Peristiwa Nasional

Sawit Watch: Perusahan Penyebab Karhutla Harus Ditindak Tegas

Rabu, 18 September 2019 - 23:44 | 36.25k
Sawit Watch: Perusahan Penyebab Karhutla Harus Ditindak Tegas
Kebakaran hutan dan lahan. (Istimewa)
Pewarta: | Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan sudah mencapai pada level berbahaya. Di Riau dan Kalimantan Tengah misalnya, masyarakat sudah mengeluhkan sesak nafas dan tidak dapat beraktivitas di luar rumah karena pekatnya kabut asap. Perusahaan pembakar hutan dan lahan jangan sampai lolos.

Pemerintah juga harus segera menetapkan status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan, di Riau, Jambi, Sumatera Selatan dan Kalimantan.

Kebakaran-Hutan-2.jpg

"Pemerintah sudah menetapkan 4 perusahaan sawit sebagai tersangka pembakar hutan dan lahan dan masih akan terus dikembangkan. Mereka (perusahaan) penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla), jangan sampai lolos," ujar Inda Fatinaware, Direktur Eksekutif Sawit Watch, di Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Inda mengaku geram dengan ulah perusahaan pembakar hutan dan lahan. Mereka telah membuat masyarakat menderita dan merusak alam dengan membakar hutan dan lahan untuk mencari keuntungan yang besar. 

Dampak yang diakibatkan oleh asap pun kini sudah dalam taraf sangat mengkhawatirkan dan tidak dapat dianggap sebagai hal yang biasa. Terlebih, paparan kabut asap secara rutin dirasakan warga setiap tahun. Bukan tidak mungkin memiliki dampak jangka panjang bagi kesehatan tubuh manusia.

"Bahkan mungkin saja akan menimbulkan dampak perkembangan yang negatif secara genetik, " katanya.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) melalui Direktorat Jendral Penegakan Hukum sendiri ungkap Inda, telah memperoses sebanyak 370 perusahaan yang terbukti membuka lahan dengan cara membakar. Sebanyak 48 perusahaan dengan izin konsesi dan 1 lahan milik perorangan telah disegel.

Terkait penyegelan tersebut, luasan lahan yang terbakar mencapai 8.931 hektar. "Perusahaan yang telah terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan jangan sampai lolos dari tuntutan," ujarnya.

Sudah seharusnya kata Inda pemerintah dan aparat keamanan menindak tegas semua perusahaan yang terbukti melakukan aktivitas pembakaran hutan dan lahan. Pemerintah tidak boleh kalah dengan korporasi atau perusahaan. Ini momentum untuk membuktikan, bahwa pemerintah berpihak kepada masyarakat bukan kepada perusahan besar saja.

Sebab, beberapa konsesi perusahaan yang terbakar bahkan sudah mengantongi izin RSPO dan ISPO, seperti PT Adei, Group salah satu perusahaan di Malaysia, dan beberapa anak perusahaan SIPEF dan Tolan Tiga.

Kebakaran-Hutan-3.jpg

"Kejadian kebakaran hutan dan lahan yang terjadi sekarang, seakan mengembalikan ingatan kita pada tahun 2015 lalu. Hal serupa juga terjadi sekarang, asap akibat kebakaran hutan dan lahan telah merenggut beberapa korban jiwa dan kerugian ekonomi yang tidak sedikit," katanya.

Inda menambahkan, sebenarnya BMKG sudah memprediksikan akan terjadi kemarau panjang dan potensi terjadinya kebakaran hutan serta lahan cukup tinggi. Tetapi proses pencegahan yang dilakukan pemerintah sangat minim. Bahkan, gugatan masyarakat sipil kepada Presiden terkait kebakaran hutan dan lahan yang terjadi tahun 2015 di Kalimantan Tengah, telah dimenangkan oleh masyarakat sipil.

Ini membuktikan bahwa pemerintah sudah lalai dalam menjaga masyarakatnya dari kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. "Jika saja pemerintah menyikapi dengan serius perkiraan BMKG, pasti hal ini tidak akan terulang lagi. Saya pikir pemerintah gagal menerjemahkan prediksi yang sudah disampaikan BMKG beberapa waktu lalu," ujarnya.

Lambannya penanganan dan terutama pencegahan terhadap kebakaran hutan dan lahan yang terjadi sekarang, kata Inda tidak terlepas dari tidak tanggapnya pemerintah baik itu pemerintah daerah maupun pusat. Terutama dalam menyikapi kondisi yang terjadi. Jika saja pemerintah serius mencegah kebakaran hutan dan lahan, pasti dampak yang ditimbulkan sekarang tidak dirasakan oleh masyarakat di Sumatera maupun Kalimantan.

"Apakah menunggu sampai ada korban jiwa baru akan bertindak cepat dan tegas terhadap kasus ini?  Maka, berangkat dari hal tersebut, Sawit Watch berpandangan bahwa, asap yang terjadi akibat kebakaran hutan dan lahan ini bukan hal yang biasa tapi kejadian luar biasa dan pemerintah harus bertanggung jawab penuh terhadap persoalan ini," ujarnya.

Oleh karena itu, kata dia, Sawit Watch menuntut kepada pemerintah agar segera menetapkan status tanggap darurat untuk wilayah Riau, Sumatera Selatan, Jambi, dan Kalimantan.

Pemerintah harus bertanggungjawab terhadap semua korban karhutla yang terpapar asap. Dan, ia minta pemerintah juga menanggung semua biaya perawatan masyarakat yang terkena dampak kebakaran hutan dan lahan. Langkah lain yang tak kalah penting, segera mengevakuasi masyarakat yang berada di wilayah terparah akibat asap. (*)



Publisher : Rizal Dani
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Pasar Malam Dinilai Kontra Produktif dengan Usaha Pemkab Cirebon Stop Covid-19
    Pasar Malam Dinilai Kontra Produktif dengan Usaha Pemkab Cirebon Stop Covid-19
    05/06/2020 - 20:14
  • Jabar Bergerak Bagikan Nasi Bungkus kepada Warga Terdampak Banjir Rob Kota Cirebon
    Jabar Bergerak Bagikan Nasi Bungkus kepada Warga Terdampak Banjir Rob Kota Cirebon
    05/06/2020 - 20:09
  • Insiden Wapres RI, UIN Malang Layangkan Surat Protes pada Manajemen Zoom
    Insiden Wapres RI, UIN Malang Layangkan Surat Protes pada Manajemen Zoom
    05/06/2020 - 20:04
  • Viral Berjualan Sambil Nge-DJ, Penjual Pentol di Gresik Kini Tuai Berkah
    Viral Berjualan Sambil Nge-DJ, Penjual Pentol di Gresik Kini Tuai Berkah
    05/06/2020 - 19:56
  • Politisi PKS Minta Pemkot Semarang Libatkan Masyarakat Cegah Covid-19
    Politisi PKS Minta Pemkot Semarang Libatkan Masyarakat Cegah Covid-19
    05/06/2020 - 19:49
  • Malindo Air Kantongi Sertifikasi Audit Keselamatan Operasional Penerbangan
    Malindo Air Kantongi Sertifikasi Audit Keselamatan Operasional Penerbangan
    05/06/2020 - 19:43
  • Jumat Berkah, Satu Pasien Positif Covid-19 di Cirebon Sembuh
    Jumat Berkah, Satu Pasien Positif Covid-19 di Cirebon Sembuh
    05/06/2020 - 19:38
  • Omzet UMKM Menurun, Pengusaha Tahu di Gresik Optimistis Bisa Bangkit
    Omzet UMKM Menurun, Pengusaha Tahu di Gresik Optimistis Bisa Bangkit
    05/06/2020 - 19:35
  • Kabar Baik, 5 Pasien Positif Covid-19 di Ponorogo Sembuh
    Kabar Baik, 5 Pasien Positif Covid-19 di Ponorogo Sembuh
    05/06/2020 - 19:29
  • Pertamina MOR V Catat 40 Persen Penurunan Konsumsi BBM Selama Covid-19
    Pertamina MOR V Catat 40 Persen Penurunan Konsumsi BBM Selama Covid-19
    05/06/2020 - 19:25

TIMES TV

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

20/05/2020 - 21:40

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang

Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang
GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC

GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC
Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Kecemasan Sosial Selama Pandemi Covid-19
    Kecemasan Sosial Selama Pandemi Covid-19
    05/06/2020 - 15:03
  • Masyarakat Tangguh di Tengah Pandemi
    Masyarakat Tangguh di Tengah Pandemi
    05/06/2020 - 14:00
  • Peran Media Massa Dalam Mewujudkan Era
    Peran Media Massa Dalam Mewujudkan Era "New Normal"
    05/06/2020 - 13:12
  • Jadikan Ibadah Wajib Layaknya Tamu, Bukan Keluarga
    Jadikan Ibadah Wajib Layaknya Tamu, Bukan Keluarga
    05/06/2020 - 12:09
  • Agama dan Berpikir Sehat
    Agama dan Berpikir Sehat
    05/06/2020 - 11:00
  • Pengetahuan Menjadi Kunci Terwujudnya Disiplin New Normal
    Pengetahuan Menjadi Kunci Terwujudnya Disiplin New Normal
    05/06/2020 - 10:10
  • Gagalnya Manajemen Komunikasi Krisis Pengaruhi Kepercayaan Publik
    Gagalnya Manajemen Komunikasi Krisis Pengaruhi Kepercayaan Publik
    05/06/2020 - 09:36
  • Tatanan Normal Baru, Sebuah Peluang untuk Ketahanan Pangan
    Tatanan Normal Baru, Sebuah Peluang untuk Ketahanan Pangan
    05/06/2020 - 08:12
  • Dicopot dari Kursi Komut Adhi Karya, Ini Koleksi Kendaraan Fadjroel Rachman
    Dicopot dari Kursi Komut Adhi Karya, Ini Koleksi Kendaraan Fadjroel Rachman
    05/06/2020 - 20:10
  • Injil Berbahasa Minang, Kementerian Agama: Sah-sah Saja
    Injil Berbahasa Minang, Kementerian Agama: Sah-sah Saja
    05/06/2020 - 20:10
  • 50 Persen PNS DKI Mulai Ngantor, Pegawai Hamil dan Punya Penyakit Tetap WFH
    50 Persen PNS DKI Mulai Ngantor, Pegawai Hamil dan Punya Penyakit Tetap WFH
    05/06/2020 - 20:09
  • 5 Rekomendasi Film 2020, dari Horor hingga Komedi Romantis
    5 Rekomendasi Film 2020, dari Horor hingga Komedi Romantis
    05/06/2020 - 20:09
  • Jelang Restart La Liga, Barcelona Malah Kehilangan Lionel Messi
    Jelang Restart La Liga, Barcelona Malah Kehilangan Lionel Messi
    05/06/2020 - 20:02
  • Jokowi Pusing Tangani Corona, Ma'ruf Amin 'Hilang Ditelan Bumi'
    Jokowi Pusing Tangani Corona, Ma'ruf Amin 'Hilang Ditelan Bumi'
    05/06/2020 - 06:06
  • Pangeran Saudi Wafat, Dimakamkan di Riyadh Hari Ini
    Pangeran Saudi Wafat, Dimakamkan di Riyadh Hari Ini
    05/06/2020 - 16:30
  • Fatwa MUI Tentang Salat Jumat dan Berjemaah
    Fatwa MUI Tentang Salat Jumat dan Berjemaah
    05/06/2020 - 05:30
  • Peristiwa Menakjubkan Umat Muslim di Tengah Kerusuhan Amerika
    Peristiwa Menakjubkan Umat Muslim di Tengah Kerusuhan Amerika
    05/06/2020 - 10:17
  • Pangeran Arab Saudi Meninggal Dunia
    Pangeran Arab Saudi Meninggal Dunia
    05/06/2020 - 14:27