Kopi TIMES

UUD 1945 dan UUPA 1960 Mati di Urutsewu

Selasa, 17 September 2019 - 23:25 | 109.46k
UUD 1945 dan UUPA 1960 Mati di Urutsewu
Mukhammad hykhal S. A, Ketua DPP GMNI Bidang Reforma Agraria. (Grafis: Dena/TIMES Indonesia)
Editor: Yatimul Ainun

TIMESINDONESIA, JAKARTA“Hukum memenjarakan laki-laki dan perempuan,

tersangka yang mencuri seekor angsa dari tanah kepunyaan bersama.

Namun tersangka yang lebih besar lolos begitu saja,

yakni mereka yang mencuri tanah milik bersama dari angsa itu

Dan para angsa terus hidup dalam kekurangan tanah bersama

Sampai mereka masuk dan mencurinya kembali”

Beberapa hari yang lalu, masyarakat Indonesia dikejutkan dengan bentrokan antara TNI dan masyarakat petani di Desa Brencong Kecamatan Buluspesantren Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah. Bentrokan tersebut memperlihatkan dengan jelas sikap represif aparat TNI kepada masyarakat yang sedang berusaha mempertahankan tanahnya agar tidak dipagari oleh Pihak TNI. Tanah yang menjadi konflik terletak di daerah Urutsewu, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah (Jateng) terletak di antara muara Kali Lukulo Desa Ayamputih di sebelah barat, sampai dengan muara Sungai Wawar Desa Wiromartan. Luas total, daerah yang berkonflik ini memiliki panjang kurang lebih 22,5 km dan lebar 500 meter dari bibir pantai.

Warga yang terlibat dalam konflik ini berasal dari beberapa desa sepanjang pantai Kebumen Selatan, yaitu: Desa Ayamputih, Setrojenar, Bercong (Kecamatan Buluspesantren), Desa Entak, Kenoyojayan Ambal Resmi, Kaibon Petangkuran, Kaibon, Sumberjati, (Kecamatan Ambal), Mirit Petikusan, Mirit, Tlogodepok, Tlogopragoto, Lembupurwo, dan Wiromartan (Kecamatan Mirit). Dari bentrokan tersebut, masyarakat mengalami luka-luka yang diantaranya luka bekas pukulan dan injakan, serta luka akibat terkena peluru karet yang di tembakan aparat TNI.

 

Pinjam Lahan Berakibat Petaka

Konflik yang terjadi di tanah pesisir Urutsewu dimulai sejak tahun 1982 dimana hal tersebut diawali dengan pengiriman surat pinjam tanah oleh pihak TNI kepada kepala desa setempat. Surat pinjam tersebut pun pada akhirnya tidak lagi dilakukan dan hanya memberikan surat pemberitahuan latihan semata. Pada tahun 1998, TNI membuat kontrak dengan Pemkab Kebumen untuk penggunaan tanah di pesisir Urutsewu sebagai tempat latihan militer yang kemudian disusul dengan pemetaan sepihak tanah oleh TNI untuk area latihan dan uji coba senjata tersebut dengan lebar 500 meter dari garis pantai ke utara dan dengan panjang 22,5 kilometer.

Pada tahun 2007, terjadi pelebaran klaim tanah oleh TNI yang semula 500 meter dari garis pantai ke utara menjadi 1000 meter dari garis pantai. Pelebaran klaim tersebut kemudian mendapat dukungan dari DPRD Kabupaten Kebumen dalam Draft Raperda Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang dipaparkan pada 13 Desember 2007. Kemudian, pada tahun 2008, Kodam IV Diponegoro menyetujui penambangan pasir besi dengan memberikan surat ijin pemanfaatan tanah milik TNI AD di kecamatan Mirit kepada PT. Mitra Niagatama Cemerlang (MNC). Di tahun yang sama pula, pemerintah Kabupaten Kebumen memberikan ijin eksplorasi pasir besi kepada PT tersebut.

Ditahun 2011, pemerintah Kabupaten Kebumen mengeluarkan ijin usaha pertambangan  ekploitasi operasi produksi tambang pasir besi kepada PT. MNC untuk waktu 10 tahun dengan luasan wilayah ijin eksploitasi seluas 591,07 ha, dengan 317,48 ha diantaranya adalah tanah milik TNI AD. tanpa sosialisasi. Ijin tersebut dikeluarkan meskipun Perda Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kebumen yang berlaku saat itu belum menetapkan wilayah Urutsewu sebagai wilayah pertambangan sehingga ijin tersebut harus batal demi hukum. Ditahun yang sama, masyarakat Urutsewu melakukan penolakan terhadap latihan militer dan uji coba senjata oleh TNI dikarenakan tewasnya warga beberapa tahun silam dikarenakan terkena ledakan mortir. Aksi penolakan tersebut ditunjukan dengan berbagai cara, bermula dari ziarah makam korban meninggal hingga blokade jalan dengan batang-batang kayu yang kemudian dibalas dengan tindakan represif aparat TNI hingga mengakibatkan masyarakat menjadi korban. Diantara korban-korban tersebut, terdapat juga masyarakat yang dikriminalisasi dengan pasal pengerusakan dan penganiayaan.

Masih ditahun 2011, pada akhirnya pihak TNI AD melalui surat dari Kodam IV Diponegoro mencabut persetujuan penambangan pasir besi oleh PT. MNCkarena mendapat penolakan yang keras dari masyarakat. Hal tersebut membuktikan bahwa TNI pernah benar-benar memberikan ijin dan melakukan kegiatan bisnis yaitu penambangan pasir besi.

Pada tahun berikutnya, tepatnya tahun 2012 kembali terjadi aksi penolakan oleh masyarakat. Aksi tersebut atas respon terhadap terbitnya Perda Tata Ruang Wilayah yang menjadikan Urutsewu sebagai wilayah pertambangan pasir besi dan wilayah latihan uji coba senjata berat, serta sebagai wilayah pertanian dan pariwisata. Tuntutan masyarakat pada aksi tersebut adalah meminta Pemerintah Kabupaten dan DPRD untuk hanya menjadikan wilayah Urutsewu sebagai wilayah Pertanian dan Pariwisata saja. Besarnya gerakan penolakan masyarakat Urutsewu tersebut ternyata tidak mendapatkan respon dari Pemerintah Kabupaten maupun DPRD sehingga gerakan penolakan masyarakat dialihkan dengan mengusir PT MNC yang akan melakukan kegiatan penambanganya di Kecamatan Mirit.

Pada tahun 2013 pemagaran dilakukan oleh TNI di tanah rakyat dengan merambah 2 desa di Kecamatan Mirit, yaitu  Desa Tlogodepok dan Mirit Petikusan.Pemagaran ini telah mendapatkan penolakan keras dari masyarakat, tetapi tetap dilanjutkan.

 

Mengkhianati UUD 1945 dan UUPA 1960

Beberapa hari yang lalu, tepatnya pada tanggal 11 September 2019, kembali terjadi aksi penolakan warga masyarakat yang menolak pembangunan tembok pembatas untuk kawasan latihan dan percobaan senjata berat TNI. Aksi tersebut sempat terekam video dimana menunjukan kembali respon aparat TNI dengan sikap represifitasnya sehingga menimbulkan korban luka, baik luka akibat benda tumpul maupun peluru karet. Seperti telah diketahui, penolakan masyarakat tersebut adalah bagian dari perjuangan panjang perlawanan terhadap kesewang-wenangan atas perampasan tanah masyarakat.

Kesewenaang-wenangan tersebut merupakan bukti kuat bahwa posisi masyarakat masih sangat lemah dalam memperoleh haknya sebagaimana telah diamanatkan pasal 33 ayat (2) UUD 1945 yang berbunyi “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”. Untuk mendapatkan hak tanahnya, masyarakat harus melakukan perlawanan dan mendapatkan tindak represifitas yang luar biasa. Pemukulan, penembakan, dan kriminalisasi menjadi hal yang pasti ada pada perjuangan masyarakat atas tanah. Apalagi jika perjuangan tersebut melibatkan para pemilik modal besar yang hendak menguasai suatu wilayah dimana terdapat masyarakat didalamnya.

Harus diketahui bahwa, UUPA 1960 telah memandatkan bahwa tugas negara untuk mendistribusikan tanah kepada masyarakat dan petani miskin. Namun pada kenyataanya, 59 tahun sejak UUPA 1960 ditetapkan, kondisi petani dan masyarakat miskin tetap dalam kondisi yang terpuruk. Hal tersebut ternyata berbanding terbalik dengan mandat dan cita-cita UUPA dalam rangka menjalankan UUD 1945 agar masyarakat dapat sejahtera. Apa yang diterima masyarakat dalam mempertahan hak atas tanahnya justru adalah tindakan represifitas dan kesewenang-wenangan pemerintah serta para pemilik modal. Hal tersebut terjadi di seluruh penjuru tanah air dengan jumlah yang tidak sedikit. Ini adalah bukti nyata bahwa telah terjadi pengkhianatan Uud 1945 dan UUPA 1960 oleh negara kepada masyarakatnya. (*)

*)Penulis: Mukhammad hykhal S. A, Ketua DPP GMNI Bidang Reforma Agraria.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Perasaan Campur Aduk Ferdian Paleka Menghirup Udara Bebas
    Perasaan Campur Aduk Ferdian Paleka Menghirup Udara Bebas
    05/06/2020 - 07:15
  • Latih Keterampilan Anak, Singapore National Academy Adakan Summer Program 2020
    Latih Keterampilan Anak, Singapore National Academy Adakan Summer Program 2020
    05/06/2020 - 05:50
  • Arzeti Bilbina: Akibat Covid-19, Bagaimana Ekonomi di Masa Depan?
    Arzeti Bilbina: Akibat Covid-19, Bagaimana Ekonomi di Masa Depan?
    05/06/2020 - 03:23
  • Tatanan Normal Baru, Sebuah Peluang Baru Pendidikan Tinggi Swasta
    Tatanan Normal Baru, Sebuah Peluang Baru Pendidikan Tinggi Swasta
    05/06/2020 - 01:17
  • Dandim 0801 Pacitan Ajak Masyarakat Berpedoman pada Pancasila dalam Berkehidupan
    Dandim 0801 Pacitan Ajak Masyarakat Berpedoman pada Pancasila dalam Berkehidupan
    04/06/2020 - 23:13
  • Gandeng FUI Cilacap dan Elemen Masyarakat, Dapur Lapangan Forkopimda Hasilkan 1.350 Bungkus Nasi
    Gandeng FUI Cilacap dan Elemen Masyarakat, Dapur Lapangan Forkopimda Hasilkan 1.350 Bungkus Nasi
    04/06/2020 - 22:44
  • Partai Gelora Resmi Terima Tiga SK Kemenkumham
    Partai Gelora Resmi Terima Tiga SK Kemenkumham
    04/06/2020 - 22:36
  • Dengan e-PMR, Warga Majalengka Bisa Urus SIM dan SKCK Lewat HP
    Dengan e-PMR, Warga Majalengka Bisa Urus SIM dan SKCK Lewat HP
    04/06/2020 - 22:22
  • Kisah Sujoko, Langsung Ditahan Begitu Kepergok Polhut Banyuwangi Selatan Miliki Kayu Jati Ilegal
    Kisah Sujoko, Langsung Ditahan Begitu Kepergok Polhut Banyuwangi Selatan Miliki Kayu Jati Ilegal
    04/06/2020 - 22:17
  • PKB dan Ansor Situbondo Bagikan Ratusan Sembako Terhadap Warga Terdampak Covid-19
    PKB dan Ansor Situbondo Bagikan Ratusan Sembako Terhadap Warga Terdampak Covid-19
    04/06/2020 - 22:12

TIMES TV

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

20/05/2020 - 21:40

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang

Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang
GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC

GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC
Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Tatanan Normal Baru, Sebuah Peluang Baru Pendidikan Tinggi Swasta
    Tatanan Normal Baru, Sebuah Peluang Baru Pendidikan Tinggi Swasta
    05/06/2020 - 01:17
  • Racism is American’s Original Sin
    Racism is American’s Original Sin
    04/06/2020 - 21:18
  • Rasisme Itu Dosa Asal Amerika
    Rasisme Itu Dosa Asal Amerika
    04/06/2020 - 14:44
  • Sila Ketiga Pancasila Kunci Keberhasilan New Normal
    Sila Ketiga Pancasila Kunci Keberhasilan New Normal
    04/06/2020 - 10:58
  • Rezim di Ujung 'Pedang'
    Rezim di Ujung 'Pedang'
    04/06/2020 - 09:55
  • Inlander dan Kaum Muda
    Inlander dan Kaum Muda
    04/06/2020 - 09:03
  • Merancang Tata Letak Fasilitas Pabrik Saat New Normal
    Merancang Tata Letak Fasilitas Pabrik Saat New Normal
    04/06/2020 - 07:29
  • Agama Bagi Orang Biasa
    Agama Bagi Orang Biasa
    04/06/2020 - 03:17
  • Kota Bogor Perpanjang PSBB Wabah Virus Corona, Masuk Masa Transisi
    Kota Bogor Perpanjang PSBB Wabah Virus Corona, Masuk Masa Transisi
    05/06/2020 - 07:16
  • Pesisir Utara Jawa Disapu Banjir Rob Jelang Gerhana Bulan Penumbra
    Pesisir Utara Jawa Disapu Banjir Rob Jelang Gerhana Bulan Penumbra
    05/06/2020 - 07:15
  • Ingin Janin Tetap Aman dari Virus Corona? Rutin Konsumsi Seplemen Kolin!
    Ingin Janin Tetap Aman dari Virus Corona? Rutin Konsumsi Seplemen Kolin!
    05/06/2020 - 07:10
  • Video Keke Bukan Boneka Dihapus YouTube, Rinni Wulandari Disalahkan
    Video Keke Bukan Boneka Dihapus YouTube, Rinni Wulandari Disalahkan
    05/06/2020 - 07:10
  • Ramalan Zodiak 5 Juni 2020: Bikin Cemas, Pekerjaan Capricorn Menumpuk!
    Ramalan Zodiak 5 Juni 2020: Bikin Cemas, Pekerjaan Capricorn Menumpuk!
    05/06/2020 - 07:00
  • Kabar Gembira, Ditemukan Vaksin yang Terbukti Ampuh Lawan Virus Corona
    Kabar Gembira, Ditemukan Vaksin yang Terbukti Ampuh Lawan Virus Corona
    05/06/2020 - 02:55
  • Jokowi Pusing Tangani Corona, Ma'ruf Amin 'Hilang Ditelan Bumi'
    Jokowi Pusing Tangani Corona, Ma'ruf Amin 'Hilang Ditelan Bumi'
    05/06/2020 - 06:06
  • Meski Tingkatkan Gairah Seks, Jangan Pakai 4 Benda Ini untuk Miss V
    Meski Tingkatkan Gairah Seks, Jangan Pakai 4 Benda Ini untuk Miss V
    05/06/2020 - 00:02
  • Fatwa MUI Tentang Salat Jumat dan Berjemaah
    Fatwa MUI Tentang Salat Jumat dan Berjemaah
    05/06/2020 - 05:30
  • Banjir Rob Landa Wilayah Ancol, Warga Terpaksa Mengungsi
    Banjir Rob Landa Wilayah Ancol, Warga Terpaksa Mengungsi
    05/06/2020 - 00:33