi
    Viral Pria Jogja Bebaskan Utang Belasan Juta 10 Orang, Ogah Drama Lagi
    06/06/2020 - 11:35
  • Batal ke Polisi, Raffi Ahmad Maafkan Oknum yang Tuduh Konten Giveaway Palsu
    Batal ke Polisi, Raffi Ahmad Maafkan Oknum yang Tuduh Konten Giveaway Palsu
    06/06/2020 - 11:25
  • KPK Terima 118 Laporan Warga soal Bansos Corona, Keluhan Tertinggi di Jatim
    KPK Terima 118 Laporan Warga soal Bansos Corona, Keluhan Tertinggi di Jatim
    06/06/2020 - 11:22
  • Modal Suara Berat dan Foto Pria, Ibu Penipu Ini Beraksi Nyamar Jadi Tentara
    Modal Suara Berat dan Foto Pria, Ibu Penipu Ini Beraksi Nyamar Jadi Tentara
    06/06/2020 - 11:12
  • Disanksi Karena Cukur Rambut, Jadon Sancho Koar-koar di Twitter
    Disanksi Karena Cukur Rambut, Jadon Sancho Koar-koar di Twitter
    06/06/2020 - 10:59
  • Luhut Sindir Banyak Pengamat Kritik Pemerintah, Tapi Tak Pakai Data
    Luhut Sindir Banyak Pengamat Kritik Pemerintah, Tapi Tak Pakai Data
    06/06/2020 - 01:12
  • Pertarungan Sengit antara Monyet dan King Kobra, Tebak Siapa Menang?
    Pertarungan Sengit antara Monyet dan King Kobra, Tebak Siapa Menang?
    06/06/2020 - 06:08
  • Sikap Rasis Istri Bikin Merana, Pemain Ini Terpaksa Putus Kontrak
    Sikap Rasis Istri Bikin Merana, Pemain Ini Terpaksa Putus Kontrak
    06/06/2020 - 07:10
  • RI Dapat Pujian dari Bank Dunia Soal Anggaran Penanganan COVID-19
    RI Dapat Pujian dari Bank Dunia Soal Anggaran Penanganan COVID-19
    06/06/2020 - 00:12
  • Apple Cukup Lakukan Ini Ketika iPhone Dijarah, Perusuh Langsung Nangis
    Apple Cukup Lakukan Ini Ketika iPhone Dijarah, Perusuh Langsung Nangis
    06/06/2020 - 07:00